Pemerintah Didorong Buat Penelitian Khusus Dugaan Proyek Bermasalah BPJN XV Sulut Wilayah I

Tim Liputan Bisnis

Senin, 26 Mei 2025 | 15:04 WIB
Pemerintah Didorong Buat Penelitian Khusus Dugaan Proyek Bermasalah BPJN XV Sulut Wilayah I
Ilustrasi proyek. [Istimewa]

Suara.com - Sorotan terhadap proyek Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) XV Sulawesi Utara khususnya di Kepala Satuan Kerja (Kasatker) Wilayah I, makin tajam.

Diantaranya adalah proyek Preservasi Jalan Airmadidi-Batas Kota Tondano, Langowan-Ratahan-Belang, Tondano-Wasian-Kakas-Langowan-Kawangkoan senilai Rp68,3 miliar, yang hingga kini belum diketahui siapa pemenangnya, meski telah dilakukan evaluasi hampir sebulan lamanya.

Bukan hanya proyek preservasi jalan senilai Rp68,3 miliar yang diduga bermasalah, proyek lainnya yakni Preservasi Jalan Worotican-Poopo-Sinisir dan Worotican-Poigar dengan nilai total Rp43,7 miliar juga mengalami nasib serupa.

Lebih parah lagi, pengumuman pemenang lelang proyek ini telah dua kali dibatalkan tanpa alasan yang jelas kepada publik.

"Kenapa tidak dijelaskan ke publik kendala teknis tersebut dan dilaporkan ke yang berwenang bila terdapat gangguan sistematik yang bisa saja dilakukan para hacker dan mengacaukan proses lelang," sorot sejumlah sejumlah aktivis pemerintahan ditulis Senin (26/5/2025).

Pernyataan Kepala Satuan Kerja (Kasatker) Wilayah I BPJN XV Sulut Ir Ringgo Radetyo ST MEng IPM ASEAN Eng terkait belum ada perusahaan yang memenuhi kualifikasi, ikut dipertanyakan.

Karena, perusahaan yang mengikuti lelang proyek adalah perusahaan lokal yang sering berkontrak dengan BPJN XV Sulut.

"Apakah kualifikasi yang dimaksudkan Kasatker adalah kualifikasi dan syarat-syarat yang terdapat dalam dokumen kompetisi atau kualifikasi yang hanya diketahui oleh Kasatker pribadi?," tanya sejumlah pengamat kebijakan publik.

Juga pernyataan Ringgo terkait sebagian dari proyek tersebut yang merupakan pekerjaan multiyears (tahun jamak, red), harus membutuhkan izin dari pemerintah pusat, menimbulkan tanda tanya besar.

Sebab, bagaimana mungkin proyek yang sudah dilelangkan atau dimini kompetisikan, kalau belum ada ijin dari pusat.

"Kami meminta dilakukan penelitian khusus (Litsus) oleh Inspektorat Jenderal Kementerian Pekerjaan Umum (PU) kepada para pihak yang diduga melakukan hal-hal tidak terpuji, dalam melakukan evaluasi paket-paket mini kompetisi sehingga akan terbuka semuanya," sorot pengamat pemerintahan.

Sebelumnya, Kepala Satuan Kerja (Kasatker) Wilayah I BPJN XV Sulut Ir Ringgo Radetyo ST MEng IPM ASEAN Eng menegaskan bahwa BPJN justru berupaya mempercepat pelaksanaan proyek-proyek tersebut agar manfaatnya segera dirasakan masyarakat.

“Tidak benar ada upaya untuk menghambat proyek. Kami justru ingin proyek ini segera terlaksana,” tegas Ringgo peraih penghargaan Satyalancana Pembangunan dari Presiden Joko Widodo.

Pemerhati kebijakan publik dan aktivis Sulut Riel Pontoh berharap pernyataan Ringgo ini benar dan segera terwujud.“(Lelangnya) lebih cepat tuntas lebih baik,” kata Riel. “Jangan hanya merupakan omon-omon belaka,” tukasnya.

Proyek bermasalah adalah mimpi buruk bagi organisasi mana pun. Keterlambatan, pembengkakan biaya, dan kegagalan memenuhi tujuan awal adalah ciri khasnya.

