Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.798.000
Beli Rp2.660.000
IHSG 7.092,467
LQ45 682,759
Srikehati 330,936
JII 470,691
USD/IDR 17.400

The Fed Pangkas Suku Bunga, Apa Dampaknya Terhadap Perbankan Indonesia?

M Nurhadi | Suara.com

Kamis, 18 September 2025 | 10:03 WIB
The Fed Pangkas Suku Bunga, Apa Dampaknya Terhadap Perbankan Indonesia?
Ketua Federal Reserve Jerome Powell (x.com)
Baca 10 detik
  • Bank Indonesia (BI) dan The Fed menunjukkan kebijakan moneter berbeda, di mana BI telah memangkas suku bunga 125 bps, sementara The Fed baru memangkas 25 bps.
  • Saham bank-bank Indonesia cenderung melemah setelah pemangkasan suku bunga The Fed, dengan bank-bank BUMN lebih rentan dibandingkan bank swasta seperti BCA.
  • Pemotongan suku bunga The Fed hanya berdampak jangka pendek, sementara kinerja perbankan Indonesia secara keseluruhan lebih dipengaruhi oleh fundamental masing-masing bank.

Suara.com - Kebijakan moneter yang dijalankan oleh Bank Indonesia (BI) dan Bank Sentral Amerika Serikat (The Fed) menunjukkan arah yang berbeda pada 2025.

Sepanjang tahun ini, BI telah melakukan pelonggaran agresif dengan memangkas suku bunga acuan sebesar 125 basis poin, menjadikannya 4,75%.

Langkah ini diambil untuk mendorong pertumbuhan kredit di Indonesia. Terkini, The Fed memastikan pemangaksan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin (bps) ke 4-4,25 persen.

Langkah ini jadi yang pertama sejak term kedua Presiden Donald Trump berjalan. Meski begitu, Gubernur The Fed Jerome Powell mengungkapkan kebijakan-kebijakan Trump akan menjadi penentu terbesar.

Jika dirunut, analis historis ke belakang terhadap siklus pelonggaran The Fed sejak 2019 menunjukkan bahwa bank-bank Indonesia sering kali mengalami kinerja di bawah rata-rata (underperformed) saat peristiwa ini terjadi.

Setelah The Fed memangkas suku bunga, harga saham bank-bank besar biasanya terkoreksi sekitar 3% dalam waktu tiga hari. Koreksi ini bahkan bisa meluas hingga 6–10% dalam 7 hingga 90 hari berikutnya.

Koreksi harga saham ini sering kali bertepatan dengan penurunan peringkat laba (earnings downgrades). Fenomena ini pernah terjadi pada 2019 akibat ketatnya likuiditas, 2020 akibat pandemi COVID-19, dan kembali terjadi pada 2024 akibat tekanan baru.

Dalam situasi ini, bank-bank BUMN cenderung memiliki kinerja yang kurang tangguh dibandingkan bank swasta, khususnya BCA, yang berulang kali terbukti paling tahan banting (resilient).

Sementara itu, bank-bank yang lebih kecil menunjukkan hasil yang beragam.

Saham Bank Tabungan Negara (BTN) mengalami penurunan paling tajam, sedangkan Bank Tabungan Pensiunan Nasional Syariah (BTPS) menunjukkan ketahanan yang lebih baik.

Di sisi lain, kinerja Bank Jago (ARTO) sangat bervariasi, tergantung pada siklus ekonomi saat itu.

Pada IHSG hari ini, Kamis (18/9/2025), dibuka positif hingga stabil di harga 8.039.  

Pergerakan aliran dana asing dalam lima tahun terakhir menunjukkan adanya arus masuk menjelang pemotongan suku bunga The Fed, namun terjadi arus keluar yang konsisten pada hari keputusan diumumkan.

Hal ini mengindikasikan bahwa pergerakan dana lebih mencerminkan rotasi global daripada dampak langsung dari pemotongan suku bunga.

