Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.798.000
Beli Rp2.660.000
IHSG 7.174,321
LQ45 693,788
Srikehati 340,625
JII 472,513
USD/IDR 17.357

Starbucks Terus Alami Kerugian, Ini Penyebabnya

Iwan Supriyatna | Rina Anggraeni | Suara.com

Rabu, 30 April 2025 | 07:18 WIB
Starbucks Terus Alami Kerugian, Ini Penyebabnya
Starbucks melaporkan terus alami kerugian

Suara.com - Starbucks melaporkan laba yang lebih rendah dari perkiraan dan penurunan penjualannya. Adapun penurunan laba ini imbas strategi baru perusahaan yang dilakukan oleh CEO barunya. 

"Hasil keuangan kami belum mencerminkan kemajuan kami, tetapi kami memiliki momentum nyata dengan rencana 'Kembali ke Starbucks' kami. Kami menguji dan belajar dengan cepat dan kami melihat perubahan di kedai kopi kami," kata CEO Brian Niccol dalam sebuah video yang diunggah di situs web perusahaan dilansir dari CNBC International, Rabu (30/4/2025).

Beberapa perubahan itu adalah termasuk mengurangi rencana untuk mengotomatiskan lebih banyak pembuatan kopi dan berinvestasi lebih banyak pada tenaga kerja, yang membebani laba selama kuartal tersebut. "Pada tahap pemulihan kami ini, laba per saham tidak boleh digunakan sebagai ukuran keberhasilan kami," kata Niccol.

Tetapi perusahaan juga menghadapi tantangan eksternal yang dapat memengaruhi laba. Konflik perdagangan yang dipicu oleh tarif baru Presiden Donald Trump kemungkinan akan memengaruhi biji kopi — dan konsumen yang membeli minuman yang dibuat dengannya.

Sekitar 10% hingga 15% dari biaya produk dan distribusi Starbucks berasal dari kopi hijau, atau biji kopi mentah yang belum dipanggang menurut CFO Cathy Smith, yang baru-baru ini bergabung dengan perusahaan tersebut.

“Kami memperkirakan bahwa sisa tahun fiskal ini akan membawa beberapa tantangan saat kita menavigasi lingkungan ekonomi makro yang dinamis, termasuk tarif dan harga kopi yang tidak stabil,” kata perusahaan tersebut.

Selain itu, Starbucks melaporkan laba bersih kuartal kedua fiskal yang dapat diatribusikan kepada perusahaan sebesar 384,2 juta dollar AS, atau 34 sen per saham. Turun setengah dari 772,4 juta dollar AS, atau 68 sen per saham, setahun sebelumnya.

Margin operasi perusahaan turun menjadi 6,9% dari 12,8% karena Starbucks menghabiskan lebih banyak biaya untuk memulai kembali usahanya. Biaya tenaga kerja meningkat karena Starbucks menambah jumlah barista di kafe-kafenya di AS.

Sementara Starbucks menghabiskan lebih banyak biaya untuk tenaga kerja, perusahaan tersebut mengurangi biaya yang dikeluarkan untuk peralatan. Perusahaan tidak lagi berencana untuk menggunakan sistem Cold Pressed Cold Brew, dan perusahaan telah menghentikan peluncuran peralatan yang digunakan untuk memanaskan makanan, kata Niccol.

“Kami yakin pendekatan yang berfokus pada tenaga kerja dan berevolusi ini memiliki potensi lebih besar untuk meningkatkan hasil dan koneksi sekaligus meminimalkan belanja modal di masa mendatang untuk peralatan,” katanya.

Di luar pasar dalam negeri, perusahaan menghabiskan lebih banyak biaya untuk promosi guna menarik pengunjung ke tokonya. Perusahaan juga mencatat biaya restrukturisasi untuk langkah-langkah yang telah diambil guna menyederhanakan organisasi perusahaan globalnya.

Sedangkan penjualan bersih naik 2% menjadi 8,76 miliar dollar AS, tetapi keuntungan Starbucks di toko yang sama turun untuk kuartal kelima berturut-turut. Penjualan perusahaan merosot karena konsumen di AS dan China, dua pasar terbesarnya, mencari pilihan kopi yang lebih murah.

Di bawah Niccol, yang mengambil alih kendali pada bulan September, perusahaan telah mencoba membalikkan bisnisnya di AS dengan kembali ke Starbucks dan mengembalikan fokusnya ke kopi dan pengalaman pelanggan. Meskipun tahap awal pemulihan belum menghasilkan perbaikan dalam hasil keuangannya, Niccol mengatakan pemasaran baru perusahaan tersebut menarik perhatian pelanggan, dan kecepatan layanan pun membaik. Salah satu tujuannya bagi perusahaan adalah menyelesaikan setiap pesanan dalam waktu empat menit atau kurang.

Namun, penjualan global perusahaan di toko yang sama turun 1% pada kuartal kedua, didorong oleh penurunan transaksi sebesar 2%. Di pasar dalam negeri Starbucks, penurunan lalu lintas bahkan lebih tajam. Lokasi di AS mengalami penurunan transaksi sebesar 4%, yang menyeret penjualan di toko yang sama turun 2%. Penjualan di toko yang sama di Tiongkok stagnan untuk kuartal tersebut, karena penurunan rata-rata tiket mengimbangi pertumbuhan transaksi.

