Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.760.000
Beli Rp2.630.000
IHSG 6.318,500
LQ45 630,677
Srikehati 317,136
JII 401,976
USD/IDR 17.600

APBN Bakal Tekor Imbas Beban Subsidi Listrik Terus Melonjak

Achmad Fauzi | Suara.com

Kamis, 03 Juli 2025 | 08:10 WIB
APBN Bakal Tekor Imbas Beban Subsidi Listrik Terus Melonjak
Petugas mengecek meteran listrik di Rusun Bendungan Hilir, Jakarta, Selasa (10/6/2025). [Suara.com/Alfian Winanto]

Suara.com - Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) diperkirakan mendapat tekanan berat akibat membengkaknya subsidi listrik. Pasalnya, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memproyeksikan besaran subsidi listrik akan melonjak tahun ini.

Awalnya, subsidi listrik dalam pagu APBN 2025 ditetapkan sebesar Rp 87,71 triliun.

Namun, Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM, Jisman Hutajulu, dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi VII DPR RI, Senin, 1 Juli lalu, mengungkapkan subsidi tersebut diperkirakan naik menjadi Rp 90,32 triliun.

“Memang ini dipicu oleh parameter yang tidak bisa dikendalikan. Jadi, ya, kurs ini memang sangat menentukan karena terus naik. Sehingga ada kenaikan di sisi lain,” kata Jisman dalam RDP tersebut.

Dalam penentuan tarif listrik, terdapat tiga faktor utama yang memengaruhi, namun nilai tukar rupiah terhadap dolar AS menjadi faktor paling berdampak, mengingat sebagian besar komponen pembangkit listrik dan bahan bakarnya diimpor.

Petugas mengontrol meteran listrik di Rumah Susun Benhil, Jakarta, Jumat (6/11).
Petugas mengontrol meteran listrik di Rumah Susun Benhil, Jakarta, Jumat (6/11).

Saat ini, kurs rupiah terus melemah hingga menembus level Rp 16.200 per USD. Akibatnya, biaya operasional untuk memproduksi listrik turut meningkat.

Selain itu, inflasi juga menjadi faktor penting karena dapat memengaruhi biaya operasional, seperti pemeliharaan jaringan, gaji pegawai, dan operasional pendukung lainnya.

Pengamat Energi dari Universitas Gadjah Mada (UGM), Fahmy Radhi, menyatakan pemerintah memang tidak memiliki banyak pilihan selain menambah beban subsidi listrik, karena tiga variabel tersebut berada di luar kendali pemerintah.

“Ya, kalau harga pokok penyediaan listrik yang dipengaruhi oleh tiga variabel tadi tidak bisa dikontrol, maka ketika terjadi kenaikan, otomatis harga pokok naik, kurs naik, dan kalau tarif tidak dinaikkan, maka beban subsidi akan naik,” jelas Fahmy saat dihubungi Suara.com.

Anggaran Selalu Naik

Dari tahun ke tahun, anggaran subsidi listrik memang terus meningkat. Dalam paparannya, Jisman menyebut pada 2020 subsidi listrik tercatat sebesar Rp 48 triliun, naik menjadi Rp 50 triliun pada 2021.

Selanjutnya, pada 2022 subsidi melonjak menjadi Rp 59 triliun, naik lagi menjadi Rp 68 triliun pada 2023, dan pada 2024 mencapai Rp 77 triliun.

Menurut Fahmy, tidak ada cara cepat bagi pemerintah untuk mengurangi beban subsidi listrik. Salah satu solusi jangka panjang adalah mengalihkan sistem energi ke energi baru dan terbarukan (EBT).

Namun demikian, proses transisi tersebut membutuhkan waktu lama, bisa mencapai puluhan tahun. Oleh karena itu, subsidi listrik masih menjadi instrumen penting untuk menjaga daya beli masyarakat.

