Family Office Usulan Luhut Ditolak Menkeu, Apa Itu Gerbang Investasi Bebas Pajak Orang Super Kaya?

Bangun Santoso

Selasa, 14 Oktober 2025 | 11:39 WIB
Family Office Usulan Luhut Ditolak Menkeu, Apa Itu Gerbang Investasi Bebas Pajak Orang Super Kaya?
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dan Ketua Dewan Ekonomi Nasional Luhut Binsar Pandjaitan (Instagram/kemensetneg.ri/luhut.pandjaitan)
baca 10 detik
  • Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa secara tegas menolak mengalokasikan dana APBN untuk proyek family office yang diusung oleh Ketua DEN Luhut Binsar Pandjaitan
  • Family office adalah firma manajemen kekayaan eksklusif untuk orang super kaya
  • Meskipun ditolak Menkeu, Luhut Pandjaitan menyatakan proyek ini terus berjalan, sedang dalam tahap finalisasi

Suara.com - Proyek ambisius Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan untuk mendirikan ‘family office’ di Indonesia mendapat penolakan tegas dari Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, yang enggan membiayainya menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Lalu, apa sebenarnya family office yang menjadi perbincangan hangat ini? Secara sederhana, family office atau Wealth Management Consulting (WMC) adalah sebuah firma penasihat manajemen kekayaan yang secara eksklusif melayani individu atau keluarga dengan tingkat kekayaan sangat tinggi (ultra-high-net-worth individuals).

Konsep ini memungkinkan para investor kakap global untuk menanamkan modalnya di Indonesia melalui sebuah gerbang khusus, yang seringkali disertai insentif seperti pembebasan pajak.

Gagasan ini telah lama diusulkan oleh Luhut, bahkan sejak ia masih menjabat sebagai Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi di era Presiden Joko Widodo, dengan pembahasan yang telah bergulir setidaknya sejak tahun 2024.

Rencananya, DEN akan mengembangkan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pusat Keuangan dan Family Office di Bali sebagai pintu masuk bagi dana investasi asing untuk dialirkan ke berbagai sektor riil di dalam negeri.

Meskipun sempat direncanakan berjalan pada Februari 2025, implementasinya hingga kini masih dalam tahap persiapan. Namun, Luhut memastikan proyek ini terus berlanjut di era pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan menargetkannya untuk bisa beroperasi tahun ini.

"Saya kira masih berjalan, kita lagi kejar terus. Kita harap bisa segera diputuskan Presiden," ujar Luhut saat ditemui di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta pada akhir Juli 2025 lalu.

Luhut menambahkan bahwa proses pembentukan family office kini sudah dalam tahap finalisasi. Untuk mematangkan konsepnya, pemerintah bahkan telah meminta masukan dari investor global sekaliber Ray Dalio, pendiri perusahaan hedge fund terbesar di dunia, Bridgewater Associates.

Namun, wacana ini kembali memanas setelah Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memberikan respons dingin. Ia mempersilakan proyek tersebut berjalan, asalkan tidak menyentuh dana negara.

baca juga

"Saya sudah dengar lama isu itu, tapi biar saja. Kalau DEN bisa bangun sendiri, ya bangun saja sendiri. Saya anggarannya nggak akan alihkan ke sana," kata Purbaya di Kantor Pusat Direktorat Jenderal Pajak (DJP), Jakarta, dikutip Senin (13/10/2025).

Purbaya menegaskan bahwa APBN hanya akan dialokasikan untuk program-program yang tepat sasaran, tepat waktu, dan bebas dari kebocoran.

Ia secara terbuka mengaku tidak terlibat dalam rencana pendirian family office dan belum memahami konsepnya secara mendalam.

"Nggak, saya nggak terlibat. Kalau mau saya doain lah. Saya belum terlalu ngerti konsepnya walaupun Pak Ketua DEN sering bicara. Saya belum pernah lihat apa sih konsepnya, jadi saya nggak bisa jawab," ujarnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

8 Fakta Family Office: Ide Luhut untuk Crazy Rich, Anggaran APBN Ditolak Purbaya

8 Fakta Family Office: Ide Luhut untuk Crazy Rich, Anggaran APBN Ditolak Purbaya

Bisnis | Selasa, 14 Oktober 2025 | 11:29 WIB

Purbaya Umumkan Nomor WA Khusus, Warga Bisa Lapor Jika Ada Petugas Bea Cukai-Pajak Nakal

Purbaya Umumkan Nomor WA Khusus, Warga Bisa Lapor Jika Ada Petugas Bea Cukai-Pajak Nakal

Bisnis | Selasa, 14 Oktober 2025 | 10:12 WIB

Menkeu Purbaya Tolak Mentah-mentah Anggarkan Family Office Luhut

Menkeu Purbaya Tolak Mentah-mentah Anggarkan Family Office Luhut

Bisnis | Selasa, 14 Oktober 2025 | 09:39 WIB

Purbaya Blak-blakan Kondisi Investasi RI: Sudah Puluhan Tahun Kita Tak Bisa Betulin

Purbaya Blak-blakan Kondisi Investasi RI: Sudah Puluhan Tahun Kita Tak Bisa Betulin

Bisnis | Selasa, 14 Oktober 2025 | 09:26 WIB

Menkeu Purbaya Mau Guyur Lagi Dana SAL ke Himbara, BRI-BNI Dapat Berapa?

Menkeu Purbaya Mau Guyur Lagi Dana SAL ke Himbara, BRI-BNI Dapat Berapa?

Bisnis | Selasa, 14 Oktober 2025 | 08:49 WIB

Serapan Lambat SAL APBN Disorot Menkeu Purbaya, Ancam Pindahkan Dana Rp 15 Triliun

Serapan Lambat SAL APBN Disorot Menkeu Purbaya, Ancam Pindahkan Dana Rp 15 Triliun

Bisnis | Selasa, 14 Oktober 2025 | 06:58 WIB

Bea Cukai Tanjung Priok Diobok-obok Menkeu, Ada Indikasi Kecurangan?

Bea Cukai Tanjung Priok Diobok-obok Menkeu, Ada Indikasi Kecurangan?

Video | Senin, 13 Oktober 2025 | 19:05 WIB

Terkini

Satu Pelaku Curas di Bekasi Ditangkap, Polisi Dalami Keterkaitan dengan 12 Kasus Lain

Satu Pelaku Curas di Bekasi Ditangkap, Polisi Dalami Keterkaitan dengan 12 Kasus Lain

Jabar | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:16 WIB

Gandeng 43 Kampus Muhammadiyah, PERADI Profesional Perkuat Pendidikan dan Integritas Advokat

Gandeng 43 Kampus Muhammadiyah, PERADI Profesional Perkuat Pendidikan dan Integritas Advokat

Jogja | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:04 WIB

Jalan Ambles Banjarwangi-Singajaya Sepanjang 15 Meter, Polisi Pasang Garis Pengaman

Jalan Ambles Banjarwangi-Singajaya Sepanjang 15 Meter, Polisi Pasang Garis Pengaman

Jabar | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:59 WIB

Kemasan Bekas Jangan Langsung Dibuang, Mulai Biasakan Mengelolanya dengan Benar

Kemasan Bekas Jangan Langsung Dibuang, Mulai Biasakan Mengelolanya dengan Benar

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:25 WIB

Dear Pemain Keturunan Indonesia di Jerman dan Spanyol, Siap-siap Dipanggil PSSI

Dear Pemain Keturunan Indonesia di Jerman dan Spanyol, Siap-siap Dipanggil PSSI

Bola | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:00 WIB

Tafsir Kerugian Negara Bikin Investor Waswas, Direksi BUMN Bisa Jadi Korban

Tafsir Kerugian Negara Bikin Investor Waswas, Direksi BUMN Bisa Jadi Korban

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:59 WIB

Tak Mau Turun Kasta, BEI Pede Indonesia Selamat dari Ancaman MSCI

Tak Mau Turun Kasta, BEI Pede Indonesia Selamat dari Ancaman MSCI

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:35 WIB

Ramai Dikritik Soal Acara Deklarasi Sumpah Pemuda, Raffi Ahmad Buka Suara

Ramai Dikritik Soal Acara Deklarasi Sumpah Pemuda, Raffi Ahmad Buka Suara

Video | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:30 WIB

In This Economy, Jadi Tentara Bayaran Rusia Diimingi Gaji Selangit Pulang Tinggal Nama

In This Economy, Jadi Tentara Bayaran Rusia Diimingi Gaji Selangit Pulang Tinggal Nama

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:00 WIB

Ketika Nonton Film Bareng Jadi Cara Baru Membangun Kedekatan di Dunia Kerja

Ketika Nonton Film Bareng Jadi Cara Baru Membangun Kedekatan di Dunia Kerja

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 20:47 WIB

×