Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.772.000
Beli Rp2.632.000
IHSG 6.723,320
LQ45 657,880
Srikehati 323,518
JII 437,887
USD/IDR 17.491

Dukuh Atas Jadi Pusat Transportasi, Patung Jenderal Sudirman Bakal Dipindah

Achmad Fauzi | Suara.com

Rabu, 01 Oktober 2025 | 08:31 WIB
Dukuh Atas Jadi Pusat Transportasi, Patung  Jenderal Sudirman Bakal Dipindah
Patung Jenderal Sudirman di Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Pusat. (Antara)
  •  Patung Jenderal Sudirman akan dipindah mendekati Thamrin dari lokasi saat ini

  •  Pemindahan patung dilakukan demi wujudkan Dukuh Atas sebagai kawasan TOD

  •  Kawasan Dukuh Atas TOD target selesai dua tahun didukung regulator

Suara.com - Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi, menyebut adanya rencana Patung Jenderal Sudirman yang berada di Jalan Sudirman akan dipindahkan secara permanen.

Salah satu alasanya, untuk menjadikan kawasan Dukuh Atas Jakarta Pursat sebagai kawasan berkonsep transit oriented development (TOD).

Dengan TOD, jelas Dudy, akan menjadi jembatan warga Jakarta untuk bepergian menggunakan transpotasi.

Warga berjalan melewati kawasan Transport Hub Dukuh Atas, Jakarta, Selasa (30/4/2024). [Suara.com/Alfian Winanto]
Warga berjalan melewati kawasan Transport Hub Dukuh Atas, Jakarta, Selasa (30/4/2024). [Suara.com/Alfian Winanto]

Pasalnya, kawasan yang sering disebut Dukuh Atas itu mempertemukan empat moda transportasi, MRT Jakarta, TransJakarta, KRL, dan LRT Jabodebek.

"Jadi, kami bertemu dengan Gubernur DKI. Dia bicara beberapa hal. Kurang lebih nanti Patung Jenderal Sudirman akan dipindahkan mendekati arah Thamrin," ujarnya dalam konferensi pers di Jakarta, yang dikutip, Rabu (1/10/2025).

Dudy menargetkan, pengembangan kawasan Dukuh Atas menjadi TOD ini akan selesai pada 2 tahun ini. Dirinya akan menggandeng swasta untuk pengembagan kawasan tersebut.

"Kami sebagai regulator mendukung rencana ini agar segera terwujud, sehingga masyarakat bisa memanfaatkan wilayah ini untuk terhubung dengan semua moda transportasi publik," imbuhnya.

Sebelumnya, Menhub Dudy dengan Gubernur Jakarta Pramono Anung membahas pengembangan kawasan berorientasi transit (transit-oriented development / TOD) Dukuh Atas, Jakarta, Senin (29/9). Kawasan ini nantinya akan mengintegrasikan empat transportasi berbasis kereta di wilayah Jakarta.

"Harapan kami, kawasan TOD Dukuh Atas, kemudian juga menyatukan stasiun Karet dengan Sudirman, dalam waktu cepat bisa kami realisasikan," ujar Menhub Dudy.

Kawasan berorientasi atau TOD Dukuh Atas nantinya akan menghubungkan empat moda transportasi berbasis kereta secara terpadu sehingga meningkatkan kenyaman masyarakat.

"Kami akan tindak lanjuti terus perkembangannya, sehingga apa yang menjadi harapan masyarakat berkaitan dengan transportasi publik yang semakin nyaman, dapat bisa kami realisasikan dengan cepat," kata Menhub.

Menhub Dudy menjelaskan, kawasan terintegrasi ini akan memberikan sejumlah manfaat besar. Di antaranya, terjadinya peningkatan signifikan dalam kualitas layanan transportasi massal, mulai dari frekuensi, keandalan, keselamatan, hingga kenyamanan, serta meningkatnya konektivitas transportasi di kawasan Jakarta.

Dengan konektivitas transportasi yang lebih baik, akan berefek lanjut terhadap peningkatan nilai properti di kawasan strategis. Kawasan Integrasi Transportasi Publik Dukuh Atas ini pada akhirnya akan mendorong investasi swasta dan menciptakan nilai ekonomi seperti lapangan kerja dan penghematan waktu, sekaligus mencapai keberlanjutan finansial.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Isu Polusi Udara, Wamen Bima Arya Minta Pejabat Naik Transportasi Umum

Isu Polusi Udara, Wamen Bima Arya Minta Pejabat Naik Transportasi Umum

Bisnis | Selasa, 30 September 2025 | 14:46 WIB

Kemenhub 'Gandeng' TRON: Kebut Elektrifikasi Angkutan Umum, Targetkan Udara Bersih dan Bebas Emisi!

Kemenhub 'Gandeng' TRON: Kebut Elektrifikasi Angkutan Umum, Targetkan Udara Bersih dan Bebas Emisi!

Bisnis | Sabtu, 20 September 2025 | 09:17 WIB

Kemenhub Gelontorkan Rp 3,7 Triliun Buat Sistem Transportasi Atasi Macet di Medan dan Bandung

Kemenhub Gelontorkan Rp 3,7 Triliun Buat Sistem Transportasi Atasi Macet di Medan dan Bandung

Bisnis | Kamis, 18 September 2025 | 16:13 WIB

Terkini

Prabowo Mau Alutsista Makin Kuat, Purbaya: Anggaran Ada, Jumlahnya Rahasia

Prabowo Mau Alutsista Makin Kuat, Purbaya: Anggaran Ada, Jumlahnya Rahasia

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 18:17 WIB

Rupiah Terkapar Lemah, Bos BI: Harus Yakin Tuhan yang Maha Kuasa Bersama Kita

Rupiah Terkapar Lemah, Bos BI: Harus Yakin Tuhan yang Maha Kuasa Bersama Kita

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 17:46 WIB

Harga Beras Lagi Mahal di 111 Kota

Harga Beras Lagi Mahal di 111 Kota

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 17:25 WIB

Rupiah Buat IHSG Semakin Hancur, Anjlok 1,85% Hari Ini

Rupiah Buat IHSG Semakin Hancur, Anjlok 1,85% Hari Ini

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 17:09 WIB

RI Mau Beli Jet Tempur KF-21 hingga Sukhoi Su-35, Purbaya: Saya Cuma Bagian Bayar

RI Mau Beli Jet Tempur KF-21 hingga Sukhoi Su-35, Purbaya: Saya Cuma Bagian Bayar

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 16:06 WIB

Purbaya Balas Kritik Media The Economist: Lihat Eropa, Harusnya Puji Kita

Purbaya Balas Kritik Media The Economist: Lihat Eropa, Harusnya Puji Kita

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 15:14 WIB

Pendapatan GBK Tembus Rp 812 Miliar, Tertinggi Dalam 63 Tahun

Pendapatan GBK Tembus Rp 812 Miliar, Tertinggi Dalam 63 Tahun

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 15:11 WIB

BPS: Harga Cabai Sudah Naik di 247 Kota

BPS: Harga Cabai Sudah Naik di 247 Kota

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 14:44 WIB

Teknologi Energi Surya RI Dilirik Bangladesh

Teknologi Energi Surya RI Dilirik Bangladesh

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 14:34 WIB

Lebih Sibuk dari Hormuz, Selat Malaka Jadi Ancaman 'Bom Waktu' Ekonomi Global

Lebih Sibuk dari Hormuz, Selat Malaka Jadi Ancaman 'Bom Waktu' Ekonomi Global

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 14:31 WIB