Prabowo Mau Bentuk Satgas Tanggul Laut Pantura Jawa, Apa Fungsinya?

M Nurhadi

Rabu, 12 Maret 2025 | 14:04 WIB
Prabowo Mau Bentuk Satgas Tanggul Laut Pantura Jawa, Apa Fungsinya?
Sebgai Ilustrasi-Proyek pembangunan tanggul laut raksasa di Kalibaru, Jakarta, Senin (7/5).

Suara.com - Pemerintah Indonesia berencana membentuk Satuan Tugas (Satgas) khusus untuk menangani kawasan pesisir Pantai Utara Jawa (Pantura). Langkah ini diambil sebagai respons terhadap tantangan lingkungan dan pembangunan di wilayah pesisir yang rentan terhadap dampak perubahan iklim dan penurunan permukaan tanah.

Satgas tersebut akan dipimpin oleh Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, dengan dukungan dari berbagai kementerian dan pemerintah daerah.

Wakil Menteri Pekerjaan Umum (PU) Diana Kusumastuti menjelaskan bahwa pembentukan Satgas ini merupakan instruksi langsung dari Presiden RI Prabowo Subianto. "Bapak Menko Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono, beserta kementeriannya, telah diberi tugas oleh Presiden untuk memimpin proyek tanggul laut raksasa atau giant sea wall. Selain itu, beliau juga diminta membentuk Satgas khusus untuk penanganan pesisir Pantura Jawa," ujar Diana di Jakarta, Rabu (11/3/2025).

Satgas ini akan melibatkan berbagai pihak, termasuk Kementerian PU, Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), serta pemerintah daerah. Tujuannya adalah untuk mengoordinasikan upaya perlindungan dan pembangunan kawasan pesisir Pantura Jawa secara terintegrasi.

Salah satu proyek utama yang akan ditangani oleh Satgas ini adalah pembangunan giant sea wall, sebuah tanggul laut raksasa yang membentang dari Banten hingga Jawa Timur, mencakup wilayah dari Tangerang hingga Gresik. Dengan panjang diperkirakan mencapai 946 kilometer, proyek ini membutuhkan investasi yang sangat besar.

"Kementerian PU akan bertindak sebagai kelompok kerja (pokja) pembangunan, sementara pokja pembiayaan akan mengatur pendanaan proyek. Kami berharap tidak hanya mengandalkan APBN, tetapi juga melibatkan swasta sebagai mitra strategis," jelas Diana.

Proyek giant sea wall tidak hanya bertujuan untuk melindungi kawasan pesisir dari ancaman banjir rob dan abrasi, tetapi juga menawarkan peluang investasi yang menjanjikan. Beberapa potensi ekonomi yang dapat dikembangkan antara lain land value capture (peningkatan nilai lahan), pendapatan dari tol di atas tanggul, penjualan listrik, serta pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) terapung.

"Proyek ini bersifat multisektor, melibatkan berbagai aspek seperti infrastruktur, energi, dan pengembangan wilayah. Oleh karena itu, Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan akan memimpin koordinasi, sementara Kementerian PU akan menjalankan tugas teknisnya," tambah Diana.

Proyek giant sea wall di wilayah Jabodetabek merupakan bagian dari program National Capital Integrated Coastal Development (NCICD) yang sebelumnya telah diinisiasi oleh Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian. Program NCICD terdiri dari tiga tahap (A, B, dan C), di mana tahap A telah dilaksanakan melalui kolaborasi antara Kementerian PU dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Tahap ini mencakup pembangunan tanggul pantai dan sungai untuk mengatasi banjir dan rob.

baca juga

Berdasarkan Lampiran Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 12 Tahun 2025 tentang Narasi Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025-2029, proyek giant sea wall telah masuk dalam daftar indikasi Proyek Strategis Nasional (PSN). Hal ini menegaskan pentingnya proyek ini dalam agenda pembangunan nasional selama lima tahun ke depan.

Pembangunan giant sea wall diharapkan tidak hanya melindungi kawasan pesisir dari ancaman lingkungan, tetapi juga memberikan dampak positif bagi perekonomian lokal. Dengan melibatkan sektor swasta, proyek ini dapat menciptakan lapangan kerja baru, meningkatkan nilai properti, serta mendorong pengembangan energi terbarukan.

"Kami berharap proyek ini dapat menjadi contoh sukses pembangunan infrastruktur yang berkelanjutan dan inklusif, serta memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat pesisir Pantura Jawa," pungkas Diana.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Proyek Tanggul Laut Raksasa Masuk PSN, AHY: Harus Segera Diwujudkan!

Proyek Tanggul Laut Raksasa Masuk PSN, AHY: Harus Segera Diwujudkan!

