Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Akankah Hilirisasi Nikel Bisa Bawa RI jadi Negara Maju?

Mohammad Fadil Djailani | Suara.com

Jum'at, 27 Juni 2025 | 13:09 WIB
Akankah Hilirisasi Nikel Bisa Bawa RI jadi Negara Maju?
Ilustrasi Nikel. Foto Antara.

Suara.com - Pemerintah Indonesia kian serius tancap gas dalam memperkuat cengkeramannya di ekosistem industri baterai kendaraan listrik (EV). Saat ini sejumlah kebijakan yang mendukung industri ini telah disiapkan.

Melalui strategi hilirisasi nikel yang ambisius, Indonesia tak hanya mendukung transisi menuju energi bersih, tetapi juga memancang target besar untuk menjadi negara industri maju.

Langkah ini sejalan dengan komitmen Net Zero Emission 2060, di mana pengembangan industri baterai dan kendaraan listrik menjadi pilar utama dalam transisi energi nasional.

Inisiatif hilirisasi nikel, yang digagas sejak era Presiden Joko Widodo dan kini dilanjutkan oleh Presiden Prabowo Subianto, diyakini akan menjadi motor penggerak transformasi ekonomi Indonesia. Jika program ini dijalankan secara menyeluruh dari hulu hingga hilir, hingga menghasilkan produk akhir seperti baterai, Indonesia tidak hanya akan meningkatkan daya saing industri nasional tetapi juga membuka jalan menuju status negara maju berbasis energi bersih. 

Pengamat ekonomi energi dari Universitas Gadjah Mada (UGM), Fahmy Radhi, optimistis bahwa hilirisasi yang dilanjutkan dengan industrialisasi akan memperbesar peluang Indonesia untuk mengambil peran strategis di pasar global.

"Selama ini kan Indonesia mengandalkan konsumsi gitu ya. Kalau manufaktur yang tadi berkembang karena adanya industrialisasi, maka di dalam kemungkinan Indonesia akan menjadi negara maju, negara yang berbasis pada industri," ujar Fahmy, Jumat (27/6/2025).

Fahmy menekankan pentingnya investasi yang tidak berhenti hanya pada tahap pembangunan smelter. Dirinya pun menyerukan agar investasi sektir ini terus berlanjut hingga tahap akhir, seperti pembuatan baterai atau bahkan kendaraan listrik itu sendiri.

Selain itu, Fahmy juga menyoroti pentingnya transfer teknologi sebagai bagian tak terpisahkan dari strategi jangka panjang yang telah dicanangkan.

“Kalau misalnya tenaga kerja kita belum memenuhi syarat tadi, maka harus ada kesepakatan tentang transfer of technology. Paling tidak lima tahun itu proses, nah lima tahun yang kedua tenaga kerja Indonesia sudah mampu sendiri untuk menghasilkan baterai listrik," ucapnya, menyoroti pentingnya peningkatan kapasitas SDM lokal.

Hilirisasi nikel, lanjut Fahmy, bisa membawa sejumlah manfaat strategis bagi Indonesia dengan meningkatkan nilai tambah dalam negeri, menarik investasi asing, membuka lapangan kerja, serta memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok industri baterai dunia.

Sehingga kata Fahmy dengan cadangan nikel dan mineral penting lainnya yang melimpah, Indonesia berada di posisi ideal dan cukup strategis untuk menjadi pemain utama dalam energi hijau global. 

Secara terpisah, Pengamat Ekonomi dari Universitas Indonesia (UI), Toto Pranoto, turut mengamini bahwa hilirisasi nikel yang dimulai pada kepemimpinan Jokowi telah memberikan kontribusi yang cukup besar bagi pendapatan negara. "Hilirisasi nikel jelas memberikan kontribusi positif bagi pendapatan negara," ujar Toto.

Namun demikian, Toto juga memberikan peringatan penting. Ia mengingatkan bahwa pertumbuhan industri ini harus dibarengi dengan tata kelola yang baik dan perhatian serius terhadap dampak lingkungan serta manfaat bagi ekonomi lokal.

