Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.790.000
Beli Rp2.665.000
IHSG 6.127,381
LQ45 611,168
Srikehati 300,000
JII 381,954
USD/IDR 17.878

Bukan Sekadar Baterai EV, Nikel Pegang Peran Krusial dalam Industri Global

M Nurhadi

Rabu, 02 Juli 2025 | 10:00 WIB
Bukan Sekadar Baterai EV, Nikel Pegang Peran Krusial dalam Industri Global
Smelter RKEF Harita Nickel (Dok: Harita Nickel)

Suara.com - Nikel selama ini sering dibingkai dalam narasi besar transisi energi, terutama sebagai bahan utama baterai kendaraan listrik (electric vehicle/EV). Namun, pemanfaatan logam ini jauh lebih kompleks dan strategis daripada sekadar pengisi sel baterai. Fakta menunjukkan bahwa lebih dari dua pertiga nikel dunia justru diserap oleh industri baja tahan karat (stainless steel), bukan industri otomotif berbasis listrik.

Menurut data dari International Nickel Study Group (2023), sekitar 70% konsumsi nikel global digunakan dalam pembuatan stainless steel. Logam ini sangat penting untuk memberikan kekuatan, ketahanan korosi, dan umur panjang pada baja tahan karat, menjadikannya krusial dalam sektor konstruksi, peralatan dapur, hingga arsitektur modern.

Tak hanya itu, sekitar 8–10% nikel digunakan untuk paduan logam super (superalloys) yang diperlukan dalam industri penerbangan dan pertahanan. Sementara industri pelapisan logam (electroplating) menyerap 6–8% nikel untuk membuat permukaan logam tahan karat dan lebih estetis—umumnya digunakan pada barang elektronik, otomotif, hingga perhiasan.

Adapun sektor baterai EV, meskipun menjadi sorotan utama media global, baru menggunakan sekitar 7–10% nikel global, meskipun tren ini terus meningkat seiring dorongan dekarbonisasi. Hal ini diperkuat oleh riset International Energy Agency (IEA, 2022) yang mencatat bahwa permintaan nikel dari sektor energi akan meningkat tiga kali lipat pada 2040, tetapi dominasi pemanfaatan nikel tetap berada di luar industri baterai.

MG Motor dan UABS Kolaborasi Memulai Produksi Baterai Kendaraan Listrik di Indonesia. (Foto: SUARA.com/Manuel Jeghesta)
Ilustrasi baterai kendaraan listrik. (Foto: SUARA.com/Manuel Jeghesta)

Selain itu, nikel juga memiliki peranan penting dalam industri kimia dan katalis pada proses penyulingan minyak dan gas, yang menyerap sekitar 3–5% dari total produksi. Bahkan dalam konteks pertahanan dan teknologi tinggi, nikel digunakan dalam komponen alat nuklir, sensor suhu tinggi, dan perangkat elektronik presisi tinggi.

Di balik deretan angka dan industri tersebut, Indonesia memegang peranan vital sebagai produsen nikel terbesar dunia. Menurut laporan US Geological Survey (2023), Indonesia menghasilkan lebih dari 1,6 juta metrik ton nikel per tahun, atau sekitar 50% dari total pasokan dunia.

Sebagai produsen nikel terbesar dunia, Indonesia tidak hanya unggul dalam hal cadangan, tetapi juga dalam pengembangan teknologi pengolahan bijih nikel yang semakin terintegrasi.

Salah satu teknologi yang menjadi tulang punggung hilirisasi nikel nasional adalah Rotary Kiln-Electric Furnace (RKEF), yang digunakan untuk mengolah bijih nikel laterit berkadar tinggi (saprolit) menjadi nickel pig iron (NPI) dan feronikel. Teknologi RKEF terbukti efisien untuk produksi skala besar dan menjadi pilihan utama bagi smelter-smelter nikel di kawasan Indonesia timur seperti Sulawesi dan Maluku Utara, menggarisbawahi peran dominan nikel dalam industri baja tahan karat global. Sementara, Feronikel adalah paduan besi dan nikel yang dimanfaatkan dalam pembuatan baja, terutama baja tahan karat atau stainless steel. Proses RKEF mengubah bijih nikel (saprolit) menjadi feronikel dengan memanfaatkan panas tinggi. Sebagai tambahan, dalam mengolah bijih laterit kadar rendah (limonit), digunakan teknologi High Pressure Acid Leaching (HPAL) untuk kebutuhan baterai lithium-ion.

