Profil Alex Noerdin: Kekayaan, Karier, Keluarga dan Daftar Kasusnya

M Nurhadi

Selasa, 22 April 2025 | 10:31 WIB
Profil Alex Noerdin: Kekayaan, Karier, Keluarga dan Daftar Kasusnya
Terdakwa dugaan korupsi pembelian gas bumi Perusahaan Daerah Pertambangan dan Energi (PDPDE) yang juga mantan Gubernur Provinsi Sumatera Selatan 2008-2018 Alex Noerdin memberikan kesaksian saat sidang [ANTARA]

Suara.com - Alex Noerdin, figur yang pernah berjaya di panggung politik Sumatera Selatan, kini menghadapi serangkaian tuduhan korupsi yang mencoreng reputasinya. Lahir pada 9 September 1950 di Palembang, Alex Noerdin meniti karir politiknya dari bawah.

Setelah menyelesaikan pendidikan sarjana Teknik Elektro di Universitas Trisakti, ia aktif di organisasi kepemudaan dan partai Golkar. Namanya mulai dikenal luas saat menjabat sebagai Bupati Musi Banyuasin (Muba) selama dua periode (2002-2008).

Di Muba, Alex Noerdin dikenal dengan program-program pro-rakyat seperti pendidikan dan kesehatan gratis, serta pembangunan sekolah unggulan seperti SMU 2 Unggul Sekayu.

Prestasi di Muba mengantarkan Alex Noerdin menjadi Gubernur Sumatera Selatan selama dua periode (2008-2016). Selama masa jabatannya, ia membangun berbagai proyek infrastruktur di Palembang, termasuk sarana olahraga untuk SEA Games 2011.

Namun, di balik gemerlap pembangunan, bayang-bayang dugaan korupsi mulai menghantui. Alex Noerdin pernah dipanggil Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait kasus Wisma Atlet.

Karier politik Alex Noerdin diwarnai oleh latar belakang keluarga politisi. Ayahnya, Haji Muhamad Noerdin Pandji, adalah mantan Ketua DPRD Sumatera Selatan. Alex Noerdin juga aktif dalam mendukung karir politik putranya, Dodi Reza, yang pernah mencalonkan diri sebagai Bupati Musi Banyuasin.

Pada tahun 2021, Alex Noerdin ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus korupsi pembelian gas bumi oleh Perusahaan Daerah Pertambangan dan Energi (PDPDE) Sumatera Selatan. Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) yang ia sampaikan ke KPK pada 29 Maret 2021 menunjukkan total kekayaannya mencapai puluhan miliar rupiah.

Kekayaannya terdiri dari tanah dan bangunan senilai Rp 20,56 miliar yang tersebar di beberapa wilayah, kendaraan senilai Rp 165 juta, harta bergerak lainnya senilai Rp 6,72 miliar, serta kas dan setara kas senilai Rp 575 juta.

Pada tahun 2025, Alex Noerdin kembali terseret dalam kasus dugaan korupsi pembangunan Pasar Cinde di Palembang. Ia diperiksa oleh Kejaksaan Tinggi Sumatera Selatan selama 12 jam. Alex Noerdin membantah tuduhan korupsi dan menyatakan bahwa pembangunan Pasar Cinde telah melalui kajian mendalam. Ia berdalih bahwa pembongkaran pasar dilakukan karena kondisi bangunan yang sudah tidak layak dan berpotensi roboh.

baca juga

Namun, Kejati Sumsel terus melakukan penyidikan dan memeriksa sejumlah saksi, termasuk mantan Wali Kota Palembang Harnojoyo dan mantan Kepala BPN Kota Palembang Edison. Penyidik juga melakukan penggeledahan dan penyitaan barang bukti di berbagai lokasi, termasuk kantor dinas dan rumah kontraktor.

Kasus dugaan korupsi Pasar Cinde ini menambah daftar panjang kasus korupsi yang menjerat Alex Noerdin. Ia, bersama Edi Hermanto dan DW, diperiksa terkait proyek pembangunan pasar tersebut. Kejati Sumsel menyatakan bahwa pemeriksaan ini bertujuan untuk melengkapi alat bukti dan mengarah pada penetapan tersangka.

Selain itu, sang anak, Dodi Alex juga pernah dibui karena melakukan korupsi terkait fee proyek di Dinas PUPR. Pada 2022 lalu, Dodi Reza Alex yang merupakan Bupati nonaktif Musi Banyuasin divonis 6 tahun penjara. 

Kasus-kasus korupsi yang menjerat Alex Noerdin ini menimbulkan pertanyaan besar mengenai integritasnya sebagai mantan pejabat publik. Publik menanti proses hukum yang transparan dan adil untuk mengungkap kebenaran di balik dugaan korupsi yang merugikan keuangan negara.

Biodata Singkat Alex Noerdin 

Nama Lengkap: Alex Noerdin

Tempat dan Tanggal Lahir: Palembang, 9 September 1950

Pendidikan:Sarjana Teknik Elektro, Universitas Trisakti (1972-1980)

Anak: Doddy Alex Reza, Luri Elza Alex, Deni Akendra Alex

Pasangan: Sri Eliza

Orang tua: Muhamad Noerdin Pandji, Siti Fatimah

Cucu: Aletta Khayarra Alex, Atalie Mazzaya Alex

Karir Politik:

Bupati Musi Banyuasin (2002-2008)
Gubernur Sumatera Selatan (2008-2016)

Keterlibatan dalam Kasus Korupsi:Tersangka korupsi pembelian gas bumi oleh Perusahaan Daerah Pertambangan dan Energi (PDPDE) Sumatera Selatan (2021).
Terkait kasus dugaan korupsi pembangunan Pasar Cinde di Kota Palembang.

