Viral Usai Ditanyakan ke Wapres Gibran: Apa Itu Optimalisasi CPNS?

M Nurhadi

Kamis, 16 Oktober 2025 | 15:18 WIB
Viral Usai Ditanyakan ke Wapres Gibran: Apa Itu Optimalisasi CPNS?
Gibran Bingung Ditanya CPNS Optimalisasi? Respon Singkatnya Jadi Sorotan! (@PaltiHutabarat)

Suara.com - Sebuah video singkat di media sosial baru-baru ini menjadi perbincangan hangat, memperlihatkan momen Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka disapa seorang peserta Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) yang menyebut istilah "Optimalisasi CPNS".

Respon singkat dari Wapres yang tampak bingung lantas mengundang beragam reaksi, membuat istilah teknis dalam dunia kepegawaian ini mendadak viral.

Lalu, apa sebenarnya yang dimaksud dengan Optimalisasi CPNS dan mengapa program ini menjadi penting dalam rekrutmen Aparatur Sipil Negara (ASN)?

Apa Itu Optimalisasi CPNS?

Secara sederhana, Optimalisasi CPNS adalah kebijakan pemerintah yang bertujuan mengisi formasi jabatan kosong yang belum terisi setelah proses seleksi CPNS tahap awal selesai. Mekanisme ini memastikan formasi ASN yang sudah dialokasikan tidak terbuang sia-sia.

Bayangkan sebuah instansi membutuhkan 10 orang untuk posisi tertentu. Setelah seleksi, ternyata hanya 7 orang yang lolos seleksi akhir atau 3 formasi tetap kosong.

Kekosongan ini bisa terjadi karena berbagai alasan, seperti tidak ada pelamar yang memenuhi passing grade (nilai ambang batas), atau peserta yang lolos justru mengundurkan diri.

Di sinilah Optimalisasi CPNS berperan. Kebijakan ini memungkinkan peserta yang sebelumnya tidak lolos di formasi pilihan utamanya tetapi memiliki nilai Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) tinggi, memenuhi passing grade umum, dan berperingkat terbaik untuk ditempatkan di formasi kosong yang serupa dalam instansi yang sama.

PPPK dan CPNS Kabupaten Bogor Dilantik [Pemkab Bogor]
PPPK dan CPNS Kabupaten Bogor Dilantik [Pemkab Bogor]

Cara Kerja Optimalisasi: Dari Gagal Menjadi Lulus

baca juga

Mekanisme Optimalisasi ini diatur secara resmi oleh pemerintah, salah satunya dalam Peraturan Menteri PANRB (Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi). Cara kerjanya cukup terstruktur, yaitu:

1. Formasi Kosong Teridentifikasi: Setelah pengumuman kelulusan akhir, instansi akan mencatat formasi-formasi yang masih belum terisi.

2. Penawaran Kepada Peserta Terbaik: Badan Kepegawaian Negara (BKN) kemudian akan menawarkan formasi kosong tersebut kepada peserta yang:

  • Tidak lulus pada formasi awal.
  • Memiliki kualifikasi pendidikan yang sama dengan formasi kosong.
  • Lulus passing grade SKD.
  • Berada di peringkat terbaik secara nasional untuk formasi sejenis dalam instansi yang sama.

3. Hanya di Instansi yang Sama: Perlu dicatat, program optimalisasi ini hanya berlaku di dalam satu instansi dan tidak dapat berpindah antar-instansi. Tujuannya adalah untuk segera memenuhi kebutuhan formasi spesifik di instansi yang bersangkutan.

Program ini sejatinya merupakan langkah strategis dan efisien. Daripada harus membuka seleksi ulang yang memakan waktu dan anggaran, pemerintah memilih untuk memanfaatkan SDM kompeten yang sudah ada dari hasil seleksi yang sama.

Data BKN menunjukkan, kebijakan optimalisasi ini berhasil mengisi ribuan formasi yang sebelumnya kosong, memastikan kebutuhan tenaga ASN di seluruh daerah dapat terpenuhi maksimal.

Video yang memperlihatkan peserta CPNS Optimalisasi meminta pesan kepada Wapres Gibran menunjukkan betapa istilah ini sudah melekat di kalangan peserta seleksi.

