Saham BRIS Tertekan Usai Kabar Sunarso jadi Kandidat Utama Dirut BSI

Mohammad Fadil Djailani | Suara.com

Jum'at, 16 Mei 2025 | 10:59 WIB
Saham BRIS Tertekan Usai Kabar Sunarso jadi Kandidat Utama Dirut BSI
Pergerakan saham PT Bank Syariah IndonesiaTbk (BRIS) menunjukkan reaksi yang kurang antusias terhadap isu santer yang menyebutkan bahwa mantan Direktur Utama PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI), Sunarso, menjadi kandidat kuat untuk menduduki kursi Direktur Utama bank syariah terbesar itu.

Suara.com - Pergerakan saham PT Bank Syariah IndonesiaTbk (BRIS) menunjukkan reaksi yang kurang antusias terhadap isu santer yang menyebutkan bahwa mantan Direktur Utama PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI), Sunarso, menjadi kandidat kuat untuk menduduki kursi Direktur Utama bank syariah terbesar itu.

Pergerakan saham BRIS terpantau tertekan, seolah investor mencerna kabar ini dengan nada pesimis.

Pantauan Ringkasan Pasar mencatat, hingga pukul 10.35 WIB, saham Bank Syariah Indonesia (BRIS) berada di level Rp 2.880 per saham, terkoreksi sebesar 20 poin atau setara dengan 0,69% dibandingkan penutupan hari sebelumnya. Padahal, saat pembukaan perdagangan, saham BRIS sempat dibuka pada level Rp 2.920 dan bahkan sempat menyentuh level tertinggi di Rp 2.940. Namun, sentimen pasar tampaknya berbalik arah seiring dengan mencuatnya kabar mengenai potensi kepindahan pucuk pimpinan BRI ke BSI.

Reaksi pasar yang cenderung negatif ini menimbulkan berbagai spekulasi di kalangan analis dan pelaku pasar. Muncul dugaan bahwa investor mungkin mengkhawatirkan potensi perubahan strategi dan arah kebijakan BSI di bawah kepemimpinan baru.

Pergerakan saham BRIS hari ini menambah catatan dinamika pasar terhadap emiten bank syariah terbesar di Indonesia ini. Dengan kapitalisasi pasar yang mencapai Rp 131,07 triliun dan rasio P/E di level 18,51, BRIS sejatinya memiliki fundamental yang cukup kuat. Namun, volatilitas harga saham seringkali dipengaruhi oleh sentimen pasar dan isu-isu korporasi, termasuk perubahan kepemimpinan.

Petugas teller BSI sedang melayanani transaksi nasabah di BSI Kantor Cabang Jakarta The Tower. BSI menyediakan layanan operasional akhir pekan (weekend banking) di 408 kantor cabang BSI di seluruh Indonesia. (Dok: BSI)
Petugas teller BSI sedang melayanani transaksi nasabah di BSI Kantor Cabang Jakarta The Tower. BSI menyediakan layanan operasional akhir pekan (weekend banking) di 408 kantor cabang BSI di seluruh Indonesia. (Dok: BSI)

Dalam setahun terakhir, saham BRIS mencatatkan rentang harga yang cukup lebar, dengan level tertinggi di Rp 3.350,00 dan level terendah di Rp 2.000,00. Hal ini menunjukkan bahwa saham BRIS cukup sensitif terhadap berbagai sentimen dan perkembangan di industri perbankan syariah maupun pasar modal secara umum.

Kabar mengenai kandidat utama Dirut BSI ini tentu menjadi perhatian utama para pemegang saham dan calon investor BRIS. Keputusan mengenai pucuk pimpinan akan memiliki implikasi signifikan terhadap arah strategis, kinerja keuangan, dan ekspansi bisnis BSI ke depan.

Sunarso sendiri dikabarkan menjadi kandidat kuat untuk menjadi orang nomer satu di BSI dan akan dikukuhkan pada Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada sore hari ini.

"Infonya Pak Sunarso yang akan jadi kandidat kuat," sebut sumber Suara.com di Kementerian BUMN.

Sosok Sunarso yang dikenal piawai dalam memimpin BRI dengan fokus pada pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), kini akan menahkodai bank syariah terbesar di Indonesia tersebut. Langkah ini dipandang sebagai strategi besar pemegang saham untuk membawa BSI menuju era pertumbuhan dan inovasi yang lebih agresif.

Meskipun masih abu-abu rumor ini, kehadiran Sunarso diyakini akan membawa angin segar dan perspektif baru bagi BSI, terutama dalam memperkuat penetrasi pasar syariah yang potensinya masih sangat besar di Indonesia.

Kepindahan Sunarso dari pucuk pimpinan BRI, bank dengan aset terbesar di Indonesia, menuju BSI tentu menyimpan tantangan dan harapan tersendiri. BSI, sebagai hasil merger tiga bank syariah BUMN, memiliki potensi sinergi yang luar biasa, namun juga kompleksitas dalam integrasi budaya kerja dan sistem.

