Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.551.000
Beli Rp2.425.000
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...
USD/IDR 17.935

Pakan Komplit Fermentasi Jadi Solusi Menuju Swasembada Susu dan Daging Nasional

Fabiola Febrinastri

Selasa, 18 November 2025 | 10:55 WIB
Pakan Komplit Fermentasi Jadi Solusi Menuju Swasembada Susu dan Daging Nasional
Guru Besar Ilmu Pakan Indonesia, Prof. Dr. Ir. Luki Abdullah, M.Sc.Agr dan Tumuwuh meluncurkan pakan komplit. (Dok: Tumuwuh)

Suara.com - Profesor Ilmu Pakan Indonesia, Prof. Dr. Ir. Luki Abdullah, M.Sc.Agr dan Tumuwuh meluncurkan pakan komplit dalam mendukung swasembada susu dan daging nasional dalam Innovation Hub Summit 2025 di Science Techno Park (STP) IPB University. Kegiatan ini menjadi wadah strategis untuk berbagi pengalaman, mengembangkan kerja sama, serta memperluas adopsi teknologi. Melalui forum ini, IPB mempercepat perjalanan inovasi dari laboratorium menuju industri.

Salah satu inovasi yang mendapatkan perhatian besar adalah PKF (Pakan Komplit Fermentasi), pakan revolusioner pertama di Indonesia yang memadukan konsentrat dan hijauan dalam satu formulasi siap pakai. Prof. Luki sendiri merupakan Guru Besar Ilmu Pakan Indonesia sekaligus inovator utama PKF.

Prof. Luki menegaskan, PKF lahir dari kebutuhan nyata peternak yang selama ini harus menghabiskan banyak waktu mencari hijauan untuk memenuhi kebutuhan pakan sapi perah.

“Selama ini peternak harus menghabiskan 5-7 jam hanya untuk mencari rumput. Dengan PKF, semua kebutuhan hijauan dan konsentrat ada dalam satu produk. Hasilnya, produksi susu bisa meningkat hingga 24%,” jelasnya.

Sebagai pakan ternak fermentasi, PKF mengandung asam organik seperti asam asetat yang memberikan perlindungan alami terhadap virus, termasuk risiko penyakit mulut dan kuku (PMK).

“Dari kajian kami di Lembang, 90% sapi yang diberi PKF terbukti aman dari PMK. Ini jauh lebih baik dibandingkan kelompok kontrol yang hampir seluruhnya terpapar,” tambahnya.

Agar inovasi tidak berhenti pada riset, IPB menggandeng PT Tumuwuh Persada Utama sebagai mitra strategis untuk hilirisasi dan distribusi PKF. Meski produksi masih dalam proses peningkatan kapasitas, pakan ternak fermentasi PKF sudah mulai dikirim ke berbagai wilayah seperti Boyolali, Ponorogo, Pengalengan, dan Baturraden.

Yosep Purnama, penggagas bisnis Ternak PT Tumuwuh Persada Utama, menekankan bahwa misi mereka adalah memastikan inovasi lokal dirasakan manfaatnya oleh peternak di berbagai daerah.

“Kami ingin memastikan inovasi Indonesia kembali ke peternak Indonesia. PKF bukan hanya pakan, ini langkah percepatan produktivitas nasional menuju swasembada susu dan daging nasional” ujar Yosep.

baca juga

Kolaborasi ini sejalan dengan arah kebijakan ketahanan pangan nasional, khususnya untuk memperkuat sektor peternakan sebagai fondasi pemenuhan gizi bangsa. Menurutnya, kunci utama swasembada adalah nutrisi pakan yang efisien, bukan hanya penambahan populasi sapi.

Sementara itu, Billy Mambrasar, anggota Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua, menekankan bahwa inovasi seperti PKF sejalan dengan visi Presiden Prabowo Subianto untuk pemerataan pembangunan dan ketahanan pangan nasional.

“Inovasi PKF ini sangat relevan dengan agenda besar Presiden Prabowo Subianto terkait kedaulatan pangan dan pemerataan akses di seluruh wilayah, termasuk Papua. Dengan pakan yang lebih murah dan mudah diproduksi, peternak di wilayah yang akses logistiknya sulit seperti Papua akan sangat terbantu,” tuturnya.

Dengan PKF sebagai pakan ternak fermentasi yang menyederhanakan kerja peternak tanpa perlu mengarit rumput sekaligus meningkatkan produktivitas, inovasi ini berpotensi menjadi tulang punggung transformasi peternakan nasional.

Prof. Luki merupakan Profesor Tumbuhan Pakan Indonesia, pernah menjabat Dekan Faultas Peternakan, Institut Pertanian Bogor (IPB) yang menjabat selama dari tahun 2007 - 2015. Ia berupaya memajukan pendidikan di bidang ilmu peternakan terutama bidang Ilmu Nutrisi dan Teknologi Pakan.

