Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.772.000
Beli Rp2.632.000
IHSG 6.723,320
LQ45 657,880
Srikehati 323,518
JII 437,887
USD/IDR 17.491

Meski Global Gonjang-ganjing, Neraca Perdagangan Indonesia Sudah Untung 61 Kali

Mohammad Fadil Djailani | Suara.com

Selasa, 01 Juli 2025 | 12:54 WIB
Meski Global Gonjang-ganjing, Neraca Perdagangan Indonesia Sudah Untung 61 Kali
Suasana bongkar-muat peti kemas di Jakarta International Container Terminal, Tanjung Priok, Jakarta, Jumat (11/4/2025). [Suara.com/Alfian Winanto]

Suara.com - Di tengah ketidakpastian ekonomi global yang masih membayangi, Indonesia kembali menorehkan prestasi gemilang dalam neraca perdagangannya. 

Badan Pusat Statistik (BPS) hari ini Selasa (1/7/2025) mengumumkan bahwa neraca perdagangan Indonesia telah mencetak surplus selama 61 bulan berturut-turut, sebuah pencapaian yang luar biasa sejak Mei 2020. 

Data terbaru hingga Mei 2025 menunjukkan performa ekspor yang impresif, jauh melampaui impor, mengukuhkan posisi Indonesia sebagai negara yang resilient di kancah perdagangan internasional.

Total nilai ekspor Indonesia sepanjang periode Januari hingga Mei 2025 sukses menembus angka US$111,98 miliar. Angka ini melonjak signifikan sebesar 6,98 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2024, sebuah sinyal kuat akan daya saing produk-produk nasional di pasar global. 

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat ekspor Indonesia sepanjang Januari hingga Mei 2025, mencetak kenaikan signifikan dan berkontribusi pada surplus neraca perdagangan yang kuat.
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat ekspor Indonesia sepanjang Januari hingga Mei 2025, mencetak kenaikan signifikan dan berkontribusi pada surplus neraca perdagangan yang kuat.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Pudji Ismartini, dalam konferensi persnya menjelaskan bahwa kontribusi utama kenaikan nilai ekspor datang dari industri pengolahan sebesar 12 persen.

"Nilai ekspor total, migas dan nonmigas tercatat US$111,98 miliar," ujar Pudji Ismartini.

Dia menjelaskan bahwa sektor nonmigas menjadi tulang punggung utama peningkatan ini.

Ekspor nonmigas mencatat nilai US$106,06 miliar, naik impresif 8,22 persen. Ini membuktikan bahwa produk-produk manufaktur dan komoditas non-minyak dan gas Indonesia semakin diminati dan mampu bersaing di panggung dunia.

Secara spesifik, kinerja ekspor pada bulan Mei 2025 saja menunjukkan angka yang sangat memuaskan. Total nilai ekspor tercatat sebesar US$24,61 miliar, meningkat 9,68 persen dibandingkan Mei 2024 yang hanya US22,44 miliar. Bahkan, ekspor nonmigas pada bulan Mei tumbuh lebih tinggi lagi, mencapai US$23,50 miliar atau melonjak 11,80 persen dibanding Mei tahun lalu. 

Angka-angka ini tidak hanya mengindikasikan momentum pertumbuhan ekspor yang berkelanjutan, tetapi juga keberhasilan diversifikasi pasar dan produk Indonesia.

Meskipun sektor pertambangan dan lainnya mengalami penurunan sebesar 27,07 persen dengan nilai US14,66 miliar, sektor pertanian, kehutanan dan perikanan menunjukkan pertumbuhan yang sangat membanggakan. Nilai ekspor dari sektor ini tercatat sebesar US$2,8 miliar, tumbuh fantastis hingga 49,82 persen. Ini menyoroti potensi besar sektor primer Indonesia yang terus berkembang dan memberikan kontribusi signifikan terhadap pendapatan negara. 

"Total nilai ekspor mengalami kenaikan secara tahunan, utamanya didorong oleh peningkatan ekspor nonmigas," jelas Pudji Ismartini, menegaskan kembali peran krusial sektor nonmigas dalam menjaga stabilitas neraca perdagangan.

