Konsorsium Kereta Cepat Bawa Wijaya Karya (WIKA) Melaju ke Jurang Kerugian

Achmad Fauzi | Suara.com

Senin, 28 Juli 2025 | 17:47 WIB
Konsorsium Kereta Cepat Bawa Wijaya Karya (WIKA) Melaju ke Jurang Kerugian
Logo PT Wijaya Karya (Persero) Tbk. (Dok: WIKA)

Suara.com - PT Wijaya Karya (Persero) Tbk. (WIKA) mencatatkan kerugian yang mendalam sebesar Rp 1,66 triliun pada Semester I-2025. Salah satu penyumbang kerugian itu konsorsium perusahaan yaitu PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia yang memberi andil Rp 542,31 miliar.

PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia merupakan perusahaan patungan WIKA dengan KAI, Jasa Marga dan PTPN sebagai pemegang proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung atau Whoosh.

WIKA memiliki saham di PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia sebesar 33,36 persen. Jumlah ini turun setelah konsorsium itu menerbitkan saham baru yang dimiliki seluruhnya oleh KAI.

Sejumlah calon penumpang menunggu kedatangan kereta cepat Whoosh di peron Stasiun Whoosh Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Rabu (29/1/2025). ANTARA FOTO/Abdan Syakura
Sejumlah calon penumpang menunggu kedatangan kereta cepat Whoosh di peron Stasiun Whoosh Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Rabu (29/1/2025). ANTARA FOTO/Abdan Syakura

Seperti dikutip dari laporan keuangan WIKA, Senin, 28 Juli 2025, sumbangan rugi dari PSBI agak menurun dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang mencapai Rp 1,57 triliun.

Sementara, Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria menaruh perhatian soal konsorsium Kereta Cepat ini. Menurutnya, banyak opsi yang ditawarkan kepada pemerintah untuk menyelesaikan masalah itu.

"Jadi, masih ada beberapa alternatif yang akan kami sampaikan kepada pemerintah mengenai penyelesaian daripada kereta cepat ini," ujarnya kepada media pekan kemarin.

Kemudian, Dony juga akan mencari solusi jangka panjang untuk menyelesaikan utang-utang PSBI yang kekinian cukup besar.

"Kereta cepat ini kan hasil konsorsium yang di dalamnya ada KAI, WIKA, kemudian Jasa Marga. Nah, ini operasionalnya sedang kami lihat, bagaimana nanti solusi jangka panjang mengenai utang-utang konsorsium ini yang cukup besar dan kami ingin penyelesaian ini berjalan komprehensif," imbuhnya.

Sebelumnya, emiten karya pelat merah ini mencatatkan penyusutan pendapatan hingga 22,2 persen secara tahunan, hanya mencatat Rp5,858 triliun pada semester I 2025 berdasarkan laporan keuangan yang di unggah dilaman Bursa Efek Indonesia (BEI) pekan ini.

Penurunan drastis ini dipicu oleh anjloknya pendapatan dari segmen infrastruktur dan gedung, yang melorot 32,3 persen menjadi Rp2,343 triliun. Tak hanya itu, pendapatan industri juga ikut terpukul, terjun bebas 29,7 persen menjadi Rp1,613 triliun.

Meskipun WIKA berhasil menekan beban pokok pendapatan hingga 21,8 persen, namun laba kotor tetap tergerus 26,8 persen, tersisa Rp472,55 miliar. Parahnya lagi, laba usaha WIKA anjlok 96,08 persen, hanya menyisakan Rp133,2 miliar!

Salah satu pemicu utama kerugian ini adalah anjloknya pendapatan lain-lain sebesar 79,6 persen. Pada semester I 2025, WIKA tidak lagi membukukan keuntungan dari restrukturisasi pinjaman, padahal pada periode yang sama tahun lalu pos ini sempat menyumbang keuntungan fantastis Rp3,944 triliun.

Situasi diperparah dengan beban keuangan yang membengkak hingga Rp1,38 triliun, ditambah dampak kerugian dari perusahaan pengendalian bersama sebesar Rp542,31 miliar, dan pajak final Rp109,55 miliar.

