Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Pemerintah Targetkan Kirim 425 Ribu PMI yang Bekerja di Luar Negeri

Iwan Supriyatna, Rina Anggraeni

Senin, 21 April 2025 | 14:31 WIB
Pemerintah Targetkan Kirim 425 Ribu PMI yang Bekerja di Luar Negeri
Indonesia targetkan 425 ribu pekerja migran yang dikirim bekerja ke luar negeri

Suara.com - Pemerintah memastikan akan terus memberikan kualitas sumber daya manusia Indonesia saat bekerja ke luar negeri. Apalagi, Pekerja Migran Indonesia (PMI) ini banyak menyumbang devisa untuk negara saat bekerja di negara asing.  Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia, Abdul Kadir Karding pun menargetkan pekerja Indonesia yang dikirim ke luar negeri lebih tinggi.

Dia menargetkan bisa menempatkan hingga 425 ribu pekerja migran. Jika target ini tercapai, maka proyeksi penerimaan remitansi diperkirakan menembus angka Rp433,6 triliun.

“Kalau kami bisa menempatkan 425 ribu pekerja migran, maka insya Allah, itu akan ada sekitar Rp433,6 triliun,” kata dia di gedung Kemenkeu, Senin (21/4/2025).

Jika jumlah penempatan hanya mencapai 350 ribu orang, maka potensi devisa yang masuk akan berada di kisaran Rp300 triliun. “Tapi kalau dia tetap di angka misalnya hanya 350 ribu, ya naik sedikit lah, naik sekitar Rp300 triliun lah,” jelasnya.

Sedangkan devisa dari remitansi yang sudah masuk pada di tahun 2024 mencapai Rp253,3 triliun. Kontribusi terbesar berasal dari berbagai daerah di Indonesia seperti dari Jawa Timur, disusul oleh Jawa Barat, Jawa Tengah, serta Nusa Tenggara Barat (NTB). Sedangkan negara tujuan kerja yang paling banyak memberikan sumbangan remitansi masih didominasi oleh Malaysia, Arab Saudi dan Hong Kong.

“Kalau data yang ada, devisa yang sudah masuk 2024 itu Rp253,3 triliun. Dan daerah-daerah penyumbang terbanyak itu dari daerah Jawa Timur, karena mereka pekerja migran paling besar di sana,” bebernya.

Dia menambahkan untuk pekerjaan perempuan di daerah luar negeri itu ada 624.098. Artinya, komposisi ini tentu membantu ekonomi daerah serta nasional. Apalagi, pengirima PMI terus meningkat setiap tahunnya. "Datanya nyata ekonomi keluarga, membantu ekonomi daerah, membantu ekonomi nasional. Baik dari sisi pemerintahan maupun dari sisi pengurangan kemiskinan. Kalau yang saya baca, setiap peningkatan jumlah dedikasi yang masuk ke negeri 70%, bahkan angka kemiskinan akan berkurang menjadi 3,5%. Setiap penyerapan tenaga kerja Rp. 800 ribu, maka pertumbuhan ekonomi secara tidak langsung sama dengan satu per tahun," imbuhnya.

Oleh karena itu, PMI harus dilindungi dikarenakan merupakan pahlawan negara. Untuk itu, pemerintah terus bertanggung jawab serta melindungi para pekerja Indonesia yang bekerja di luar negeri.

"Mereka ini harus, karena mereka tidak sebuah pahlawan, mereka harus kita lindungi. Mereka harus kita layan dengan baik, kita jaga dengan baik. Salah satu upaya perlindungan kita adalah, secara tanggung, yang tidak berakhir adalah mereka harus mendapatkan edukasi.

baca juga

Sementara itu,, Otoritas Jasa Keuangan memiliki peran penting dalam mengawasi dan melindungi TKI (Tenaga Kerja Indonesia) terkait investasi. Serta memberikan edukasi, pengawasan, dan penanganan atas potensi investasi bodong yang melibatkan TKI, serta mendorong pemanfaatan transaksi non-tunai.

Sebab, PMI sebagai penyumbang cadangan devisa negara, terutama dalam meningkatkan kemampuan literasi dan edukasi terkait sektor keuangan, terutama sistem pembayaran.

"Ini salah satu bentuk komitmen OJK untuk berkontribusi ya, untuk memberikan pembekalan kepada mas-mbak para calon PMI. Karena mas-mbak ini dibilang sebagai pahlawan negara, pahlawan bangsa yang banyak memberikan devisa dan lain-lain," tandasnya.

Sebagai informasi,Pekerja Migran Indonesia (PMI) atau juga dikenal sebagai migrant worker, adalah individu yang pergi ke luar negeri untuk bekerja dan mendapatkan upah. PMI memiliki peran penting dalam perekonomian Indonesia, khususnya dalam menyumbang devisa melalui remitansi atau kiriman uang dari luar negeri. Terlebih PMI atau pekerja migran merupakan satu dari 10 segmen prioritas yang diberikan edukasi dan literasi keuangan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

626 PMI Pulang Tinggal Nama, Mengapa Jalur Ilegal Masih Tinggi Peminat?

626 PMI Pulang Tinggal Nama, Mengapa Jalur Ilegal Masih Tinggi Peminat?

News | Rabu, 22 Juli 2026 | 07:45 WIB

Gandeng KDEI Taipei, BRI Fokus Tingkatkan Akses Inklusi Keuangan bagi Pekerja Migran

Gandeng KDEI Taipei, BRI Fokus Tingkatkan Akses Inklusi Keuangan bagi Pekerja Migran

Bri | Minggu, 19 Juli 2026 | 10:10 WIB

DPR Soroti Jalur Ilegal PMI: Berangkat Tanpa Prosedur, Pulang Membawa Risiko TPPO