Harta Kekayaan:Berdasarkan LHKPN 2021, total kekayaan mencapai puluhan miliar rupiah, termasuk tanah dan bangunan, kendaraan, dan harta bergerak lainnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kejagung Jerat Dua Advokat dan Direktur Pemberitaan JakTV Jadi Tersangka Obstruction of Justice

Kejagung Jerat Dua Advokat dan Direktur Pemberitaan JakTV Jadi Tersangka Obstruction of Justice

News | Selasa, 22 April 2025 | 06:59 WIB

Akui Pernah Terima Uang CSR BI untuk Sosialisasi Dapil, Satori Dipanggil KPK Hari Ini

Akui Pernah Terima Uang CSR BI untuk Sosialisasi Dapil, Satori Dipanggil KPK Hari Ini

News | Senin, 21 April 2025 | 12:06 WIB

Kekayaan Tia Rahmania di LHKPN: Menang Gugatan usai Dipecat PDIP

Kekayaan Tia Rahmania di LHKPN: Menang Gugatan usai Dipecat PDIP

Lifestyle | Sabtu, 19 April 2025 | 14:39 WIB

Cerita Ditegur Wapres, Segini Kekayaan Mentan Andi Amran di LHKPN

Cerita Ditegur Wapres, Segini Kekayaan Mentan Andi Amran di LHKPN

Lifestyle | Sabtu, 19 April 2025 | 13:59 WIB

Skandal Sampah Tangsel Memanas: Kabid DLH Menyusul Kadis Jadi Tersangka Korupsi Anggaran 2024!

Skandal Sampah Tangsel Memanas: Kabid DLH Menyusul Kadis Jadi Tersangka Korupsi Anggaran 2024!

Video | Senin, 21 April 2025 | 10:20 WIB

Joko Anwar: Ada Guru Diajak Korupsi Kepala Sekolahnya

Joko Anwar: Ada Guru Diajak Korupsi Kepala Sekolahnya

Entertainment | Jum'at, 18 April 2025 | 13:57 WIB

Terkini

'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu

'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu

News | Senin, 26 Oktober 2026 | 20:02 WIB

Halmahera Hingga Batam Dilirik Bahlil Jadi Lokasi Pengembangan Pembangkit Listrik Nuklir

Halmahera Hingga Batam Dilirik Bahlil Jadi Lokasi Pengembangan Pembangkit Listrik Nuklir

Bisnis | Senin, 26 Oktober 2026 | 20:00 WIB

Pura-pura Beli Motor Buat Istri, Pria di Tambora Gasak PCX Showroom Demi Foya-foya

Pura-pura Beli Motor Buat Istri, Pria di Tambora Gasak PCX Showroom Demi Foya-foya

News | Senin, 26 Oktober 2026 | 19:57 WIB

Strategi Mal Bantu Brand Lokal Jangkau Konsumen Lewat Festival Kreatif

Strategi Mal Bantu Brand Lokal Jangkau Konsumen Lewat Festival Kreatif

Bisnis | Senin, 26 Oktober 2026 | 19:52 WIB

Pasokan Gas Singapura Berkurang, Begini Dampak Nyatanya Versi Pemerintah Singapura

Pasokan Gas Singapura Berkurang, Begini Dampak Nyatanya Versi Pemerintah Singapura

Bisnis | Senin, 26 Oktober 2026 | 19:51 WIB

Intan Jaya Siapkan Lahan 7 Hektare, Gus Ipul: Kita Perluas Sekolah Rakyat di Daerah 3 T

Intan Jaya Siapkan Lahan 7 Hektare, Gus Ipul: Kita Perluas Sekolah Rakyat di Daerah 3 T

News | Senin, 26 Oktober 2026 | 19:46 WIB

Tak Hanya Pusat, Pemda Juga Diminta Jalankan Program Bansos

Tak Hanya Pusat, Pemda Juga Diminta Jalankan Program Bansos

Bisnis | Senin, 26 Oktober 2026 | 19:46 WIB

Hadir Jadi Saksi, Perancang UU Kesehatan Sebut Kasus Richard Lee Cukup Sanksi Administrasi

Hadir Jadi Saksi, Perancang UU Kesehatan Sebut Kasus Richard Lee Cukup Sanksi Administrasi

Entertainment | Senin, 26 Oktober 2026 | 19:44 WIB

Michael Carrick Deg-degan Tunggu Keputusan: Dipecat atau Dipertahankan

Michael Carrick Deg-degan Tunggu Keputusan: Dipecat atau Dipertahankan

Bola | Senin, 26 Oktober 2026 | 19:43 WIB

Yusril: Presiden Bukan Berarti Setuju Kajian Luhut Soal Definisi Korupsi

Yusril: Presiden Bukan Berarti Setuju Kajian Luhut Soal Definisi Korupsi

News | Senin, 26 Oktober 2026 | 19:41 WIB

×