Di sisi lain, impor Indonesia juga menunjukkan tren peningkatan yang terkendali, merefleksikan aktivitas ekonomi domestik yang sehat dan kebutuhan akan bahan baku serta barang modal untuk mendukung produksi. Nilai impor sepanjang Januari-Mei 2025 mencapai US$96,60 miliar, naik 5,45 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Impor nonmigas juga tumbuh 7,92 persen menjadi US$82,96 miliar, menunjukkan dinamika positif dalam pasokan domestik.

Untuk bulan Mei 2025 sendiri, nilai impor tercatat sebesar US$20,31 miliar, naik 4,14 persen dari Mei 2024, dengan impor nonmigas naik 5,44 persen menjadi US$17,67 miliar. Peningkatan impor ini didorong oleh naiknya impor barang modal yang mencapai US$18,82 miliar, atau naik 17,67 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. 

Pudji Ismartini menyebut bahwa impor barang modal memberikan andil peningkatan sebesar 3,08 persen, menandakan investasi dan ekspansi industri di dalam negeri yang terus berjalan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

5 Bulan Pertama 2025, Ekspor Indonesia Melonjak 6,98 Persen

5 Bulan Pertama 2025, Ekspor Indonesia Melonjak 6,98 Persen

Bisnis | Selasa, 01 Juli 2025 | 12:38 WIB

Tom Lembong Ungkap Perintah Jokowi Soal Harga Pangan di Sidang Korupsi Gula

Tom Lembong Ungkap Perintah Jokowi Soal Harga Pangan di Sidang Korupsi Gula

News | Senin, 30 Juni 2025 | 19:23 WIB

JPU Mulai Susun Dakwaan, Tiga Hakim Penerima Suap Putusan Lepas Korupsi CPO Segera Diadili

JPU Mulai Susun Dakwaan, Tiga Hakim Penerima Suap Putusan Lepas Korupsi CPO Segera Diadili

News | Senin, 30 Juni 2025 | 18:06 WIB

Terkini

Upaya Damai AS - Iran Mandek, Harga Minyak Dunia Naik Kembali

Upaya Damai AS - Iran Mandek, Harga Minyak Dunia Naik Kembali

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 08:36 WIB

Produk Tembakau Alternatif Makin Dilirik, Akademisi Bicara Soal Harm Reduction

Produk Tembakau Alternatif Makin Dilirik, Akademisi Bicara Soal Harm Reduction

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 08:28 WIB

Harga Minyak Mentah Kembali Melambung, Ancaman Perang AS-Iran Bikin Pasar Panik!

Harga Minyak Mentah Kembali Melambung, Ancaman Perang AS-Iran Bikin Pasar Panik!

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 08:25 WIB

Libur Panjang, Trafik Penumpang-Kendaraan di Merak-Bakauheni Membludak

Libur Panjang, Trafik Penumpang-Kendaraan di Merak-Bakauheni Membludak

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 08:13 WIB

OJK Sebut Ada Bank Syariah yang Buka di Tahun 2026, Ini Bocorannya

OJK Sebut Ada Bank Syariah yang Buka di Tahun 2026, Ini Bocorannya

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 07:57 WIB

IHSG Dibayangi Aksi Jual Asing Rp1,35 Triliun, Saham-saham di Asia Ikut Rontok

IHSG Dibayangi Aksi Jual Asing Rp1,35 Triliun, Saham-saham di Asia Ikut Rontok

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 07:55 WIB

Wall Street Rontok Setelah Pertemuan Donald Trump dengan Xi Jinping

Wall Street Rontok Setelah Pertemuan Donald Trump dengan Xi Jinping

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 07:48 WIB

DPR Sebut Hanya Orang Kaya yang 'Pakai Dolar', Data BPS Justru Berkata Lain

DPR Sebut Hanya Orang Kaya yang 'Pakai Dolar', Data BPS Justru Berkata Lain

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 07:46 WIB

IHSG Bakal Tertekan Konflik Global, Simak Rekomendasi Saham yang Cocok Hari Ini

IHSG Bakal Tertekan Konflik Global, Simak Rekomendasi Saham yang Cocok Hari Ini

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 07:17 WIB

Harga Emas Berpotensi Melemah saat Kurs Rupiah Anjlok, Ini Penyebabnya

Harga Emas Berpotensi Melemah saat Kurs Rupiah Anjlok, Ini Penyebabnya

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 06:40 WIB