Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.625.000
Beli Rp2.490.000
IHSG 5.896,134
LQ45 583,722
Srikehati 289,560
JII 342,327
USD/IDR 17.957

Akankah Hilirisasi Nikel Bisa Bawa RI jadi Negara Maju?

Mohammad Fadil Djailani

Jum'at, 27 Juni 2025 | 13:09 WIB
Akankah Hilirisasi Nikel Bisa Bawa RI jadi Negara Maju?
Ilustrasi Nikel. Foto Antara.

Suara.com - Pemerintah Indonesia kian serius tancap gas dalam memperkuat cengkeramannya di ekosistem industri baterai kendaraan listrik (EV). Saat ini sejumlah kebijakan yang mendukung industri ini telah disiapkan.

Melalui strategi hilirisasi nikel yang ambisius, Indonesia tak hanya mendukung transisi menuju energi bersih, tetapi juga memancang target besar untuk menjadi negara industri maju.

Langkah ini sejalan dengan komitmen Net Zero Emission 2060, di mana pengembangan industri baterai dan kendaraan listrik menjadi pilar utama dalam transisi energi nasional.

Inisiatif hilirisasi nikel, yang digagas sejak era Presiden Joko Widodo dan kini dilanjutkan oleh Presiden Prabowo Subianto, diyakini akan menjadi motor penggerak transformasi ekonomi Indonesia. Jika program ini dijalankan secara menyeluruh dari hulu hingga hilir, hingga menghasilkan produk akhir seperti baterai, Indonesia tidak hanya akan meningkatkan daya saing industri nasional tetapi juga membuka jalan menuju status negara maju berbasis energi bersih. 

Pengamat ekonomi energi dari Universitas Gadjah Mada (UGM), Fahmy Radhi, optimistis bahwa hilirisasi yang dilanjutkan dengan industrialisasi akan memperbesar peluang Indonesia untuk mengambil peran strategis di pasar global.

"Selama ini kan Indonesia mengandalkan konsumsi gitu ya. Kalau manufaktur yang tadi berkembang karena adanya industrialisasi, maka di dalam kemungkinan Indonesia akan menjadi negara maju, negara yang berbasis pada industri," ujar Fahmy, Jumat (27/6/2025).

Fahmy menekankan pentingnya investasi yang tidak berhenti hanya pada tahap pembangunan smelter. Dirinya pun menyerukan agar investasi sektir ini terus berlanjut hingga tahap akhir, seperti pembuatan baterai atau bahkan kendaraan listrik itu sendiri.

Selain itu, Fahmy juga menyoroti pentingnya transfer teknologi sebagai bagian tak terpisahkan dari strategi jangka panjang yang telah dicanangkan.

“Kalau misalnya tenaga kerja kita belum memenuhi syarat tadi, maka harus ada kesepakatan tentang transfer of technology. Paling tidak lima tahun itu proses, nah lima tahun yang kedua tenaga kerja Indonesia sudah mampu sendiri untuk menghasilkan baterai listrik," ucapnya, menyoroti pentingnya peningkatan kapasitas SDM lokal.

baca juga

Hilirisasi nikel, lanjut Fahmy, bisa membawa sejumlah manfaat strategis bagi Indonesia dengan meningkatkan nilai tambah dalam negeri, menarik investasi asing, membuka lapangan kerja, serta memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok industri baterai dunia.

Sehingga kata Fahmy dengan cadangan nikel dan mineral penting lainnya yang melimpah, Indonesia berada di posisi ideal dan cukup strategis untuk menjadi pemain utama dalam energi hijau global. 

Secara terpisah, Pengamat Ekonomi dari Universitas Indonesia (UI), Toto Pranoto, turut mengamini bahwa hilirisasi nikel yang dimulai pada kepemimpinan Jokowi telah memberikan kontribusi yang cukup besar bagi pendapatan negara. "Hilirisasi nikel jelas memberikan kontribusi positif bagi pendapatan negara," ujar Toto.

Namun demikian, Toto juga memberikan peringatan penting. Ia mengingatkan bahwa pertumbuhan industri ini harus dibarengi dengan tata kelola yang baik dan perhatian serius terhadap dampak lingkungan serta manfaat bagi ekonomi lokal.

"Hal tersebut perlu dilakukan untuk memastikan tidak ada manipulasi yang berakibat kepada kerugian negara," tegas Toto, menekankan perlunya transparansi dan akuntabilitas agar potensi besar ini tidak disalahgunakan.

