Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Mantan Orang Dekat Sri Mulyani jadi Stafus Pramono Anung di DKI Jakarta

Mohammad Fadil Djailani | Suara.com

Senin, 17 Maret 2025 | 20:52 WIB
Mantan Orang Dekat Sri Mulyani jadi Stafus Pramono Anung di DKI Jakarta
Yustinus Prastowo (IG)

Suara.com - Kabar mengejutkan datang dari Balai Kota DKI Jakarta hari ini Senin (17/3/2025). Mantan staf khusus Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, Yustinus Prastowo, diumumkan akan bergabung dengan jajaran staf khusus Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung

Penunjukan ini diungkapkan langsung oleh Gubernur Pramono Anung di hadapan awak media.

Yustinus Prastowo akan mengemban tugas sebagai salah satu dari 15 staf khusus yang akan membantu Gubernur dalam menjalankan roda pemerintahan. Ia akan bekerja di bawah koordinasi Prof. Firdaus Ali, yang ditunjuk sebagai koordinator staf khusus, dengan Yustinus Prastowo sebagai wakil koordinator.

"Jumlahnya 15, di bawah koordinasi Prof. Firdaus Ali, wakilnya adalah Yustinus Prastowo," ujar Gubernur Pramono Anung di Balai Kota Jakarta.

Penunjukan Yustinus Prastowo ini menandai langkah strategis Gubernur Pramono Anung dalam memperkuat timnya. Dengan latar belakang yang kuat di bidang keuangan dan kebijakan publik, kehadiran Yustinus diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam perumusan dan implementasi kebijakan-kebijakan strategis Pemprov DKI Jakarta.

Gubernur Pramono Anung menjelaskan bahwa jajaran staf khususnya terdiri dari individu-individu profesional yang memiliki kompetensi mumpuni di bidangnya masing-masing. Mereka akan membawahi tujuh bidang kerja yang berbeda, menunjukkan komitmen Gubernur untuk menangani berbagai aspek pemerintahan secara komprehensif.

"Kenapa saya pilih orang-orang ini karena memang tentunya membutuhkan itu, termasuk untuk urusan keumatan, keagamaan, dan ternyata DKI Jakarta membutuhkan itu," ungkap Gubernur Pramono Anung. Pernyataan ini mengindikasikan bahwa komposisi staf khusus tidak hanya berfokus pada aspek teknokratis, tetapi juga mempertimbangkan dimensi sosial dan keagamaan dalam tata kelola pemerintahan.

Meskipun belum merinci secara lengkap nama-nama yang akan mengisi posisi staf khusus, Gubernur Pramono Anung memberikan sedikit bocoran. Salah satunya adalah Chico Hakim, seorang tokoh yang memiliki latar belakang politisi dari PDIP. Chico Hakim akan bertanggung jawab dalam bidang komunikasi publik, sebuah aspek krusial dalam menjaga transparansi dan membangun hubungan yang baik antara pemerintah dan masyarakat.

"Dia yang nanti bertanggung jawab komunikasi publik, yang lain-lain latar belakangnya profesional," kata Gubernur Pramono Anung. Hal ini menegaskan bahwa sebagian besar staf khusus akan diisi oleh para ahli di bidangnya, yang diharapkan dapat memberikan perspektif dan keahlian yang beragam untuk mendukung kinerja Gubernur.

Penunjukan Yustinus Prastowo sebagai staf khusus Gubernur DKI Jakarta menjadi sorotan karena rekam jejaknya yang cemerlang di Kementerian Keuangan. Selama menjabat sebagai staf khusus Menteri Keuangan, Yustinus dikenal sebagai sosok yang kritis namun konstruktif dalam mengawal kebijakan fiskal negara. Pengalamannya dalam menganalisis isu-isu ekonomi dan memberikan rekomendasi kebijakan diharapkan dapat menjadi aset berharga bagi Pemprov DKI Jakarta.

Selain Yustinus Prastowo, Gubernur Pramono Anung juga mengungkapkan bahwa pakar tata kota Nirwono Yoga turut bergabung dalam tim staf khusus. Kehadiran Nirwono Yoga tentu akan memperkuat fokus Pemprov DKI Jakarta dalam menangani isu-isu perkotaan, termasuk perencanaan tata ruang, lingkungan, dan infrastruktur. Kombinasi antara keahlian di bidang keuangan dan tata kota menunjukkan visi Gubernur Pramono Anung untuk membangun Jakarta yang lebih baik secara holistik.

Penunjukan 15 staf khusus ini menunjukkan keseriusan Gubernur Pramono Anung dalam menjalankan pemerintahan yang efektif dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat Jakarta. Dengan latar belakang profesional yang beragam, diharapkan tim staf khusus ini dapat memberikan kontribusi signifikan dalam mewujudkan visi dan misi Gubernur.

