Alasan Jabodetabek Masih Macet, Biaya Transportasi Bisa Tembus Rp 2 Juta/Bulan

Achmad Fauzi

Jum'at, 01 Agustus 2025 | 08:15 WIB
Alasan Jabodetabek Masih Macet, Biaya Transportasi Bisa Tembus Rp 2 Juta/Bulan
Sejumlah penumpang duduk di dalam kereta rel listrik (KRL) baru seri Commuter Line Indonesia (CLI)-125 jurusan Jakarta-Bogor saat pengoperasian perdana di Jakarta, Minggu (1/6/2025). ANTARA FOTO

Suara.com - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mengungkapkan, biaya transportasi di Jabodetabek masih tinggi. Hal ini yang membuat masih maraknya masyarakat menggunakan kendaraan pribadi.

Direktur Jenderal Integrasi Transportasi Multimoda Kemenhub, Risal Wasal, menjelaskan masyarakat perlu mengeluarkan biaya tambahan untuk naik transportasi.

Dia mencontohkan, untuk menuju KRL harus naik ojek menuju stasiun, begitur selepas naik KRL juga harus naik ojek untuk menuju kantor.

Sejumlah penumpang menaiki kereta Lintas Raya Terpadu (LRT) Jabodebek di Jakarta, Senin (30/6/2025). [Suara.com/Alfian Winanto]
Sejumlah penumpang menaiki kereta Lintas Raya Terpadu (LRT) Jabodebek di Jakarta, Senin (30/6/2025). [Suara.com/Alfian Winanto]

"Orang ke kantor masih harus naik ojek, atau naik apa, menuju ke public transport-nya, dari public transport, kalau dia bawa mobil harus parkir, parkirnya mahal. Padahal naik keretanya cuma Rp 3.500. Kalau kayak gitu, itu yang kita perbaiki," ujarnya dalam diskusi di Kantor Kemenhub, Jakarta, yang dikutip Jumat (1/8/2025).

RIsal memaparkan, warga Bekasi paling tinggi untuk biaya transportasi selama sebulan mencapai Rp 1,91 juta.

Ia juga mengungkapkan, biaya transportasi di Jabodetabek juga lebih tinggi dari biaya ideal Bank Dunia yang mencapai 10 persen dari biaya hidup.

Risal menyebut, untuk kota-kota besar biaya transportasinya mencapai 12,46 persen dari biaya hidup. Sedangkan, selain Bekasi, warga Depok juga mengeluarkan kocek tinggi untuk biaya transportasi sebesar Rp 1,8 juta.

Kemudian, untuk warga Jakarta mengeluarkan biaya transportasi sebesar Rp 1,5 juta per bulan, warga Bogor sebesar Rp 1,23 juta per bulan, Surabaya juga tinggi mencapai Rp 1,62 juta per bulan.

Untuk mengatasi hal ini, Kemenhub tengah mengindentifikasi agar biaya tranportasi bisa semurah mungkin di kota-kota besar.

baca juga

"Jadi, bagaimana tadi, first mile last mile-nya itu, bisa kita reduksi. Jadi, cost orang itu untuk transportasi bisa kita kurangi," pungkas dia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Stasiun Karet Batal Ditutup, Justru Malah Dipercantik

Stasiun Karet Batal Ditutup, Justru Malah Dipercantik

Bisnis | Kamis, 31 Juli 2025 | 18:31 WIB

Kemenhub Vs Indonesia Airlines Masih Berlanjut, Pemerintah Nilai Sertifikat Standar Belum Sah!

Kemenhub Vs Indonesia Airlines Masih Berlanjut, Pemerintah Nilai Sertifikat Standar Belum Sah!

Bisnis | Kamis, 24 Juli 2025 | 08:23 WIB

Kemenhub: Semua Manifes KM Barcelona V Berhasil Ditemukan

Kemenhub: Semua Manifes KM Barcelona V Berhasil Ditemukan

Bisnis | Senin, 21 Juli 2025 | 13:29 WIB

Terkini

Dua Pulau Baru Muncul di Dekat Anak Krakatau, Apakah Ini Pusat Erupsi Baru?

Dua Pulau Baru Muncul di Dekat Anak Krakatau, Apakah Ini Pusat Erupsi Baru?

Sumsel | Kamis, 24 September 2026 | 23:37 WIB

28 PPKS di Karawang Jalani Asesmen untuk Penanganan Lanjutan

28 PPKS di Karawang Jalani Asesmen untuk Penanganan Lanjutan

Jabar | Kamis, 24 September 2026 | 23:31 WIB

Dua Yoni Situs Pocangan Jember Hilang, DPRD Desak Perlindungan Cagar Budaya Diperkuat

Dua Yoni Situs Pocangan Jember Hilang, DPRD Desak Perlindungan Cagar Budaya Diperkuat

Jatim | Kamis, 24 September 2026 | 23:11 WIB

Pemerintahan Prabowo Dorong Investasi Hijau dan Ketahanan Energi di PBB

Pemerintahan Prabowo Dorong Investasi Hijau dan Ketahanan Energi di PBB

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 22:57 WIB

Bikin Tenang! Tren Baru Transaksi QRIS Biar Penjual Enggak Kena Tipu

Bikin Tenang! Tren Baru Transaksi QRIS Biar Penjual Enggak Kena Tipu

Lifestyle | Kamis, 24 September 2026 | 22:45 WIB

Presiden dan DPR Tak Siap Beri Keterangan, Sidang Gugatan UU Cipta Kerja Ditunda

Presiden dan DPR Tak Siap Beri Keterangan, Sidang Gugatan UU Cipta Kerja Ditunda

News | Kamis, 24 September 2026 | 22:08 WIB

Rapat BI-Kemenkeu Alot, Bahas Likuiditas hingga Aliran Modal Asing

Rapat BI-Kemenkeu Alot, Bahas Likuiditas hingga Aliran Modal Asing

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 22:01 WIB

Karhutla Sumsel Tak Kunjung Padam, Bisakah Perusahaan yang Diduga Lalai Digugat?

Karhutla Sumsel Tak Kunjung Padam, Bisakah Perusahaan yang Diduga Lalai Digugat?

Sumsel | Kamis, 24 September 2026 | 21:59 WIB

Punya Kayu Melimpah, Ekspor Furnitur Indonesia Kalah dari Vietnam

Punya Kayu Melimpah, Ekspor Furnitur Indonesia Kalah dari Vietnam

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 21:56 WIB

Keracunan MBG Terulang, Mantan Bupati Batang Desak BGN Perketat Pengawasan SPPG

Keracunan MBG Terulang, Mantan Bupati Batang Desak BGN Perketat Pengawasan SPPG

Jawa Tengah | Kamis, 24 September 2026 | 21:55 WIB

×