Raup Laba Rp1,87 Triliun, BRIS Kini Incar Pasar Syariah Arab Saudi

Mohammad Fadil Djailani | Suara.com

Jum'at, 09 Mei 2025 | 10:53 WIB
Raup Laba Rp1,87 Triliun, BRIS Kini Incar Pasar Syariah Arab Saudi
Bank Syariah Indonesia (BSI) [ANTARA]

Suara.com - PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) kembali menunjukkan taringnya di kancah perbankan nasional. Di bawah kepemimpinan Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama Bob Tyasika Ananta, BSI berhasil mempertahankan tren kinerja yang sangat solid, melampaui rata-rata pertumbuhan industri dengan kualitas aset yang terjaga.

Hingga akhir Maret 2025, bank hasil merger tiga bank syariah BUMN ini mencatatkan laba bersih sebesar Rp1,87 triliun, tumbuh mengesankan sebesar 10,05 persen secara tahunan (year on year/yoy).

Capaian gemilang ini sejalan dengan indikator-indikator keuangan utama BSI yang juga menunjukkan performa positif. Penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) terus meningkat, penyaluran pembiayaan mencatatkan pertumbuhan yang sehat, dan pendapatan berbasis komisi (fee-based income) BSI bahkan melesat dengan pertumbuhan dua digit. Tak hanya itu, total aset BSI juga mengalami pertumbuhan signifikan sebesar 12,01 persen year on year, mencapai Rp401 triliun pada akhir kuartal pertama tahun ini.

Plt Direktur Utama BSI, Bob Tyasika Ananta, menyampaikan rasa syukur dan apresiasinya atas kinerja positif yang diraih perseroan. "Alhamdulillah Bank Syariah Indonesia dapat menunjukkan kinerja yang solid dari tahun ke tahun. Kinerja keuangan kuartal I/2025 dapat tumbuh di atas pertumbuhan industri dengan kualitas yang sehat, baik dari sisi aset, pembiayaan, DPK, juga posisi CASA yang semakin kuat. Kemudian fee-based income, dan sebagai bottom line laba bersih juga tumbuh dua digit," ujarnya dikutip Jumat (9/5/2025).

Bob juga menekankan bahwa pencapaian ini tidak lepas dari sinergi dan dukungan kuat dari berbagai pihak, termasuk internal BSI, para nasabah setia, para investor yang terus memberikan kepercayaan, serta seluruh stakeholder yang konsisten mendukung pertumbuhan sektor keuangan syariah, khususnya BSI.

Kabar baik tak berhenti di kinerja keuangan yang mentereng. BSI juga mengumumkan keberhasilan meraih persetujuan prinsip untuk membuka layanan cabang di Arab Saudi, dengan fokus awal di kota Jeddah. Langkah strategis ini menandai babak baru dalam ekspansi global BSI dan semakin memperkokoh posisinya sebagai bank syariah terbesar di Indonesia dengan ambisi internasional.

Bob Tyasika Ananta mengamini bahwa izin yang telah diperoleh saat ini masih bersifat izin prinsipal, yang dikeluarkan oleh otoritas jasa keuangan di Arab Saudi. Izin ini secara fundamental memperbolehkan BSI untuk mendirikan kantor cabang di Negeri Petro Dolar tersebut.

"Jadi kita bisa bikin cabang, dan nanti untuk apa saja ya seperti melakukan transaksi seperti consumer banking. Tapi tentu perlu ada izin-izin yang perlu kita tunggu lagi. Kita upayakan satu tahun ke depan," jelas Bob, memberikan gambaran mengenai tahapan selanjutnya dalam proses pembukaan cabang di Arab Saudi.

Keputusan BSI untuk membuka cabang di Arab Saudi, khususnya di Jeddah, dinilai sangat strategis mengingat potensi pasar yang sangat besar, terutama terkait dengan layanan keuangan bagi jamaah haji dan umrah asal Indonesia. Setiap tahunnya, ratusan ribu masyarakat Indonesia melakukan ibadah ke Tanah Suci, dan keberadaan BSI di sana diharapkan dapat memberikan kemudahan dan kenyamanan dalam bertransaksi keuangan sesuai prinsip syariah.