Namun, respons singkat Wapres yang terkesan bingung memicu perdebatan warganet. Sebagian menganggap Wapres seharusnya memahami semua istilah kebijakan, sementara yang lain berpendapat istilah "Optimalisasi CPNS" memang sangat teknis dan tidak semua pejabat perlu menghafalnya di luar kepala.

Kontributor : Rizqi Amalia

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Rismon Sianipar: Gibran Tak Punya Ijazah SMA, Penyetaraan Cacat Hukum, Ini Bukti Fatalnya

Rismon Sianipar: Gibran Tak Punya Ijazah SMA, Penyetaraan Cacat Hukum, Ini Bukti Fatalnya

News | Kamis, 16 Oktober 2025 | 14:32 WIB

Pemerintah Jamin Masyarakat 3T Raih Akses Listrik 24 Jam di 2026

Pemerintah Jamin Masyarakat 3T Raih Akses Listrik 24 Jam di 2026

Bisnis | Kamis, 16 Oktober 2025 | 11:11 WIB

Wapres Gibran Bingung Ditanya CPNS Optimalisasi? Respon Singkatnya Jadi Sorotan!

Wapres Gibran Bingung Ditanya CPNS Optimalisasi? Respon Singkatnya Jadi Sorotan!

News | Rabu, 15 Oktober 2025 | 22:52 WIB

Terkini

QRIS BRI Permudah Transaksi UMKM, Pemilik Depot Yamie di Kutoarjo Ini Rasakan Manfaatnya

QRIS BRI Permudah Transaksi UMKM, Pemilik Depot Yamie di Kutoarjo Ini Rasakan Manfaatnya

Bri | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 05:17 WIB

Hybrid Fitness Race Khusus Perempuan Hadir di Indonesia

Hybrid Fitness Race Khusus Perempuan Hadir di Indonesia

Sport | Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:45 WIB

Sumsel United Tak Terkalahkan 4 Laga, Tegar Hening Absen Jelang Derby Sumatera

Sumsel United Tak Terkalahkan 4 Laga, Tegar Hening Absen Jelang Derby Sumatera

Sumsel | Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:42 WIB

Laba PTBA Tembus Rp4,41 Triliun, Pendapatan Naik 12 Persen hingga Kuartal III 2026

Laba PTBA Tembus Rp4,41 Triliun, Pendapatan Naik 12 Persen hingga Kuartal III 2026

Sumsel | Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:31 WIB

Nugroho Herucahyono Dorong Talenta Indonesia Berani Bangun Teknologi untuk Dunia

Nugroho Herucahyono Dorong Talenta Indonesia Berani Bangun Teknologi untuk Dunia

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:17 WIB

35 Tahun Yugoslavia Bubar, Siapa Paling Untung di Sepak Bola? Kroasia dan Serbia Menonjol

35 Tahun Yugoslavia Bubar, Siapa Paling Untung di Sepak Bola? Kroasia dan Serbia Menonjol

Bola | Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:10 WIB

Gibran Kalahkan Prabowo di Puncak Elektabilitas, Begini Respon Santai Jokowi

Gibran Kalahkan Prabowo di Puncak Elektabilitas, Begini Respon Santai Jokowi

Surakarta | Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:06 WIB

Dari Urusan Kerja hingga Menyusui, Teknologi Makin Dekat dengan Rutinitas Harian Perempuan

Dari Urusan Kerja hingga Menyusui, Teknologi Makin Dekat dengan Rutinitas Harian Perempuan

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 22:57 WIB

Indosat Perkuat 5G di Semarang, Cakupan Capai 96 Persen, UMKM hingga Pengguna AI Jadi Sasaran

Indosat Perkuat 5G di Semarang, Cakupan Capai 96 Persen, UMKM hingga Pengguna AI Jadi Sasaran

Jawa Tengah | Kamis, 29 Oktober 2026 | 22:54 WIB

Hashim Klaim Indonesia Negara Super Kaya, Sebut Mampu Biayai MBG & Kopdes Merah Putih

Hashim Klaim Indonesia Negara Super Kaya, Sebut Mampu Biayai MBG & Kopdes Merah Putih

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 22:43 WIB

×