"Hal tersebut perlu dilakukan untuk memastikan tidak ada manipulasi yang berakibat kepada kerugian negara," tegas Toto, menekankan perlunya transparansi dan akuntabilitas agar potensi besar ini tidak disalahgunakan.

Dengan cadangan nikel yang melimpah dan komitmen kuat dari pemerintah, Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi raksasa di industri energi hijau global. Namun, kesuksesan jangka panjang akan sangat bergantung pada implementasi yang cermat, investasi yang berkelanjutan hingga hilir, transfer teknologi yang efektif, dan yang terpenting, tata kelola yang bersih dan bertanggung jawab.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bahas Hilirisasi Kemenyan, Wapres Gibran Diolok-olok Bak Anak Sekolah Imbas 5 Kali Ucap Kalimat Ini

Bahas Hilirisasi Kemenyan, Wapres Gibran Diolok-olok Bak Anak Sekolah Imbas 5 Kali Ucap Kalimat Ini

News | Kamis, 26 Juni 2025 | 15:51 WIB

Surga Terakhir di Bumi yang Hilang: Ketika Raja Ampat Dikepung Tambang

Surga Terakhir di Bumi yang Hilang: Ketika Raja Ampat Dikepung Tambang

Your Say | Rabu, 25 Juni 2025 | 12:27 WIB

Aktivis Penolak Tambang Raja Ampat Dicap Wahabi, Ferry Irwandi Skakmat Gus Ulil: Sesat Pikir!

Aktivis Penolak Tambang Raja Ampat Dicap Wahabi, Ferry Irwandi Skakmat Gus Ulil: Sesat Pikir!

News | Sabtu, 21 Juni 2025 | 09:28 WIB

Terkini

Serbu Promo Superindo Weekend, Ada Beli 1 Gratis 1 Minyak Goreng sampai Produk Bayi

Serbu Promo Superindo Weekend, Ada Beli 1 Gratis 1 Minyak Goreng sampai Produk Bayi

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 19:43 WIB

Harga Minyak Terus Naik, DEN: Pembatasan BBM Akan Berdasarkan CC dan Jenis Kendaraan

Harga Minyak Terus Naik, DEN: Pembatasan BBM Akan Berdasarkan CC dan Jenis Kendaraan

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 19:27 WIB

Pasar Properti Ditopang Rumah Kecil dan Menengah

Pasar Properti Ditopang Rumah Kecil dan Menengah

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 18:40 WIB

Dari Piutang hingga Tata Kelola, Ini PR Besar Perusahaan Sebelum IPO

Dari Piutang hingga Tata Kelola, Ini PR Besar Perusahaan Sebelum IPO

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 17:55 WIB

Tarif Listrik Tak Naik sejak 2022, Kok Tagihan Bisa Membengkak?

Tarif Listrik Tak Naik sejak 2022, Kok Tagihan Bisa Membengkak?

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 17:50 WIB

QRIS Masuk Sektor Logistik, UMKM Agen Paket Ikut Kecipratan Manfaat

QRIS Masuk Sektor Logistik, UMKM Agen Paket Ikut Kecipratan Manfaat

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 17:39 WIB

India Akhirnya Naikkan Harga BBM Setelah 4 Tahun Bertahan

India Akhirnya Naikkan Harga BBM Setelah 4 Tahun Bertahan

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 17:32 WIB

Begini Ramalan Nilai Tukar Rupiah dalam Waktu Dekat, Bisa Tembus Rp 20.000?

Begini Ramalan Nilai Tukar Rupiah dalam Waktu Dekat, Bisa Tembus Rp 20.000?

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 17:24 WIB

Pemerintah Klaim Potensi Resesi RI Lebih Rendah dari AS, Jepang, dan Kanada

Pemerintah Klaim Potensi Resesi RI Lebih Rendah dari AS, Jepang, dan Kanada

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 17:10 WIB

Bukan Belanja Pemerintah, Purbaya Klaim Konsumsi Rumah Tangga Dorong Ekonomi Tumbuh 5,61%

Bukan Belanja Pemerintah, Purbaya Klaim Konsumsi Rumah Tangga Dorong Ekonomi Tumbuh 5,61%

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 17:00 WIB