DPR Soroti Jalur Ilegal PMI: Berangkat Tanpa Prosedur, Pulang Membawa Risiko TPPO

News | Jum'at, 17 Juli 2026 | 14:47 WIB

Asap Kebakaran TPA Picu ISPA, Bantuan Kemanusiaan Mengalir untuk Warga Terdampak

Asap Kebakaran TPA Picu ISPA, Bantuan Kemanusiaan Mengalir untuk Warga Terdampak

Bisnis | Sabtu, 04 Juli 2026 | 23:50 WIB

Sambut HUT ke-28, Bank Mandiri Kembali Gelar Donor Darah Serentak di 12 Region

Sambut HUT ke-28, Bank Mandiri Kembali Gelar Donor Darah Serentak di 12 Region

Bisnis | Minggu, 05 Juli 2026 | 15:00 WIB

Viral PMI Asal Cianjur Diduga Disiksa di Libya, Kemlu Ungkap Kondisinya

Viral PMI Asal Cianjur Diduga Disiksa di Libya, Kemlu Ungkap Kondisinya

News | Selasa, 30 Juni 2026 | 14:35 WIB

Tragis di Negeri Rantau, PMI Asal Aceh dan Bayinya Tewas Diduga Dibunuh di Malaysia

Tragis di Negeri Rantau, PMI Asal Aceh dan Bayinya Tewas Diduga Dibunuh di Malaysia

News | Selasa, 23 Juni 2026 | 07:15 WIB

Disebut Meninggal karena Kurang Minum, Migrant Watch Soroti Bekas Sayatan di Jenazah PMI NTT

Disebut Meninggal karena Kurang Minum, Migrant Watch Soroti Bekas Sayatan di Jenazah PMI NTT

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 17:37 WIB

Harta Karun Ekspor Komoditas RI Rp1.152 Triliun, Danantara Diminta Perkuat Pengawasan

Harta Karun Ekspor Komoditas RI Rp1.152 Triliun, Danantara Diminta Perkuat Pengawasan

Bisnis | Kamis, 18 Juni 2026 | 16:23 WIB

Insiden Taichung Taiwan: 6 dari 7 PMI yang Diamankan Berstatus Pekerja Kaburan

Insiden Taichung Taiwan: 6 dari 7 PMI yang Diamankan Berstatus Pekerja Kaburan

News | Selasa, 16 Juni 2026 | 18:10 WIB

Terkini

Pertamina EP Adera Sambung Harapan Anak Putus Sekolah Lewat Program Sekolah Kembali

Pertamina EP Adera Sambung Harapan Anak Putus Sekolah Lewat Program Sekolah Kembali

Sumsel | Selasa, 28 Juli 2026 | 23:49 WIB

Apa Itu Aplikasi AMPERA 24/7? Kini Warga Palembang Bisa Akses Layanan Polisi dari Ponsel

Apa Itu Aplikasi AMPERA 24/7? Kini Warga Palembang Bisa Akses Layanan Polisi dari Ponsel

Sumsel | Selasa, 28 Juli 2026 | 23:39 WIB

Murid Mengeluh Sepatunya Mengganjal saat Dipakai Sekolah, Isinya Diduga Paket Sabu

Murid Mengeluh Sepatunya Mengganjal saat Dipakai Sekolah, Isinya Diduga Paket Sabu

Sumsel | Selasa, 28 Juli 2026 | 23:22 WIB

5 Fakta Mahasiswa KKN Tenggelam di Sungai Rawas, Perahu Terbalik Usai Tabrak Kayu

5 Fakta Mahasiswa KKN Tenggelam di Sungai Rawas, Perahu Terbalik Usai Tabrak Kayu

Sumsel | Selasa, 28 Juli 2026 | 23:11 WIB

Ada Apa di Kejari Kabupaten Bogor? Kasi Pidsus Mendadak Dipanggil Kejagung

Ada Apa di Kejari Kabupaten Bogor? Kasi Pidsus Mendadak Dipanggil Kejagung

Jabar | Selasa, 28 Juli 2026 | 22:50 WIB

Pemenuhan Gizi Jadi Fondasi Tumbuh Kembang Anak, Ini yang Harus Diketahui Orang Tua

Pemenuhan Gizi Jadi Fondasi Tumbuh Kembang Anak, Ini yang Harus Diketahui Orang Tua

Health | Selasa, 28 Juli 2026 | 22:40 WIB

Dari Gudang hingga Rumah, Begini Perjalanan Produk Sebelum Sampai ke Tangan Konsumen

Dari Gudang hingga Rumah, Begini Perjalanan Produk Sebelum Sampai ke Tangan Konsumen

Lifestyle | Selasa, 28 Juli 2026 | 22:12 WIB

Ancaman Belum Usai: Sosiolog UNJ Ingatkan Bentrokan Matraman Rawan Dibajak Isu SARA

Ancaman Belum Usai: Sosiolog UNJ Ingatkan Bentrokan Matraman Rawan Dibajak Isu SARA

News | Selasa, 28 Juli 2026 | 22:06 WIB

Tuntas Uji Coba 3 Bulan, Pemkab Bogor Godok Rute Baru Bus Listrik Bojong Gede - Exit Tol Citeureup

Tuntas Uji Coba 3 Bulan, Pemkab Bogor Godok Rute Baru Bus Listrik Bojong Gede - Exit Tol Citeureup

Bogor | Selasa, 28 Juli 2026 | 21:59 WIB

Ditahan KPK, Moch Mahrus Suap Anggota DPR Rp1,5 Miliar demi Raih Hibah Pokmas Jatim

Ditahan KPK, Moch Mahrus Suap Anggota DPR Rp1,5 Miliar demi Raih Hibah Pokmas Jatim

News | Selasa, 28 Juli 2026 | 21:48 WIB

×