Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Dana 200 T Mangkrak di Bank? Kemenkeu Diminta Gandeng Modal Ventura!

M Nurhadi | Suara.com

Rabu, 08 Oktober 2025 | 08:00 WIB
Dana 200 T Mangkrak di Bank? Kemenkeu Diminta Gandeng Modal Ventura!
Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa (Instagram/purbayayudhi_official)
  • Direktur Insight Kadin Institute Fakhrul Fulvian mengkritik penempatan dana Rp200 triliun oleh Kemenkeu di bank, menilai dampaknya minimal jika hanya mempertebal likuiditas.
  • Ia mendesak dana tersebut dialirkan melalui Modal Ventura (Venture Capital) untuk menciptakan risk-sharing ecosystem dan mendanai sektor inovatif yang belum bankable.
  • Pendekatan stimulus fiskal perlu diperluas menjadi sebuah ekosistem berbagi risiko (risk-sharing ecosystem)

Suara.com - Kebijakan Kementerian Keuangan menempatkan dana sebesar Rp200 triliun di sektor perbankan dinilai hanya akan memberikan dampak signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi jika disalurkan melalui mekanisme pembiayaan yang produktif dan didasari oleh pengambilan risiko yang terukur.

Menurut Direktur Insight Kadin Indonesia Institute, Fakhrul Fulvian, dana negara tersebut seharusnya berfungsi sebagai "pemantik keberanian" bagi lembaga keuangan untuk mengalirkan modal ke sektor riil, bukan sekadar menumpuk likuiditas di sistem perbankan.

"Kita tidak kekurangan uang, yang kita kekurangan adalah keberanian menyalurkannya dengan cara yang sehat. Kalau dana ini hanya berhenti di deposito atau reverse repo, efeknya minimal," ujar Fakhrul di Jakarta, Selasa (7/10/2025), seperti dikutip via Antara.

Agar dampak dana Rp200 triliun menjadi optimal, Fakhrul menilai pemerintah harus berkolaborasi dengan lembaga keuangan non-bank yang siap mengambil risiko secara terukur.

Selama ini, ekosistem pembiayaan di Indonesia didominasi oleh perbankan yang cenderung sangat berhati-hati (prudent), sementara lembaga berbasis ekuitas seperti modal ventura (venture capital/VC) belum diberdayakan secara sistemik.

Oleh karena itu, pendekatan stimulus fiskal perlu diperluas menjadi sebuah ekosistem berbagi risiko (risk-sharing ecosystem) yang melibatkan pemerintah, perbankan, lembaga penjamin, dan industri modal ventura.

Fakhrul menyebut venture capital sebagai "lapisan keberanian" dan "missing middle" dalam sistem keuangan Indonesia.

VC memiliki peran krusial untuk mendanai sektor-sektor berpotensi tinggi namun belum sepenuhnya bankable, seperti agrikultur modern, industri hijau, logistik, dan pengolahan daerah.

"Jika sebagian kecil dari dana Rp200 triliun diarahkan ke skema kolaboratif dengan modal ventura, maka efek penggandanya akan jauh lebih besar dibanding penyaluran kredit konvensional," tegasnya.

Desakan Reformasi Regulasi OJK

Untuk memberdayakan modal ventura, Fakhrul menyoroti pentingnya reformasi regulasi. Ia mengusulkan agar Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menerapkan model tiered licensing atau lisensi bertingkat.

Model ini akan memungkinkan terbentuknya micro venture fund dengan modal minimum yang lebih kecil, misalnya Rp5 miliar hingga Rp10 miliar.

Dengan lisensi yang lebih fleksibel, ekosistem venture capital dapat tumbuh dari bawah dan menyebar di berbagai daerah.

Fakhrul menambahkan bahwa pertumbuhan industri modal ventura yang sehat juga berpotensi besar untuk menarik kembali dana Indonesia yang kini banyak tersimpan di luar negeri. 

Fakhrul mencontohkan beberapa negara yang telah berhasil menjadikan modal ventura sebagai perpanjangan tangan kebijakan fiskal:

  • Singapura menggunakan Heliconia Capital (di bawah Temasek Holdings) untuk membiayai ekspansi perusahaan menengah nasional.
  • Korea Selatan memiliki Growth Ladder Fund, dana pemerintah yang disalurkan melalui venture capital swasta untuk mendanai startup dan UKM teknologi.
  • Prancis menjalankan model Bpifrance, yang menyalurkan dana publik melalui mekanisme co-investment dengan bank pembangunan regional dan swasta.

