Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.798.000
Beli Rp2.660.000
IHSG 7.092,467
LQ45 682,759
Srikehati 330,936
JII 470,691
USD/IDR 17.400

Eks Tentara Israel (IDF) Jalankan Bisnis Properti di Bali, Kok Bisa Lolos Imigrasi?

M Nurhadi | Suara.com

Jum'at, 08 Agustus 2025 | 15:12 WIB
Eks Tentara Israel (IDF) Jalankan Bisnis Properti di Bali, Kok Bisa Lolos Imigrasi?
Mantan tentara Israel Defence Forces (IDF), Shachar Gonen (SG) dan pacarnya [Ist]

Suara.com - Isu sensitif terkait kehadiran mantan tentara Israel Defence Forces (IDF) yang diduga menjalankan bisnis properti mewah di Bali tengah menjadi viral di media sosial.

Pria bernama Shachar Gonen menjadi sorotan setelah sebuah unggahan di Instagram menunjukkan ia sedang mengikuti ritual persembahyangan khas Bali sebelum memulai pembangunan vila.

Kecurigaan semakin kuat karena Shachar dan seorang wanita yang bersamanya pernah mengunggah foto mengenakan seragam militer Israel.

Dugaan ini memicu banyak pertanyaan publik, terutama mengenai legalitas izin dan status kewarganegaraan Shachar.

Shachar Gonen dilaporkan masuk ke Indonesia menggunakan visa investor (KITAS Investor) dan tercatat sebagai warga negara Jerman, sehingga celah ini dimanfaatkan untuk masuk ke wilayah Indonesia menggunakan paspor Jerman.

Sebagai informasi, ada banyak warga Israel yang memiliki dua kewarganegaraan. Israel sendiri memang memiliki kebijakan yang mengizinkan warganya memiliki dua paspor.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, Shachar Gonen saat ini tinggal di sebuah vila yang berlokasi di Desa Pererenan, Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung.

Selama berada di Bali, ia dinaungi oleh sebuah perusahaan di Indonesia yang bertindak sebagai penjaminnya. Visa investor (KITAS Investor) milik SG sendiri diketahui masih berlaku hingga Maret 2026.

Mantan tentara Israel Defence Forces (IDF), Shachar Gonen (SG)
Mantan tentara Israel Defence Forces (IDF), Shachar Gonen (SG)

Banyak pihak mendesak pemerintah untuk menelusuri lebih dalam. Imigrasi dituntut lebih tegas, bukan hanya berani tegas kepada WNI melainkan ke WNA yang memanfaatkan celah hukum.

Terkait hal ini, pengamat dari Busan University of Foreign Studies, dalam publikasi di Middle East Monitor, Muhammad Zulfikar Rakhmat  meminta pihak berwenang Indonesia bertindak.

Menurutnya, meskipun tidak ilegal bagi warga negara Jerman untuk berinvestasi di Bali, kehadiran mantan tentara IDF menjadi hal yang sangat meresahkan.

Rakhmat menekankan bahwa kasus ini menyentuh inti identitas moral Indonesia dan solidaritasnya yang telah lama terjalin dengan rakyat Palestina.

"Memverifikasi negara asal paspor saja tidak cukup. Kita harus bertanya: Siapakah orang-orang di balik paspor ini? Apa afiliasi masa lalu mereka? Apa yang mereka bawa ke dalam komunitas kita, modal, atau kontroversi?," papar Rakhmat.

Kehadiran mantan tentara IDF di Indonesia, jika terbukti, bukan hanya dipertanyakan secara moral, tetapi juga sangat provokatif. Rakhmat mengilustrasikan ironi yang mengerikan: seorang mantan tentara yang terlibat dalam operasi militer di Gaza, kini mengambil untung dari industri pariwisata Bali.