Pengalaman Sunarso dalam memimpin organisasi besar dan menghadapi berbagai dinamika pasar diharapkan mampu membawa BSI untuk lebih solid, efisien, dan berdaya saing. Fokusnya yang kuat pada inklusi keuangan dan pemberdayaan UMKM juga dinilai akan selaras dengan prinsip-prinsip ekonomi syariah yang mengedepankan keadilan dan keberkahan.

Agenda RUPST BSI yang dijadwalkan berlangsung pada sore hari ini diprediksi akan menjadi momentum penting dalam mengumumkan secara resmi perubahan susunan direksi, termasuk penunjukan Sunarso sebagai Direktur Utama. Keputusan ini tentu akan mendapatkan perhatian besar dari para pemegang saham, analis, dan masyarakat luas.

Sebelumnya, ada sejumlah nama yang digadang-gadang mengisi kursi dirut BSI. Mereka kebanyakan berasal dari eksternal perusahaan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sunarso Jadi Kandidat Kuat Dirut BSI, Sore Ini Dikukuhkan

Sunarso Jadi Kandidat Kuat Dirut BSI, Sore Ini Dikukuhkan

Bisnis | Jum'at, 16 Mei 2025 | 10:21 WIB

IHSG Lanjutkan Penguatan di Jumat Pagi, Ini Deretan Saham Pendorongnya

IHSG Lanjutkan Penguatan di Jumat Pagi, Ini Deretan Saham Pendorongnya

Bisnis | Jum'at, 16 Mei 2025 | 09:24 WIB

IHSG Diproyeksi Lanjutkan Reli Penguatan Hingga ke Level 7.100, Cek Saham-saham Cuan

IHSG Diproyeksi Lanjutkan Reli Penguatan Hingga ke Level 7.100, Cek Saham-saham Cuan

Bisnis | Jum'at, 16 Mei 2025 | 07:55 WIB

Terkini

BPR Pembangunan Nagari Bangkrut, LPS Mulai Bayarkan Klaim Simpanan Nasabah

BPR Pembangunan Nagari Bangkrut, LPS Mulai Bayarkan Klaim Simpanan Nasabah

Bisnis | Rabu, 01 April 2026 | 08:57 WIB

IHSG Berpeluang Rebound Hari Ini Usai Trump Sebut AS 'Tinggalkan' Perang Iran

IHSG Berpeluang Rebound Hari Ini Usai Trump Sebut AS 'Tinggalkan' Perang Iran

Bisnis | Rabu, 01 April 2026 | 08:40 WIB

Daftar Lengkap Harga BBM Pertamina Per 1 April 2026 di Seluruh Indonesia

Daftar Lengkap Harga BBM Pertamina Per 1 April 2026 di Seluruh Indonesia

Bisnis | Rabu, 01 April 2026 | 08:31 WIB

Harga Naik Tidak Wajar, BEI Gembok Satu Emiten Asal Surabaya

Harga Naik Tidak Wajar, BEI Gembok Satu Emiten Asal Surabaya

Bisnis | Rabu, 01 April 2026 | 08:14 WIB

Harga Emas Antam, Galeri 24 dan UBS Hari Ini Naik! Update Segera di Pegadaian

Harga Emas Antam, Galeri 24 dan UBS Hari Ini Naik! Update Segera di Pegadaian

Bisnis | Rabu, 01 April 2026 | 08:11 WIB

Pefindo Catatkan Rating AAA Untuk Stabilitas Finansial Peruri

Pefindo Catatkan Rating AAA Untuk Stabilitas Finansial Peruri

Bisnis | Rabu, 01 April 2026 | 07:57 WIB

Perbandingan Harga BBM Indonesia dengan Negara Lain di Asia Tenggara

Perbandingan Harga BBM Indonesia dengan Negara Lain di Asia Tenggara

Bisnis | Rabu, 01 April 2026 | 07:54 WIB

AS Mau Keluar dari Iran, Wall Street Langsung Meroket

AS Mau Keluar dari Iran, Wall Street Langsung Meroket

Bisnis | Rabu, 01 April 2026 | 07:52 WIB

Tak Hanya Kejar Cuan, Emiten TAPG Kerek Kualitas Hidup Masyarakat Sekitar Operasional

Tak Hanya Kejar Cuan, Emiten TAPG Kerek Kualitas Hidup Masyarakat Sekitar Operasional

Bisnis | Rabu, 01 April 2026 | 07:39 WIB

BEI Resmi Ubah Aturan Free Float, Emiten Wajib Tingkatkan Porsi Saham Publik Bertahap

BEI Resmi Ubah Aturan Free Float, Emiten Wajib Tingkatkan Porsi Saham Publik Bertahap

Bisnis | Rabu, 01 April 2026 | 07:34 WIB