Bisnis | Sabtu, 08 Maret 2025 | 15:24 WIB

Demi Lindungi Warga Pesisir, Prabowo Diminta Segera Bangun Giant Sea Wall

Demi Lindungi Warga Pesisir, Prabowo Diminta Segera Bangun Giant Sea Wall

News | Senin, 03 Maret 2025 | 11:20 WIB

Prabowo Pede Giant Sea Wall Bisa Diwujudkan: Kita Mulai Secepatnya!

Prabowo Pede Giant Sea Wall Bisa Diwujudkan: Kita Mulai Secepatnya!

News | Rabu, 26 Februari 2025 | 07:10 WIB

Giant Sea Wall Bakal Dibangun di Laut Jawa, Begini Klaim Pemerintah

Giant Sea Wall Bakal Dibangun di Laut Jawa, Begini Klaim Pemerintah

News | Senin, 17 Februari 2025 | 21:40 WIB

Klaim Giant Sea Wall Bisa Atasi Abrasi dan Banjir Rob, Pengamat: Kalau Dibiarkan, Jakarta Bisa Tenggelam

Klaim Giant Sea Wall Bisa Atasi Abrasi dan Banjir Rob, Pengamat: Kalau Dibiarkan, Jakarta Bisa Tenggelam

News | Rabu, 12 Februari 2025 | 13:50 WIB

Rencana Prabowo Bangun Tanggul Laut Sepanjang 700 KM di Utara Jawa

Rencana Prabowo Bangun Tanggul Laut Sepanjang 700 KM di Utara Jawa

Foto | Rabu, 05 Februari 2025 | 20:20 WIB

Terkini

Dunia Kerja yang Semakin Keras Bukan Ancaman bagi Gen Z

Dunia Kerja yang Semakin Keras Bukan Ancaman bagi Gen Z

Bisnis | Sabtu, 07 November 2026 | 23:07 WIB

PTUN Batalkan Penggolongan Tarif Air Kalibata City sebagai Rumah Susun Menengah

PTUN Batalkan Penggolongan Tarif Air Kalibata City sebagai Rumah Susun Menengah

News | Sabtu, 07 November 2026 | 22:50 WIB

PDIP Ajak Generasi Muda Teladani Semangat Perjuangan Bung Karno Lewat Soekarno Run 2026

PDIP Ajak Generasi Muda Teladani Semangat Perjuangan Bung Karno Lewat Soekarno Run 2026

News | Sabtu, 07 November 2026 | 22:50 WIB

4 Cara Mengecek E-Meterai Asli, Perhatikan Ciri-ciri yang Palsu!

4 Cara Mengecek E-Meterai Asli, Perhatikan Ciri-ciri yang Palsu!

Tekno | Sabtu, 07 November 2026 | 22:50 WIB

Menko Airlangga Klaim Kasus Sadap Presiden Bisa Berdampak ke Ekonomi Negara

Menko Airlangga Klaim Kasus Sadap Presiden Bisa Berdampak ke Ekonomi Negara

Video | Sabtu, 07 November 2026 | 22:45 WIB

Kebakaran di Hall Selatan Stasiun Gambir, KAI Pastikan Perjalanan Kereta Tak Terganggu

Kebakaran di Hall Selatan Stasiun Gambir, KAI Pastikan Perjalanan Kereta Tak Terganggu

News | Sabtu, 07 November 2026 | 22:41 WIB

Cara Membeli E-Meterai Online untuk Persiapan CPNS 2026, Jangan Sampai Kehabisan!

Cara Membeli E-Meterai Online untuk Persiapan CPNS 2026, Jangan Sampai Kehabisan!

Bisnis | Sabtu, 07 November 2026 | 22:30 WIB

Literasi Keuangan Sumbar Masih 76,6 Persen, Easycash Sasar Mahasiswa dan UMKM

Literasi Keuangan Sumbar Masih 76,6 Persen, Easycash Sasar Mahasiswa dan UMKM

Sumbar | Sabtu, 07 November 2026 | 22:15 WIB

DPP AMPI Tegaskan Soliditas, Tegak Lurus Dukung Kepemimpinan Bahlil Lahadalia di Partai Golkar

DPP AMPI Tegaskan Soliditas, Tegak Lurus Dukung Kepemimpinan Bahlil Lahadalia di Partai Golkar

Bisnis | Sabtu, 07 November 2026 | 22:07 WIB

PDCA dan Suggestion System, Dua Cara Mengajak Karyawan Aktif Berinovasi

PDCA dan Suggestion System, Dua Cara Mengajak Karyawan Aktif Berinovasi

Lifestyle | Sabtu, 07 November 2026 | 22:06 WIB

×