Dengan cadangan nikel yang melimpah dan komitmen kuat dari pemerintah, Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi raksasa di industri energi hijau global. Namun, kesuksesan jangka panjang akan sangat bergantung pada implementasi yang cermat, investasi yang berkelanjutan hingga hilir, transfer teknologi yang efektif, dan yang terpenting, tata kelola yang bersih dan bertanggung jawab.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bahas Hilirisasi Kemenyan, Wapres Gibran Diolok-olok Bak Anak Sekolah Imbas 5 Kali Ucap Kalimat Ini

Bahas Hilirisasi Kemenyan, Wapres Gibran Diolok-olok Bak Anak Sekolah Imbas 5 Kali Ucap Kalimat Ini

News | Kamis, 26 Juni 2025 | 15:51 WIB

Surga Terakhir di Bumi yang Hilang: Ketika Raja Ampat Dikepung Tambang

Surga Terakhir di Bumi yang Hilang: Ketika Raja Ampat Dikepung Tambang

Your Say | Rabu, 25 Juni 2025 | 12:27 WIB

Aktivis Penolak Tambang Raja Ampat Dicap Wahabi, Ferry Irwandi Skakmat Gus Ulil: Sesat Pikir!

Aktivis Penolak Tambang Raja Ampat Dicap Wahabi, Ferry Irwandi Skakmat Gus Ulil: Sesat Pikir!

News | Sabtu, 21 Juni 2025 | 09:28 WIB

Terkini

Pendaftaran Beasiswa LPDP Tahap II 2026 Resmi Dibuka, Cek Jadwal dan Rinciannya

Pendaftaran Beasiswa LPDP Tahap II 2026 Resmi Dibuka, Cek Jadwal dan Rinciannya

Bisnis | Senin, 29 Juni 2026 | 18:45 WIB

Pasokan Gas Murah Seret, Kemenperin Minta AGIT Dicabut demi Tak Ada PHK

Pasokan Gas Murah Seret, Kemenperin Minta AGIT Dicabut demi Tak Ada PHK

Bisnis | Senin, 29 Juni 2026 | 18:32 WIB

DEN: Rupiah Melemah saat Kepercayaan pada Pemerintah Tergerus

DEN: Rupiah Melemah saat Kepercayaan pada Pemerintah Tergerus

Bisnis | Senin, 29 Juni 2026 | 18:29 WIB

Investor Ritel Kini Bisa Punya Analis Saham Berbasis AI

Investor Ritel Kini Bisa Punya Analis Saham Berbasis AI

Bisnis | Senin, 29 Juni 2026 | 18:28 WIB

Putusan KPPU Denda 97 Pinjol Harus Batal, Dinilai Lampaui Kewenangan

Putusan KPPU Denda 97 Pinjol Harus Batal, Dinilai Lampaui Kewenangan

Bisnis | Senin, 29 Juni 2026 | 18:24 WIB

Cara Bahlil Turunkan Harga LNG, Semua Pihak Dipaksa Efisiensi

Cara Bahlil Turunkan Harga LNG, Semua Pihak Dipaksa Efisiensi

Bisnis | Senin, 29 Juni 2026 | 18:21 WIB

Kisah 11 Tahun TUKU, Gaet UMKM dan Petani Lokal hingga Hadapi Berbagai Tantangan

Kisah 11 Tahun TUKU, Gaet UMKM dan Petani Lokal hingga Hadapi Berbagai Tantangan

Bisnis | Senin, 29 Juni 2026 | 18:19 WIB

Harga Gas Industri Turun untuk Cegah PHK, Bahlil: Instruksi Presiden Prabowo

Harga Gas Industri Turun untuk Cegah PHK, Bahlil: Instruksi Presiden Prabowo

Bisnis | Senin, 29 Juni 2026 | 18:08 WIB

Mentan Mau Ekspor Beras ke Singapura, Meski Harga di Indonesia Terus Naik

Mentan Mau Ekspor Beras ke Singapura, Meski Harga di Indonesia Terus Naik

Bisnis | Senin, 29 Juni 2026 | 17:54 WIB

Program Pemerintah B50 Diyakini Tak Terhambat Pasokan CPO

Program Pemerintah B50 Diyakini Tak Terhambat Pasokan CPO

Bisnis | Senin, 29 Juni 2026 | 17:15 WIB

×