Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.798.000
Beli Rp2.660.000
IHSG 7.092,467
LQ45 682,759
Srikehati 330,936
JII 470,691
USD/IDR 17.400

Ekonomi Indonesia Tembus 5,12 Persen, Ekonom HSBC Soroti Kesenjangan Masih Tinggi

Dythia Novianty | Rina Anggraeni | Suara.com

Jum'at, 08 Agustus 2025 | 13:44 WIB
Ekonomi Indonesia Tembus 5,12 Persen, Ekonom HSBC Soroti Kesenjangan Masih Tinggi
Ilustrasi pertumbuhan ekonomi di Indonesia. [Suara.com/Alfian Winanto]

Suara.com - Pertumbuhan ekonomi Indonesia yang mencapai 5,12 persen secara tahunan (year on year/yoy) di kuartal kedua (Q2) 2025 dinilai belum tinggi.

Kepala Ekonom Indonesia dan India, HSBC Global Research Pranjul Bhandari mengatakan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia yang tinggi namun belum mengurangi kesenjangan di masyarakat.

"Itu tidak cukup baik karena kita melihat kesenjangan output terus negatif. Kita menginginkan pertumbuhan yang lebih tinggi atau lebih lama agar kesenjangan output ini tertutup," katanya dalam paparannya secara virtual, Jumat (8/8/2025).

Oleh karena itu, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal Juni yang kuat merupakan awal yang baik. Tetapi, itu belum bisa menjadi tambahan membuat ekonomi Indonesia membaik.

Sebab, perlunya dorongan dalam meningkatkan investasi dalam menciptakan lapangan kerja .

"Kita membutuhkan angka yang lebih tinggi lagi dalam beberapa kuartal mendatang. Yang benar-benar kita butuhkan adalah peningkatan investasi korporasi, karena hanya ketika investasi korporasi meningkat, kapasitas ekonomi untuk tumbuh dan menciptakan lapangan kerja dengan upah tinggi akan meningkat," jelasnya.

Dia pun menilai Bank Indonesia yang telah menurunkan suku bunga sebesar 100 basis poin dalam beberapa kuartal terakhir adalah kebijakan tepat. Hal ini bisa mendorong peningkatkan kualitas kredit di perbankan.

"Kami merasa suku bunga dapat diturunkan lebih lanjut sekitar 75 basis poin selama dua hingga tiga kuartal ke depan, menjadikan ini siklus penurunan suku bunga yang mendalam. Mengapa ini penting? Ini penting karena ketika Bank Indonesia menurunkan suku bunga acuan, dampaknya akan diteruskan ke sejumlah suku bunga lain, misalnya, suku bunga kredit, suku bunga deposito," jelasnya.

Tidak hanya itu, Head of Equity Strategy Asia Pacific HSBC Global Research Herald van der Linde menilai ekonomi Indonesia sudah menunjukkan perbaikan. Hal itu terlihat dengan pergerakan harga saham gabungan yang menunjukkan pemulihan.

"Kami senang melihat bahwa sebenarnya sejak dua bulan terakhir, Indonesia telah menunjukkan kinerja yang sangat kuat. Lonjakan pada IHSG yang telah kita lihat, karena ini cukup menarik," bebernya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dukung Pertumbuhan Ekonomi di Jawa Timur, Brantas Abipraya Kebut Proyek Tol Probowangi

Dukung Pertumbuhan Ekonomi di Jawa Timur, Brantas Abipraya Kebut Proyek Tol Probowangi

Bisnis | Selasa, 22 Juli 2025 | 19:00 WIB

IMF Ramal Ekonomi RI Bakal Membaik Tembus 4,8 Persen

IMF Ramal Ekonomi RI Bakal Membaik Tembus 4,8 Persen

Bisnis | Rabu, 30 Juli 2025 | 10:43 WIB

PHK 'Makin Gila', Kemiskinan Mengancam RI Akibat Ekonomi Melambat!

PHK 'Makin Gila', Kemiskinan Mengancam RI Akibat Ekonomi Melambat!

Bisnis | Selasa, 29 Juli 2025 | 14:13 WIB

Mau Pangkas Suku Bunga Lagi, BI : Tunggu Tanggal Mainnya

Mau Pangkas Suku Bunga Lagi, BI : Tunggu Tanggal Mainnya

Bisnis | Selasa, 29 Juli 2025 | 07:53 WIB

Huru-hara Global Bikin Ekonomi RI Suram

Huru-hara Global Bikin Ekonomi RI Suram

Bisnis | Kamis, 24 Juli 2025 | 16:24 WIB

BRI Perkuat UMKM Lewat Penyaluran KUR Rp83,88 Triliun

BRI Perkuat UMKM Lewat Penyaluran KUR Rp83,88 Triliun

Bisnis | Kamis, 24 Juli 2025 | 12:02 WIB

Terkini

Ngeri! Macet Jabodetabek Rugikan RI Rp 100 T, BUMN Ini Punya Solusinya

Ngeri! Macet Jabodetabek Rugikan RI Rp 100 T, BUMN Ini Punya Solusinya

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 08:08 WIB

BI dan ASEAN+3 Siaga! Ancaman Krisis Ekonomi Global Kian Nyata

BI dan ASEAN+3 Siaga! Ancaman Krisis Ekonomi Global Kian Nyata

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 08:02 WIB

Ruijie Luncurkan Cybrey di RI Biar UKM Bisa Pakai Jaringan Kelas Kakap

Ruijie Luncurkan Cybrey di RI Biar UKM Bisa Pakai Jaringan Kelas Kakap

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 08:01 WIB

Tekan Beban Klaim BPJS Kesehatan, Produk Tembakau Alternatif Jadi Opsi Realistis?

Tekan Beban Klaim BPJS Kesehatan, Produk Tembakau Alternatif Jadi Opsi Realistis?

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 07:52 WIB

Kredit Tembus Rp8.659 Triliun, OJK Pastikan Kondisi Perbankan Masih Kuat

Kredit Tembus Rp8.659 Triliun, OJK Pastikan Kondisi Perbankan Masih Kuat

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 07:48 WIB

Wall Street Kembali Melambung Tinggi Setelah Perang AS-Iran Akan Usai

Wall Street Kembali Melambung Tinggi Setelah Perang AS-Iran Akan Usai

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 07:45 WIB

Beda CNG dan LPG, Benarkah Lebih Murah dari Gas Melon 3 Kg?

Beda CNG dan LPG, Benarkah Lebih Murah dari Gas Melon 3 Kg?

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 07:24 WIB

Harga Minyak Dunia Turun Lagi Usai Iran Tinjau Proposal Damai Amerika Serikat

Harga Minyak Dunia Turun Lagi Usai Iran Tinjau Proposal Damai Amerika Serikat

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 07:24 WIB

Rupiah Ambruk Karena Kondisi Fiskal, Panda Bond dan Swap Currency Tak Selesaikan Masalah

Rupiah Ambruk Karena Kondisi Fiskal, Panda Bond dan Swap Currency Tak Selesaikan Masalah

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 21:07 WIB

Fundamental Terjaga, Tugu Insurance Bukukan Laba Rp265,62 Miliar di Kuartal I-2026

Fundamental Terjaga, Tugu Insurance Bukukan Laba Rp265,62 Miliar di Kuartal I-2026

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 21:03 WIB