Tidak sedikit hasil risetnya di bidang nutrisi ternak, ilmu tanaman pakan, dan nutrisi tanaman peternakan yang masuk dalam Inovasi Indonesia Paling Prospektif versi Business Innovation Center didukung Kementerian Riset dan Teknologi RI. ***

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pemprov Jateng Fokus Wujudkan Swasembada Pangan pada 2026, Inilah 14 Program Penunjangnya

Pemprov Jateng Fokus Wujudkan Swasembada Pangan pada 2026, Inilah 14 Program Penunjangnya

News | Senin, 24 November 2025 | 15:15 WIB

Review Lengkap Susu Flyon: Manfaat, Komposisi, Cara Konsumsi dan Harga Terbaru

Review Lengkap Susu Flyon: Manfaat, Komposisi, Cara Konsumsi dan Harga Terbaru

Health | Kamis, 20 November 2025 | 16:05 WIB

Bolehkah Minum Susu Mentah atau Raw Milk? Ternyata Banyak Klaim Kelirunya

Bolehkah Minum Susu Mentah atau Raw Milk? Ternyata Banyak Klaim Kelirunya

Lifestyle | Selasa, 18 November 2025 | 14:46 WIB

Dari Beras hingga Susu UHT, Pemprov DKI Klaim Salurkan 16 Juta Pangan Bersubsidi

Dari Beras hingga Susu UHT, Pemprov DKI Klaim Salurkan 16 Juta Pangan Bersubsidi

News | Sabtu, 15 November 2025 | 09:05 WIB

Pakar Sebut 2 Kunci Utama untuk Pemerintah Bisa Capai Swasembada Energi

Pakar Sebut 2 Kunci Utama untuk Pemerintah Bisa Capai Swasembada Energi

Bisnis | Kamis, 06 November 2025 | 08:04 WIB

Masakan Lebih Creamy dan Lezat, Rahasianya Ada di Jenis Susu yang Dipilih!

Masakan Lebih Creamy dan Lezat, Rahasianya Ada di Jenis Susu yang Dipilih!

Lifestyle | Senin, 03 November 2025 | 22:30 WIB

Terkini

Dari Gurih hingga Pedas, Menu Flavor Shake-Up Ajak Pecinta Kuliner Eksplorasi Beragam Rasa

Dari Gurih hingga Pedas, Menu Flavor Shake-Up Ajak Pecinta Kuliner Eksplorasi Beragam Rasa

Lifestyle | Minggu, 26 Juli 2026 | 21:16 WIB

Kejagung Jangan Berhenti di Febrie Adriansyah, Aktor Intelektual Harus Diburu

Kejagung Jangan Berhenti di Febrie Adriansyah, Aktor Intelektual Harus Diburu

News | Minggu, 26 Juli 2026 | 21:15 WIB

Port FC Petik Tiga Poin, Sarawut Treephan Sebut Kemenangan atas PSMS Jadi Modal Penting

Port FC Petik Tiga Poin, Sarawut Treephan Sebut Kemenangan atas PSMS Jadi Modal Penting

Bola | Minggu, 26 Juli 2026 | 21:07 WIB

Napi Lapas Pekanbaru Belum Ditemukan, Kabur saat Ambil Obat di Apotek

Napi Lapas Pekanbaru Belum Ditemukan, Kabur saat Ambil Obat di Apotek

Riau | Minggu, 26 Juli 2026 | 21:05 WIB

Review Dikichi Kediri: Sensasi Crispy Hot Chicken yang Renyahnya Bikin Nagih!

Review Dikichi Kediri: Sensasi Crispy Hot Chicken yang Renyahnya Bikin Nagih!

Your Say | Minggu, 26 Juli 2026 | 21:05 WIB

Dihukum 10 Tahun oleh KFA, Shin Tae-yong Tetap Tangani Persija

Dihukum 10 Tahun oleh KFA, Shin Tae-yong Tetap Tangani Persija

Video | Minggu, 26 Juli 2026 | 21:05 WIB

Perkuat Sektor Wing Back, Kendal Tornado FC Datangkan Eks Pemain Timnas U-19

Perkuat Sektor Wing Back, Kendal Tornado FC Datangkan Eks Pemain Timnas U-19

Bola | Minggu, 26 Juli 2026 | 21:02 WIB

Karhutla Mengamuk di Kubu Raya, Nyaris Lahap Permukiman Warga

Karhutla Mengamuk di Kubu Raya, Nyaris Lahap Permukiman Warga

News | Minggu, 26 Juli 2026 | 20:54 WIB

Pembagian Seragam Gratis Pemprov Kaltim Terlambat, Orangtua Terpaksa Beli Dulu

Pembagian Seragam Gratis Pemprov Kaltim Terlambat, Orangtua Terpaksa Beli Dulu

Kaltim | Minggu, 26 Juli 2026 | 20:52 WIB

Krisis Global di Depan Mata, Generasi Muda Ini Kumpul Cari Solusi Lewat Jalur Diplomasi

Krisis Global di Depan Mata, Generasi Muda Ini Kumpul Cari Solusi Lewat Jalur Diplomasi

Lifestyle | Minggu, 26 Juli 2026 | 20:46 WIB

×