Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.798.000
Beli Rp2.660.000
IHSG 6.969,396
LQ45 677,179
Srikehati 334,465
JII 451,232
USD/IDR 17.370

Emas Antam Ngegas Terus, Harganya Kini Rp 2.485.000 per Gram

Achmad Fauzi | Suara.com

Jum'at, 17 Oktober 2025 | 09:36 WIB
Emas Antam Ngegas Terus, Harganya Kini Rp 2.485.000 per Gram
Emas batangan di salah satu gerai Bank Syariah di Jakarta, Rabu (12/10).
  • Harga emas Antam naik tajam Rp 78.000 menjadi Rp 2.485.000 per gram.

  • Emas dunia reli penguatan didorong kekhawatiran shutdown dan The Fed.

  • Spekulasi The Fed pangkas suku bunga dan tensi dagang dukung emas.

Suara.com - Harga emas PT Aneka Tambang Tbk (Antam) pada hari Jumat, 16 Oktober 2025 untuk ukuran satu dibanderol di harga Rp 2.485.000 per gram.

Dikutip dari situs Logam Mulia, harga emas Antam itu meroket tinggi sebesar Rp 78.000 dibandingkan hari Kamis, 15 Oktober 2025 sebelumnya.

Sementara itu, harga Buyback (beli kembali) emas Antam dibanderol di harga Rp 2.334.000 per gram.

Harga buyback itu juga lagi-lagi melonjak Rp 78.000 dibandingkan dengan harga buyback hari Kamis kemarin.

Emas Antam bergambar kerbau. (Dok: Antam)
Emas Antam bergambar kerbau. (Dok: Antam)

Seperti dilansir dari laman resmi Logam Mulia Antam, berikut adalah harga emas antam pada hari ini:

  • Emas 0,5 Gram Rp 1.292.500
  • Emas 1 Gram Rp 2.487.000
  • Emas 2 gram Rp 4.910.000
  • Emas 3 gram Rp 7.340.000
  • Emas 5 gram Rp 12.200.000
  • Emas 10 gram Rp 24.345.000
  • Emas 25 gram Rp 60.737.000
  • Emas 50 gram Rp 121.395.000
  • Emas 100 gram Rp 242.712.000
  • Emas 250 gram Rp 606.515.000
  • Emas 500 gram Rp 1.212.820.000
  • Emas 1.000 gram Rp 2.425.600.000

Perlu diingat, harga tersebut belum termasuk pajak penghasilan (PPh) sebesar 0,45 persen bagi pemegang NPWP dan 0,9 persen yang tidak memiliki NPWP. Pengenaan PPh ini sesuai dengan PMK Nomor 34/OMK.19/2017.

Harga Emas Dunia Lanjutkan Reli Penguatan

Harga emas dunia melanjutkan reli penguatannya pada perdagangan Jumat (17/10/2025) pagi. Mengutip FXStreet, logam mulia dengan kode XAU/USD bergerak di kisaran USD 4.365 per troy ounce, setelah sempat mencetak rekor tertinggi baru di level USD 4.380 pada sesi sebelumnya.

Kenaikan harga emas didorong oleh kombinasi beberapa faktor, mulai dari kekhawatiran penutupan pemerintahan Amerika Serikat (AS) yang berkepanjangan, meningkatnya spekulasi pemangkasan suku bunga lanjutan oleh The Federal Reserve (The Fed), hingga memanasnya tensi perdagangan antara AS dan Tiongkok.

"Para pedagang akan mencermati pidato The Fed pada hari Jumat untuk mendapatkan dorongan baru,” tulis FXStreet dalam laporannya.

Penutupan sebagian pemerintahan AS kini telah memasuki minggu ketiga setelah Senat gagal meloloskan undang-undang pendanaan baru. Kondisi ini menekan Dolar AS dan memperkuat harga komoditas yang berdenominasi dolar, termasuk emas.

Pejabat Departemen Keuangan AS bahkan memperingatkan bahwa shutdown tersebut dapat merugikan ekonomi AS hingga US$15 miliar per minggu akibat hilangnya output.

Dari sisi kebijakan moneter, komentar terbaru sejumlah pejabat The Fed memperkuat ekspektasi bahwa bank sentral AS akan memangkas suku bunga acuan dua kali lagi tahun ini.

Ketua The Fed Jerome Powell menilai perlambatan tajam di sektor ketenagakerjaan menimbulkan risiko besar bagi perekonomian AS. Sementara itu, Gubernur The Fed Christopher Waller juga menyatakan dukungannya terhadap langkah penurunan suku bunga lebih lanjut pada pertemuan kebijakan akhir bulan ini.

Suku bunga yang lebih rendah umumnya menurunkan biaya peluang dalam memegang emas, karena logam mulia ini tidak memberikan imbal hasil. Hal itu membuat emas semakin menarik bagi investor di tengah ketidakpastian ekonomi global.

