Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.835.000
Beli Rp2.707.000
IHSG 7.106,520
LQ45 686,739
Srikehati 332,564
JII 477,320
USD/IDR 17.222

Rupiah Dibuka Menguat Tipis Lawan Dolar Amerika Serikat

Dythia Novianty | Rina Anggraeni | Suara.com

Jum'at, 24 Oktober 2025 | 09:29 WIB
Rupiah Dibuka Menguat Tipis Lawan Dolar Amerika Serikat
Ilustrasi petugas menunjukkan mata uang Rupiah dan Dolar AS di tempat penukaran uang. [Suara.com/Alfian Winanto]
  • Rupiah dibuka menguat tipis 0,2% ke level Rp16.625 per dolar AS pada perdagangan Jumat, 24 Oktober 2025, di tengah pergerakan bervariasi mata uang Asia.

  • Penguatan Rupiah dipengaruhi faktor eksternal dan internal, termasuk dinamika geopolitik global seperti ketegangan AS–Rusia–China serta arus keluar modal asing dari Indonesia.

  • Bank Indonesia terus mengandalkan cadangan devisa (cadev) untuk menjaga stabilitas nilai tukar di tengah tekanan aliran modal asing keluar dari pasar keuangan domestik

Suara.com - Nilai tukar Rupiah dibuka menguat pada perdagangan hari ini Jumat 24 Oktober 2025.

Berdasarkan data Bloomberg, pada pukul 09.15 W5 WIB, Rupiah spot ada di level Rp 16.625 per Dolar Amerika Serikat (AS).

Mata uang garuda menguat, 0,2 persen dari penutupan sebelumnya Rp 16.629 per Dolar Amerika.

Sedangkan beberapa mata uang Asia bergerak bervariasi.

Salah satunya adalah Won Korea Selatan menjadi mata uang dengan penguatan terbesar di Asia setelah melonjak 0,17 persen.

Berikutnya ada Ringgit Malaysia yang terlihat menguat tipis 0,03 persen terhadap the greenback.

Ilustrasi Yen. [Pixabay]
Ilustrasi Yen. [Pixabay]

Sementara itu, Yen Jepang menjadi mata uang dengan pelemahan terdalam di Asia setelah ambles 0,22 persen. Disusul, Pesso Filipina yang terkoreksi 0,06 persen.

Kemudian ada Dolar Singapura dan Dolar Taiwan yang sama-sama terdepresiasi 0,05 persen.

Lalu, Baht Thailand yang tertekan 0,04 persen. Diikuti, Dolar Hongkong yang turun 0,01 persen dan Yuan China melemah tipis 0,004 persen di pagi ini.

Dalam hal ini pengamat mata uang dan komoditas Ibrahim Assuaibi mengatakan, Rupiah menguat disebabkan faktor internal dan eksternal.

Di eksternal disebabkan oleh Amerika siap mengambil tindakan lebih lanjut seiring mendesak Moskow untuk segera menyetujui gencatan senjata dalam perangnya di Ukraina.

Sebuah laporan Reuters menyatakan bahwa pemerintahan Trump sedang mempertimbangkan untuk membatasi berbagai ekspor berbasis perangkat lunak ke China sebagai balasan atas pembatasan ekspor tanah jarang terbaru yang diberlakukan Beijing.

Sedangkan dalam internal disebabkan oleh arus modal asing yang keluar cukup deras di pasar keuangan.

"Pasar merespon negatif terhadap pernyataan Bank Indonesia bahwa aliran modal asing yang terus keluar dari Indonesia membuat pihaknya terus mengandalkan cadangan devisa (cadev). Sebab, tekanan terhadap aliran modal asing itu turut mengganggu stabilitas nilai tukar rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat," jelasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Santai! Menko Airlangga Yakin Rupiah Kebal Guncangan Shutdown Amerika!

Santai! Menko Airlangga Yakin Rupiah Kebal Guncangan Shutdown Amerika!

Bisnis | Jum'at, 03 Oktober 2025 | 18:37 WIB

Rupiah Kembali Menguat pada Jumat Sore

Rupiah Kembali Menguat pada Jumat Sore

Bisnis | Jum'at, 03 Oktober 2025 | 16:48 WIB

Rupiah Makin Ganas, Dolar AS Keok Imbas Penutupan Pemerintahan Trump?