Reaksi valuasi juga tidak seragam. Rasio nilai buku terhadap harga saham (Price-to-Book Value/PBV) mengalami peningkatan pada 2019, anjlok pada 2020 sebelum akhirnya bangkit kembali, dan mengalami penurunan lagi setelah pemotongan suku bunga 2024 menjadi 2,3 kali.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

IHSG Masih Betah Bergerak di Level 8.000 pada Awal Sesi Perdagangan Kamis

IHSG Masih Betah Bergerak di Level 8.000 pada Awal Sesi Perdagangan Kamis

Bisnis | Kamis, 18 September 2025 | 09:43 WIB

Hati-hati QRIS Bodong, Modus Ini Dipakai Pelaku

Hati-hati QRIS Bodong, Modus Ini Dipakai Pelaku

Bisnis | Kamis, 18 September 2025 | 07:59 WIB

Bos BI Senang Pemerintah Guyur Dana Rp 200 Triliun ke Bank, Likuiditas Luber

Bos BI Senang Pemerintah Guyur Dana Rp 200 Triliun ke Bank, Likuiditas Luber

Bisnis | Rabu, 17 September 2025 | 18:20 WIB

Bukan Reshuffle Kabinet, Ini Pendorong IHSG Bisa Tembus Level 8.000

Bukan Reshuffle Kabinet, Ini Pendorong IHSG Bisa Tembus Level 8.000

Bisnis | Rabu, 17 September 2025 | 18:00 WIB

Pahitnya Ekonomi RI: Lesunya Konsumsi Rumah Tangga Imbas Cari Pekerjaan Sulit

Pahitnya Ekonomi RI: Lesunya Konsumsi Rumah Tangga Imbas Cari Pekerjaan Sulit

Bisnis | Rabu, 17 September 2025 | 17:00 WIB

Alasan BI Turunkan Suku Bunga Acuan 4,75 Persen

Alasan BI Turunkan Suku Bunga Acuan 4,75 Persen

Bisnis | Rabu, 17 September 2025 | 16:45 WIB

Terkini

Penyebab Harga BBRI Melesat Hari Ini, Sahamnya Diprediksi Rebound Tinggi

Penyebab Harga BBRI Melesat Hari Ini, Sahamnya Diprediksi Rebound Tinggi

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 12:35 WIB

Manfaatkan Reksa Dana BRI, Fakultas Pertanian UGM Beasiswai 6 Mahasiswa dari Keuntungan Investasi

Manfaatkan Reksa Dana BRI, Fakultas Pertanian UGM Beasiswai 6 Mahasiswa dari Keuntungan Investasi

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 11:57 WIB

Purbaya Anggap Pertumbuhan Ekonomi RI 5,61 Persen Keajaiban: Kita Keluar dari Kutukan 5%

Purbaya Anggap Pertumbuhan Ekonomi RI 5,61 Persen Keajaiban: Kita Keluar dari Kutukan 5%

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 11:51 WIB

Emas Naik Pelan-pelan, Harganya Diproyeksi Bisa Tembus USD 5.200

Emas Naik Pelan-pelan, Harganya Diproyeksi Bisa Tembus USD 5.200

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 11:50 WIB

Bertemu di Hotel Borobudur, Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Terseret Dakwaan Korupsi Impor?

Bertemu di Hotel Borobudur, Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Terseret Dakwaan Korupsi Impor?

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 11:26 WIB

Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,61 Persen, Tapi Dinilai Rapuh karena Bergantung Konsumsi

Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,61 Persen, Tapi Dinilai Rapuh karena Bergantung Konsumsi

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 11:18 WIB

Platform Kripto OSL Indonesia Umumkan Migrasi Bursa dan Kliring

Platform Kripto OSL Indonesia Umumkan Migrasi Bursa dan Kliring

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 11:17 WIB

Pertamina dan LanzaTech Berkolaborasi Dorong Investasi Energi Bersih Berbasis Teknologi

Pertamina dan LanzaTech Berkolaborasi Dorong Investasi Energi Bersih Berbasis Teknologi

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 11:10 WIB

Sektor Ekonomi Kreatif RI Serap Tenaga Kerja 27,4 Juta

Sektor Ekonomi Kreatif RI Serap Tenaga Kerja 27,4 Juta

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 11:09 WIB

Multiplier Effect Industri Hulu Migas, Dukung Perekonomian Daerah

Multiplier Effect Industri Hulu Migas, Dukung Perekonomian Daerah

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 11:01 WIB