Hampir 20 Ton Emas Warga RI Kini Tersimpan di Bank Emas

Mohammad Fadil Djailani

Rabu, 18 Juni 2025 | 15:00 WIB
Hampir 20 Ton Emas Warga RI Kini Tersimpan di Bank Emas
Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pidato saat peresmian Layanan Bank Emas Pengadaian dan Bank Syariah Indonesia di The Gade Tower, Jakarta, Rabu (26/2/2025). [ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/tom]

Suara.com - Sebanyak hampir 20 ton emas milik warga Indonesia kini tercatat telah masuk ke dalam sistem layanan bank emas atau bullion bank. 

Angka fantastis ini diungkapkan oleh Deputi Bidang Koordinasi Pengelolaan dan Pengembangan Usaha BUMN Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Ferry Irawan, dalam acara CNBC Indonesia Economic Update 2025 di Hotel Borobudur, Jakarta, Rabu (18/6/2025).

"OJK sudah memberikan izin ke PT Pegadaian dan BSI untuk melakukan layanan bank bullion ini. Sampai dengan 31 Mei, ada sekitar hampir 20 ton emas yang masuk ke sistem ekonomi kita," ujar Ferry Irawan.

Pencapaian ini menjadi langkah awal yang menjanjikan dalam upaya mengoptimalkan potensi emas di Indonesia. Menurut catatan McKinsey, firma konsultan manajemen terkemuka, potensi emas yang bisa masuk ke ekosistem bank emas di Indonesia mencapai angka luar biasa, yaitu 1.800 ton. Namun, sebagian besar emas tersebut saat ini masih disimpan secara pribadi oleh pemiliknya.

Ferry Irawan berharap emas-emas yang selama ini "tidur di bawah bantal" tersebut dapat secara bertahap masuk ke dalam sistem bank emas. Jika target ini tercapai, dampaknya akan sangat signifikan dalam menggerakkan roda ekonomi nasional.

"Target kita, di catatannya McKinsey, ada sekitar 1.800 ton emas yang ada di dalam, di bawah bantal. Ini yang kita harapkan nanti bisa secara sistematis masuk ke dalam sistem kita melalui bank bullion. Ini kemudian yang kita harapkan bisa kita putar juga ke ekonomi kita," jelas Ferry.

Emas yang tersimpan di bank emas ini nantinya diharapkan dapat berputar dalam berbagai bentuk, mulai dari pinjaman hingga trading. Hal ini akan menambah injeksi likuiditas atau sumber daya yang ada di masyarakat untuk kemudian didistribusikan kembali demi kepentingan ekonomi.

Selain itu, Ferry juga menyoroti peran hilirisasi yang digencarkan pemerintah. Dengan pembangunan smelter emas oleh Freeport di Gresik, Indonesia mampu menghasilkan hingga 50 ton emas per tahun.

"50 ton emas ini biasanya kalau kita tidak dikelola secara domestik, biasanya akan keluar, ekspor. Ini yang kita harapkan bisa dioptimalkan di domestik dengan pembentukan bank bullion," tutup Ferry.

baca juga

Asal tahu saja, Indonesia kini resmi memiliki Layanan Bank Emas Pegadaian dan Bank Syariah Indonesia, yang diresmikan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto di The Gade Tower, Jakarta, pada Rabu, 26 Februari 2025. Peresmian ini menjadi momen bersejarah bagi pengelolaan emas nasional, seiring dengan peningkatan produksi emas Indonesia yang kini mencapai 160 ton per tahun.

“Hari ini, menjelang 80 tahun kita merdeka, dengan bangga pertama kali dalam sejarah bangsa Indonesia yang punya cadangan emas keenam terbesar di dunia, untuk pertama kali akan memiliki bank emas,” ujar Presiden Prabowo dalam sambutannya.

Layanan bank emas ini diharapkan dapat mempercepat tabungan emas masyarakat, meningkatkan cadangan emas negara, serta memperkuat stabilitas moneter. Menurut Presiden, langkah ini akan menambah Produk Domestik Bruto (PDB) sebesar Rp245 triliun, membuka 1,8 juta lapangan kerja baru, serta menghemat devisa negara dengan memastikan emas diolah dan disimpan di dalam negeri.

“Kita harapkan ini akan mempercepat tabungan dan meningkatkan cadangan-cadangan emas kita,” ungkap Presiden.

Selain itu, kehadiran layanan bank emas juga akan mendukung mekanisme likuidasi emas untuk bank nasional serta mempermudah transaksi emas dalam negeri. Presiden Prabowo meyakini kebijakan ini akan memperkuat struktur ekonomi nasional dan meningkatkan kemandirian finansial Indonesia.

