Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

IHSG Tembus Level Tertinggi Sepanjang Sejarah di 7.900, Bahkan Diproyeksi Naik ke 8.000

Achmad Fauzi | Suara.com

Kamis, 14 Agustus 2025 | 09:30 WIB
IHSG Tembus Level Tertinggi Sepanjang Sejarah di 7.900, Bahkan Diproyeksi Naik ke 8.000
Pekerja beraktivitas dengan latar belakang layar pergerakan harga saham di Bursa Efek Indonesia, Jakarta Selatan, Senin (21/2/2022). [Suara.com/Alfian Winanto]

Suara.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tak bosan melaju naik pada perdagangan pagi ini, bahkan tembus level tertinggi sepanjang sejarah. IHSG dibuka ke level 7.909.

Mengutip data Bursa Efek Indonesia, IHSG hingga pukul 09.19 WIB masih terus merangkak naik 0,65 persen atau 51,05 ke level 7.943.

Pada perdagangan pada waktu itu, sebanyak 7,04 miliar saham diperdagangkan dengan nilai transaksi sebesar Rp 3,06 triliun, serta frekuensi sebanyak 323.700 kali.

Dalam perdagangan di waktu tersebut, sebanyak 305 saham bergerak naik, sedangkan 199 saham mengalami penurunan, dan 452 saham tidak mengalami pergerakan.

Pekerja mengamati layar yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (16/4/2024). [Suara.com/Alfian Winanto]
Pekerja mengamati layar yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (16/4/2024). [Suara.com/Alfian Winanto]

Adapun, beberapa saham yang menghijau pada waktu itu diantaranya, AMMS, ASPI, DKHH, FLMX, GSMF, IKAN, IOTF, KAQI, LIFE, LPPS.

Sementara saham-saham yang mengalami penurunan tajam di perdagangan waktu itu diantaranya, ARGO, BCAP, BELL, BMBL, GRPH, INDX, INRU, ISAP, KDTN, NANO, NICK, NINE,

Proyeksi IHSG

IHSG diproyeksikan bergerak bullish pada perdagangan Kamis (14/8/2025) dengan potensi menguji resistance di level 8.000, sementara support berada di 7.750.

Dikutip dari riset Phillip Sekuritas Indonesia, bursa Asia pagi ini dibuka bervariasi dengan kecenderungan menguat, mengikuti reli di Wall Street semalam. S&P 500 dan Nasdaq kembali mencatat rekor penutupan tertinggi dua hari berturut-turut, sementara Dow Jones Industrial Average semakin mendekati rekor tertingginya yang tercipta pada Desember lalu.

Di pasar obligasi, imbal hasil (yield) US Treasury tenor 10 tahun turun hampir 7 basis poin menjadi 4,24 persen. Penurunan ini terjadi di tengah ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed pada September, pasca rilis data inflasi konsumen (CPI) AS yang lebih rendah dari perkiraan. Bahkan, Menteri Keuangan AS Scott Bessent mendorong pemangkasan suku bunga acuan hingga 150–175 basis poin.

Hari ini, investor global menunggu rilis data inflasi produsen (Producer Price Index/PPI) AS yang diprediksi naik 0,2 persen month-to-month (+2,5 persen year-on-year) pada Juli, setelah tidak tumbuh di bulan sebelumnya. Inflasi inti (Core PPI) juga diperkirakan naik 0,2 persen MoM (+2,9 persen YoY).

Dari pasar komoditas, harga minyak mentah melanjutkan penurunan akibat kekhawatiran kelebihan pasokan global. Laporan International Energy Agency (IEA) menyebutkan pasokan minyak dunia pada 2026 bisa melampaui permintaan hingga 2,96 juta barel per hari, melebihi surplus pasokan saat pandemi 2020.

Sementara dari dalam negeri, sejumlah emiten mencatat perkembangan kinerja signifikan. PT Vale Indonesia Tbk (INCO) telah menyerap belanja modal sebesar USD 224,5 juta di paruh pertama tahun ini. PT PP (Persero) Tbk (PTPP) membukukan kontrak baru Rp11,79 triliun hingga Juli, dan PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) meraih pendapatan tidak diaudit USD 862 juta pada semester I/2025.