Profil Singkat Yustinus Prastowo

Yustinus Prastowo adalah seorang ahli kebijakan publik dan keuangan yang memiliki rekam jejak yang mumpuni. Ia dikenal luas sebagai seorang pengamat dan analis kebijakan yang kritis dan konstruktif. Sebelum ditunjuk sebagai staf khusus Gubernur DKI Jakarta, Yustinus Prastowo menjabat sebagai staf khusus Menteri Keuangan Republik Indonesia.

Selama berkiprah di Kementerian Keuangan, Yustinus Prastowo aktif dalam memberikan masukan dan rekomendasi terkait kebijakan fiskal, perpajakan, dan pengelolaan keuangan negara. Ia juga dikenal sebagai sosok yang terbuka terhadap diskusi dan memiliki kemampuan komunikasi yang baik, sehingga sering menjadi narasumber dalam berbagai forum diskusi publik terkait isu-isu ekonomi dan kebijakan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

3 Kuliner Ayam Goreng Legendaris di Jakarta, Gurihnya Bikin Nostalgia!

3 Kuliner Ayam Goreng Legendaris di Jakarta, Gurihnya Bikin Nostalgia!

Your Say | Senin, 17 Maret 2025 | 19:33 WIB

Hoax atau Fakta? Kendaraan Nunggak Pajak 2 Tahun Langsung Disita? Ini Kata Polisi!

Hoax atau Fakta? Kendaraan Nunggak Pajak 2 Tahun Langsung Disita? Ini Kata Polisi!

News | Senin, 17 Maret 2025 | 19:30 WIB

LHKPN Sri Mulyani: Punya 11 Tanah Harga Puluhan Miliar, Kini Diisukan Mundur dari Menteri Keuangan

LHKPN Sri Mulyani: Punya 11 Tanah Harga Puluhan Miliar, Kini Diisukan Mundur dari Menteri Keuangan

Lifestyle | Senin, 17 Maret 2025 | 18:04 WIB

Terkini

Dana Asing Keluar Rp 2 Triliun dari Pasar Saham RI Hari Ini, Paling Banyak di BCA

Dana Asing Keluar Rp 2 Triliun dari Pasar Saham RI Hari Ini, Paling Banyak di BCA

Bisnis | Senin, 27 April 2026 | 19:31 WIB

Terpusat di Jawa dan Tergantung Musim, Masalah Stabilitas Stok Pangan Indonesia

Terpusat di Jawa dan Tergantung Musim, Masalah Stabilitas Stok Pangan Indonesia

Bisnis | Senin, 27 April 2026 | 19:23 WIB

Purbaya Ultimatum Asosiasi Reksa Dana: Sekarang Saya Ikut Awasi, Macam-macam Saya Hajar!

Purbaya Ultimatum Asosiasi Reksa Dana: Sekarang Saya Ikut Awasi, Macam-macam Saya Hajar!

Bisnis | Senin, 27 April 2026 | 18:43 WIB

Cegah Diabetes hingga Hipertensi, Pemerintah Siapkan Label Khusus di Makanan

Cegah Diabetes hingga Hipertensi, Pemerintah Siapkan Label Khusus di Makanan

Bisnis | Senin, 27 April 2026 | 18:31 WIB

Bahlil Ngaku Tak Bisa Tidur Mikirin Pasokan LPG

Bahlil Ngaku Tak Bisa Tidur Mikirin Pasokan LPG

Bisnis | Senin, 27 April 2026 | 18:18 WIB

Purbaya Dibilang Gila Usai Sebut IHSG Bisa Tembus 28.000 di 2030

Purbaya Dibilang Gila Usai Sebut IHSG Bisa Tembus 28.000 di 2030

Bisnis | Senin, 27 April 2026 | 18:17 WIB

Pemerintah Wajibkan Dapur Makan Bergizi Gratis Kantongi Sertifikat Higiene

Pemerintah Wajibkan Dapur Makan Bergizi Gratis Kantongi Sertifikat Higiene

Bisnis | Senin, 27 April 2026 | 18:15 WIB

Industri Budaya dan Kreatif Sumbang 3 Persen PDB Global, Peluang Identitas Lokal RI Mendunia

Industri Budaya dan Kreatif Sumbang 3 Persen PDB Global, Peluang Identitas Lokal RI Mendunia

Bisnis | Senin, 27 April 2026 | 18:14 WIB

Putusan KPPU Tuai Kritik, Metodologi Denda Pindar Dinilai Tak Jelas

Putusan KPPU Tuai Kritik, Metodologi Denda Pindar Dinilai Tak Jelas

Bisnis | Senin, 27 April 2026 | 18:13 WIB

Tiru India, OJK Ingin Investor RI Lebih Punya Banyak Reksa Dana

Tiru India, OJK Ingin Investor RI Lebih Punya Banyak Reksa Dana

Bisnis | Senin, 27 April 2026 | 18:06 WIB