Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.615.000
Beli Rp2.470.000
IHSG 5.999,038
LQ45 587,746
Srikehati 290,482
JII 351,378
USD/IDR 17.937

Selat Hormuz Batal Ditutup, Harga Emas Tiba-tiba Anjlok Hingga Level Terendah

Achmad Fauzi

Selasa, 24 Juni 2025 | 07:50 WIB
Selat Hormuz Batal Ditutup, Harga Emas Tiba-tiba Anjlok Hingga Level Terendah
Ilustrasi: Kilang minyak. (Shutterstock)

Suara.com - Harga minyak dunia merosot hingga 7 persen pada Senin 23 Juni 2025, atau turun USD 5 per barel setelah Iran memutuskan untuk tidak menutup Selat Hormuz.

Sebagai gantinya, Iran membalas serangan udara Amerika Serikat terhadap fasilitas nuklirnya dengan meluncurkan rudal ke pangkalan militer AS di Qatar.

Seperti dinukil Reuters, Selasa, 24 Juni 2025, minyak mentah Brent ditutup turun sebesar USD 5,53 atau 7,2 persen ke level USD 71,48 per barel, sementara minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS juga jatuh USD 5,53 atau 7,2 persen menjadi USD 68,51.

Kondisi Ini menjadi penurunan harian tertajam bagi Brent sejak Agustus 2022.

“Aliran minyak saat ini bukanlah target utama dan kemungkinan tidak akan terdampak. Saya kira akan ada pembalasan militer terhadap pangkalan-pangkalan AS dan/atau upaya untuk menyerang lebih banyak target sipil Israel,” kata John Kilduff, mitra di Again Capital.

Ilustrasi peta Selat Hormuz. (ist)
Ilustrasi peta Selat Hormuz. (ist)

Di awal perdagangan Asia, harga Brent sempat melonjak hampir 6 persen karena kekhawatiran pasar bahwa Iran akan menutup Selat Hormuz, jalur pelayaran strategis di mana sekitar 20 persen pasokan minyak global dikirimkan.

Namun, tidak adanya aksi nyata dari Iran terhadap jalur tersebut membuat kekhawatiran pasar mereda dan harga minyak berbalik arah.

Iran yang merupakan produsen minyak terbesar ketiga di Organisasi Negara-Negara Pengekspor Minyak (OPEC), sebelumnya mengancam akan menutup Selat Hormuz. Meski begitu, serangan balasan yang dilakukan lebih mengarah pada target militer, bukan infrastruktur energi global.

Serangan rudal terhadap pangkalan udara AS Al Udeid di Qatar, instalasi militer terbesar milik AS di Timur Tengah, tidak menyebabkan korban jiwa. Dua pejabat AS mengonfirmasi kepada Reuters bahwa tidak ada personel yang tewas atau terluka dalam insiden tersebut.

baca juga

Menurut Energy Aspects, serangan yang tidak menimbulkan korban ini bisa menjadi peluang awal untuk deeskalasi ketegangan.

"Kecuali ada indikasi pembalasan Iran lebih lanjut atau eskalasi oleh Israel/AS, maka kita mungkin melihat beberapa premi risiko geopolitik keluar dari harga pada hari-hari berikutnya," tulis mereka dalam analisisnya.

Seorang sumber yang mengetahui langsung situasi menyebut tidak ada gangguan pada pengiriman atau produksi energi QatarEnergy, dan belum terdeteksi adanya serangan lain di pangkalan militer AS selain di Qatar. Hal ini membuat pasar semakin yakin bahwa pasokan energi tidak terganggu secara langsung.

Kendati begitu, kondisi di perairan sekitar Selat Hormuz masih menimbulkan ketidakpastian. Data pelacakan kapal menunjukkan setidaknya dua kapal tanker super mengubah arah di dekat wilayah tersebut, menandakan kehati-hatian pelaku industri logistik energi terhadap situasi keamanan di kawasan.

Presiden AS Donald Trump pun ikut angkat suara, menyatakan keinginannya agar harga minyak tetap rendah demi mencegah tekanan tambahan pada ekonomi global.

Melalui platform Truth Social, Trump menginstruksikan kepada Departemen Energi AS untuk mendukung peningkatan produksi domestik dengan slogan, "bor, sayang, bor," seraya menambahkan, "Maksud saya sekarang."

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Serang Iran, Amerika Diramal Alami Inflasi Tinggi dan Ekonomi Lesu

Serang Iran, Amerika Diramal Alami Inflasi Tinggi dan Ekonomi Lesu

Bisnis | Selasa, 24 Juni 2025 | 07:29 WIB

AS Serang Iran, Kantor Sri Mulyani Kencangkan Ikat Pinggang

AS Serang Iran, Kantor Sri Mulyani Kencangkan Ikat Pinggang

Bisnis | Senin, 23 Juni 2025 | 18:50 WIB

Selat Hormuz Mau Ditutup Iran, Pasokan Minyak Mentah Pertamina Aman?

Selat Hormuz Mau Ditutup Iran, Pasokan Minyak Mentah Pertamina Aman?

Bisnis | Senin, 23 Juni 2025 | 13:36 WIB

Terkini

Hitung-hitungan Kerugian Negara dari Peredaran Rokok Ilegal

Hitung-hitungan Kerugian Negara dari Peredaran Rokok Ilegal

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 19:21 WIB

418 Ribu Penumpang Nikmati Diskon Kapal Feri, Kuota Masih Tersedia

418 Ribu Penumpang Nikmati Diskon Kapal Feri, Kuota Masih Tersedia

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 19:15 WIB

Ternyata Kemasan Rokok Polos Melanggar Aturan

Ternyata Kemasan Rokok Polos Melanggar Aturan

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 19:10 WIB

Prabowo Bakal Luncurkan BBM Baru, Segini Harganya

Prabowo Bakal Luncurkan BBM Baru, Segini Harganya

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 19:09 WIB

Begini Modus WNA Curi Emas di Wilayah Gunung Botak

Begini Modus WNA Curi Emas di Wilayah Gunung Botak

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 19:05 WIB

Kemasan Rokok Polos Berisiko Gerus Penerimaan Negara hingga Puluhan Triliun

Kemasan Rokok Polos Berisiko Gerus Penerimaan Negara hingga Puluhan Triliun

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 18:59 WIB

Patriot Bond Jadi Tempat Pencucian Uang, DPR: Insentif Menarik Investor

Patriot Bond Jadi Tempat Pencucian Uang, DPR: Insentif Menarik Investor

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 18:56 WIB

Berdampak ke Industri Kretek Lokal, Kemenperin Tolak Batas Tar dan Nikotin Rokok

Berdampak ke Industri Kretek Lokal, Kemenperin Tolak Batas Tar dan Nikotin Rokok

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 18:38 WIB

Kok Bisa ESDM Seenaknya Stop Sementara Ekspor Batu Bara, Ini Alasannya

Kok Bisa ESDM Seenaknya Stop Sementara Ekspor Batu Bara, Ini Alasannya

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 18:31 WIB

Siap-siap HGBT Murah, ESDM Mau Revisi Aturan

Siap-siap HGBT Murah, ESDM Mau Revisi Aturan

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 18:24 WIB

×