Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.798.000
Beli Rp2.660.000
IHSG 6.969,396
LQ45 677,179
Srikehati 334,465
JII 451,232
USD/IDR 17.370

Pemerintah Andalkan AI Jadi Mesin Ekonomi Baru Indonesia

Achmad Fauzi | Suara.com

Rabu, 24 September 2025 | 18:04 WIB
Pemerintah Andalkan AI Jadi Mesin Ekonomi Baru Indonesia
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta. [Suara.com/Novian].
  •    Pemerintah andalkan kecerdasan buatan sebagai mesin ekonomi baru

  •    Pemerintah siapkan ekosistem untuk menjaring investasi AI

  •    Kehadiran AI justru akan membuka lapangan pekerjaan baru

Suara.com - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto mengungkapkan, pemerintah punya senjata baru untuk pertumbuhan ekonomi Indonesia ke depannya. Salah satunya, mengandalkan kecerdasan buatan atau Artificial Intellegence (AI).

Menurut dia, AI akan menjadi mesin ekonomi Indonesia baru ke depannya. Akan tetapi, sebut Airlangga, penggunaan AI ini akan sejalan dengan kebijakan ekonomi yang dijalankan pemerintah.

"Indonesia saat ini sudah menyiapkan mesin ekonomi, jadi mesin ekonomi yang konservatif ataupun mesin konvensional tetap berjalan. Kemudian mesin kedua adalah berbasis new engine of economic growth, yaitu AI termasuk di dalamnya semikonduktor," ujar Airlangga di Kagama Leaders Forum Series yang bertajuk AI: Senjata Rahasia Indonesia Menuju 2045 di Gedung Abdulrahmah Saleh RRI, Jakarta, Rabu (24/9/2025).

Artificial Intelligence (media.licdn.com)
Artificial Intelligence (media.licdn.com)

Airlangga mengungkapkan, banyak perusahaan teknologi yang mulai berinvestasi ke AI. Misalnya META yang berinvestasi sebesar USD 100 miliar untuk pengembangan AI.

Untuk menjaring investasi tersebut, ia bilang pemerintah juga mulai mengembangkan ekoistem yang mendukung AI, seperti pengembangan AI Data Center yang masuk dalam kawasan ekonomi khusus di Nongsa, Batam.

"Sekarang kita sedang siapkan untuk tahapan berikutnya dan hampir seluruh perusahaan teknologi sudah mempunyai data center.Karena kunci dari AI juga data center yang berbasis pada semikonduktor yang siap untuk itu," ucapnya.

Airlangga menuturkan, kehadiran AI tidak akan menghilangkan lapangan pekerjaan. AI, jelas dia, justru membutuhkan banyak lapangan kerja, di mana membutuhkan 10 ribu tenaga kerja.

"Jadi inilah yang mengatakan bahwa teknologi selalu membuka kesempatan kerja yang baru. Nah tentu pemerintah akan terus mendorong dan bagi Indonesia dalam studinya Indonesia sudah melihat bahwa bila business as usual ekonomi digital ASEAN itu adalah sebesar 1 triliun," ucapnya.  

Airlangga menambahkan, pemerintah juga memasukkan AI dalam kerangka kerja atau frame work ekonomi digital. Dia bilang, frame work ekonomi digital ini dibentuk dengan kerja sama dari berbagai konsultan.

"Jadi kita harus menyiapkan di dalam negeri karena kita punya tenaga kerja dan lulusan perguruan tinggi yang banyak. Oleh karena itu pemerintah dalam paket ekonomi ini mendorong ada 15 provinsi yang akan kita dorong untuk bisa menjadi tempat untuk mengembangkan digital ekonomi termasuk dengan kecerdasan buatan," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Jurus Sumitronomics Menkeu Purbaya: APBN 2026 Fokus ke Rakyat

Jurus Sumitronomics Menkeu Purbaya: APBN 2026 Fokus ke Rakyat

Bisnis | Rabu, 24 September 2025 | 14:03 WIB

Organisasi Internasional Sebut AI Bakal Jadi Penolong Ekonomi Dunia Bisa Tumbuh Tinggi

Organisasi Internasional Sebut AI Bakal Jadi Penolong Ekonomi Dunia Bisa Tumbuh Tinggi

Bisnis | Rabu, 24 September 2025 | 13:58 WIB

BI Sebut Ekonomi Indonesia Hanya Sanggup Tumbuh 5,1 Persen Tahun Ini

BI Sebut Ekonomi Indonesia Hanya Sanggup Tumbuh 5,1 Persen Tahun Ini

Bisnis | Selasa, 23 September 2025 | 12:41 WIB

Terkini

Aliran Dana Asing ke Indonesia Ditentukan Pengumuman MSCI Besok

Aliran Dana Asing ke Indonesia Ditentukan Pengumuman MSCI Besok

Bisnis | Senin, 11 Mei 2026 | 20:04 WIB

Bos Danantara Nilai IHSG Goyah Karena Rupiah Lemes, Faktor MSCI Kurang Signifikan

Bos Danantara Nilai IHSG Goyah Karena Rupiah Lemes, Faktor MSCI Kurang Signifikan

Bisnis | Senin, 11 Mei 2026 | 19:43 WIB

Meski Sudah Deal, Bahlil Akui Impor Minyak Mentah dari Rusia Terhambat

Meski Sudah Deal, Bahlil Akui Impor Minyak Mentah dari Rusia Terhambat

Bisnis | Senin, 11 Mei 2026 | 18:36 WIB

Purbaya Incar Pajak Ecommerce Usai Diprotes Pedagang Offline, Tapi Akui Belum Pede

Purbaya Incar Pajak Ecommerce Usai Diprotes Pedagang Offline, Tapi Akui Belum Pede

Bisnis | Senin, 11 Mei 2026 | 18:28 WIB

Pelaku Usaha: Biaya-biaya di E-Commerce Mulai Tak Masuk Akal

Pelaku Usaha: Biaya-biaya di E-Commerce Mulai Tak Masuk Akal

Bisnis | Senin, 11 Mei 2026 | 18:25 WIB

Produk Lokal RI Siap Ekspor ke Pasar ASEAN Berkat Jualan Online via Live

Produk Lokal RI Siap Ekspor ke Pasar ASEAN Berkat Jualan Online via Live

Bisnis | Senin, 11 Mei 2026 | 18:24 WIB

Bahlil Sebut Implementasi B50 Punya Peluang Molor Lagi

Bahlil Sebut Implementasi B50 Punya Peluang Molor Lagi

Bisnis | Senin, 11 Mei 2026 | 18:17 WIB

Investasi Blockchain Mulai Dikenalkan ke Mahasiswa

Investasi Blockchain Mulai Dikenalkan ke Mahasiswa

Bisnis | Senin, 11 Mei 2026 | 18:10 WIB

Masih Genggam Sedikit, Kapan Danantara Tambah Porsi Saham GOTO?

Masih Genggam Sedikit, Kapan Danantara Tambah Porsi Saham GOTO?

Bisnis | Senin, 11 Mei 2026 | 18:02 WIB

Botol Plastik Kini Bisa Ditukar BBG untuk Bajaj Gas

Botol Plastik Kini Bisa Ditukar BBG untuk Bajaj Gas

Bisnis | Senin, 11 Mei 2026 | 17:55 WIB