Dilema Penerapan Bebas Truk ODOL, Harga Pangan Berpotensi Melonjak

Achmad Fauzi | Suara.com

Senin, 07 Juli 2025 | 12:48 WIB
Dilema Penerapan Bebas Truk ODOL, Harga Pangan Berpotensi Melonjak
Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Arief Prasetyo Adi. [Suara.com/Achmad Fauzi].

Suara.com - Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas), Arief Prasetyo Adi, menyebut harga pangan bisa melambung tinggi imbas dari pemberlakuan larangan truk obesitas atau Zero Over Dimension Over Load (ODOL).

Dia menjelaskan, biaya logistik merupakan satu-kesatuan yang menentukan harga pangan. Sehingga, menurut Arief, sudah jadi konsekuensi, jika biaya logistik naik, maka berimbas pada harga barang.

"Nah memang konsekuensinya pada saat kita menertibkan kendaraan, utamanya untuk angkutan, ya konsekuensinya, cost per unitnya akan lebih tinggi," ujarnya saat ditemui di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Senin (7/7/2025).

Namun demikian, Arief menilai, di satu sisi memang keselamatan dalam perjalanan itu memang penting, apalagi membawa bahan-bahan pangan.

Para sopir truk saat menggelar aksi soal nol kelebihan muatan atau zero over dimensi over loading (ODOL) di Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Rabu (2/7/2025). [Suara.com/Alfian Winanto]
Para sopir truk saat menggelar aksi soal nol kelebihan muatan atau zero over dimensi over loading (ODOL) di Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Rabu (2/7/2025). [Suara.com/Alfian Winanto]

"Disitu kan sudah ada dimensinya, sudah ada beban maksimumnya, itu untuk keselamatan berkendara itu satu. Yang kedua, jalan-jalan itu sering rusak karena bebannya terlalu berat, ya, tidak ikut dengan regulasi," jelas dia.

Sebelumnya, Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi geram masih dengan kelakukan pengusaha truk yang mementingkan cuan dibandingkan keselamatan nyawa seseorang.

Hal ini, karena masih adanya kecelakaan akibat truk yang mengangkut barang lebih muatan atau Over Dimension Over Load (ODOL). Kecelakaan tersebut bahkan hingga menghilangkan nyawa.

Dia memberi contoh truk tronton ODOL yang tergelincri angkot di Purworejo, Jawa Tengah, mengakibat 11 orang orang tewas dan 6 lainnya luka-luka.

Menurut Menhub, pengusaha jangan hanya melihat angka saja. Sebab, dia menegaskan, nyawa seseorang tidak bisa dinilai lewat angka saja.

"Satu truk itu bisa ngambil 11 nyawa, satu bis bisa ngambil 12 nyawa. Itu rasanya buat saya enggak bisa, enggak bisa kita bandingkan nyawa. Enggak bisa kita bandingkan nyawa dengan angka," ujar Menhub.

"Apakah kita harus saksikan terus setiap hari ada yang meninggal, enggak mungkin juga. Nah ini yang ingin saya sampaikan, bahwa nyawa manusia tidak bisa kita sandingkan dengan angka," sambung dia.

Menhub kekinian bakal tegas tidak akan ada truk ODOL yang berseliweran. Dia bilang, upaya ini tidak hanya dilakukan oleh Kementerian Perhubungan (Kemenhub) saja, perlu dukungan Kementerian/Lembaga lain dan kepolisian.

Selain itu dia menghimbau para pengusaha untuk mulai sadar keselamatan dan tidak lagi mengoperasikan truk Odol. Apalagi, penegasan ODOL ini sudah mundur, yang awalnya bebas ODOL berlakuk pada tahun 2023.