Presiden Prabowo juga menegaskan bahwa peresmian ini merupakan hasil kerja keras berbagai pihak selama bertahun-tahun. Presiden Prabowo pun mengapresiasi kerja keras seluruh pihak yang terlibat dalam mewujudkan bank emas pertama di Indonesia.

“Saya ucapkan terima kasih kepada semua unsur yang telah bekerja keras. Penghargaan saya kepada Menko Perekonomian, Menteri BUMN, semua direksi bank-bank Himbara, direksi Pegadaian, Bank Syariah Indonesia dan semua yang telah bekerja keras sehingga hari ini kita memiliki ekosistem layanan bank emas Pegadaian dan Bank Syariah Indonesia yang merupakan bank emas pertama di republik kita,” tutur Presiden.

Dengan diresmikannya Layanan Bank Emas Pegadaian dan Bank Syariah Indonesia, Indonesia semakin memperkuat posisinya sebagai salah satu negara dengan pengelolaan emas terbesar di dunia, sekaligus memperkokoh kedaulatan ekonomi nasional.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Transit di Praha, PM Ceko Petr Fiala Sambangi Presiden Prabowo di Hotel

Transit di Praha, PM Ceko Petr Fiala Sambangi Presiden Prabowo di Hotel

News | Rabu, 18 Juni 2025 | 11:26 WIB

Harga Emas Antam Rontok Rp 7.000, Jadi Dibanderol Rp 1.943.000/Gram

Harga Emas Antam Rontok Rp 7.000, Jadi Dibanderol Rp 1.943.000/Gram

Bisnis | Rabu, 18 Juni 2025 | 09:09 WIB

Kenapa Arab Saudi Bisa Ikut Piala Emas Concacaf 2025? Sinyal Bahaya untuk Timnas Indonesia

Kenapa Arab Saudi Bisa Ikut Piala Emas Concacaf 2025? Sinyal Bahaya untuk Timnas Indonesia

Bola | Rabu, 18 Juni 2025 | 08:48 WIB

Terkini

Satu Pelaku Curas di Bekasi Ditangkap, Polisi Dalami Keterkaitan dengan 12 Kasus Lain

Satu Pelaku Curas di Bekasi Ditangkap, Polisi Dalami Keterkaitan dengan 12 Kasus Lain

Jabar | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:16 WIB

Gandeng 43 Kampus Muhammadiyah, PERADI Profesional Perkuat Pendidikan dan Integritas Advokat

Gandeng 43 Kampus Muhammadiyah, PERADI Profesional Perkuat Pendidikan dan Integritas Advokat

Jogja | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:04 WIB

Jalan Ambles Banjarwangi-Singajaya Sepanjang 15 Meter, Polisi Pasang Garis Pengaman

Jalan Ambles Banjarwangi-Singajaya Sepanjang 15 Meter, Polisi Pasang Garis Pengaman

Jabar | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:59 WIB

Kemasan Bekas Jangan Langsung Dibuang, Mulai Biasakan Mengelolanya dengan Benar

Kemasan Bekas Jangan Langsung Dibuang, Mulai Biasakan Mengelolanya dengan Benar

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:25 WIB

Dear Pemain Keturunan Indonesia di Jerman dan Spanyol, Siap-siap Dipanggil PSSI

Dear Pemain Keturunan Indonesia di Jerman dan Spanyol, Siap-siap Dipanggil PSSI

Bola | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:00 WIB

Tafsir Kerugian Negara Bikin Investor Waswas, Direksi BUMN Bisa Jadi Korban

Tafsir Kerugian Negara Bikin Investor Waswas, Direksi BUMN Bisa Jadi Korban

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:59 WIB

Tak Mau Turun Kasta, BEI Pede Indonesia Selamat dari Ancaman MSCI

Tak Mau Turun Kasta, BEI Pede Indonesia Selamat dari Ancaman MSCI

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:35 WIB

Ramai Dikritik Soal Acara Deklarasi Sumpah Pemuda, Raffi Ahmad Buka Suara

Ramai Dikritik Soal Acara Deklarasi Sumpah Pemuda, Raffi Ahmad Buka Suara

Video | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:30 WIB

In This Economy, Jadi Tentara Bayaran Rusia Diimingi Gaji Selangit Pulang Tinggal Nama

In This Economy, Jadi Tentara Bayaran Rusia Diimingi Gaji Selangit Pulang Tinggal Nama

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:00 WIB

Ketika Nonton Film Bareng Jadi Cara Baru Membangun Kedekatan di Dunia Kerja

Ketika Nonton Film Bareng Jadi Cara Baru Membangun Kedekatan di Dunia Kerja

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 20:47 WIB

×