Pangkas Rantai Distribusi, Zulhas Gandeng Koperasi Desa Merah Putih Salurkan Bansos

Mohammad Fadil Djailani

Rabu, 11 Maret 2026 | 17:49 WIB
Pangkas Rantai Distribusi, Zulhas Gandeng Koperasi Desa Merah Putih Salurkan Bansos
ilustrasi Koperasi Merah Putih (Google Gemini)
baca 10 detik
  • Zulhas tunjuk Koperasi Desa Merah Putih jadi penyalur bansos beras & sembako agar tepat sasaran.
  • Koperasi Desa bakal jadi 'offtaker' hasil tani untuk jaga stabilitas harga gabah & jagung.
  • Pemerintah lengkapi koperasi desa dengan cold storage, agen elpiji, hingga fasilitas klinik.

Suara.com - Pemerintah tengah menyiapkan strategi baru untuk memastikan program bantuan sosial (bansos) sampai ke tangan masyarakat dengan lebih efektif. Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan (Zulhas), mengungkapkan rencana pemerintah untuk menjadikan Koperasi Desa Merah Putih atau Kelurahan Merah Putih sebagai garda terdepan distribusi bantuan.

Menurut Zulhas, koperasi yang saat ini tengah dibangun di berbagai daerah tersebut akan menjadi infrastruktur vital dalam memperkuat ekosistem ekonomi di tingkat lokal.

"Bantuan-bantuan juga nanti akan melalui koperasi, seperti bantuan beras dan lain-lainnya. Otomatis koperasi akan mendapat biaya operasional," ujar Zulhas usai memimpin rapat koordinasi di Kemenko Pangan, Jakarta, Rabu (11/3/2026).

Tak sekadar menyalurkan beras atau sembako, Koperasi Desa Merah Putih diproyeksikan memiliki peran strategis sebagai penyerap hasil produksi pertanian atau offtaker. Langkah ini diambil untuk melindungi petani dari fluktuasi harga yang kerap merugikan di tingkat tapak.

Zulhas mencontohkan, koperasi bisa melakukan intervensi jika harga komoditas seperti gabah jatuh di bawah harga pembelian pemerintah (HPP).

"Jadi kalau gabah di situ ditentukan Rp6.500, di sana harganya di bawah, koperasi bisa beli bekerja sama dengan Bulog. Begitu juga jagung dan lain-lain," jelas Ketua Umum PAN tersebut.

Guna mendukung kemandirian ekonomi desa, pemerintah juga bakal menyuntikkan fasilitas pendukung yang mumpuni ke dalam tubuh koperasi. Targetnya, koperasi tidak hanya menjadi tempat simpan pinjam, tapi pusat distribusi energi dan pangan.

Pemerintah berencana melengkapi koperasi dengan fasilitas penyimpanan pangan (cold storage), agen sembako, hingga menjadi titik distribusi resmi LPG.

"Koperasi akan dilengkapi oleh cold storage, kemudian juga agen sembako, elpiji, bahkan ada kliniknya," pungkas Zulhas.

baca juga

Dengan integrasi ini, pemerintah berharap mata rantai distribusi pangan menjadi lebih pendek, tepat sasaran, dan mampu menggerakkan roda ekonomi desa secara berkelanjutan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Penerima PKH Didorong Jadi Anggota Koperasi Merah Putih untuk Tingkatkan Ekonomi

Penerima PKH Didorong Jadi Anggota Koperasi Merah Putih untuk Tingkatkan Ekonomi

News | Rabu, 11 Maret 2026 | 17:11 WIB

Menko Zulhas: Konflik Iran-AS-Israel Tak Bakal Goyang Pasokan Pangan RI

Menko Zulhas: Konflik Iran-AS-Israel Tak Bakal Goyang Pasokan Pangan RI

Bisnis | Rabu, 11 Maret 2026 | 15:37 WIB

Zulhas Targetkan 30 Ribu Kopdes Merah Putih Beroperasi Juni 2026, Purbaya Diminta Lakukan Ini

Zulhas Targetkan 30 Ribu Kopdes Merah Putih Beroperasi Juni 2026, Purbaya Diminta Lakukan Ini

Bisnis | Rabu, 11 Maret 2026 | 15:21 WIB

Terkini

Piala Panglima TNI Esports Championship 2026 Dorong Pembinaan Atlet dari Daerah hingga Nasional

Piala Panglima TNI Esports Championship 2026 Dorong Pembinaan Atlet dari Daerah hingga Nasional

Sumut | Kamis, 29 Oktober 2026 | 12:47 WIB

Disabilitas di Bawah Umur Hamil 7 Bulan di Maros, Pelaku 7 Kakek-kakek Belum Ditangkap

Disabilitas di Bawah Umur Hamil 7 Bulan di Maros, Pelaku 7 Kakek-kakek Belum Ditangkap

Sulsel | Kamis, 29 Oktober 2026 | 12:46 WIB

Forum ASCOPE ke-51 Sepakati Penguatan Arsitektur Energi ASEAN Untuk Generasi Mendatang

Forum ASCOPE ke-51 Sepakati Penguatan Arsitektur Energi ASEAN Untuk Generasi Mendatang

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 12:46 WIB

Perjalanan Alvin Tedjo, WNI Keturunan Minang Jadi Wali Kota di Kanada

Perjalanan Alvin Tedjo, WNI Keturunan Minang Jadi Wali Kota di Kanada

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 12:45 WIB

4 Hydrating Sunscreen Buat Lindungi Kulit dari Sinar UV dan Jaga Kelembapan

4 Hydrating Sunscreen Buat Lindungi Kulit dari Sinar UV dan Jaga Kelembapan

Your Say | Kamis, 29 Oktober 2026 | 12:45 WIB

Kemenkes Sebut Hoaks Imunisasi Paling Banyak, Picu Keraguan Orang Tua

Kemenkes Sebut Hoaks Imunisasi Paling Banyak, Picu Keraguan Orang Tua

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 12:44 WIB

Buntut Laporan soal Film Pesta Babi, Polda Metro Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Dandhy Laksono

Buntut Laporan soal Film Pesta Babi, Polda Metro Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Dandhy Laksono

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 12:41 WIB

Polisi Larang Jurnalis Liput Aksi Demo 28 Oktober, Polda Metro Minta Maaf Janji Evaluasi Total

Polisi Larang Jurnalis Liput Aksi Demo 28 Oktober, Polda Metro Minta Maaf Janji Evaluasi Total

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 12:41 WIB

Beda Kewenangan, ITDP Sebut Integrasi Transportasi Jabodetabek Masih Jadi Tantangan

Beda Kewenangan, ITDP Sebut Integrasi Transportasi Jabodetabek Masih Jadi Tantangan

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 12:40 WIB

Menggali Mahitala: Memahat Peradaban Tangguh di Pulau Obi

Menggali Mahitala: Memahat Peradaban Tangguh di Pulau Obi

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 12:40 WIB

×