Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Rupiah Diprediksi Menguat, Analis Ungkap Efek Besar Akhir Shutdown AS ke Indonesia

M Nurhadi | Suara.com

Selasa, 11 November 2025 | 11:31 WIB
Rupiah Diprediksi Menguat, Analis Ungkap Efek Besar Akhir Shutdown AS ke Indonesia
Ilustrasi [Suara.com/Alfian Winanto]
  • Nilai tukar rupiah dibuka menguat 0,28% menjadi Rp16.700 per Dolar AS pada Selasa (11/11).

  • Penguatan didorong oleh sentimen risk on dari harapan berakhirnya government shutdown AS.

  • Analis memprediksi rupiah hari ini akan bergerak di kisaran Rp16.600–Rp16.700 per Dolar AS.

Suara.com - Nilai tukar rupiah mengawali perdagangan hari ini dengan optimisme tinggi, mencatatkan penguatan signifikan terhadap Dolar Amerika Serikat (AS).

Pergerakan positif ini didorong oleh sentimen risk on global, yang dipicu oleh perkembangan terbaru mengenai potensi berakhirnya penutupan kegiatan pemerintahan (government shutdown) di AS.

Pada pembukaan perdagangan Selasa (11/11/2025) di Jakarta, nilai tukar rupiah tercatat menguat sebesar 46 poin atau 0,28 persen, bergerak ke level Rp16.700 per Dolar AS, dari posisi penutupan sebelumnya di Rp16.654 per Dolar AS.

Analis mata uang dari Doo Financial Futures, Lukman Leong, memprediksi penguatan rupiah didukung oleh sentimen risk on dari harapan berakhirnya shutdown pemerintah AS.

"Rupiah berpotensi menguat terhadap dolar AS didukung sentimen risk on dari harapan berakhirnya shutdown pemerintah AS," ujar Lukman Leong kepada ANTARA di Jakarta, Selasa.

Presiden AS Donald Trump sendiri menyatakan bahwa penutupan kegiatan pemerintahan akan segera berakhir.

Sinyal positif ini semakin kuat setelah Senat AS dikabarkan menunjukkan kesediaan untuk menerima paket Rancangan Undang-Undang (RUU) Pendanaan yang dapat mengakhiri shutdown.

Sebanyak 60 Senator berhasil mendukung paket RUU tersebut dalam pemungutan suara prosedural. Jumlah ini memenuhi ambang batas yang dibutuhkan (60 suara) untuk meloloskan RUU di tingkat Senat.

Paket yang disetujui ini mencakup pendanaan untuk beberapa departemen penting, termasuk kegiatan Kongres, Departemen Pertanian (termasuk program bantuan pangan SNAP), Badan Pengawas Obat dan Makanan (FDA), program veteran, serta proyek konstruksi Pentagon untuk tahun fiskal 2026.

Badan-badan pemerintahan lainnya akan didanai melalui resolusi lanjutan hingga 30 Januari 2026.

Paket RUU ini juga secara efektif membatalkan gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) massal terhadap pegawai federal yang berlaku sejak 1 Oktober 2025.

Setelah pemungutan suara di Senat, RUU tersebut masih harus melalui pemungutan suara final, disahkan oleh DPR, dan ditandatangani oleh Presiden Donald Trump untuk resmi menjadi undang-undang.

Analisis Prospek Rupiah dan Aset Berisiko

Lukman Leong menjelaskan bahwa potensi berakhirnya penutupan pemerintah AS secara umum akan mendukung aset berisiko.

Meskipun Dolar AS sendiri seharusnya juga terdukung, sentimen risk on di pasar cenderung lebih positif terhadap mata uang dan aset berisiko dari negara berkembang seperti Indonesia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Rupiah Tembus Rp 16.700 tapi Ada Kabar Baik dari Dalam Negeri

Rupiah Tembus Rp 16.700 tapi Ada Kabar Baik dari Dalam Negeri

Bisnis | Selasa, 11 November 2025 | 10:00 WIB

Sebut Bukan Urusannya! Menkeu Purbaya Lempar Bola Panas Redenominasi ke Bank Sentral

Sebut Bukan Urusannya! Menkeu Purbaya Lempar Bola Panas Redenominasi ke Bank Sentral

Bisnis | Senin, 10 November 2025 | 19:48 WIB

Menko Airlangga Ungkap Dampak Rencana Purbaya Mau Ubah Rp1.000 Jadi Rp1

Menko Airlangga Ungkap Dampak Rencana Purbaya Mau Ubah Rp1.000 Jadi Rp1

Bisnis | Senin, 10 November 2025 | 19:29 WIB

Terkini

Serbu Promo Superindo Weekend, Ada Beli 1 Gratis 1 Minyak Goreng sampai Produk Bayi

Serbu Promo Superindo Weekend, Ada Beli 1 Gratis 1 Minyak Goreng sampai Produk Bayi

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 19:43 WIB

Harga Minyak Terus Naik, DEN: Pembatasan BBM Akan Berdasarkan CC dan Jenis Kendaraan

Harga Minyak Terus Naik, DEN: Pembatasan BBM Akan Berdasarkan CC dan Jenis Kendaraan

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 19:27 WIB

Pasar Properti Ditopang Rumah Kecil dan Menengah

Pasar Properti Ditopang Rumah Kecil dan Menengah

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 18:40 WIB

Dari Piutang hingga Tata Kelola, Ini PR Besar Perusahaan Sebelum IPO

Dari Piutang hingga Tata Kelola, Ini PR Besar Perusahaan Sebelum IPO

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 17:55 WIB

Tarif Listrik Tak Naik sejak 2022, Kok Tagihan Bisa Membengkak?

Tarif Listrik Tak Naik sejak 2022, Kok Tagihan Bisa Membengkak?

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 17:50 WIB

QRIS Masuk Sektor Logistik, UMKM Agen Paket Ikut Kecipratan Manfaat

QRIS Masuk Sektor Logistik, UMKM Agen Paket Ikut Kecipratan Manfaat

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 17:39 WIB

India Akhirnya Naikkan Harga BBM Setelah 4 Tahun Bertahan

India Akhirnya Naikkan Harga BBM Setelah 4 Tahun Bertahan

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 17:32 WIB

Begini Ramalan Nilai Tukar Rupiah dalam Waktu Dekat, Bisa Tembus Rp 20.000?

Begini Ramalan Nilai Tukar Rupiah dalam Waktu Dekat, Bisa Tembus Rp 20.000?

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 17:24 WIB

Pemerintah Klaim Potensi Resesi RI Lebih Rendah dari AS, Jepang, dan Kanada

Pemerintah Klaim Potensi Resesi RI Lebih Rendah dari AS, Jepang, dan Kanada

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 17:10 WIB

Bukan Belanja Pemerintah, Purbaya Klaim Konsumsi Rumah Tangga Dorong Ekonomi Tumbuh 5,61%

Bukan Belanja Pemerintah, Purbaya Klaim Konsumsi Rumah Tangga Dorong Ekonomi Tumbuh 5,61%

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 17:00 WIB