Adanya pendukung Zionis Israel yang jelas-jelas menjajah Palestina dan terang-terangan melakukan genosida di Indonesia menunjukkan bahwa hukum imigrasi di Indonesia masih sangat lemah.  Risiko dari kehadiran mantan personel militer Israel ini bukan sekadar simbolis, melainkan dapat memicu reaksi publik yang meluas.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Eks Intelijen Sebut AdaRapat Gelap Kepada Prabowo, Mulai Pekanbaru, Bali Hingga Ambon

Eks Intelijen Sebut AdaRapat Gelap Kepada Prabowo, Mulai Pekanbaru, Bali Hingga Ambon

News | Jum'at, 08 Agustus 2025 | 15:06 WIB

Legenda Man United Soroti Kematian Bintang Palestina Akibat Serangan Israel

Legenda Man United Soroti Kematian Bintang Palestina Akibat Serangan Israel

Bola | Jum'at, 08 Agustus 2025 | 13:25 WIB

Dua Warga Israel Diduga Eks Tentara IDF Kelola Vila Mewah, Imigrasi Bergerak

Dua Warga Israel Diduga Eks Tentara IDF Kelola Vila Mewah, Imigrasi Bergerak

News | Jum'at, 08 Agustus 2025 | 12:47 WIB

Suleiman Al-Obaid: Legenda Palestina Gugur Akibat Serangan Israel, Pernah Bobol Timnas Indonesia

Suleiman Al-Obaid: Legenda Palestina Gugur Akibat Serangan Israel, Pernah Bobol Timnas Indonesia

Bola | Jum'at, 08 Agustus 2025 | 12:44 WIB

Viral Tukang Sayur di Sulsel Ditampar Pria Ngaku Tentara, Cuma Gara-gara Pasang Bendera One Piece!

Viral Tukang Sayur di Sulsel Ditampar Pria Ngaku Tentara, Cuma Gara-gara Pasang Bendera One Piece!

News | Jum'at, 08 Agustus 2025 | 11:05 WIB

Mengenal Jugun Ianfu, Kekerasan Seksual di Masa Penjajahan Jepang

Mengenal Jugun Ianfu, Kekerasan Seksual di Masa Penjajahan Jepang

Lifestyle | Jum'at, 08 Agustus 2025 | 11:07 WIB

Terkini

Harga Pangan Nasional 7 Mei 2026: Bawang Merah Meroket, Cabai dan Minyak Goreng Ikut Naik

Harga Pangan Nasional 7 Mei 2026: Bawang Merah Meroket, Cabai dan Minyak Goreng Ikut Naik

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 09:58 WIB

Kurs Rupiah Hari Ini 7 Mei 2026 Naik ke Rp17.336, Ini Penyebabnya

Kurs Rupiah Hari Ini 7 Mei 2026 Naik ke Rp17.336, Ini Penyebabnya

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 09:38 WIB

BI: Program Makan Bergizi Gratis Jadi Pendorong Ekonomi Indonesia Meroket

BI: Program Makan Bergizi Gratis Jadi Pendorong Ekonomi Indonesia Meroket

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 09:22 WIB

IHSG Lanjutkan Tren Penguatan Pagi Ini, Melesat ke Level 7.100

IHSG Lanjutkan Tren Penguatan Pagi Ini, Melesat ke Level 7.100

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 09:14 WIB

Hari Buruh Internasional, Serikat Pekerja Pegadaian Makassar Gelar Pekan Olahraga dan Seni

Hari Buruh Internasional, Serikat Pekerja Pegadaian Makassar Gelar Pekan Olahraga dan Seni

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 09:02 WIB

Emas Antam Terus Meroket, Hari Ini Harganya Rp 2,84 Juta/Gram

Emas Antam Terus Meroket, Hari Ini Harganya Rp 2,84 Juta/Gram

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 08:55 WIB

Ngeri! Macet Jabodetabek Rugikan RI Rp 100 T, BUMN Ini Punya Solusinya

Ngeri! Macet Jabodetabek Rugikan RI Rp 100 T, BUMN Ini Punya Solusinya

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 08:08 WIB

BI dan ASEAN+3 Siaga! Ancaman Krisis Ekonomi Global Kian Nyata

BI dan ASEAN+3 Siaga! Ancaman Krisis Ekonomi Global Kian Nyata

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 08:02 WIB

Ruijie Luncurkan Cybrey di RI Biar UKM Bisa Pakai Jaringan Kelas Kakap

Ruijie Luncurkan Cybrey di RI Biar UKM Bisa Pakai Jaringan Kelas Kakap

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 08:01 WIB

Tekan Beban Klaim BPJS Kesehatan, Produk Tembakau Alternatif Jadi Opsi Realistis?

Tekan Beban Klaim BPJS Kesehatan, Produk Tembakau Alternatif Jadi Opsi Realistis?

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 07:52 WIB