Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.865.000
Beli Rp2.745.000
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Pemerintah Tarik Utang Hingga Rp 501,5 Triliun, Wamenkeu Ungkap Realisasinya

M Nurhadi | Suara.com

Selasa, 14 Oktober 2025 | 19:08 WIB
Pemerintah Tarik Utang Hingga Rp 501,5 Triliun, Wamenkeu Ungkap Realisasinya
Wakil Menteri Keuangan, Suahasil Nazara. [Suara.com/Alfian Winanto]
  • Hingga 30 September 2025, Pemerintah telah menarik utang sebesar Rp501,5 triliun, mencapai 68,6% dari target APBN 2025.
  • Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara menekankan utang dikelola terukur dan memitigasi risiko, tercermin dari menyempitnya spread SBN Rupiah terhadap US Treasury 10 tahun.

Suara.com - Pemerintah Indonesia menarik utang hingga Rp501,5 triliun per 30 September 2025.

Angka ini setara dengan 68,6 persen dari total target pembiayaan utang yang ditetapkan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2025, yakni senilai Rp775,9 triliun.

Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu), Suahasil Nazara, menegaskan bahwa strategi pembiayaan utang dilakukan dengan sangat hati-hati dan terukur.

"Kami terus melakukan pembiayaan yang sifatnya memitigasi risiko. Kami melakukan secara sangat terukur dan melakukan berbagai macam hubungan dengan investor untuk memastikan pembiayaan utang kita on track," kata Suahasil dalam konferensi pers APBN KiTa Edisi Oktober 2025 di Jakarta, Selasa (14/10/2025). 

Suahasil merinci, sumber pembiayaan utang pemerintah berasal dari penerbitan Surat Berharga Negara (SBN) dalam bentuk valuta asing (valas) dan rupiah.

Di pasar global, Pemerintah sukses menerbitkan SBN dual currency senilai $1,85 miliar AS dan €600 juta Euro. Tingginya minat investor tercermin dari tingkat permintaan (bid) yang mencapai lebih dari $9,4 miliar AS dan €1,2 miliar Euro.

Di pasar domestik, stabilitas SBN Rupiah berhasil dijaga, ditandai dengan tren penurunan imbal hasil (yield). Yield SBN Rupiah 10 tahun turun signifikan, dari 6,98 persen pada awal tahun menjadi sekitar 6,09 persen pada Oktober 2025.

"Penurunan yang cukup tinggi, sehingga kita bisa menurunkan beban biaya utang kita," ujar Suahasil, dikutip dari Antara.

Tren positif ini juga terlihat dari selisih imbal hasil (spread) antara SBN Rupiah 10 tahun dengan US Treasury 10 tahun yang menyempit.

Spread yang semula berada di kisaran 240-260 basis poin (bps) di awal tahun, kini menyempit menjadi sekitar 206 bps.

Penyempitan spread ini mencerminkan peningkatan tingkat kepercayaan investor terhadap fundamental dan kondisi ekonomi Indonesia.

Realisasi Pembiayaan Non-Utang untuk Program Prioritas

Selain pembiayaan utang, Pemerintah juga merealisasikan pembiayaan non-utang, yang sebagian besar berbentuk pembiayaan investasi untuk program-program prioritas.

Beberapa realisasi investasi utama per 30 September 2025 meliputi:

  • Perumahan: Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) melalui BP Tapera sebesar Rp24,7 triliun untuk membiayai 190 ribu unit rumah bersubsidi.
  • Pendidikan: Pembiayaan pendidikan sebesar Rp26,7 triliun untuk Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) dan program Sekolah Unggul Garuda.
  • Ketahanan Pangan: Pembiayaan untuk Perum Bulog senilai Rp22 triliun.

