Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.710.000
Beli Rp2.570.000
IHSG 6.007,656
LQ45 597,448
Srikehati 291,253
JII 359,060
USD/IDR 17.916

PHK Massal di Gudang Garam Jadi Tanda Ekonomi Indonesia Masih Rapuh

Dwi Bowo Raharjo, Rina Anggraeni

Minggu, 07 September 2025 | 13:05 WIB
PHK Massal di Gudang Garam Jadi Tanda Ekonomi Indonesia Masih Rapuh
Beredar karyawan PT Gudang Garam di PHK massal. [Dok. Antara]

Suara.com - Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) massal karyawan PT Gudang Garam menjadi viral di media sosial. Hal ini menunjukkan sinyal buat ekonomi Indonesia masih belum kuat.

Kepala Pusat Makroekonomi dan Keuangan Institute for Development of Economics and Finance (Indef), M. Rizal Taufikurahman, menilai tren PHK ini bisa memberikan dampak serius bagi masyarakat dan pemerintah.

Apalagi, bisa mengurang konsumsi rumah tangga yang menjadi motor utama pertumbuhan ekonomi (lebih dari 50% kontribusi) berisiko melemah.

"Jadi, kasus ini lebih tepat dipahami sebagai “warning sign” bahwa target pertumbuhan sangat rentan bila sektor padat karya terus tertekan," katanya saat dihubungi Suara.com, Minggu (7/9/2025).

Dia mengatakan pada level mikroekonomi, PHK jelas menurunkan daya beli rumah tangga terdampak.

Terutama di daerah basis industri tembakau seperti Kediri. Ketika ribuan pekerja kehilangan penghasilan, efeknya berantai ke warung, pasar, transportasi lokal, hingga sektor informal. Ini menciptakan multiplier negatif di wilayah tersebut.

"Jika banyak industri sejenis melakukan efisiensi serupa, maka tekanan pada daya beli bisa makin nyata di skala nasional," jelasnya.

Terlebih PHK yang terjadi pada perusahaan besar membuktikan ekonomi Indonesia masih rapuh.

Suasana PHK Mahal pabrik PT Gudang Garam. [Instagram/pembasmi.kehaluan.reall]
Suasana PHK Mahal pabrik PT Gudang Garam. [Instagram/pembasmi.kehaluan.reall]

Apalagi, industri rokok dianggap tahan krisis meskipun terjadi guncangan ekonomi.

"Namun kacamata ekonomi makro, PHK ini memang menunjukkan bahwa ekonomi Indonesia masih rapuh. Industri rokok yang dulu dianggap “tahan krisis” kini tertekan oleh kombinasi kebijakan cukai tinggi, perubahan pola konsumsi masyarakat, dan beban biaya produksi," katanya.

Dia menambahkan, hal ini menandakan bahwa tekanan struktural sedang berlangsung, dan pertumbuhan ekonomi yang tampak stabil di angka 5 persen sebenarnya menyimpan masalah di sektor riil.

"Dengan kata lain, kasus PHK ini adalah cermin bahwa ekonomi nasional belum sepenuhnya pulih dan ketahanan konsumsi rumah tangga sedang diuji," tandasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kerja di Gudang Garam Gajinya Berapa? Heboh Isu PHK Massal

Kerja di Gudang Garam Gajinya Berapa? Heboh Isu PHK Massal

Lifestyle | Minggu, 07 September 2025 | 12:07 WIB

Presiden Buruh Soal Geger PHK Gudang Garam, Netizen Pertanyakan Janji Gibran 19 Juta Lapangan Kerja

Presiden Buruh Soal Geger PHK Gudang Garam, Netizen Pertanyakan Janji Gibran 19 Juta Lapangan Kerja

News | Minggu, 07 September 2025 | 12:10 WIB

Sejarah Panjang Gudang Garam yang Kini Dihantam Isu PHK Massal Pekerja

Sejarah Panjang Gudang Garam yang Kini Dihantam Isu PHK Massal Pekerja

News | Minggu, 07 September 2025 | 00:24 WIB

Dugaan Badai PHK Gudang Garam, Benarkah Tanda-tanda Keruntuhan Industri Kretek?

Dugaan Badai PHK Gudang Garam, Benarkah Tanda-tanda Keruntuhan Industri Kretek?

News | Sabtu, 06 September 2025 | 21:34 WIB

Hartanya Lenyap Rp 94 Triliun? Siapa Sebenarnya 'Raja Kretek' di Balik Gudang Garam

Hartanya Lenyap Rp 94 Triliun? Siapa Sebenarnya 'Raja Kretek' di Balik Gudang Garam

News | Sabtu, 06 September 2025 | 18:41 WIB

Terkini

Dasco Puji BI yang Bikin Kuat Rupiah: RI Kini Tak Bergantung Dolar AS

Dasco Puji BI yang Bikin Kuat Rupiah: RI Kini Tak Bergantung Dolar AS

Bisnis | Minggu, 14 Juni 2026 | 20:37 WIB

AS-Iran Resmi Berdamai? Draf Kesepakatan Rahasia Dua Negara Bocor!

AS-Iran Resmi Berdamai? Draf Kesepakatan Rahasia Dua Negara Bocor!

Bisnis | Minggu, 14 Juni 2026 | 20:06 WIB

PM Malaysia Kenang Bung Hatta: Negara Tidak Boleh Ditopang Segelintir Elit

PM Malaysia Kenang Bung Hatta: Negara Tidak Boleh Ditopang Segelintir Elit

Bisnis | Minggu, 14 Juni 2026 | 17:49 WIB

Dugaan Dikerahkan Kawal Demo, Apakah Komcad Dapat Gaji dan Tunjangan?

Dugaan Dikerahkan Kawal Demo, Apakah Komcad Dapat Gaji dan Tunjangan?

Bisnis | Minggu, 14 Juni 2026 | 16:33 WIB

Pemerintah Janji Stok Pupuk Nasional Aman, Zulhas: Kopdes Jadi Penyalur

Pemerintah Janji Stok Pupuk Nasional Aman, Zulhas: Kopdes Jadi Penyalur

Bisnis | Minggu, 14 Juni 2026 | 16:23 WIB

DPR Apresiasi Langkah Baru Bank Indonesia Perkuat Nilai Rupiah

DPR Apresiasi Langkah Baru Bank Indonesia Perkuat Nilai Rupiah

Bisnis | Minggu, 14 Juni 2026 | 16:11 WIB

Foto e-KTP Jelek Bisa Diganti? Ini Aturan dan Syarat Resminya

Foto e-KTP Jelek Bisa Diganti? Ini Aturan dan Syarat Resminya

Bisnis | Minggu, 14 Juni 2026 | 16:07 WIB

Dasco Dukung Gebrakan 'Dedolarisasi' BI: Transaksi Triliunan ke China Cukup Pakai QRIS

Dasco Dukung Gebrakan 'Dedolarisasi' BI: Transaksi Triliunan ke China Cukup Pakai QRIS

Bisnis | Minggu, 14 Juni 2026 | 15:33 WIB

Tiket Pesawat Mahal! Pengamat Bongkar Anomali Pajak 'Tersembunyi'

Tiket Pesawat Mahal! Pengamat Bongkar Anomali Pajak 'Tersembunyi'

Bisnis | Minggu, 14 Juni 2026 | 15:25 WIB

Harga Bawang dan Beras Kompak Naik, Minyak Goreng Ikut Makin Mahal

Harga Bawang dan Beras Kompak Naik, Minyak Goreng Ikut Makin Mahal

Bisnis | Minggu, 14 Juni 2026 | 14:49 WIB