Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.765.000
Beli Rp2.635.000
IHSG 5.594,765
LQ45 557,746
Srikehati 272,472
JII 338,801
USD/IDR 18.035

CPNS Kemenkeu 2026 Tidak Dibuka untuk Sarjana Non-kedinasan: Hanya Lulusan SMA

M Nurhadi

Senin, 17 November 2025 | 14:21 WIB
CPNS Kemenkeu 2026 Tidak Dibuka untuk Sarjana Non-kedinasan: Hanya Lulusan SMA
Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa saat konferensi pers di Kantor Kemenkeu, Jakarta, Jumat (14/11/2025). [Suara.com/Dicky Prastya]
  • Kementerian Keuangan (Kemenkeu) memprioritaskan lulusan PKN STAN untuk mayoritas formasi CPNS tahun 2026.
  • Menteri Keuangan mengonfirmasi bahwa sekitar 300 formasi khusus bagi lulusan SMA.
  • Kemenkeu berencana merekrut 4.350 CPNS per tahun antara 2026 hingga 2029.

Suara.com - Meskipun Badan Kepegawaian Negara (BKN) dan Kementerian PAN-RB belum mengumumkan jadwal resmi pendaftaran Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 2026, fokus utama pemerintah saat ini masih tertuju pada penyelesaian seluruh proses seleksi CASN 2024, termasuk rekrutmen Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) dan seleksi sekolah kedinasan.

Pengumuman resmi pembukaan CPNS 2026 baru akan dirilis setelah kebijakan final ditetapkan oleh instansi terkait.

Namun, di tengah penantian jadwal resmi tersebut, Kementerian Keuangan (Kemenkeu) telah mengeluarkan sinyal kebijakan yang jelas mengenai prioritas rekrutmen calon pegawainya untuk tahun 2026.

Prioritas ini ditetapkan langsung oleh Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa.

Prioritas Formasi 2026: Khusus Lulusan STAN

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa secara tegas menyatakan bahwa lowongan CPNS Kemenkeu untuk tahun anggaran 2026 mendatang mayoritas akan dibuka secara eksklusif bagi lulusan Politeknik Keuangan Negara (PKN) STAN.

Purbaya menjelaskan bahwa keputusan ini diambil sebagai respons atas komposisi rekrutmen tahun sebelumnya.

Sepanjang tahun ini (2025), Kemenkeu telah merekrut sebanyak 1.113 pegawai yang berasal dari luar PKN STAN. Jumlah ini jauh lebih besar dibandingkan rekrutmen yang berasal dari lulusan STAN yang hanya mencapai 279 orang.

"Next-nya [rekrutmen tahun 2026] akan dikhususkan untuk STAN semua. Karena 1.100 orang sebelumnya sudah direkrut dari luar STAN," ujar Purbaya pada pekan lalu.

Kebijakan ini mengindikasikan upaya Kemenkeu untuk menyeimbangkan kembali komposisi sumber daya manusia dan memastikan adanya keunggulan kompetensi spesifik di bidang fiskal dan keuangan negara yang dimiliki oleh lulusan STAN.

Pengecualian Khusus: 300 Formasi untuk Lulusan SMA

Meskipun arah kebijakan utama adalah mengutamakan lulusan STAN, Menteri Purbaya tetap membuka peluang bagi lulusan di luar perguruan tinggi, khususnya bagi lulusan sekolah menengah atas (SMA) untuk direkrut sebagai CPNS.

Pengecualian ini dilakukan atas permintaan khusus dari Direktorat Jenderal Bea Cukai (DJBC) Kemenkeu. DJBC melaporkan adanya kebutuhan mendesak akan tenaga kerja di lapangan sebanyak 300 orang lulusan SMA dari seluruh Indonesia.

"Karena Bea Cukai perlu tenaga kerja di lapangan. Tenaga teknisnya itu sudah ada di mana-mana. Karena kurang orang, kami akan rekrut 300 lulusan SMA di seluruh Indonesia. Akan direkrut di masing-masing lokasi," tutur Menteri Purbaya.

Formasi ini dikhususkan untuk kebutuhan teknis di lapangan, yang menjadi salah satu area yang tidak dapat dipenuhi hanya oleh lulusan pendidikan tinggi.

Kebutuhan total pegawai baru di lingkungan Kementerian Keuangan sendiri telah tercantum secara resmi dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 70 Tahun 2025, mengenai Rencana Strategis Kemenkeu periode 2025–2029.

Dalam beleid yang diundangkan pada 3 November lalu, Kemenkeu merencanakan untuk membuka formasi CPNS dengan kebutuhan sebanyak 4.350 orang per tahun selama kurun waktu 2026 hingga 2029. Sementara itu, untuk tahun 2025, direncanakan rekrutmen sebanyak 2.100 orang.

Secara keseluruhan, total kebutuhan pegawai di lingkungan Kemenkeu selama lima tahun ke depan diperkirakan mencapai 19.500 orang. 

