Jangan Dibeli, 5 Barang Ini Bikin Orang Cepat Miskin

Iwan Supriyatna, Rina Anggraeni

Minggu, 06 April 2025 | 14:18 WIB
Jangan Dibeli, 5 Barang Ini Bikin Orang Cepat Miskin
Ilustrasi kemiskinan ekstrem (Ist]

Bagi keluarga dengan berbagai kebutuhan elektronik, memprioritaskan penggantian yang penting sambil menunda yang lain membantu mengelola peningkatan biaya.

4. Baju

Sektor pakaian dan alas kaki menghadapi tekanan harga yang belum pernah terjadi sebelumnya dengan tarif sebesar 34% untuk barang-barang Tiongkok. Lalu, 46% untuk produk-produk Vietnam, dan 37% untuk impor Bangladesh. Ketiga negara ini merupakan tulang punggung manufaktur pakaian murah untuk pengecer besar seperti Walmart dan Target. Dampaknya sangat terasa bagi keluarga kelas menengah yang mengandalkan pakaian impor yang terjangkau untuk mengelola pengeluaran rumah tangga.

Lanskap harga telah berubah secara dramatis, bahkan barang-barang penting seperti kaos oblong, celana jins, dan pakaian olahraga mengalami peningkatan persentase dua digit. Bagi konsumen, ini berarti mempertimbangkan kembali kebiasaan berbelanja—produsen pakaian dalam negeri, meskipun pada awalnya biasanya lebih mahal, mungkin menawarkan nilai yang sebanding.

Pasar pakaian bekas dan vintage memberikan alternatif lain, karena barang-barang ini memasuki negara tersebut sebelum tarif berlaku. Untuk kebutuhan pakaian penting, pembelian sebelum harga sepenuhnya mencerminkan dampak tarif menawarkan penghematan jangka pendek, meskipun strategi ini hanya menunda penyesuaian yang tak terelakkan terhadap biaya pakaian yang lebih tinggi.

5.Jangan perbaiki rumah

Renovasi dan perbaikan rumah menjadi jauh lebih mahal dengan tarif 25% untuk kayu dan baja Kanada. Bahan-bahan ini menjadi dasar sebagian besar proyek konstruksi dan perbaikan perumahan, sehingga dampak tarif hampir mustahil untuk dihindari. Bagi pemilik rumah kelas menengah, ini berarti mengevaluasi dengan cermat kebutuhan dan waktu proyek rumah.

Renovasi kosmetik yang tidak penting mungkin perlu ditunda hingga penyesuaian pasar terjadi atau bahan alternatif menjadi layak. Untuk perbaikan yang diperlukan, mengeksplorasi bahan alternatif (misalnya produk komposit sebagai pengganti kayu) dapat menawarkan nilai yang lebih baik di bawah struktur tarif baru.

Peningkatan biaya juga memengaruhi layanan konstruksi profesional, karena kontraktor membayar biaya material yang lebih tinggi kepada konsumen. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Usai Lebaran, Kendaraan Harga Miring Bertebaran: Ini Mobil Bekas di Bawah 50 Jutaan April 2025

Usai Lebaran, Kendaraan Harga Miring Bertebaran: Ini Mobil Bekas di Bawah 50 Jutaan April 2025

Otomotif | Minggu, 06 April 2025 | 12:29 WIB

Doa Naik Mobil,  Kapal, dan Pesawat Terbang, Jangan Lupa Dibaca Saat Arus Balik Lebaran 2025!

Doa Naik Mobil, Kapal, dan Pesawat Terbang, Jangan Lupa Dibaca Saat Arus Balik Lebaran 2025!

Lifestyle | Sabtu, 05 April 2025 | 18:38 WIB

Dear Kelas Menengah, Jangan Dulu Beli 5 Barang Ini Saat Ekonomi Lesu

Dear Kelas Menengah, Jangan Dulu Beli 5 Barang Ini Saat Ekonomi Lesu

Lifestyle | Sabtu, 05 April 2025 | 16:21 WIB

Terkini

Gegara Ayam Gongso, 413 Siswa dan Guru SMKN 2 Jogja Diduga Keracunan MBG

Gegara Ayam Gongso, 413 Siswa dan Guru SMKN 2 Jogja Diduga Keracunan MBG

Jogja | Jum'at, 18 September 2026 | 15:00 WIB

Isu Black September Merebak, Boni Hargens Ungkap Modus Destabilisasi Politik

Isu Black September Merebak, Boni Hargens Ungkap Modus Destabilisasi Politik

News | Jum'at, 18 September 2026 | 15:00 WIB

iQOO Pad Ultra Segera Rilis 29 September: BawaLayar OLED 8,8 Inci, Snapdragon Generasi Baru

iQOO Pad Ultra Segera Rilis 29 September: BawaLayar OLED 8,8 Inci, Snapdragon Generasi Baru

Your Say | Jum'at, 18 September 2026 | 15:00 WIB

Usia 41 Tahun, Kapal Induk Garibaldi Bakal Diretrofit Agar Bisa Beroperasi 2 Dekade Lagi

Usia 41 Tahun, Kapal Induk Garibaldi Bakal Diretrofit Agar Bisa Beroperasi 2 Dekade Lagi

News | Jum'at, 18 September 2026 | 14:58 WIB

Pria Viral Tendang Wanita di Senayan City Ditangkap

Pria Viral Tendang Wanita di Senayan City Ditangkap

Sumut | Jum'at, 18 September 2026 | 14:58 WIB

Bagaimana Cara Memilih Cleansing Balm yang Cocok untuk Kulit Sensitif? Perhatikan 6 Hal Ini

Bagaimana Cara Memilih Cleansing Balm yang Cocok untuk Kulit Sensitif? Perhatikan 6 Hal Ini

Lifestyle | Jum'at, 18 September 2026 | 14:55 WIB

Dua Sesar Aktif Membelah Surabaya, Ancaman yang Tak Bisa Diprediksi

Dua Sesar Aktif Membelah Surabaya, Ancaman yang Tak Bisa Diprediksi

Jatim | Jum'at, 18 September 2026 | 14:52 WIB

Kasus SGD Palsu Rp4,7 Miliar Masuk Kejahatan Berat! Polisi Didesak Bongkar Pemasoknya

Kasus SGD Palsu Rp4,7 Miliar Masuk Kejahatan Berat! Polisi Didesak Bongkar Pemasoknya

News | Jum'at, 18 September 2026 | 14:45 WIB

Bawa Bukti Akta 2013, Febrie Adriansyah Protes Tanah Disita Sebelum Tempus Perkara TPPU

Bawa Bukti Akta 2013, Febrie Adriansyah Protes Tanah Disita Sebelum Tempus Perkara TPPU

News | Jum'at, 18 September 2026 | 14:44 WIB

Ada Selisih 2 Tahun, Kuasa Hukum Febrie Persoalkan Rentang Waktu Perkara TPPU

Ada Selisih 2 Tahun, Kuasa Hukum Febrie Persoalkan Rentang Waktu Perkara TPPU

News | Jum'at, 18 September 2026 | 14:44 WIB

×