Dengan mengakumulasikan realisasi pembiayaan utang dan non-utang, total pembiayaan anggaran pemerintah per 30 September 2025 tercatat sebesar Rp458 triliun, atau setara 69,2 persen dari proyeksi akhir tahun sebesar Rp662 triliun.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Utang Kereta Cepat Seberapa Banyak? Pantas Menkeu Purbaya Ogah Bayar Pakai APBN

Utang Kereta Cepat Seberapa Banyak? Pantas Menkeu Purbaya Ogah Bayar Pakai APBN

Lifestyle | Selasa, 14 Oktober 2025 | 18:39 WIB

Satgas BLBI Mau Dibubarkan, Menkeu Purbaya Ngotot Turun Langsung Tagih Utang

Satgas BLBI Mau Dibubarkan, Menkeu Purbaya Ngotot Turun Langsung Tagih Utang

Bisnis | Selasa, 14 Oktober 2025 | 18:04 WIB

Purbaya Batal Bentuk Badan Penerimaan Negara: Pajak dan Bea Cukai Tetap di Kemenkeu!

Purbaya Batal Bentuk Badan Penerimaan Negara: Pajak dan Bea Cukai Tetap di Kemenkeu!

Bisnis | Selasa, 14 Oktober 2025 | 17:33 WIB

Terkini

Kapal Tanker China Gagal Tembus Blokade AS di Teluk Persia

Kapal Tanker China Gagal Tembus Blokade AS di Teluk Persia

Bisnis | Rabu, 15 April 2026 | 14:30 WIB

Kursi Panas Bos Astra: Sinyal Kuat Rudy Gantikan Djony Bunarto, Saham ASII Langsung Gaspol!

Kursi Panas Bos Astra: Sinyal Kuat Rudy Gantikan Djony Bunarto, Saham ASII Langsung Gaspol!

Bisnis | Rabu, 15 April 2026 | 14:26 WIB

Punya Utang Pinjol di Bawah Rp1 Juta Bisa Ajukan KPR, Apa Dampaknya ke Perbankan?

Punya Utang Pinjol di Bawah Rp1 Juta Bisa Ajukan KPR, Apa Dampaknya ke Perbankan?

Bisnis | Rabu, 15 April 2026 | 14:00 WIB

Apa Itu Nafta? Yang Bikin Harga Plastik Makin Mahal

Apa Itu Nafta? Yang Bikin Harga Plastik Makin Mahal

Bisnis | Rabu, 15 April 2026 | 13:51 WIB

Permintaan Melemah, Harga Konsentrat Tembaga dan Emas RI Anjlok

Permintaan Melemah, Harga Konsentrat Tembaga dan Emas RI Anjlok

Bisnis | Rabu, 15 April 2026 | 13:41 WIB

Minyakita Sulit Didapat dan Mahal, Pedagang Kritik Distribusi Bulog

Minyakita Sulit Didapat dan Mahal, Pedagang Kritik Distribusi Bulog

Bisnis | Rabu, 15 April 2026 | 13:31 WIB

IHSG Masih di Zona Hijau Pada Sesi I, 447 Saham Melesat

IHSG Masih di Zona Hijau Pada Sesi I, 447 Saham Melesat

Bisnis | Rabu, 15 April 2026 | 13:03 WIB

Industri Gula Amburadul, Swasembada Terancam Gagal?

Industri Gula Amburadul, Swasembada Terancam Gagal?

Bisnis | Rabu, 15 April 2026 | 12:59 WIB

Harga Bahan Baku Plastik Bisa Naik 70%, Apindo Sebut Pabrik Terancam Tak Produksi Bulan Depan

Harga Bahan Baku Plastik Bisa Naik 70%, Apindo Sebut Pabrik Terancam Tak Produksi Bulan Depan

Bisnis | Rabu, 15 April 2026 | 12:04 WIB

Volume Bongkar Muat IPC TPK Tumbuh Tipis 0,9% di Kuartal I-2026

Volume Bongkar Muat IPC TPK Tumbuh Tipis 0,9% di Kuartal I-2026

Bisnis | Rabu, 15 April 2026 | 11:54 WIB