Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

APBN Bakal Tekor Imbas Beban Subsidi Listrik Terus Melonjak

Achmad Fauzi

Kamis, 03 Juli 2025 | 08:10 WIB
APBN Bakal Tekor Imbas Beban Subsidi Listrik Terus Melonjak
Petugas mengecek meteran listrik di Rusun Bendungan Hilir, Jakarta, Selasa (10/6/2025). [Suara.com/Alfian Winanto]

Suara.com - Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) diperkirakan mendapat tekanan berat akibat membengkaknya subsidi listrik. Pasalnya, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memproyeksikan besaran subsidi listrik akan melonjak tahun ini.

Awalnya, subsidi listrik dalam pagu APBN 2025 ditetapkan sebesar Rp 87,71 triliun.

Namun, Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM, Jisman Hutajulu, dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi VII DPR RI, Senin, 1 Juli lalu, mengungkapkan subsidi tersebut diperkirakan naik menjadi Rp 90,32 triliun.

“Memang ini dipicu oleh parameter yang tidak bisa dikendalikan. Jadi, ya, kurs ini memang sangat menentukan karena terus naik. Sehingga ada kenaikan di sisi lain,” kata Jisman dalam RDP tersebut.

Dalam penentuan tarif listrik, terdapat tiga faktor utama yang memengaruhi, namun nilai tukar rupiah terhadap dolar AS menjadi faktor paling berdampak, mengingat sebagian besar komponen pembangkit listrik dan bahan bakarnya diimpor.

Petugas mengontrol meteran listrik di Rumah Susun Benhil, Jakarta, Jumat (6/11).
Petugas mengontrol meteran listrik di Rumah Susun Benhil, Jakarta, Jumat (6/11).

Saat ini, kurs rupiah terus melemah hingga menembus level Rp 16.200 per USD. Akibatnya, biaya operasional untuk memproduksi listrik turut meningkat.

Selain itu, inflasi juga menjadi faktor penting karena dapat memengaruhi biaya operasional, seperti pemeliharaan jaringan, gaji pegawai, dan operasional pendukung lainnya.

Pengamat Energi dari Universitas Gadjah Mada (UGM), Fahmy Radhi, menyatakan pemerintah memang tidak memiliki banyak pilihan selain menambah beban subsidi listrik, karena tiga variabel tersebut berada di luar kendali pemerintah.

“Ya, kalau harga pokok penyediaan listrik yang dipengaruhi oleh tiga variabel tadi tidak bisa dikontrol, maka ketika terjadi kenaikan, otomatis harga pokok naik, kurs naik, dan kalau tarif tidak dinaikkan, maka beban subsidi akan naik,” jelas Fahmy saat dihubungi Suara.com.

baca juga

Anggaran Selalu Naik

Dari tahun ke tahun, anggaran subsidi listrik memang terus meningkat. Dalam paparannya, Jisman menyebut pada 2020 subsidi listrik tercatat sebesar Rp 48 triliun, naik menjadi Rp 50 triliun pada 2021.

Selanjutnya, pada 2022 subsidi melonjak menjadi Rp 59 triliun, naik lagi menjadi Rp 68 triliun pada 2023, dan pada 2024 mencapai Rp 77 triliun.

Menurut Fahmy, tidak ada cara cepat bagi pemerintah untuk mengurangi beban subsidi listrik. Salah satu solusi jangka panjang adalah mengalihkan sistem energi ke energi baru dan terbarukan (EBT).

Namun demikian, proses transisi tersebut membutuhkan waktu lama, bisa mencapai puluhan tahun. Oleh karena itu, subsidi listrik masih menjadi instrumen penting untuk menjaga daya beli masyarakat.