Lebih jauh, RKEF yang kini salah satunya sudah diterapkan di Harita Nickel dalam produksi feronikel, seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, dilakukan dengan memanaskan bijih saprolit dalam tanur putar (rotary kiln) yang bertujuan menghilangkan kandungan air dan zat volatil, sebelum dilebur dalam tungku listrik (electric furnace) guna menghasilkan logam nikel mentah berkandungan tinggi. Metode ini terbukti efisien untuk produksi skala besar.

Zhang dkk dalam risetnya yang dipublikasikan di Journal of Sustainable Metallurgy, teknologi RKEF mampu menghasilkan efisiensi pemrosesan yang tinggi dan relatif stabil dari sisi energi dan emisi, menjadikannya cocok untuk keperluan ekspor maupun kebutuhan industri domestik baja tahan karat. Industri besar seperti Harita Nickel, Vale Indonesia, Tsingshan, PT Virtue Dragon Nickel Industry (VDNI), dan PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) telah mengadopsi metode ini dalam skala kawasan industri.

Meski kompleks dan mahal, teknologi ini penting dalam mendukung transisi energi global. Namun, volumenya masih terbatas dan lebih terkonsentrasi pada proyek-proyek yang mendapat dukungan dari mitra teknologi global.

Di tengah upaya hilirisasi ini, Vale Indonesia dan Harita Nickel jadi dua diantara sekian banyak perusahaan yang sudah mengintegrasikan RKEF dan HPAL secara strategis. Dengan pendekatan teknologi yang adaptif serta komitmen terhadap ESG, industri nikel Indonesia, yang selama ini dianggap sebagai penyokong revolusi teknologi baterai, sebenarnya telah lebih dahulu menopang sektor infrastruktur dan manufaktur dunia melalui stainless steel.

Kini, dengan RKEF dan HPAL sebagai tulang punggung hilirisasi, Indonesia tidak sekadar menggali kekayaan alam, tapi juga membangun fondasi industrialisasi berkelanjutan yang semakin diakui dunia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bahlil Ungkap Keuntungan RI Punya Pabrik Baterai Kendaraan Listrik Terbesar di Asia Tenggara

Bahlil Ungkap Keuntungan RI Punya Pabrik Baterai Kendaraan Listrik Terbesar di Asia Tenggara

Bisnis | Senin, 30 Juni 2025 | 08:51 WIB

Smelter Nikel MMP Resmi Beroperasi, Cetak 1.000 Lapangan Kerja dan Dorong Industri EV

Smelter Nikel MMP Resmi Beroperasi, Cetak 1.000 Lapangan Kerja dan Dorong Industri EV

Bisnis | Minggu, 29 Juni 2025 | 11:52 WIB

Setelah Larangan Ekspor Nikel, Indonesia Siap Jadi Pusat Baterai Dunia

Setelah Larangan Ekspor Nikel, Indonesia Siap Jadi Pusat Baterai Dunia

Bisnis | Sabtu, 28 Juni 2025 | 15:14 WIB

SOS Maluku Utara: Senator Minta Prabowo Selamatkan Lingkungan dari Tambang Nikel yang Merusak

SOS Maluku Utara: Senator Minta Prabowo Selamatkan Lingkungan dari Tambang Nikel yang Merusak

