Dana 200 T Mangkrak di Bank? Kemenkeu Diminta Gandeng Modal Ventura!

M Nurhadi

Rabu, 08 Oktober 2025 | 08:00 WIB
Dana 200 T Mangkrak di Bank? Kemenkeu Diminta Gandeng Modal Ventura!
Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa (Instagram/purbayayudhi_official)
baca 10 detik
  • Direktur Insight Kadin Institute Fakhrul Fulvian mengkritik penempatan dana Rp200 triliun oleh Kemenkeu di bank, menilai dampaknya minimal jika hanya mempertebal likuiditas.
  • Ia mendesak dana tersebut dialirkan melalui Modal Ventura (Venture Capital) untuk menciptakan risk-sharing ecosystem dan mendanai sektor inovatif yang belum bankable.
  • Pendekatan stimulus fiskal perlu diperluas menjadi sebuah ekosistem berbagi risiko (risk-sharing ecosystem)

Suara.com - Kebijakan Kementerian Keuangan menempatkan dana sebesar Rp200 triliun di sektor perbankan dinilai hanya akan memberikan dampak signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi jika disalurkan melalui mekanisme pembiayaan yang produktif dan didasari oleh pengambilan risiko yang terukur.

Menurut Direktur Insight Kadin Indonesia Institute, Fakhrul Fulvian, dana negara tersebut seharusnya berfungsi sebagai "pemantik keberanian" bagi lembaga keuangan untuk mengalirkan modal ke sektor riil, bukan sekadar menumpuk likuiditas di sistem perbankan.

"Kita tidak kekurangan uang, yang kita kekurangan adalah keberanian menyalurkannya dengan cara yang sehat. Kalau dana ini hanya berhenti di deposito atau reverse repo, efeknya minimal," ujar Fakhrul di Jakarta, Selasa (7/10/2025), seperti dikutip via Antara.

Agar dampak dana Rp200 triliun menjadi optimal, Fakhrul menilai pemerintah harus berkolaborasi dengan lembaga keuangan non-bank yang siap mengambil risiko secara terukur.

Selama ini, ekosistem pembiayaan di Indonesia didominasi oleh perbankan yang cenderung sangat berhati-hati (prudent), sementara lembaga berbasis ekuitas seperti modal ventura (venture capital/VC) belum diberdayakan secara sistemik.

Oleh karena itu, pendekatan stimulus fiskal perlu diperluas menjadi sebuah ekosistem berbagi risiko (risk-sharing ecosystem) yang melibatkan pemerintah, perbankan, lembaga penjamin, dan industri modal ventura.

Fakhrul menyebut venture capital sebagai "lapisan keberanian" dan "missing middle" dalam sistem keuangan Indonesia.

VC memiliki peran krusial untuk mendanai sektor-sektor berpotensi tinggi namun belum sepenuhnya bankable, seperti agrikultur modern, industri hijau, logistik, dan pengolahan daerah.

"Jika sebagian kecil dari dana Rp200 triliun diarahkan ke skema kolaboratif dengan modal ventura, maka efek penggandanya akan jauh lebih besar dibanding penyaluran kredit konvensional," tegasnya.

baca juga

Desakan Reformasi Regulasi OJK

Untuk memberdayakan modal ventura, Fakhrul menyoroti pentingnya reformasi regulasi. Ia mengusulkan agar Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menerapkan model tiered licensing atau lisensi bertingkat.

Model ini akan memungkinkan terbentuknya micro venture fund dengan modal minimum yang lebih kecil, misalnya Rp5 miliar hingga Rp10 miliar.

Dengan lisensi yang lebih fleksibel, ekosistem venture capital dapat tumbuh dari bawah dan menyebar di berbagai daerah.

Fakhrul menambahkan bahwa pertumbuhan industri modal ventura yang sehat juga berpotensi besar untuk menarik kembali dana Indonesia yang kini banyak tersimpan di luar negeri. 

Fakhrul mencontohkan beberapa negara yang telah berhasil menjadikan modal ventura sebagai perpanjangan tangan kebijakan fiskal:

  • Singapura menggunakan Heliconia Capital (di bawah Temasek Holdings) untuk membiayai ekspansi perusahaan menengah nasional.
  • Korea Selatan memiliki Growth Ladder Fund, dana pemerintah yang disalurkan melalui venture capital swasta untuk mendanai startup dan UKM teknologi.
  • Prancis menjalankan model Bpifrance, yang menyalurkan dana publik melalui mekanisme co-investment dengan bank pembangunan regional dan swasta.