Rencana jangka panjang ini telah mempertimbangkan berbagai faktor demografis kepegawaian, termasuk proyeksi jumlah pegawai yang akan memasuki batas usia pensiun, jumlah pegawai yang keluar karena sebab lain, serta jumlah pegawai yang diperkirakan masuk dari hasil rekrutmen tahun 2024.

Dengan demikian, fokus Kemenkeu pada 2026 adalah rekrutmen STAN, dengan pengecualian kuota kecil untuk lulusan SMA di DJBC, sebagai bagian dari strategi pemenuhan kebutuhan pegawai 5 tahunan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Prediksi Jadwal dan Formasi CPNS 2026: Formasi, Seleksi Administrasi dan Ujian

Prediksi Jadwal dan Formasi CPNS 2026: Formasi, Seleksi Administrasi dan Ujian

Bisnis | Senin, 17 November 2025 | 13:49 WIB

Menkeu Purbaya Buka Lowongan Kerja Besar-besaran, Lulusan SMA Bisa Melamar jadi Petugas Bea Cukai

Menkeu Purbaya Buka Lowongan Kerja Besar-besaran, Lulusan SMA Bisa Melamar jadi Petugas Bea Cukai

Bisnis | Jum'at, 14 November 2025 | 20:29 WIB

Hujan Deras Sebabkan Pohon Tumbang di Depan Kemenkeu

Hujan Deras Sebabkan Pohon Tumbang di Depan Kemenkeu

Foto | Jum'at, 14 November 2025 | 17:31 WIB

Terkini

Ekonomi Indonesia Tidak Sedang Mengulang Krisis 1998, Purbaya Optimistis

Ekonomi Indonesia Tidak Sedang Mengulang Krisis 1998, Purbaya Optimistis

Bisnis | Sabtu, 06 Juni 2026 | 22:35 WIB

PNM Siapkan Babak Baru Transformasi, Perkuat Kepemimpinan dan Tata Kelola Perusahaan

PNM Siapkan Babak Baru Transformasi, Perkuat Kepemimpinan dan Tata Kelola Perusahaan

Bisnis | Sabtu, 06 Juni 2026 | 19:39 WIB

Ribuan Dokumen Menumpuk di Bea dan Cukai Tanjung Priok, Purbaya Mau Tambah Regulasi

Ribuan Dokumen Menumpuk di Bea dan Cukai Tanjung Priok, Purbaya Mau Tambah Regulasi

Bisnis | Sabtu, 06 Juni 2026 | 18:44 WIB

Investor Asing Ramai-ramai "Sell Indonesia", Purbaya Masih Denial

Investor Asing Ramai-ramai "Sell Indonesia", Purbaya Masih Denial

Bisnis | Sabtu, 06 Juni 2026 | 18:07 WIB

Disorot Pemeringkat Internasional, Purbaya Klaim MBG dan Koperasi Tak Bebani Fiskal

Disorot Pemeringkat Internasional, Purbaya Klaim MBG dan Koperasi Tak Bebani Fiskal

Bisnis | Sabtu, 06 Juni 2026 | 17:46 WIB

1.108 Agen BRILink Jangkau Desa-desa di Klaten, Perputaran Uang Tembus Rp1,13 Triliun

1.108 Agen BRILink Jangkau Desa-desa di Klaten, Perputaran Uang Tembus Rp1,13 Triliun

Bisnis | Sabtu, 06 Juni 2026 | 17:37 WIB

Tekan Beban Bunga Utang, BI Akan Naikkan Remunerasi Dana Pemerintah

Tekan Beban Bunga Utang, BI Akan Naikkan Remunerasi Dana Pemerintah

Bisnis | Sabtu, 06 Juni 2026 | 15:11 WIB

Menkeu Akui Pelemahan Rupiah Bikin Keuntungan Perajin Tahu-Tempe Tergerus

Menkeu Akui Pelemahan Rupiah Bikin Keuntungan Perajin Tahu-Tempe Tergerus

Bisnis | Sabtu, 06 Juni 2026 | 12:38 WIB

Rupiah Tembus Rp18.036 per Dolar dan IHSG Anjlok, Purbaya Ungkap Kendala Terbesar Pemerintah

Rupiah Tembus Rp18.036 per Dolar dan IHSG Anjlok, Purbaya Ungkap Kendala Terbesar Pemerintah

Bisnis | Sabtu, 06 Juni 2026 | 12:14 WIB

Dasco Ungkap 'Dua Jurus Pamungkas' Kuatkan Rupiah yang Disepakati Gubernur BI dan Menkeu Purbaya

Dasco Ungkap 'Dua Jurus Pamungkas' Kuatkan Rupiah yang Disepakati Gubernur BI dan Menkeu Purbaya

Bisnis | Sabtu, 06 Juni 2026 | 11:48 WIB