Pada bulan Oktober, perusahaan menangguhkan perkiraannya untuk tahun fiskal 2025 saat meluncurkan tahap awal strategi pemulihannya. Rencana tersebut mencakup PHK untuk pekerja kerah putihnya. Pada akhir Februari, Starbucks mengumumkan akan memangkas 1.100 posisi perusahaan, ditambah beberapa ratus posisi yang tidak terisi, sebagai bagian dari rencana pemulihan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Emiten PSGO Raup Pendapatan Tembus Rp2,55 Triliun, Ini Pendorongnya

Emiten PSGO Raup Pendapatan Tembus Rp2,55 Triliun, Ini Pendorongnya

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 15:13 WIB

Siasat di Balik Dubai Baru di Bali, Surga Pajak Buat Para Orang Super Kaya

Siasat di Balik Dubai Baru di Bali, Surga Pajak Buat Para Orang Super Kaya

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 14:21 WIB

Purbaya Ungkap Sumber Dana Bond Stabilization Fund Demi Perkuat Nilai Tukar Rupiah

Purbaya Ungkap Sumber Dana Bond Stabilization Fund Demi Perkuat Nilai Tukar Rupiah

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 14:13 WIB

Purbaya Siapkan Program Stimulus di Q2 2026, Incar Pertumbuhan Ekonomi 6 Persen

Purbaya Siapkan Program Stimulus di Q2 2026, Incar Pertumbuhan Ekonomi 6 Persen

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 11:47 WIB

Purbaya Bebaskan Pajak untuk Merger BUMN, Kasih Waktu 3 Tahun

Purbaya Bebaskan Pajak untuk Merger BUMN, Kasih Waktu 3 Tahun

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 19:32 WIB

KSSK Klaim Perbankan Nasional Tetap Solid di Tengah Ketidakpastian Global

KSSK Klaim Perbankan Nasional Tetap Solid di Tengah Ketidakpastian Global

Foto | Kamis, 07 Mei 2026 | 18:57 WIB

Purbaya Sebut KEK Finansial di Bali Bakal Mirip Dubai, Tak Akan Tarik Pajak

Purbaya Sebut KEK Finansial di Bali Bakal Mirip Dubai, Tak Akan Tarik Pajak

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 18:50 WIB

Siapkan Dana Haji Lebih Terstruktur, BNI Andalkan Fitur Life Goals di wondr

Siapkan Dana Haji Lebih Terstruktur, BNI Andalkan Fitur Life Goals di wondr

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 16:55 WIB

Segini Jumlah Uang yang Diterima Para Bos Bea Cukai di Hotel Borobudur

Segini Jumlah Uang yang Diterima Para Bos Bea Cukai di Hotel Borobudur

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 15:09 WIB

Purbaya Akui Kebobolan soal Pengadaan Motor Listrik BGN, Anggaran Bakal Diperketat

Purbaya Akui Kebobolan soal Pengadaan Motor Listrik BGN, Anggaran Bakal Diperketat

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 15:02 WIB

Terkini

Pemerintah Indonesia dan Filipina Sepakat Kerja Sama Hilirisasi Industri Nikel

Pemerintah Indonesia dan Filipina Sepakat Kerja Sama Hilirisasi Industri Nikel

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 15:35 WIB

Jumlah Armada Taksi Bluebird Tembus 26 Ribu Setelah 54 Tahun Berdiri

Jumlah Armada Taksi Bluebird Tembus 26 Ribu Setelah 54 Tahun Berdiri

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 15:31 WIB

Investigasi Kemenhub Ungkap Bus ALS Tak Miliki Izin Operasi

Investigasi Kemenhub Ungkap Bus ALS Tak Miliki Izin Operasi

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 15:15 WIB

Emiten PSGO Raup Pendapatan Tembus Rp2,55 Triliun, Ini Pendorongnya

Emiten PSGO Raup Pendapatan Tembus Rp2,55 Triliun, Ini Pendorongnya

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 15:13 WIB

Pembiaran Impor Baja China Akan Picu Gelombang PHK di Indonesia

Pembiaran Impor Baja China Akan Picu Gelombang PHK di Indonesia

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 14:50 WIB

Pertamina - Badan Gizi Nasional Bersinergi Menjadikan Minyak Jelantah sebagai Bahan Bakar Pesawat

Pertamina - Badan Gizi Nasional Bersinergi Menjadikan Minyak Jelantah sebagai Bahan Bakar Pesawat

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 14:38 WIB

Pertamina Jajaki Penguatan Kerja Sama dengan EOG Resources untuk Dorong Peningkatan Produksi Migas

Pertamina Jajaki Penguatan Kerja Sama dengan EOG Resources untuk Dorong Peningkatan Produksi Migas

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 14:31 WIB

BRI Bagikan Dividen Rp52,1 Triliun, Bukti Laba dan Fundamental Tetap Kuat

BRI Bagikan Dividen Rp52,1 Triliun, Bukti Laba dan Fundamental Tetap Kuat

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 14:22 WIB

Siasat di Balik Dubai Baru di Bali, Surga Pajak Buat Para Orang Super Kaya

Siasat di Balik Dubai Baru di Bali, Surga Pajak Buat Para Orang Super Kaya

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 14:21 WIB

Purbaya Ungkap Sumber Dana Bond Stabilization Fund Demi Perkuat Nilai Tukar Rupiah

Purbaya Ungkap Sumber Dana Bond Stabilization Fund Demi Perkuat Nilai Tukar Rupiah

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 14:13 WIB