News | Sabtu, 28 Juni 2025 | 01:33 WIB

Perusahaan Tambang PT Wana Kencana Mineral Dituding Beroperasi Ilegal di Malut

Perusahaan Tambang PT Wana Kencana Mineral Dituding Beroperasi Ilegal di Malut

News | Jum'at, 27 Juni 2025 | 23:44 WIB

Perang Tarif AS-China Dorong RI Jadi Pusat Manufaktur dan Rantai Pasok Global

Perang Tarif AS-China Dorong RI Jadi Pusat Manufaktur dan Rantai Pasok Global

Bisnis | Jum'at, 27 Juni 2025 | 13:38 WIB

Terkini

Dolar 'Cekik' UMKM: Harga Kedelai Tembus Rp545 Ribu, Perajin Tahu Tempe Terpaksa 'Sunat' Ukuran

Dolar 'Cekik' UMKM: Harga Kedelai Tembus Rp545 Ribu, Perajin Tahu Tempe Terpaksa 'Sunat' Ukuran

Bisnis | Sabtu, 30 Mei 2026 | 20:00 WIB

Putra SBY Jadi Bos Komite Kereta Cepat, Purbaya, Rosan hingga Nusron Wahid Jadi Anak Buah

Putra SBY Jadi Bos Komite Kereta Cepat, Purbaya, Rosan hingga Nusron Wahid Jadi Anak Buah

Bisnis | Sabtu, 30 Mei 2026 | 17:45 WIB

Influencer hingga Selebgram Tak Bisa Lagi Nikmati Pajak UMKM 0,5%

Influencer hingga Selebgram Tak Bisa Lagi Nikmati Pajak UMKM 0,5%

Bisnis | Sabtu, 30 Mei 2026 | 17:18 WIB

Aturan Pajak Purbaya Makin Ketat, PP Baru Siap Kuras Kantong UMKM Beromzet Miliaran

Aturan Pajak Purbaya Makin Ketat, PP Baru Siap Kuras Kantong UMKM Beromzet Miliaran

Bisnis | Sabtu, 30 Mei 2026 | 16:49 WIB

Tok! Pemerintah Coret Influencer dan Selebgram dari Daftar PPh Final UMKM 0,5 Persen

Tok! Pemerintah Coret Influencer dan Selebgram dari Daftar PPh Final UMKM 0,5 Persen

Bisnis | Sabtu, 30 Mei 2026 | 16:15 WIB

Rupiah Terus Terpuruk, Djarot PDIP: Rakyat Desa Tak Pakai Dolar tapi Harga Sembako Melambung Tinggi!

Rupiah Terus Terpuruk, Djarot PDIP: Rakyat Desa Tak Pakai Dolar tapi Harga Sembako Melambung Tinggi!

Bisnis | Sabtu, 30 Mei 2026 | 14:28 WIB

BTN Kucurkan Kredit Rp1,5 Triliun ke Pindad, Sokong Produksi Maung MV3 Hingga Amunisi

BTN Kucurkan Kredit Rp1,5 Triliun ke Pindad, Sokong Produksi Maung MV3 Hingga Amunisi

Bisnis | Sabtu, 30 Mei 2026 | 12:55 WIB

Rupiah Sekarat Menuju Rp18.000: Kebijakan BI Dinilai Terlambat Jinakkan Bom Waktu Fiskal dan Global

Rupiah Sekarat Menuju Rp18.000: Kebijakan BI Dinilai Terlambat Jinakkan Bom Waktu Fiskal dan Global

Bisnis | Sabtu, 30 Mei 2026 | 12:54 WIB

Sindir Jakarta Sibuk Urus IHSG, Andi Widjajanto: Di Jogja Kami Mikir Republik!

Sindir Jakarta Sibuk Urus IHSG, Andi Widjajanto: Di Jogja Kami Mikir Republik!

Bisnis | Sabtu, 30 Mei 2026 | 12:38 WIB

Harga Kakao Melonjak Tajam Efek Selat Hormuz Ditutup, Kemendag Rilis Patokan Baru

Harga Kakao Melonjak Tajam Efek Selat Hormuz Ditutup, Kemendag Rilis Patokan Baru

Bisnis | Sabtu, 30 Mei 2026 | 12:16 WIB