"Semua negara maju menggabungkan dana negara dengan keberanian pasar. Itulah yang belum kita lakukan," kata Fakhrul.

Ia menyimpulkan bahwa kebijakan fiskal yang efektif bukan hanya soal kecepatan penyerapan dana, tetapi tentang kemampuan pemerintah menyalurkan keberanian ke dalam sistem ekonomi agar para pengusaha kembali bergairah memutar perekonomian.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Anggaran Dipangkas Rp 15 Triliun, Gubernur DKI Siapkan Obligasi Daerah, Menkeu Beri Lampu Hijau

Anggaran Dipangkas Rp 15 Triliun, Gubernur DKI Siapkan Obligasi Daerah, Menkeu Beri Lampu Hijau

News | Selasa, 07 Oktober 2025 | 21:16 WIB

Menkeu Purbaya: Jangan Sampai, Saya Kasih Duit Malah Panik!

Menkeu Purbaya: Jangan Sampai, Saya Kasih Duit Malah Panik!

Bisnis | Selasa, 07 Oktober 2025 | 18:58 WIB

Beda Reaksi Warga Sambut Menteri Purbaya Yudhi VS Bahlil Lahadalia di HUT TNI Ke-80

Beda Reaksi Warga Sambut Menteri Purbaya Yudhi VS Bahlil Lahadalia di HUT TNI Ke-80

News | Selasa, 07 Oktober 2025 | 18:06 WIB

Terkini

Pelindo Lakukan Soft Launching Layanan Kepelabuhanan di Perairan Nipa

Pelindo Lakukan Soft Launching Layanan Kepelabuhanan di Perairan Nipa

Bisnis | Senin, 25 Mei 2026 | 20:42 WIB

Setelah Sah Jadi BUMN, Danantara Mulai Audisi Direksi DSI

Setelah Sah Jadi BUMN, Danantara Mulai Audisi Direksi DSI

Bisnis | Senin, 25 Mei 2026 | 20:16 WIB

Danantara Punya Yayasan Filantropi, Fokus Benahi Kesehatan dan Pendidikan

Danantara Punya Yayasan Filantropi, Fokus Benahi Kesehatan dan Pendidikan

Bisnis | Senin, 25 Mei 2026 | 19:43 WIB

BRI Salurkan KUR Perumahan Rp9,2 Triliun, Menteri PKP Maruarar Sirait Ungkap Manfaat untuk UMKM

BRI Salurkan KUR Perumahan Rp9,2 Triliun, Menteri PKP Maruarar Sirait Ungkap Manfaat untuk UMKM

Bisnis | Senin, 25 Mei 2026 | 19:29 WIB

Viral Pantai Kartika di Konawe Selatan Hancur Digempur Tambang, Ini Perusahaan Pemilik Konsesinya

Viral Pantai Kartika di Konawe Selatan Hancur Digempur Tambang, Ini Perusahaan Pemilik Konsesinya

Bisnis | Senin, 25 Mei 2026 | 19:19 WIB

Qita by BRI Diluncurkan, Permudah Pengelolaan Finansial dan Gaya Hidup Digital

Qita by BRI Diluncurkan, Permudah Pengelolaan Finansial dan Gaya Hidup Digital

Bisnis | Senin, 25 Mei 2026 | 18:34 WIB

Pegadaian dan ANTAM Perkuat Sinergi Strategis untuk Kembangkan Ekosistem Emas Nasional

Pegadaian dan ANTAM Perkuat Sinergi Strategis untuk Kembangkan Ekosistem Emas Nasional

Bisnis | Senin, 25 Mei 2026 | 18:28 WIB

Industri Keramik Mulai Bangkit, Utilisasi Industri Naik ke 75 Persen Tahun Ini

Industri Keramik Mulai Bangkit, Utilisasi Industri Naik ke 75 Persen Tahun Ini

Bisnis | Senin, 25 Mei 2026 | 18:19 WIB

Prabowo Siapkan Pelatihan Industri Semikonduktor untuk 15 Ribu Anak Muda

Prabowo Siapkan Pelatihan Industri Semikonduktor untuk 15 Ribu Anak Muda

Bisnis | Senin, 25 Mei 2026 | 18:18 WIB

PLTS Berkapasitas 71,9 MW Resmi Dibangun, Terbesar di Sektor Semen RI

PLTS Berkapasitas 71,9 MW Resmi Dibangun, Terbesar di Sektor Semen RI

Bisnis | Senin, 25 Mei 2026 | 18:15 WIB