Kakao Indonesia di Mata Dunia: Dihantam Black Campaign, Dianggap Mematikan Orang Utan

Dicky Prastya

Selasa, 25 November 2025 | 18:58 WIB
Kakao Indonesia di Mata Dunia: Dihantam Black Campaign, Dianggap Mematikan Orang Utan
Ilustrasi Kakao | Foto: Buah kakao yang berada di perkebunan Bali, Selasa (25/11/2025). [Suara.com/Dicky Prastya]
baca 10 detik
  • Produk kakao Indonesia yang digencarkan pemerintah menghadapi persaingan ketat, terutama adanya kampanye hitam di pasar Eropa.
  • Salah satu tuduhan negatif adalah klaim produk kakao Indonesia membahayakan orang utan karena menyebabkan deforestasi lahan.
  • Pemerintah melalui Kemenlu turun tangan menyelidiki dan menindaklanjuti klaim negatif tanpa dasar dari kompetitor luar negeri.

Suara.com - Produk kakao Indonesia yang tengah digencarkan Presiden RI Prabowo Subianto menghadapi persaingan ketat dengan pasar luar negeri.

Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan Provinsi Bali (Kanwil DJPB Bali) Kemenkeu, Muhamad Mufti Arkan menyebut kalau produk kakao buatan Indonesia kerap mendapatkan black campaign, salah satunya di pasar Eropa.

“Kadang di Eropa itu sering ada namanya black campaign,” kata Mufti saat ditemui di Bali, Senin (25/11/2025). 

Salah satu black campaign yang dianggap Mufti vulgar adalah produk kakao Indonesia disebut berbahaya bagi orang utan. Sebab komoditas itu dikatakan membabat hutan menjadi perkebunan, yang merupakan rumah dari orang utan.

Tak hanya itu, pasar luar negeri juga kerap menyindir kakao Indonesia secara halus. Dicontohkan dia, banyak produk luar negeri yang mencantumkan deskripsi ‘palm oil free’ alias bebas dari minyak kelapa sawit.

“Tidak mengandung palm oil. Tidak mengandung misalkan bahan yang berasal dari deforestasi. Itu adalah kampanye-kampanye negatif yang memang ditengarai karena persaingan,” lanjutnya.

Untuk mengatasinya, Pemerintah RI melalui Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) ikut turun tangan mengecek persaingan tersebut.

Menurut Mufti, mereka memiliki tim khusus investigasi ekonomi yang melakukan sidak ke pasar maupun toko di luar negeri.

“Kemudian lihat produk-produk yang mencantumkan kampanye negatif, langsung kita adukan, mengirimkan surat, ‘Apa dasarnya anda mencantumkan hal tersebut’,” beber dia.

baca juga

Lebih lanjut Mufti menyebut kalau banyak pihak yang melakukan black campaign ke produk RI tidak memiliki dasar atas tuduhan itu. Setelah diusut, barulah kompetitor luar mengoreksi black campaign ke produk RI.

“Mereka mengatakan memang tidak punya dasar. Kemudian legal standing-nya tidak kuat. Kemudian juga mereka kadang-kadang merasa khawatir, kalau diusut, kalau dituntut, maka mulai bergerak,” jelasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

MUI Tetapkan Fatwa Pajak Berkeadilan, DJP Kemenkeu: Nanti Coba Kami Tabayyun

MUI Tetapkan Fatwa Pajak Berkeadilan, DJP Kemenkeu: Nanti Coba Kami Tabayyun

Bisnis | Senin, 24 November 2025 | 22:32 WIB

Ekspor Kakao Indonesia Terancam Turun Akibat Ulah Donald Trump

Ekspor Kakao Indonesia Terancam Turun Akibat Ulah Donald Trump

Bisnis | Senin, 24 November 2025 | 22:06 WIB

Kembang-Kempis Industri Kakao Indonesia, Puluhan Pabrik Coklat Tutup

Kembang-Kempis Industri Kakao Indonesia, Puluhan Pabrik Coklat Tutup

Bisnis | Senin, 24 November 2025 | 21:29 WIB

Menkeu Purbaya Bisa Intip Kondisi Keuangan Perusahaan Mulai 2027

Menkeu Purbaya Bisa Intip Kondisi Keuangan Perusahaan Mulai 2027

Bisnis | Senin, 24 November 2025 | 17:43 WIB

Komdigi Temukan Situs Coretax Palsu, Mirip Buatan DJP Kemenkeu

Komdigi Temukan Situs Coretax Palsu, Mirip Buatan DJP Kemenkeu

Tekno | Minggu, 23 November 2025 | 15:40 WIB

Kemenkeu Ungkap Alasan Pemda Lambat Belanja, Dana  Mengendap di Bank Tembus Rp 244 T

Kemenkeu Ungkap Alasan Pemda Lambat Belanja, Dana Mengendap di Bank Tembus Rp 244 T

Bisnis | Minggu, 23 November 2025 | 12:02 WIB

Terkini

Thriller hingga Romcom, 5 Rekomendasi Drama yang Dibintangi Kim Young Kwang

Thriller hingga Romcom, 5 Rekomendasi Drama yang Dibintangi Kim Young Kwang

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 13:40 WIB

Bawa Pesan dari Mandalika, 5 Pembalap Muda Indonesia Siap 'Ngamuk' di Sepang

Bawa Pesan dari Mandalika, 5 Pembalap Muda Indonesia Siap 'Ngamuk' di Sepang

Sport | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 13:38 WIB

Kendal Tornado FC Jamu Persebaya di Stadion Sriwedari Tanpa Penonton Umum

Kendal Tornado FC Jamu Persebaya di Stadion Sriwedari Tanpa Penonton Umum

Surakarta | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 13:37 WIB

Pemerintah Rela Tak Pungut Pajak Rp632 Triliun pada 2027, Siapa yang Diuntungkan?

Pemerintah Rela Tak Pungut Pajak Rp632 Triliun pada 2027, Siapa yang Diuntungkan?

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 13:35 WIB

Bachtiar Nasir Tolak Konser Andrea Bocelli di Indonesia, Soroti Keberpihakan ke Israel

Bachtiar Nasir Tolak Konser Andrea Bocelli di Indonesia, Soroti Keberpihakan ke Israel

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 13:31 WIB

Malaikat Maut Juga Bisa Galau? Sisi Lain Kematian di Novel Setelah Melompat Aku Ingin Hidup

Malaikat Maut Juga Bisa Galau? Sisi Lain Kematian di Novel Setelah Melompat Aku Ingin Hidup

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 13:31 WIB

Pakar UMY Ingatkan Jokowi Bawa Ijazah Asli di Sidang Roy Suryo: Jangan Fotokopi

Pakar UMY Ingatkan Jokowi Bawa Ijazah Asli di Sidang Roy Suryo: Jangan Fotokopi

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 13:27 WIB

6 Arti Punggung Merinding Tiba-tiba Siang Hari Menurut Primbon Jawa

6 Arti Punggung Merinding Tiba-tiba Siang Hari Menurut Primbon Jawa

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 13:25 WIB

Jebakan Konsumerisme Digital: Di Balik Perilaku Cemas dan Lapar Mata Gen Z

Jebakan Konsumerisme Digital: Di Balik Perilaku Cemas dan Lapar Mata Gen Z

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 13:10 WIB

Laba SIG Meroket 363%, Industri Semen Masih Dibayangi Overcapacity

Laba SIG Meroket 363%, Industri Semen Masih Dibayangi Overcapacity

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 13:10 WIB

×