Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.785.000
Beli Rp2.660.000
IHSG 6.130,190
LQ45 620,397
Srikehati 308,223
JII 381,928
USD/IDR 17.784

Rupiah Melemah, Sentimen Suku Bunga The Fed Jadi Faktor Pemberat

M Nurhadi | Suara.com

Senin, 17 November 2025 | 21:11 WIB
Rupiah Melemah, Sentimen Suku Bunga The Fed Jadi Faktor Pemberat
Ilustrasi
  • Rupiah mengalami pelemahan signifikan pada penutupan perdagangan sore hari Senin.
  • Pelemahan ini dipicu keyakinan investor bahwa Federal Reserve mempertahankan kebijakan moneter ketat.
  • Ketidakpastian data makroekonomi AS akibat penutupan pemerintah turut menambah tekanan negatif.

Suara.com - Nilai tukar Rupiah menutup perdagangan sore hari Senin dengan hasil yang kurang memuaskan, ditutup melemah terhadap Dolar Amerika Serikat (AS).

\Mata uang Garuda tercatat turun 29 poin atau 0,17 persen, menetap pada level Rp16.707 per Dolar AS.

Pelemahan serupa juga terlihat pada kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia, yang juga melemah ke posisi Rp16.734 per Dolar AS dari posisi sebelumnya Rp16.710.

Pengamat Mata Uang dan Komoditas, Ibrahim Assuaibi, menjelaskan bahwa tekanan terhadap Rupiah sebagian besar dipengaruhi oleh keyakinan yang menguat di kalangan investor global bahwa Federal Reserve (The Fed) tidak akan melonggarkan kebijakan moneternya dalam waktu dekat.

"Investor semakin yakin bahwa Federal Reserve kemungkinan besar tidak akan melonggarkan kebijakan dalam waktu dekat, sebuah pergeseran yang disampaikan oleh beberapa pembuat kebijakan The Fed yang menekankan bahwa inflasi masih tetap tinggi dan kondisi pasar tenaga kerja belum melemah secara signifikan," ucap Ibrahim, dikutip dari Antara.

Sentimen pasar hawkish ini diperkuat oleh sejumlah pidato penting dari pejabat The Fed yang dijadwalkan hari itu, termasuk John Williams, Philip Jefferson, Neel Kashkari, dan Christopher Waller.

Para pedagang mengambil isyarat dari pernyataan para pejabat tersebut untuk memprediksi arah kebijakan suku bunga AS.

Selain faktor moneter, sentimen negatif terhadap Rupiah juga disebabkan oleh penutupan pemerintah AS (government shutdown) yang berlangsung cukup lama.

Situasi fiskal tersebut membuat investor kehilangan indikator makro ekonomi utama selama berminggu-minggu.

Penutupan pemerintah AS itu diketahui menunda publikasi sejumlah data penting dari Biro Statistik Tenaga Kerja, termasuk laporan penggajian non-pertanian (Non-Farm Payrolls/NFP) untuk bulan September, yang kini baru dijadwalkan rilis pada hari Kamis (20/11).

Ketidakpastian data ekonomi AS ini menambah tekanan pada aset berisiko seperti Rupiah.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Rupiah Dibuka Keok Lawan Dolar Amerika Serikat

Rupiah Dibuka Keok Lawan Dolar Amerika Serikat

Bisnis | Senin, 17 November 2025 | 09:35 WIB

Diungkap Sang Anak, Menkeu Purbaya Tak Setuju Soal Redenominasi Rupiah

Diungkap Sang Anak, Menkeu Purbaya Tak Setuju Soal Redenominasi Rupiah

Video | Sabtu, 15 November 2025 | 08:00 WIB

Purbaya Lempar ke BI soal Wacana Redenominasi Rupiah: Kemenkeu Tak Ada Strategi

Purbaya Lempar ke BI soal Wacana Redenominasi Rupiah: Kemenkeu Tak Ada Strategi

Bisnis | Jum'at, 14 November 2025 | 16:11 WIB

Terkini

Harga BBM Subsidi Tak Naik, Kepercayaan Industri RI Langsung Melesat

Harga BBM Subsidi Tak Naik, Kepercayaan Industri RI Langsung Melesat

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 23:55 WIB

Di Tengah Lemahnya Rupiah, Kepercayaan Industri Naik ke Level 53,56

Di Tengah Lemahnya Rupiah, Kepercayaan Industri Naik ke Level 53,56

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 23:20 WIB

Infrastruktur Kompleks di Balik Layar: Mengapa Gangguan Platform Trading Sering Bikin Trader Panik?

Infrastruktur Kompleks di Balik Layar: Mengapa Gangguan Platform Trading Sering Bikin Trader Panik?

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 22:53 WIB

Investasi Digital China di RI Makin Marak, Apa Untung dan Ruginya?

Investasi Digital China di RI Makin Marak, Apa Untung dan Ruginya?

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 22:48 WIB

Begini Cara Ubah Data Karyawan Jadi Mesin Pertumbuhan Bisnis

Begini Cara Ubah Data Karyawan Jadi Mesin Pertumbuhan Bisnis

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 22:42 WIB

Peruri Tegaskan Keberlanjutan Bukan Sekadar Kepatuhan, Tapi Strategi Ciptakan Nilai Bersama

Peruri Tegaskan Keberlanjutan Bukan Sekadar Kepatuhan, Tapi Strategi Ciptakan Nilai Bersama

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 22:35 WIB

Tokopedia Perkuat Bisnis Kesehatan Digital

Tokopedia Perkuat Bisnis Kesehatan Digital

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 22:27 WIB

Konflik di Selat Hormuz Bikin Ekspor Perhiasan Indonesia Terancam Rontok

Konflik di Selat Hormuz Bikin Ekspor Perhiasan Indonesia Terancam Rontok

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 22:16 WIB

Rupiah Tembus Rp17.803, Pengusaha Dilema: Naikkan Harga atau Menyerah

Rupiah Tembus Rp17.803, Pengusaha Dilema: Naikkan Harga atau Menyerah

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 21:28 WIB

Pelaku UMKM hingga Investor Asing Kini Bisa Urus Bisnis dalam Satu Platform

Pelaku UMKM hingga Investor Asing Kini Bisa Urus Bisnis dalam Satu Platform

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 21:05 WIB