Rupiah Makin Ganas, Dolar AS Keok Imbas Penutupan Pemerintahan Trump?

Bisnis | Jum'at, 03 Oktober 2025 | 16:09 WIB

Geger Shutdown AS, Menko Airlangga: Perundingan Dagang RI Berhenti Dulu!

Geger Shutdown AS, Menko Airlangga: Perundingan Dagang RI Berhenti Dulu!

Bisnis | Jum'at, 03 Oktober 2025 | 14:36 WIB

Penguatan Rupiah Paling Moncer di Asia

Penguatan Rupiah Paling Moncer di Asia

Bisnis | Kamis, 02 Oktober 2025 | 19:32 WIB

Setelah Dua Hari Anjlok, Akhirnya IHSG Menghijau Didorong Penguatan Rupiah

Setelah Dua Hari Anjlok, Akhirnya IHSG Menghijau Didorong Penguatan Rupiah

Bisnis | Kamis, 02 Oktober 2025 | 17:04 WIB

Terkini

Pemerintah Bebaskan Bea Impor LPG & Bahan Baku Plastik, Cegah Kenaikan Harga Makanan-Minuman

Pemerintah Bebaskan Bea Impor LPG & Bahan Baku Plastik, Cegah Kenaikan Harga Makanan-Minuman

Bisnis | Selasa, 28 April 2026 | 17:16 WIB

IHSG Terus Terjun ke Zona Merah, Nyaris ke Level 6.900

IHSG Terus Terjun ke Zona Merah, Nyaris ke Level 6.900

Bisnis | Selasa, 28 April 2026 | 17:07 WIB

TelkomGroup Dukung Menkomdigi, Ciptakan Ruang Digital Aman Bagi Anak Melalui PP Tunas

TelkomGroup Dukung Menkomdigi, Ciptakan Ruang Digital Aman Bagi Anak Melalui PP Tunas

Bisnis | Selasa, 28 April 2026 | 17:03 WIB

Telkom Luncurkan Agentic AI by BigBox, Lompatan Baru AI Otonom untuk Percepat Transformasi

Telkom Luncurkan Agentic AI by BigBox, Lompatan Baru AI Otonom untuk Percepat Transformasi

Bisnis | Selasa, 28 April 2026 | 16:46 WIB

ESDM Mulai Uji Coba B50 ke Kereta Api

ESDM Mulai Uji Coba B50 ke Kereta Api

Bisnis | Selasa, 28 April 2026 | 16:37 WIB

Rencana 100 Gudang Pangan Disorot, Salah Lokasi Bisa Jadi Mubazir

Rencana 100 Gudang Pangan Disorot, Salah Lokasi Bisa Jadi Mubazir

Bisnis | Selasa, 28 April 2026 | 16:28 WIB

Rupiah Loyo Lagi, Masih Betah di Level Rp 17.242/USD

Rupiah Loyo Lagi, Masih Betah di Level Rp 17.242/USD

Bisnis | Selasa, 28 April 2026 | 16:22 WIB

YLKI Pertanyakan Infrastruktur dan Sistem Keselamatan PT KAI dalam Kecelakaan KRL di Bekasi

YLKI Pertanyakan Infrastruktur dan Sistem Keselamatan PT KAI dalam Kecelakaan KRL di Bekasi

Bisnis | Selasa, 28 April 2026 | 16:12 WIB

Santunan Korban Kecelakaan KRL dan KA Argo Bromo Anggrek Harus Dipercepat dan Dipermudah

Santunan Korban Kecelakaan KRL dan KA Argo Bromo Anggrek Harus Dipercepat dan Dipermudah

Bisnis | Selasa, 28 April 2026 | 15:46 WIB

Bos KAI Ternyata Sering Dipanggil Prabowo, Bahas Apa?

Bos KAI Ternyata Sering Dipanggil Prabowo, Bahas Apa?

Bisnis | Selasa, 28 April 2026 | 15:46 WIB