Selain faktor suku bunga, hubungan dagang antara AS dan Tiongkok kembali memanas. Presiden AS Donald Trump menyebut Washington tengah mempertimbangkan untuk memutus sebagian hubungan dagang dengan Beijing, setelah kedua negara mulai mengenakan biaya tambahan untuk kapal yang mengangkut kargo antarnegara.

Ketegangan ini mendorong investor beralih ke aset aman seperti emas. Namun, di sisi lain, meredanya risiko geopolitik bisa menahan laju penguatan harga logam kuning tersebut.

Trump dikabarkan telah sepakat dengan Presiden Rusia Vladimir Putin untuk mengadakan pertemuan puncak baru guna membahas upaya mengakhiri perang di Ukraina. Pertemuan itu akan digelar menjelang pembicaraan Trump dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Harga Emas Naik Tanpa Henti! Emas Antam di Pegadaian Tembus Rp 2.648.000

Harga Emas Naik Tanpa Henti! Emas Antam di Pegadaian Tembus Rp 2.648.000

Bisnis | Jum'at, 17 Oktober 2025 | 07:29 WIB

Harga Emas Antam Sentuh Rp 2,4 Juta per Gram, Apa Pemicunya?

Harga Emas Antam Sentuh Rp 2,4 Juta per Gram, Apa Pemicunya?

Bisnis | Kamis, 16 Oktober 2025 | 08:58 WIB

Harga Emas Melonjak! Antam Tembus Level Rp 2.622.000 di Pegadaian, UBS Ikut Naik

Harga Emas Melonjak! Antam Tembus Level Rp 2.622.000 di Pegadaian, UBS Ikut Naik

Bisnis | Kamis, 16 Oktober 2025 | 06:33 WIB

Terkini

Progres Pembangunan Pabrik Kimia Milik Chandra Asri Capai 66%

Progres Pembangunan Pabrik Kimia Milik Chandra Asri Capai 66%

Bisnis | Minggu, 10 Mei 2026 | 18:48 WIB

Nilai Tukar Rupiah Bisa Terus Melorot ke Level Rp 17.500 di Pekan Depan

Nilai Tukar Rupiah Bisa Terus Melorot ke Level Rp 17.500 di Pekan Depan

Bisnis | Minggu, 10 Mei 2026 | 18:36 WIB

UMKM Binaan Pertamina Raup Potensi Bisnis Rp10,6 Miliar di Inabuyer 2026

UMKM Binaan Pertamina Raup Potensi Bisnis Rp10,6 Miliar di Inabuyer 2026

Bisnis | Minggu, 10 Mei 2026 | 17:31 WIB

Simulasi Pengajuan Cicilan KUR BRI Hingga Rp500 Juta untuk UMKM 2026

Simulasi Pengajuan Cicilan KUR BRI Hingga Rp500 Juta untuk UMKM 2026

Bisnis | Minggu, 10 Mei 2026 | 17:26 WIB

BI Lapor Uang Primer Tumbuh Melambat 14,3% pada April 2026

BI Lapor Uang Primer Tumbuh Melambat 14,3% pada April 2026

Bisnis | Minggu, 10 Mei 2026 | 17:19 WIB

ASDP Masih Raih Pendapatan Rp 4,96 triliun pada 2025 di Tengah Tantangan Bisnis

ASDP Masih Raih Pendapatan Rp 4,96 triliun pada 2025 di Tengah Tantangan Bisnis

Bisnis | Minggu, 10 Mei 2026 | 17:14 WIB

OJK Restui Merger BPR Danaputra Sakti dengan BPR Harta Swadiri

OJK Restui Merger BPR Danaputra Sakti dengan BPR Harta Swadiri

Bisnis | Minggu, 10 Mei 2026 | 17:04 WIB

Ekonom Ingatkan Aturan Nikotin-Tar Bisa Ancam Nasib Jutaan Petani dan Buruh

Ekonom Ingatkan Aturan Nikotin-Tar Bisa Ancam Nasib Jutaan Petani dan Buruh

Bisnis | Minggu, 10 Mei 2026 | 16:45 WIB

Gaji ke-13 ASN, TNI, Polri, dan Pensiunan Dipotong? Ini Kata Purbaya

Gaji ke-13 ASN, TNI, Polri, dan Pensiunan Dipotong? Ini Kata Purbaya

Bisnis | Minggu, 10 Mei 2026 | 16:37 WIB

Purbaya Targetkan Kebijakan Layer Cukai Rokok Berlaku Juni 2026, Tinggal Tunggu DPR

Purbaya Targetkan Kebijakan Layer Cukai Rokok Berlaku Juni 2026, Tinggal Tunggu DPR

Bisnis | Minggu, 10 Mei 2026 | 15:57 WIB