Selain melayani kebutuhan finansial jamaah, cabang BSI di Arab Saudi juga berpotensi untuk menjangkau diaspora Indonesia yang bekerja dan bermukim di sana, serta turut berkontribusi dalam pengembangan ekonomi syariah di tingkat global. Langkah ini juga sejalan dengan visi Indonesia untuk menjadi pusat keuangan syariah dunia.

Kinerja keuangan BSI yang terus menunjukkan tren positif menjadi modal yang sangat kuat dalam mewujudkan ambisi ekspansi global ini. Pertumbuhan laba yang solid, kualitas aset yang sehat, serta dukungan dana pihak ketiga yang kuat memberikan landasan finansial yang kokoh bagi BSI untuk melakukan investasi dalam pembukaan cabang di luar negeri.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Cuan Jualan Emas, BSI Kebanjiran Masuk Dana Asing Rp147,2 Miliar

Cuan Jualan Emas, BSI Kebanjiran Masuk Dana Asing Rp147,2 Miliar

Bisnis | Rabu, 07 Mei 2025 | 10:40 WIB

Tiga Bulan Pertama 2025, Impack Pratama Industri Kantongi Laba Bersih Rp152 Miliar

Tiga Bulan Pertama 2025, Impack Pratama Industri Kantongi Laba Bersih Rp152 Miliar

Bisnis | Selasa, 06 Mei 2025 | 11:42 WIB

Garuda Indonesia Tak Kuat Bayar Biaya Perawatan Pesawat, 15 Unit Terpaksa Parkir

Garuda Indonesia Tak Kuat Bayar Biaya Perawatan Pesawat, 15 Unit Terpaksa Parkir

Bisnis | Senin, 05 Mei 2025 | 14:15 WIB

Terkini

Pertamina Tegaskan Harga BBM Pertamax Cs Belum Naik pada 1 April

Pertamina Tegaskan Harga BBM Pertamax Cs Belum Naik pada 1 April

Bisnis | Selasa, 31 Maret 2026 | 21:27 WIB

WFH ASN Daerah: Lokasi Ponsel Akan Dipantau, Wajib Respons Sebelum 5 Menit

WFH ASN Daerah: Lokasi Ponsel Akan Dipantau, Wajib Respons Sebelum 5 Menit

Bisnis | Selasa, 31 Maret 2026 | 21:20 WIB

Konflik Timur Tengah Paksa Pemerintah Terapkan B50 di Juli Tahun Ini

Konflik Timur Tengah Paksa Pemerintah Terapkan B50 di Juli Tahun Ini

Bisnis | Selasa, 31 Maret 2026 | 21:18 WIB

Rincian 8 Kebijakan Baru Pemerintah Hadapi Tekanan Global

Rincian 8 Kebijakan Baru Pemerintah Hadapi Tekanan Global

Bisnis | Selasa, 31 Maret 2026 | 21:16 WIB

Bahlil: RI Dapat Pasokan Minyak Baru Pengganti Timur Tengah

Bahlil: RI Dapat Pasokan Minyak Baru Pengganti Timur Tengah

Bisnis | Selasa, 31 Maret 2026 | 20:55 WIB

Skema MBG Diatur Ulang untuk Menghemat Rp20 Triliun di Tengah Krisis Energi

Skema MBG Diatur Ulang untuk Menghemat Rp20 Triliun di Tengah Krisis Energi

Bisnis | Selasa, 31 Maret 2026 | 20:48 WIB

Usai ASN, Menaker Segera Berlakukan WFH untuk Karyawan Swasta

Usai ASN, Menaker Segera Berlakukan WFH untuk Karyawan Swasta

Bisnis | Selasa, 31 Maret 2026 | 20:38 WIB

ASN Wajib WFH Sehari Mulai 1 April Besok

ASN Wajib WFH Sehari Mulai 1 April Besok

Bisnis | Selasa, 31 Maret 2026 | 20:37 WIB

Rupiah Terus Melemah Akibat Konflik Timur Tengah, Kemenperin: Gunakan Skema LCT

Rupiah Terus Melemah Akibat Konflik Timur Tengah, Kemenperin: Gunakan Skema LCT

Bisnis | Selasa, 31 Maret 2026 | 20:31 WIB

Pemerintah Hemat Rp 260 Triliun dari Kebijakan WFH Hingga Pembatasan BBM

Pemerintah Hemat Rp 260 Triliun dari Kebijakan WFH Hingga Pembatasan BBM

Bisnis | Selasa, 31 Maret 2026 | 20:28 WIB