"Saya kira memang penting sekali beralih ke EBT. Bukan hanya untuk menekan subsidi, tapi juga demi menggunakan energi yang lebih bersih. Tapi migrasi ke energi baru dan terbarukan itu tidak mudah dan memerlukan waktu lama. Bahkan, untuk pensiun dini pembangkit saja butuh waktu 10–15 tahun. Artinya, program migrasi ke EBT baru bisa diandalkan untuk mengurangi subsidi dalam jangka panjang," ujar Fahmy.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bahlil Ngadu ke DPR Susah Tidur Gara-gara Lifting Minyak

Bahlil Ngadu ke DPR Susah Tidur Gara-gara Lifting Minyak

Bisnis | Rabu, 02 Juli 2025 | 14:36 WIB

KKKS Wajib Beli Minyak Produksi Sumur Rakyat: Pemerintah Kasih Insentif Harga 80 Persen

KKKS Wajib Beli Minyak Produksi Sumur Rakyat: Pemerintah Kasih Insentif Harga 80 Persen

Bisnis | Rabu, 02 Juli 2025 | 12:57 WIB

Bukan Sekadar Baterai EV, Nikel Pegang Peran Krusial dalam Industri Global

Bukan Sekadar Baterai EV, Nikel Pegang Peran Krusial dalam Industri Global

Bisnis | Rabu, 02 Juli 2025 | 10:00 WIB

Terkini

Danantara Minta Pengusaha Tenang, Kontrak Ekspor Tak Diutak-atik

Danantara Minta Pengusaha Tenang, Kontrak Ekspor Tak Diutak-atik

Bisnis | Kamis, 21 Mei 2026 | 20:24 WIB

IHSG Rontok Gegara Danantara Sumberdaya? Ini Jawaban Pandu Sjahrir

IHSG Rontok Gegara Danantara Sumberdaya? Ini Jawaban Pandu Sjahrir

Bisnis | Kamis, 21 Mei 2026 | 20:07 WIB

Emiten CRSN Bidik Pendapatan Naik 22%, Begini Strateginya

Emiten CRSN Bidik Pendapatan Naik 22%, Begini Strateginya

Bisnis | Kamis, 21 Mei 2026 | 19:49 WIB

Kemenko Perekonomian Bidik Sektor Digital demi Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen

Kemenko Perekonomian Bidik Sektor Digital demi Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen

Bisnis | Kamis, 21 Mei 2026 | 19:34 WIB

Emiten Grup Djarum SUPR Lebih Pilih Cabut dari Bursa Ketimbang Free Float

Emiten Grup Djarum SUPR Lebih Pilih Cabut dari Bursa Ketimbang Free Float

Bisnis | Kamis, 21 Mei 2026 | 19:11 WIB

Kemendag Klaim Ekspor Produk Kreatif RI Tumbuh Positif

Kemendag Klaim Ekspor Produk Kreatif RI Tumbuh Positif

Bisnis | Kamis, 21 Mei 2026 | 19:10 WIB

Menteri UMKM Dibuat Kesal TikTok Shop, Ini Alasannya

Menteri UMKM Dibuat Kesal TikTok Shop, Ini Alasannya

Bisnis | Kamis, 21 Mei 2026 | 19:04 WIB

Asing Kabur Bawa Dana Rp 51,42 T dari Pasar Saham Hari Ini, ANTM Paling Banyak

Asing Kabur Bawa Dana Rp 51,42 T dari Pasar Saham Hari Ini, ANTM Paling Banyak

Bisnis | Kamis, 21 Mei 2026 | 18:54 WIB

Pemerintah Resmi Perpanjang Kebijakan WFH 2 Bulan Imbas Perang AS vs Iran

Pemerintah Resmi Perpanjang Kebijakan WFH 2 Bulan Imbas Perang AS vs Iran

Bisnis | Kamis, 21 Mei 2026 | 18:34 WIB

Impor Minyak Rusia Tanpa Pertamina, Pemerintah Siapkan BLU Khusus

Impor Minyak Rusia Tanpa Pertamina, Pemerintah Siapkan BLU Khusus

Bisnis | Kamis, 21 Mei 2026 | 18:25 WIB