Akibatnya, WIKA kini menderita rugi sebelum pajak Rp1,693 triliun, dan lebih mengerikan lagi, rugi bersih sedalam Rp1,663 triliun. Defisit perusahaan pun semakin dalam, membengkak 17,8 persen menjadi Rp11,2 triliun pada akhir Juni 2025. Tak pelak, total ekuitas perseroan pun terkikis 14,4 persen, menyisakan Rp10,1 triliun.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kondisi WIKA! Pendapatan Ambles, Rugi Miliar Rupiah, Defisit Menganga

Kondisi WIKA! Pendapatan Ambles, Rugi Miliar Rupiah, Defisit Menganga

Bisnis | Sabtu, 26 Juli 2025 | 18:33 WIB

Puma Rugi Besar Imbas Penurunan Penjualan

Puma Rugi Besar Imbas Penurunan Penjualan

Bisnis | Jum'at, 25 Juli 2025 | 13:47 WIB

Menhub Sebut Proyek Kereta Cepat Jakarta-Surabaya Belum Final

Menhub Sebut Proyek Kereta Cepat Jakarta-Surabaya Belum Final

Bisnis | Kamis, 10 Juli 2025 | 08:23 WIB

Terkini

KPPU Sanksi 97 Pinjol Rp 755 Miliar, Asosiasi Ngotot Ajukan Banding

KPPU Sanksi 97 Pinjol Rp 755 Miliar, Asosiasi Ngotot Ajukan Banding

Bisnis | Minggu, 29 Maret 2026 | 16:11 WIB

Penjelasan Kemenkeu soal Lapor SPT Purbaya Kurang Bayar Rp 50 Juta di Coretax

Penjelasan Kemenkeu soal Lapor SPT Purbaya Kurang Bayar Rp 50 Juta di Coretax

Bisnis | Minggu, 29 Maret 2026 | 15:52 WIB

Purbaya Klaim Bos Danantara Sepakat PNM Dialihkan ke Kemenkeu

Purbaya Klaim Bos Danantara Sepakat PNM Dialihkan ke Kemenkeu

Bisnis | Minggu, 29 Maret 2026 | 15:42 WIB

Moodys Beri Sinyal Waspada, PERBANAS Klaim Fundamental Bank Himbara Tangguh

Moodys Beri Sinyal Waspada, PERBANAS Klaim Fundamental Bank Himbara Tangguh

Bisnis | Minggu, 29 Maret 2026 | 15:41 WIB

EV Kian Diminati, Transaksi SPKLU PLN Tembus Rekor Tertinggi 18.088 Kali pada H+2 Idulfitri 1447 H

EV Kian Diminati, Transaksi SPKLU PLN Tembus Rekor Tertinggi 18.088 Kali pada H+2 Idulfitri 1447 H

Bisnis | Minggu, 29 Maret 2026 | 15:28 WIB

BRI KPR Solusi Hadirkan Kemudahan Beli Properti dari Lelang Bank dengan Proses Praktis

BRI KPR Solusi Hadirkan Kemudahan Beli Properti dari Lelang Bank dengan Proses Praktis

Bisnis | Minggu, 29 Maret 2026 | 15:25 WIB

Purbaya Buka Opsi Suntik Dana SAL Milik Pemerintah ke Bank Swasta

Purbaya Buka Opsi Suntik Dana SAL Milik Pemerintah ke Bank Swasta

Bisnis | Minggu, 29 Maret 2026 | 15:24 WIB

Maksimalkan Sisa THR, Investasikan Jadi Emas Lewat BRImo Lebih Menguntungkan

Maksimalkan Sisa THR, Investasikan Jadi Emas Lewat BRImo Lebih Menguntungkan

Bisnis | Minggu, 29 Maret 2026 | 15:17 WIB

Purbaya Diam-diam Tambah Dana SAL Rp 100 T ke Perbankan, Sisa Kas Pemerintah Rp 400 T

Purbaya Diam-diam Tambah Dana SAL Rp 100 T ke Perbankan, Sisa Kas Pemerintah Rp 400 T

Bisnis | Minggu, 29 Maret 2026 | 15:14 WIB

Pemerintah Minta Masyarakat Jangan Beli Bahan Pokok Berlebihan

Pemerintah Minta Masyarakat Jangan Beli Bahan Pokok Berlebihan

Bisnis | Minggu, 29 Maret 2026 | 14:55 WIB