Terkuak! Bukan Ratusan Ribu, Ternyata Cuma Segini Pembudidaya di eFishery

Achmad Fauzi | Suara.com

Selasa, 25 Februari 2025 | 15:00 WIB
Terkuak! Bukan Ratusan Ribu, Ternyata Cuma Segini Pembudidaya di eFishery
eFishery. (eFishery)

Suara.com - Perusahaan akuakultur eFishery masih menjadi perbincangan setelah dugaan penggelembungan laporan keuangan yang dilakukan founder dan mantan CEO Gibran Huzaifah terkuak ke publik.

Kini, hasil investigasi terbaru FTI Consulting, investigator independen, terkuak. Dilansir dari Bloomberg, kondisi asli perusahaan ternyata jauh lebih buruk dari yang diperkirakan sebelumnya.

Yang cukup mengagetkan, eFishery sempat mengklaim telah memasang lebih dari 400.000 alat pemberi pakan ikan, tetapi menurut laporan tersebut, penyelidikan awal memperkirakan jumlah sebenarnya lebih dekat ke 24.000. Saat ini, estimasi terbaru hanya menunjukkan 6.300 unit, dan hanya 600 unit yang aktif mengirimkan data.

Sebelumnya pada Maret 2023, Gibran sempat menyebutkan bahwa mereka telah menargetkan 250.000 untuk bergabung dengan eFishery. "Kita pengen ngejar sampai tahun 2025 sampai 1 juta pembudidaya," ujar Gibran kepada wartawan.

Tidak hanya fakta tentang pembudidaya, hasil penyelidikan FTI Consulting juga menemukan sederet fakta mengejutkan, sebagai berikut:

Kecanggihan teknologi dipertanyakan, operasional masih seperti bisnis tradisional

Dalam berbagai kesempatan Gibran pun menyampaikan ceritanya mengenai eFishery sebagai perusahaan yang berhasil merevolusi industri akuakultur Indonesia melalui teknologi. Tapi kenyataannya, proses kerja eFishery masih banyak dilakukan secara manual. eFishery sendiri sebelumnya digadang-gadang telah membentuk ekosistem yang membantu penambak menjual hasil panen dengan lebih baik melalui aplikasi.

Menurut laporan tersebut, eFishery akan menanggung semua kerugian ketika pembudidaya mengalami gagal bayar karena aplikasi utama tidak pernah terhubung ke sistem akuntansi, pertumbuhan pendapatan online terbatas dan pembudidaya secara manual ‘dijodohkan’ dengan pembeli – sebuah proses yang membutuhkan banyak tenaga kerja.

Mengaku alat eFeeder dapat membantu pembudidaya, ternyata kenyataannya berbanding terbalik. Berdasarkan laporan, sebagian besar teknologi canggih yang dipromosikan oleh perusahaan ternyata tidak berfungsi sesuai klaim. Tidak satu pun sensor PondTag, yang seharusnya membantu memantau kualitas air dan mengotomatisasi pemberian pakan, berhasil dipasang

Dipuji karena berhasil untung, ternyata bukukan kerugian hingga ratusan juta dolar

Berdasarkan hasil investigasi, FTI Consulting menyebutkan bahwa kerugian perusahaan diperkirakan mencapai ratusan juta dollar selama 2018 hingga 2024. Selain itu, laporan tersebut juga mengatakan bahwa berdasarkan penyelidikan eFishery ‘tidak layak secara komersial dalam kondisinya saat ini’.

Bisnis ikan dan udang eFishery dioperasikan dengan margin keuntungan yang tipis dan “mengalami kerugian besar, menurut presentasi yang terkuak tersebut. Kas perusahaan pun disebut terus menipis, dan hanya memiliki USD50 juta uang tunai.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tak Hanya Fokus Ekonomi, MDI Ventures Danai Startup yang Miliki Dampak Sosial

Tak Hanya Fokus Ekonomi, MDI Ventures Danai Startup yang Miliki Dampak Sosial

Bisnis | Jum'at, 07 Februari 2025 | 18:48 WIB

Kaji Bisnis Lebih Objektif, eFishery Gandeng FTI Consulting Jadi Manajemen Sementara

Kaji Bisnis Lebih Objektif, eFishery Gandeng FTI Consulting Jadi Manajemen Sementara

Bisnis | Selasa, 04 Februari 2025 | 19:59 WIB

Kasus eFishery Tidak Bisa Diawasi OJK, Ini Alasannya

Kasus eFishery Tidak Bisa Diawasi OJK, Ini Alasannya

Bisnis | Rabu, 05 Februari 2025 | 07:15 WIB

Terkini

HFM dan Arsenal Umumkan Kemitraan Global Jangka Panjang

HFM dan Arsenal Umumkan Kemitraan Global Jangka Panjang

Bisnis | Senin, 23 Maret 2026 | 15:37 WIB

OJK Terbitkan Aturan Baru, Asing Bisa Akses Informasi Keuangan Indonesia

OJK Terbitkan Aturan Baru, Asing Bisa Akses Informasi Keuangan Indonesia

Bisnis | Senin, 23 Maret 2026 | 15:36 WIB

Tol Cipali Mulai Sterilisasi One Way Arus Balik Lebaran, Cek Jadwal dan Rutenya

Tol Cipali Mulai Sterilisasi One Way Arus Balik Lebaran, Cek Jadwal dan Rutenya

Bisnis | Senin, 23 Maret 2026 | 15:19 WIB

Mentan: Stok dan Harga Pangan Stabil saat Lebaran

Mentan: Stok dan Harga Pangan Stabil saat Lebaran

Bisnis | Senin, 23 Maret 2026 | 13:59 WIB

Eddy Soeparno: WFH Setelah Lebaran Bisa Pangkas Konsumsi BBM Secara Signifikan

Eddy Soeparno: WFH Setelah Lebaran Bisa Pangkas Konsumsi BBM Secara Signifikan

Bisnis | Senin, 23 Maret 2026 | 13:30 WIB

Kemenhub Catat Lonjakan 8,58 Persen Pemudik dengan Angkutan Umum, Kereta Masih Jadi Favorit

Kemenhub Catat Lonjakan 8,58 Persen Pemudik dengan Angkutan Umum, Kereta Masih Jadi Favorit

Bisnis | Senin, 23 Maret 2026 | 12:50 WIB

Mengapa Harga Emas Turun di Tengah Kemelut Perang di Timur Tengah?

Mengapa Harga Emas Turun di Tengah Kemelut Perang di Timur Tengah?

Bisnis | Senin, 23 Maret 2026 | 12:35 WIB

Kendaraan Menuju Puncak Padat, 50.000 Mobil Lalui Tol Jagorawi

Kendaraan Menuju Puncak Padat, 50.000 Mobil Lalui Tol Jagorawi

Bisnis | Senin, 23 Maret 2026 | 12:15 WIB

Pengamat: WFH 1 Hari Memang Tekan Subsidi BBM, Tapi Banyak Pihak Jadi Korban

Pengamat: WFH 1 Hari Memang Tekan Subsidi BBM, Tapi Banyak Pihak Jadi Korban

Bisnis | Senin, 23 Maret 2026 | 12:00 WIB

Harga Emas Dunia Mulai Turun, Waktunya Beli Banyak Logam Mulia?

Harga Emas Dunia Mulai Turun, Waktunya Beli Banyak Logam Mulia?

Bisnis | Senin, 23 Maret 2026 | 11:46 WIB