"Semua negara maju menggabungkan dana negara dengan keberanian pasar. Itulah yang belum kita lakukan," kata Fakhrul.

Ia menyimpulkan bahwa kebijakan fiskal yang efektif bukan hanya soal kecepatan penyerapan dana, tetapi tentang kemampuan pemerintah menyalurkan keberanian ke dalam sistem ekonomi agar para pengusaha kembali bergairah memutar perekonomian.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Anggaran Dipangkas Rp 15 Triliun, Gubernur DKI Siapkan Obligasi Daerah, Menkeu Beri Lampu Hijau

Anggaran Dipangkas Rp 15 Triliun, Gubernur DKI Siapkan Obligasi Daerah, Menkeu Beri Lampu Hijau

News | Selasa, 07 Oktober 2025 | 21:16 WIB

Menkeu Purbaya: Jangan Sampai, Saya Kasih Duit Malah Panik!

Menkeu Purbaya: Jangan Sampai, Saya Kasih Duit Malah Panik!

Bisnis | Selasa, 07 Oktober 2025 | 18:58 WIB

Beda Reaksi Warga Sambut Menteri Purbaya Yudhi VS Bahlil Lahadalia di HUT TNI Ke-80

Beda Reaksi Warga Sambut Menteri Purbaya Yudhi VS Bahlil Lahadalia di HUT TNI Ke-80

News | Selasa, 07 Oktober 2025 | 18:06 WIB

Terkini

Kemenkum Tegaskan Penutupan Situs Tak Bisa Asal, Aduan Pelanggaran Hak Cipta Harus Lewati Verifikasi

Kemenkum Tegaskan Penutupan Situs Tak Bisa Asal, Aduan Pelanggaran Hak Cipta Harus Lewati Verifikasi

Jatim | Kamis, 29 Oktober 2026 | 18:49 WIB

Mahasiswa Serbia Bersih-Bersih Institusi, Kepala Intelijen hingga Direktur Polisi Dipaksa Mundur

Mahasiswa Serbia Bersih-Bersih Institusi, Kepala Intelijen hingga Direktur Polisi Dipaksa Mundur

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 18:45 WIB

Kemenhub Ungkap 39 Persen Keterlibatan Kecelakaan Lalu Lintas Berasal dari Usia Pelajar

Kemenhub Ungkap 39 Persen Keterlibatan Kecelakaan Lalu Lintas Berasal dari Usia Pelajar

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 18:42 WIB

Korban Pembunuhan di Madiun Disudutkan karena Status Istri Siri, Aktivis Desak Edukasi Publik

Korban Pembunuhan di Madiun Disudutkan karena Status Istri Siri, Aktivis Desak Edukasi Publik

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 18:38 WIB

Pendapatan Indosat Tumbuh 11 Persen, Bisnis AI Cloud Bidik 100 Juta Dolar AS pada 2026

Pendapatan Indosat Tumbuh 11 Persen, Bisnis AI Cloud Bidik 100 Juta Dolar AS pada 2026

Tekno | Kamis, 29 Oktober 2026 | 18:35 WIB

Gen Z Bikin Bahasa Baru, namun Apa Kesalahan Menulis Harus Ikut Dimaklumi?

Gen Z Bikin Bahasa Baru, namun Apa Kesalahan Menulis Harus Ikut Dimaklumi?

Your Say | Kamis, 29 Oktober 2026 | 18:35 WIB

3 Rekomendasi Bedak Tabur Transparan Lokal, Bisa Diandalkan untuk Mengunci Makeup

3 Rekomendasi Bedak Tabur Transparan Lokal, Bisa Diandalkan untuk Mengunci Makeup

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 18:35 WIB

Guru SD di Palembang Diduga Setubuhi Siswi Lima Kali, Terungkap Setelah Orang Tua Melapor

Guru SD di Palembang Diduga Setubuhi Siswi Lima Kali, Terungkap Setelah Orang Tua Melapor

Sumsel | Kamis, 29 Oktober 2026 | 18:34 WIB

Soroti Pengamanan Demo 28 Oktober Bundaran HI, Legislator PDIP Ingatkan Prosedur Pelibatan TNI

Soroti Pengamanan Demo 28 Oktober Bundaran HI, Legislator PDIP Ingatkan Prosedur Pelibatan TNI

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 18:32 WIB

Dominasi Netanyahu di Parlemen Israel Ambruk, Warga Gaza dan Timur Tengah Menanti Dampaknya

Dominasi Netanyahu di Parlemen Israel Ambruk, Warga Gaza dan Timur Tengah Menanti Dampaknya

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 18:30 WIB

×