Emas Antam Terjun Bebas, Ini Daftar Harga Terbaru Hari Ini

Achmad Fauzi Suara.Com
Kamis, 19 Juni 2025 | 09:29 WIB
Emas Antam Terjun Bebas, Ini Daftar Harga Terbaru Hari Ini
Emas produksi PT Aneka Tambang (Antam) di Jakarta, Selasa (3/3).

Suara.com - Harga emas PT Aneka Tambang Tbk (Antam) pada hari Kamis, 19 Juni 2025 untuk ukuran satu dibanderol di harga Rp 1.937.000 per gram.

Harga emas Antam itu lagi-lagi anjlok sebesar Rp 6.000 dibandingkan hari Rabu, 18 Juni 2025 sebelumnya.

Sementara itu, harga Buyback (beli kembali) emas Antam dibanderol di harga Rp 1.781.000 per gram.

Harga buyback itu juga ikut jatuh Rp 5.000 dibandingkan dengan harga buyback hari Rabu kemarin.

Pekerja menunjukkan emas yang dijual di Butik Emas Logam Mulia PT Aneka Tambang (Antam) di Pulogadung, Jakarta Timur, Kamis (28/11/2024). [ANTARA FOTO/ Fakhri Hermansyah/YU/pri.]
Pekerja menunjukkan emas yang dijual di Butik Emas Logam Mulia PT Aneka Tambang (Antam) di Pulogadung, Jakarta Timur, Kamis (28/11/2024). [ANTARA FOTO/ Fakhri Hermansyah/YU/pri.]

Seperti dilansir dari laman resmi Logam Mulia Antam, berikut adalah harga emas antam pada hari ini:

  • Emas 0,5 gram Rp 1.018.500
  • Emas 1 Gram Rp 1.937.000
  • Emas 2 gram Rp 3.814.000
  • Emas 3 gram Rp 5.696.000
  • Emas 5 gram Rp 9.460.000
  • Emas 10 gram Rp 18.865.000
  • Emas 25 gram Rp 47.037.000
  • Emas 50 gram Rp 93.995.000
  • Emas 100 gram Rp 187.912.000
  • Emas 250 gram Rp 469.515.000
  • Emas 500 gram Rp 938.820.000
  • Emas 1.000 gram Rp 1.877.600.000

Harga emas dunia merosot

Harga emas dunia melemah pada perdagangan Rabu (19/6) setelah Federal Reserve (The Fed) Amerika Serikat mempertahankan suku bunga acuannya dan mengisyaratkan pemangkasan yang lebih lambat dalam beberapa tahun ke depan.

Sinyal tersebut menekan harga logam mulia meskipun ketegangan geopolitik dan minat terhadap aset lindung nilai tetap tinggi.

Seperti dilansir Reuters, harga emas spot tercatat turun 0,4 persen menjadi USD 3.374,75 per ons pada, sementara kontrak emas berjangka AS justru ditutup naik tipis 0,03 persen menjadi USD 3.408,1 per ons.

Baca Juga: Harga Emas Antam Rontok Rp 7.000, Jadi Dibanderol Rp 1.943.000/Gram

Harga sempat menguat setelah The Fed memutuskan untuk menahan suku bunga acuan di kisaran 4,25-4,50 persen dan memberi sinyal pemangkasan suku bunga sebesar setengah poin persentase sebelum akhir tahun. Namun optimisme pasar berkurang setelah pernyataan lebih lanjut dari Ketua The Fed, Jerome Powell, mengaburkan kepastian arah kebijakan dalam waktu dekat.

"Ketua Powell melemahkan optimisme awal dengan mengulangi berkali-kali bahwa mengingat pengangguran yang rendah dan stabil, Fed berada dalam posisi yang baik untuk menunggu dan melihat. Ia mengisyaratkan secara umum bahwa September bisa menjadi pertemuan langsung tetapi itu tidak cukup untuk pasar aset atau emas yang mengharapkan kecenderungan yang lebih dovish," kata Tai Wong, seorang pedagang logam independen.

"Emas perlu mencapai level USD 3.400 agar pasar bullish dapat mengambil kendali dengan kuat," lanjut Wong.

Dalam proyeksi jangka menengahnya, para pembuat kebijakan The Fed masih mengantisipasi pemotongan suku bunga sebesar setengah poin pada tahun 2025, namun laju penurunannya diperlambat untuk tahun-tahun berikutnya.

Pada tahun 2026 dan 2027, hanya diperkirakan terjadi pemangkasan seperempat poin per tahun, mengindikasikan kebijakan moneter ketat akan tetap menjadi tema dominan dalam jangka panjang.

Jerome Powell juga menegaskan bahwa kebijakan bank sentral akan tetap bergantung pada data ekonomi yang masuk, terutama data inflasi. Ia menyatakan bahwa bank sentral memperkirakan akan ada “jumlah inflasi yang signifikan” dalam beberapa bulan mendatang, pernyataan yang membuat pelaku pasar menahan diri dari aksi beli agresif terhadap emas.

Namun, di sisi lain, ketegangan geopolitik yang terus meningkat turut menopang permintaan terhadap aset safe haven seperti emas. Presiden AS Donald Trump mengatakan pada hari Rabu bahwa dirinya mungkin akan bertemu dengan pihak Iran guna membicarakan konflik antara Israel dan Iran, sebuah pernyataan yang menimbulkan spekulasi tinggi di pasar mengenai arah hubungan diplomatik dan potensi eskalasi konflik.

Faktor-faktor geopolitik dan kecenderungan global mencari lindung nilai dari volatilitas pasar juga menjadi pendorong fundamental bagi harga emas dalam jangka panjang.

"Tren yang berlaku saat ini untuk mencari alternatif penyimpanan nilai di luar dolar AS tetap kuat, didorong oleh keinginan yang semakin besar terhadap aset yang independen dari kendali eksternal," kata Ryan McIntyre, Mitra Pengelola di Sprott Inc.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI