Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.585.000
Beli Rp2.470.000
IHSG 6.037,842
LQ45 602,373
Srikehati 296,769
JII 356,005
USD/IDR 18.126

Pemerintah Tarik Utang Hingga Rp 501,5 Triliun, Wamenkeu Ungkap Realisasinya

M Nurhadi

Selasa, 14 Oktober 2025 | 19:08 WIB
Pemerintah Tarik Utang Hingga Rp 501,5 Triliun, Wamenkeu Ungkap Realisasinya
Wakil Menteri Keuangan, Suahasil Nazara. [Suara.com/Alfian Winanto]
baca 10 detik
  • Hingga 30 September 2025, Pemerintah telah menarik utang sebesar Rp501,5 triliun, mencapai 68,6% dari target APBN 2025.
  • Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara menekankan utang dikelola terukur dan memitigasi risiko, tercermin dari menyempitnya spread SBN Rupiah terhadap US Treasury 10 tahun.

Suara.com - Pemerintah Indonesia menarik utang hingga Rp501,5 triliun per 30 September 2025.

Angka ini setara dengan 68,6 persen dari total target pembiayaan utang yang ditetapkan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2025, yakni senilai Rp775,9 triliun.

Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu), Suahasil Nazara, menegaskan bahwa strategi pembiayaan utang dilakukan dengan sangat hati-hati dan terukur.

"Kami terus melakukan pembiayaan yang sifatnya memitigasi risiko. Kami melakukan secara sangat terukur dan melakukan berbagai macam hubungan dengan investor untuk memastikan pembiayaan utang kita on track," kata Suahasil dalam konferensi pers APBN KiTa Edisi Oktober 2025 di Jakarta, Selasa (14/10/2025). 

Suahasil merinci, sumber pembiayaan utang pemerintah berasal dari penerbitan Surat Berharga Negara (SBN) dalam bentuk valuta asing (valas) dan rupiah.

Di pasar global, Pemerintah sukses menerbitkan SBN dual currency senilai $1,85 miliar AS dan €600 juta Euro. Tingginya minat investor tercermin dari tingkat permintaan (bid) yang mencapai lebih dari $9,4 miliar AS dan €1,2 miliar Euro.

Di pasar domestik, stabilitas SBN Rupiah berhasil dijaga, ditandai dengan tren penurunan imbal hasil (yield). Yield SBN Rupiah 10 tahun turun signifikan, dari 6,98 persen pada awal tahun menjadi sekitar 6,09 persen pada Oktober 2025.

"Penurunan yang cukup tinggi, sehingga kita bisa menurunkan beban biaya utang kita," ujar Suahasil, dikutip dari Antara.

Tren positif ini juga terlihat dari selisih imbal hasil (spread) antara SBN Rupiah 10 tahun dengan US Treasury 10 tahun yang menyempit.

baca juga

Spread yang semula berada di kisaran 240-260 basis poin (bps) di awal tahun, kini menyempit menjadi sekitar 206 bps.

Penyempitan spread ini mencerminkan peningkatan tingkat kepercayaan investor terhadap fundamental dan kondisi ekonomi Indonesia.

Realisasi Pembiayaan Non-Utang untuk Program Prioritas

Selain pembiayaan utang, Pemerintah juga merealisasikan pembiayaan non-utang, yang sebagian besar berbentuk pembiayaan investasi untuk program-program prioritas.

Beberapa realisasi investasi utama per 30 September 2025 meliputi:

  • Perumahan: Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) melalui BP Tapera sebesar Rp24,7 triliun untuk membiayai 190 ribu unit rumah bersubsidi.
  • Pendidikan: Pembiayaan pendidikan sebesar Rp26,7 triliun untuk Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) dan program Sekolah Unggul Garuda.
  • Ketahanan Pangan: Pembiayaan untuk Perum Bulog senilai Rp22 triliun.

Dengan mengakumulasikan realisasi pembiayaan utang dan non-utang, total pembiayaan anggaran pemerintah per 30 September 2025 tercatat sebesar Rp458 triliun, atau setara 69,2 persen dari proyeksi akhir tahun sebesar Rp662 triliun.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Utang Kereta Cepat Seberapa Banyak? Pantas Menkeu Purbaya Ogah Bayar Pakai APBN

Utang Kereta Cepat Seberapa Banyak? Pantas Menkeu Purbaya Ogah Bayar Pakai APBN

Lifestyle | Selasa, 14 Oktober 2025 | 18:39 WIB

Satgas BLBI Mau Dibubarkan, Menkeu Purbaya Ngotot Turun Langsung Tagih Utang

Satgas BLBI Mau Dibubarkan, Menkeu Purbaya Ngotot Turun Langsung Tagih Utang

Bisnis | Selasa, 14 Oktober 2025 | 18:04 WIB

Purbaya Batal Bentuk Badan Penerimaan Negara: Pajak dan Bea Cukai Tetap di Kemenkeu!

Purbaya Batal Bentuk Badan Penerimaan Negara: Pajak dan Bea Cukai Tetap di Kemenkeu!

Bisnis | Selasa, 14 Oktober 2025 | 17:33 WIB

Terkini

Bayer Rombak Jajaran Direksi, Tunjuk Simon Rosof Sebagai Bos Baru

Bayer Rombak Jajaran Direksi, Tunjuk Simon Rosof Sebagai Bos Baru

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 18:40 WIB

Dikritik DPR, Purbaya Klaim Utang Pemerintah Masih Aman Meski Nyaris Rp 10.000 Triliun

Dikritik DPR, Purbaya Klaim Utang Pemerintah Masih Aman Meski Nyaris Rp 10.000 Triliun

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 18:38 WIB

Freeport Targetkan Blok Kucing Liar Papua Tahun 2029, Hasilkan Jutaan Ons Emas

Freeport Targetkan Blok Kucing Liar Papua Tahun 2029, Hasilkan Jutaan Ons Emas

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 18:37 WIB

Purbaya Akhirnya Bongkar Masalah di Program MBG, Janji Bakal Libatkan Rakyat

Purbaya Akhirnya Bongkar Masalah di Program MBG, Janji Bakal Libatkan Rakyat

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 18:19 WIB

Polemik Revisi UU Hak Cipta, Google Respon Wacana Pemerintah

Polemik Revisi UU Hak Cipta, Google Respon Wacana Pemerintah

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 17:07 WIB

Setoran Freeport ke Negara Turun Menjadi USD 2,6 Miliar pada 2026

Setoran Freeport ke Negara Turun Menjadi USD 2,6 Miliar pada 2026

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 16:52 WIB

Bahlil Diserang PDIP Soal Batu Bara PLN, Ade Ginanjar Pasang Badan: Jangan Politisasi Energi

Bahlil Diserang PDIP Soal Batu Bara PLN, Ade Ginanjar Pasang Badan: Jangan Politisasi Energi

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 16:46 WIB

IHSG Bertahan di Atas 6.000, Tapi Dihantam Saham Perbankan

IHSG Bertahan di Atas 6.000, Tapi Dihantam Saham Perbankan

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 16:40 WIB

Tak Sekadar Chatbot, Investor Ritel Bisa Manfaatkan AI untuk Analisis Saham

Tak Sekadar Chatbot, Investor Ritel Bisa Manfaatkan AI untuk Analisis Saham

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 16:28 WIB

Rupiah Menguat Tipis Berkat Sentimen Positif S&P Global Ratings

Rupiah Menguat Tipis Berkat Sentimen Positif S&P Global Ratings

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 16:28 WIB

×