APINDO: Isu Utama Bukan hanya UMP Tapi Penciptaan Lapangan Kerja Formal

Dythia Novianty | Yaumal Asri Adi Hutasuhut | Suara.com

Rabu, 05 November 2025 | 15:47 WIB
APINDO: Isu Utama Bukan hanya UMP Tapi Penciptaan Lapangan Kerja Formal
Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO), Shinta W Kamdani di Jakarta, Rabu (5/11/2025). [Suara.com/Yaumal]
  • Ketua Umum APINDO, Shinta W Kamdani, menekankan bahwa fokus utama seharusnya bukan hanya kenaikan UMP 2026, melainkan penciptaan lapangan kerja formal yang lebih banyak.

  • Mayoritas lapangan kerja saat ini (sekitar 60%) berada di sektor informal, sehingga perlu upaya untuk menggenjot sektor formal, termasuk revitalisasi industri padat karya.

  • Peningkatan investasi dalam negeri dianggap sebagai kunci untuk melipatgandakan lapangan kerja berkualitas di sektor formal, khususnya di sektor manufaktur pengolahan

Suara.com - Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO), Shinta W Kamdani menyoroti rencana kenaikan Upah Minimum Provinsi (UMP) pada 2026.

Menurutnya, dibanding memperdebatkan kenaikan UMP, terdapat persoalan yang lebih krusial, yakni ketersedian lapangan pekerjaan di sektor formal.

"Permasalahan kita ini kan beyond, kita enggak usah bicara cuma soal UMP-lah, tapi bagaimana penciptaan lapangan kerja, dan ini yang kelihatan sekarang," kata Shinta kepada wartawan di kawasan Mega Kuningan, Jakarta Selatan pada Rabu (5/10/2025).

Dijelaskan bahwa saat ini lapangan pekerjaan yang ada didominasi oleh sektor informal.

Berdasarkan catatannya sekitar 60 persen lapangan pekerjaan yang ada berada di sektor informal.

Untuk itu, yang seharusnya menjadi perhatian utama adalah bagaimana menciptakan lapangan pekerjaan di sektor formal.

"Ini gimana formal sector-nya bisa kita genjot. Nah, ini yang kemudian perlu tadi revitalisasi daripada industri padat karya juga. Karena kita enggak bisa ngandelin hanya yang jasa, padat modal gitu. Padat karyanya kan tetap harus dikencangkan," beber Shinta.

Dia pun menyebut, salah satu upaya untuk melipatgandakan lapangan pekerjaan di sektor formal adalah dengan menarik sebanyak-banyaknya investasi di dalam negeri.

"Dan ini yang harus kita dorong dari segi tadi, investasi yang masuk untuk bisa menciptakan lapangan pekerjaan baru, jenis-jenis pekerjaan baru yang akan keluar," ujar Shinta.

Untuk itu ditegaskannya bahwa yang menjadi persoalan utama saat ini adalah bagaimana menciptakan sebanyak-banyaknya lapangan pekerjaan yang berkualitas di sektor formal.

"Tapi juga kembali lagi forma sektornya seperti apa, supaya kita bisa menciptakan lebih banyak di industri tadi, manufaktur pengolahan yang memang menyerap lebih banyak tenaga kerja," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Airlangga Ungkap 8 Paket Ekonomi, Diskon Pajak hingga Bantuan Pangan Diperluas

Airlangga Ungkap 8 Paket Ekonomi, Diskon Pajak hingga Bantuan Pangan Diperluas

Bisnis | Senin, 22 September 2025 | 13:59 WIB

Kemiskinan dan Ketimpangan Ekonomi RI Seperti Lingkaran Setan

Kemiskinan dan Ketimpangan Ekonomi RI Seperti Lingkaran Setan

Bisnis | Kamis, 18 September 2025 | 19:32 WIB

Menkeu Purbaya Diminta Moratorium Cukai Rokok, Pengusaha: Industri Padat Karya Bisa Tergerus

Menkeu Purbaya Diminta Moratorium Cukai Rokok, Pengusaha: Industri Padat Karya Bisa Tergerus

