Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Kebijakan Tarif AS Dorong Relokasi Industri Kendaraan Listrik China ke Indonesia

Mohammad Fadil Djailani | Suara.com

Rabu, 26 Februari 2025 | 18:09 WIB
Kebijakan Tarif AS Dorong Relokasi Industri Kendaraan Listrik China ke Indonesia
Prospek Kendaraan Listrik di tengah Tekanan Fiskal dan Kebijakan Kontraproduktif Trump” oleh CORE Indonesia, Rabu (26/2/2025).

Suara.com - Kebijakan tarif impor yang diterapkan Amerika Serikat (AS) terhadap produk China, khususnya kendaraan listrik (EV), dinilai memberikan peluang besar bagi Indonesia. 

Menurut Akbar, kebijakan tarif impor AS yang mencapai 60 persen tersebut telah menghambat perekonomian China dan mendorong relokasi industri EV mereka ke negara-negara dengan tarif yang lebih rendah, seperti Indonesia.

"Ini mendorong relokasi industri kendaraan listrik China ke negara dengan tarif lebih rendah seperti Indonesia," ujar Akbar dalam diskusi bertajuk Prospek Kendaraan Listrik di tengah Tekanan Fiskal dan Kebijakan Kontraproduktif Trump” oleh Core Indonesia, Rabu (26/2/2025).

Menurut Akbar, Indonesia memiliki keunggulan kompetitif yang kuat dalam menarik investasi industri EV. Sebagai produsen dan pengolah nikel terbesar di dunia, Indonesia memiliki bahan baku utama untuk produksi baterai EV.

Potensi ini semakin memperkuat posisi Indonesia sebagai tujuan relokasi industri EV dari China.

"Indonesia memainkan peran utama dalam penambangan dan pemrosesan material nikel yang merupakan material kritis untuk baterai kendaraan listrik," kata Akbar.  

Meski demikian ada tantangan bagi Indonesia dalam produksi baterai EV adalah soal kendaraan produksi China yang tetap menggunakan baterai berbasis lithium daripada nikel.

“Perlu ada strategi unik dalam jangka panjang dalam membangun ekosistem EV, dan inginnya dominan di (baterai berbasis) nikel dalam waktu ke depan,” ujar dia.

Akbar melanjutkan, meskipun mempunyai fondasi kuat di bagian hulu dan tengah rantai nilai, bakal tetapi Indonesia tetap memerlukan investasi substansial, transfer teknologi, dan pengembangan kapabilitas untuk mengatasi kesenjangan di sektor hilir.

Selain itu, strategi ekonomi yang komprehensif juga diperlukan guna memaksimalkan nilai dari sumber daya alam (SDA), menciptakan lapangan kerja berbobot tinggi, dan memposisikan Indonesia sebagai pemain utama dalam ekonomi transisi daya global.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pemerintah Masih Pikir-pikir Berikan Disinsentif Kendaraan Konvensional

Pemerintah Masih Pikir-pikir Berikan Disinsentif Kendaraan Konvensional

Bisnis | Rabu, 26 Februari 2025 | 17:26 WIB

Apple Mau Buka 2000 Lowongan Kerja, Berapa Gajinya?

Apple Mau Buka 2000 Lowongan Kerja, Berapa Gajinya?

Bisnis | Rabu, 26 Februari 2025 | 13:31 WIB

Trump Optimis 'Kartu Emas' Senilai Rp78 Miliar untuk Imigran Kaya Bisa Lunasi Utang Nasional

Trump Optimis 'Kartu Emas' Senilai Rp78 Miliar untuk Imigran Kaya Bisa Lunasi Utang Nasional

News | Rabu, 26 Februari 2025 | 09:54 WIB

Terkini

Impor Barang Modal RI Melonjak 34 Persen

Impor Barang Modal RI Melonjak 34 Persen

Bisnis | Minggu, 05 April 2026 | 20:31 WIB

Laba Bersih Melonjak 79 Persen, Seabank Bakal Luncurkan Debit Card Tahun Ini

Laba Bersih Melonjak 79 Persen, Seabank Bakal Luncurkan Debit Card Tahun Ini

Bisnis | Minggu, 05 April 2026 | 17:42 WIB

Neraca Dagang Indonesia Surplus USD 1,27 Miliar, Apa Saja Faktor Pendukungnya

Neraca Dagang Indonesia Surplus USD 1,27 Miliar, Apa Saja Faktor Pendukungnya

Bisnis | Minggu, 05 April 2026 | 17:06 WIB

Harga Cabai Rawit dan Beras Naik, Daging Sapi Turun Harga

Harga Cabai Rawit dan Beras Naik, Daging Sapi Turun Harga

Bisnis | Minggu, 05 April 2026 | 15:33 WIB

Pembatasan BBM Berpotensi Bikin Harga Kebutuhan Pokok Naik

Pembatasan BBM Berpotensi Bikin Harga Kebutuhan Pokok Naik

Bisnis | Minggu, 05 April 2026 | 14:14 WIB

Penyebab Iran Tak Jalin Kerjasama Kilang Minyak dengan Indonesia Meski Kaya SDA

Penyebab Iran Tak Jalin Kerjasama Kilang Minyak dengan Indonesia Meski Kaya SDA

Bisnis | Minggu, 05 April 2026 | 10:12 WIB

Harga Emas Pegadaian Minggu 5 April 2026: Antam, UBS, dan Galeri24 Bakal Naik?

Harga Emas Pegadaian Minggu 5 April 2026: Antam, UBS, dan Galeri24 Bakal Naik?

Bisnis | Minggu, 05 April 2026 | 10:05 WIB

Profil PT Dana Brata Luhur Tbk (TEBE), Emiten Fasilitas Batu Bara Milik Haji Isam

Profil PT Dana Brata Luhur Tbk (TEBE), Emiten Fasilitas Batu Bara Milik Haji Isam

Bisnis | Minggu, 05 April 2026 | 08:49 WIB

Pasokan Sulfur Macet: Konflik Timur Tengah Ancam Naikkan Harga Baterai EV Hingga Pupuk RI

Pasokan Sulfur Macet: Konflik Timur Tengah Ancam Naikkan Harga Baterai EV Hingga Pupuk RI

Bisnis | Sabtu, 04 April 2026 | 18:19 WIB

Mengurai Efek Domino Perang AS-Israel Vs Iran terhadap Perdagangan RI

Mengurai Efek Domino Perang AS-Israel Vs Iran terhadap Perdagangan RI

Bisnis | Sabtu, 04 April 2026 | 17:08 WIB