"Jadi ini sudah sampai 2025, sepertinya memang sudah harus kita laksanakan. Dan pada kesempatan ini juga kami sebenarnya ingin mengibau kepada para pengguna jasa maupun pula usaha logistik ya, supaya sudah lah ini sudah terlalu banyak korban jiwa yang terjadi tidak bisa kita teruskan lagi, nyawa manusia ini terlalu berharga. Jadi kita nggak bisa selalu mengatasamakan nilai-nilai angka ya," ucap dia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Siap-siap! Bansos Beras Bakal Digelontorkan Minggu Ke-2 Juli

Siap-siap! Bansos Beras Bakal Digelontorkan Minggu Ke-2 Juli

Bisnis | Sabtu, 05 Juli 2025 | 09:44 WIB

Demo Zero ODOL, Menko Airlangga: Semua Aspirasi Kita Tampung!

Demo Zero ODOL, Menko Airlangga: Semua Aspirasi Kita Tampung!

Bisnis | Rabu, 02 Juli 2025 | 16:00 WIB

Pengusaha Jangan Nakal Kurangi Takaran Beras, Bisa Kena Pidana!

Pengusaha Jangan Nakal Kurangi Takaran Beras, Bisa Kena Pidana!

Bisnis | Senin, 30 Juni 2025 | 08:17 WIB

Terkini

Sambangi Korsel, Bahlil Hasilkan 3 Kerja Sama Strategis di Sektor Energi

Sambangi Korsel, Bahlil Hasilkan 3 Kerja Sama Strategis di Sektor Energi

Bisnis | Rabu, 01 April 2026 | 22:45 WIB

Tak Asal Tanam, Petani Sawit Mulai 'Melek' Gunakan Metode Ilmiah

Tak Asal Tanam, Petani Sawit Mulai 'Melek' Gunakan Metode Ilmiah

Bisnis | Rabu, 01 April 2026 | 22:39 WIB

Sumbang Rp 4,96 T, ITDC Beberkan Efek MotoGP ke Ekonomi RI

Sumbang Rp 4,96 T, ITDC Beberkan Efek MotoGP ke Ekonomi RI

Bisnis | Rabu, 01 April 2026 | 22:32 WIB

Menaker: WFH Tidak Boleh Kurangi Gaji dan Tunjangan Karyawan

Menaker: WFH Tidak Boleh Kurangi Gaji dan Tunjangan Karyawan

Bisnis | Rabu, 01 April 2026 | 22:21 WIB

Ekonom Beberkan Solusi Agar APBN Tak Terbebani Subsidi Energi

Ekonom Beberkan Solusi Agar APBN Tak Terbebani Subsidi Energi

Bisnis | Rabu, 01 April 2026 | 22:05 WIB

WFH Seminggu Sekali untuk Swasta Tak Harus Setiap Jumat

WFH Seminggu Sekali untuk Swasta Tak Harus Setiap Jumat

Bisnis | Rabu, 01 April 2026 | 21:33 WIB

Dorong WFH 1 Hari dalam Sepekan, Menaker Pastikan Hak Pekerja Tak Dipangkas

Dorong WFH 1 Hari dalam Sepekan, Menaker Pastikan Hak Pekerja Tak Dipangkas

Bisnis | Rabu, 01 April 2026 | 19:38 WIB

Dana SAL Rp 420 Triliun, Purbaya Buka Opsi Pakai Kas Pemerintah demi Amankan APBN

Dana SAL Rp 420 Triliun, Purbaya Buka Opsi Pakai Kas Pemerintah demi Amankan APBN

Bisnis | Rabu, 01 April 2026 | 19:32 WIB

Imbauan WFH 1 Hari Seminggu di Sektor Swasta Dapat Dukungan Pengusaha dan Pekerja

Imbauan WFH 1 Hari Seminggu di Sektor Swasta Dapat Dukungan Pengusaha dan Pekerja

Bisnis | Rabu, 01 April 2026 | 19:20 WIB

Purbaya Proyeksi Defisit APBN 2026 Tembus 2,9% Meski Harga Minyak Terus Naik

Purbaya Proyeksi Defisit APBN 2026 Tembus 2,9% Meski Harga Minyak Terus Naik

Bisnis | Rabu, 01 April 2026 | 19:19 WIB