Bisnis | Senin, 15 September 2025 | 10:57 WIB

Apindo ke Purbaya Yudhi: Jangan Naikkan Cukai, Dunia Usaha Kian Terjepit

Apindo ke Purbaya Yudhi: Jangan Naikkan Cukai, Dunia Usaha Kian Terjepit

Bisnis | Rabu, 10 September 2025 | 08:23 WIB

Buruh Tuntut Upah Naik 10,5 Persen, Menaker: Prosesnya Masih Panjang

Buruh Tuntut Upah Naik 10,5 Persen, Menaker: Prosesnya Masih Panjang

Bisnis | Kamis, 28 Agustus 2025 | 13:48 WIB

Lapangan Kerja Sedikit, Sofyan Djalil Usul Pemerintah Kirim Tenaga Kerja Lebih Banyak ke Luar Negeri

Lapangan Kerja Sedikit, Sofyan Djalil Usul Pemerintah Kirim Tenaga Kerja Lebih Banyak ke Luar Negeri

Bisnis | Selasa, 26 Agustus 2025 | 16:25 WIB

Terkini

Bank Indonesia: Uang Beredar Tumbuh Kuat, Ini Pendorongnya

Bank Indonesia: Uang Beredar Tumbuh Kuat, Ini Pendorongnya

Bisnis | Senin, 23 Maret 2026 | 15:51 WIB

HFM dan Arsenal Umumkan Kemitraan Global Jangka Panjang

HFM dan Arsenal Umumkan Kemitraan Global Jangka Panjang

Bisnis | Senin, 23 Maret 2026 | 15:37 WIB

OJK Terbitkan Aturan Baru, Asing Bisa Akses Informasi Keuangan Indonesia

OJK Terbitkan Aturan Baru, Asing Bisa Akses Informasi Keuangan Indonesia

Bisnis | Senin, 23 Maret 2026 | 15:36 WIB

Tol Cipali Mulai Sterilisasi One Way Arus Balik Lebaran, Cek Jadwal dan Rutenya

Tol Cipali Mulai Sterilisasi One Way Arus Balik Lebaran, Cek Jadwal dan Rutenya

Bisnis | Senin, 23 Maret 2026 | 15:19 WIB

Mentan: Stok dan Harga Pangan Stabil saat Lebaran

Mentan: Stok dan Harga Pangan Stabil saat Lebaran

Bisnis | Senin, 23 Maret 2026 | 13:59 WIB

Eddy Soeparno: WFH Setelah Lebaran Bisa Pangkas Konsumsi BBM Secara Signifikan

Eddy Soeparno: WFH Setelah Lebaran Bisa Pangkas Konsumsi BBM Secara Signifikan

Bisnis | Senin, 23 Maret 2026 | 13:30 WIB

Kemenhub Catat Lonjakan 8,58 Persen Pemudik dengan Angkutan Umum, Kereta Masih Jadi Favorit

Kemenhub Catat Lonjakan 8,58 Persen Pemudik dengan Angkutan Umum, Kereta Masih Jadi Favorit

Bisnis | Senin, 23 Maret 2026 | 12:50 WIB

Mengapa Harga Emas Turun di Tengah Kemelut Perang di Timur Tengah?

Mengapa Harga Emas Turun di Tengah Kemelut Perang di Timur Tengah?

Bisnis | Senin, 23 Maret 2026 | 12:35 WIB

Kendaraan Menuju Puncak Padat, 50.000 Mobil Lalui Tol Jagorawi

Kendaraan Menuju Puncak Padat, 50.000 Mobil Lalui Tol Jagorawi

Bisnis | Senin, 23 Maret 2026 | 12:15 WIB

Pengamat: WFH 1 Hari Memang Tekan Subsidi BBM, Tapi Banyak Pihak Jadi Korban

Pengamat: WFH 1 Hari Memang Tekan Subsidi BBM, Tapi Banyak Pihak Jadi Korban

Bisnis | Senin, 23 Maret 2026 | 12:00 WIB