Untuk perdagangan hari ini, Phillip Sekuritas merekomendasikan strategi swing trading pada saham IPCC (target 1.155–1.190) dan PACK (target 4.260–4.520).

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

IHSG Melesat 1,28 Persen Pada Sesi I, TLKM Jadi Rebutan Investor!

IHSG Melesat 1,28 Persen Pada Sesi I, TLKM Jadi Rebutan Investor!

Bisnis | Rabu, 13 Agustus 2025 | 12:46 WIB

IHSG Cetak Rekor, Pagi Ini Tembus Level 7.800

IHSG Cetak Rekor, Pagi Ini Tembus Level 7.800

Bisnis | Rabu, 13 Agustus 2025 | 09:26 WIB

Saham BBRI Melesat 6,30 Persen Hari Ini, Paling Tinggi di Antara Big Bank

Saham BBRI Melesat 6,30 Persen Hari Ini, Paling Tinggi di Antara Big Bank

Bisnis | Selasa, 12 Agustus 2025 | 17:15 WIB

Terkini

Pertamina dan POSCO International Jajaki Kerja Sama Pengembangan Teknologi Rendah Karbon

Pertamina dan POSCO International Jajaki Kerja Sama Pengembangan Teknologi Rendah Karbon

Bisnis | Kamis, 02 April 2026 | 21:40 WIB

Update Harga BBM SPBU Shell, BP dan Vivo saat Minyak Dunia Lewati USD 100 per Barel

Update Harga BBM SPBU Shell, BP dan Vivo saat Minyak Dunia Lewati USD 100 per Barel

Bisnis | Kamis, 02 April 2026 | 20:05 WIB

Indonesia-Korsel Teken 10 MoU Senilai Rp 173 Triliun, Kerja Sama AI hingga Energi Bersih

Indonesia-Korsel Teken 10 MoU Senilai Rp 173 Triliun, Kerja Sama AI hingga Energi Bersih

Bisnis | Kamis, 02 April 2026 | 18:38 WIB

IHSG Terus-terusan Anjlok, OJK Salahkan Sentimen Negatif Global

IHSG Terus-terusan Anjlok, OJK Salahkan Sentimen Negatif Global

Bisnis | Kamis, 02 April 2026 | 18:05 WIB

Penyebab Rupiah Melemah Tembus Rp17.002 per Dolar AS Hari Ini

Penyebab Rupiah Melemah Tembus Rp17.002 per Dolar AS Hari Ini

Bisnis | Kamis, 02 April 2026 | 17:58 WIB

Profil PT PP Presisi Tbk (PPRE): Anak Usaha BUMN, Siapa Saja Pemegang Sahamnya?

Profil PT PP Presisi Tbk (PPRE): Anak Usaha BUMN, Siapa Saja Pemegang Sahamnya?

Bisnis | Kamis, 02 April 2026 | 17:44 WIB

RI Masuk 3 Besar Dunia Peminat Aset Kripto Riil, OSL Rilis 'Tabungan' Emas Digital

RI Masuk 3 Besar Dunia Peminat Aset Kripto Riil, OSL Rilis 'Tabungan' Emas Digital

Bisnis | Kamis, 02 April 2026 | 17:41 WIB

Pasar Semen Domestik Lesu, SMGR Putar Otak Jualan ke Luar Negeri

Pasar Semen Domestik Lesu, SMGR Putar Otak Jualan ke Luar Negeri

Bisnis | Kamis, 02 April 2026 | 16:46 WIB

Dilema Selat Hormuz: DEN Minta Warga Tenang, Stok BBM Nasional Masih Terjaga

Dilema Selat Hormuz: DEN Minta Warga Tenang, Stok BBM Nasional Masih Terjaga

Bisnis | Kamis, 02 April 2026 | 16:39 WIB

Impor Mobil Pikap Tembus Rp 975,5 Miliar di Januari-Februari 2026, Buat Kopdes Merah Putih?

Impor Mobil Pikap Tembus Rp 975,5 Miliar di Januari-Februari 2026, Buat Kopdes Merah Putih?

Bisnis | Kamis, 02 April 2026 | 16:20 WIB