Akar masalahnya seringkali kompleks, mulai dari perencanaan yang buruk, komunikasi yang tidak efektif, hingga perubahan ruang lingkup yang tak terkendali. Dampak proyek bermasalah bisa sangat merugikan.

Reputasi perusahaan tercoreng, kepercayaan pemangku kepentingan hilang, dan yang paling parah, kerugian finansial yang signifikan.

Lebih jauh lagi, moral tim proyek bisa hancur, memicu penurunan produktivitas dan kualitas kerja. Namun, proyek yang terancam bukan berarti harus berakhir dengan kegagalan total. Langkah pertama adalah identifikasi dini.

Analisis mendalam untuk menemukan akar masalah, dilanjutkan dengan peninjauan ulang ruang lingkup, anggaran, dan jadwal.

Komunikasi yang transparan dengan semua pemangku kepentingan sangat penting untuk membangun kembali kepercayaan dan mencari solusi bersama.

Strategi penyelamatan proyek dapat mencakup penambahan sumber daya, perubahan metodologi, atau bahkan negosiasi ulang dengan klien.

Yang terpenting adalah komitmen kuat dari manajemen untuk memulihkan proyek, serta kemauan untuk belajar dari kesalahan dan mencegah terulangnya masalah di masa depan. Dengan tindakan yang tepat, proyek bermasalah dapat diubah menjadi peluang untuk pertumbuhan dan peningkatan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Terkini

4 Rekomendasi Tablet untuk Kasir UMKM, Harga Mulai Rp1 Jutaan

4 Rekomendasi Tablet untuk Kasir UMKM, Harga Mulai Rp1 Jutaan

Tekno | Rabu, 30 September 2026 | 07:29 WIB

3 Kelurahan di Bandar Lampung Diusulkan Jadi Kampung Nelayan Merah Putih

3 Kelurahan di Bandar Lampung Diusulkan Jadi Kampung Nelayan Merah Putih

Lampung | Rabu, 30 September 2026 | 07:26 WIB

4 Zodiak dengan Horoskop Terbaik 30 September 2026, Jujur Bisa Buka Peluang Baru

4 Zodiak dengan Horoskop Terbaik 30 September 2026, Jujur Bisa Buka Peluang Baru

Lifestyle | Rabu, 30 September 2026 | 07:25 WIB

Pelajaran Kartu Merah Thom Haye: Timnas Butuh Kurikulum VAR

Pelajaran Kartu Merah Thom Haye: Timnas Butuh Kurikulum VAR

Your Say | Rabu, 30 September 2026 | 07:15 WIB

Skema Biaya Haji 2027 Diusulkan 52:48, Berapa yang Harus Dibayar Jemaah?

Skema Biaya Haji 2027 Diusulkan 52:48, Berapa yang Harus Dibayar Jemaah?

News | Rabu, 30 September 2026 | 07:10 WIB

4 Shio yang Diprediksi Beruntung Urusan Pekerjaan dan Keuangan 30 September 2026

4 Shio yang Diprediksi Beruntung Urusan Pekerjaan dan Keuangan 30 September 2026

Lifestyle | Rabu, 30 September 2026 | 07:09 WIB

Perang Modern Butuh Teknologi, Bukan Komcad! Pemerintah Salah Arah dan Boros Anggaran

Perang Modern Butuh Teknologi, Bukan Komcad! Pemerintah Salah Arah dan Boros Anggaran

News | Rabu, 30 September 2026 | 07:00 WIB

Sebulan Lebih Pascagempa, 23.578 Warga NTT Masih Mengungsi

Sebulan Lebih Pascagempa, 23.578 Warga NTT Masih Mengungsi

Foto | Rabu, 30 September 2026 | 07:00 WIB

5 Tips Feng Shui untuk Menarik Kekayaan dan Kemakmuran, Bisa Dicoba di Rumah

5 Tips Feng Shui untuk Menarik Kekayaan dan Kemakmuran, Bisa Dicoba di Rumah

Lifestyle | Rabu, 30 September 2026 | 06:44 WIB

Lansia Tembus 34 Juta Jiwa! Pelayanan Sosial Perlu Diubah, Jangan Cuma Jadi Objek Bansos

Lansia Tembus 34 Juta Jiwa! Pelayanan Sosial Perlu Diubah, Jangan Cuma Jadi Objek Bansos

News | Rabu, 30 September 2026 | 06:00 WIB

×