"Saya kira memang penting sekali beralih ke EBT. Bukan hanya untuk menekan subsidi, tapi juga demi menggunakan energi yang lebih bersih. Tapi migrasi ke energi baru dan terbarukan itu tidak mudah dan memerlukan waktu lama. Bahkan, untuk pensiun dini pembangkit saja butuh waktu 10–15 tahun. Artinya, program migrasi ke EBT baru bisa diandalkan untuk mengurangi subsidi dalam jangka panjang," ujar Fahmy.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bahlil Ngadu ke DPR Susah Tidur Gara-gara Lifting Minyak

Bahlil Ngadu ke DPR Susah Tidur Gara-gara Lifting Minyak

Bisnis | Rabu, 02 Juli 2025 | 14:36 WIB

KKKS Wajib Beli Minyak Produksi Sumur Rakyat: Pemerintah Kasih Insentif Harga 80 Persen

KKKS Wajib Beli Minyak Produksi Sumur Rakyat: Pemerintah Kasih Insentif Harga 80 Persen

Bisnis | Rabu, 02 Juli 2025 | 12:57 WIB

Bukan Sekadar Baterai EV, Nikel Pegang Peran Krusial dalam Industri Global

Bukan Sekadar Baterai EV, Nikel Pegang Peran Krusial dalam Industri Global

Bisnis | Rabu, 02 Juli 2025 | 10:00 WIB

Terkini

Ekonom: Investor Butuh Kepastian Hukum di Indonesia, Bukan Sekedar Insentif!

Ekonom: Investor Butuh Kepastian Hukum di Indonesia, Bukan Sekedar Insentif!

Bisnis | Minggu, 05 Juli 2026 | 21:13 WIB

Ekonom Beri Peringatan Soal Kebijakan B50: Lihat Peluang yang Dikorbankan

Ekonom Beri Peringatan Soal Kebijakan B50: Lihat Peluang yang Dikorbankan

Bisnis | Minggu, 05 Juli 2026 | 20:43 WIB

Ditantang Putusan MK, Bakom Ungkap Alasan 30 Wamen Tetap Jabat Komisaris BUMN

Ditantang Putusan MK, Bakom Ungkap Alasan 30 Wamen Tetap Jabat Komisaris BUMN

Bisnis | Minggu, 05 Juli 2026 | 20:07 WIB

IHSG Berpeluang Sentuh 6.000 Pekan Depan, AVIA hingga JPFA Bisa Jadi Pilihan

IHSG Berpeluang Sentuh 6.000 Pekan Depan, AVIA hingga JPFA Bisa Jadi Pilihan

Bisnis | Minggu, 05 Juli 2026 | 19:56 WIB

BEI Usul Ubah Batas Auto Rejection Saham, Simak Aturan Terbarunya

BEI Usul Ubah Batas Auto Rejection Saham, Simak Aturan Terbarunya

Bisnis | Minggu, 05 Juli 2026 | 19:46 WIB

Harga Minyak Dunia Bakal Turun Besar-besaran, 'Tandanya' Sudah Muncul

Harga Minyak Dunia Bakal Turun Besar-besaran, 'Tandanya' Sudah Muncul

Bisnis | Minggu, 05 Juli 2026 | 17:51 WIB

Jadwal Cum Date 6-7 Juli 2026 dan Daftar 19 Saham Bagi Dividen Minggu Ini

Jadwal Cum Date 6-7 Juli 2026 dan Daftar 19 Saham Bagi Dividen Minggu Ini

Bisnis | Minggu, 05 Juli 2026 | 17:41 WIB

Sambut HUT ke-28, Bank Mandiri Kembali Gelar Donor Darah Serentak di 12 Region

Sambut HUT ke-28, Bank Mandiri Kembali Gelar Donor Darah Serentak di 12 Region

Bisnis | Minggu, 05 Juli 2026 | 15:00 WIB

Bank Jago Fokus Inovasi Fitur untuk Gaet Nasabah, Gimana Kinerja Sahamnya?

Bank Jago Fokus Inovasi Fitur untuk Gaet Nasabah, Gimana Kinerja Sahamnya?

Bisnis | Minggu, 05 Juli 2026 | 14:57 WIB

BBKP Pangkas Jumlah Karyawan dan Tutup Kantor Cabang, Ini Penyebabnya

BBKP Pangkas Jumlah Karyawan dan Tutup Kantor Cabang, Ini Penyebabnya

Bisnis | Minggu, 05 Juli 2026 | 13:43 WIB

×