Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.850.000
Beli Rp2.735.000
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...
USD/IDR 17.184

Hingga November, Penyaluran BLTS Capai 5,5 Juta Keluarga Penerima Manfaat

Achmad Fauzi | Suara.com

Jum'at, 28 November 2025 | 09:12 WIB
Hingga November, Penyaluran BLTS Capai 5,5 Juta Keluarga Penerima Manfaat
Penerima Bansos BLT PKH Sembako Bandar Lampung. (PT Pos Indonesia)
  • PT Pos Indonesia telah menyalurkan 5,5 juta BLTS hingga 27 November 2025, ditargetkan selesai 11 Desember 2025.
  • Penyaluran mencakup program BLTS Kesra periode Oktober hingga Desember bagi sekitar 18,1 juta KPM melalui jaringan Pos Indonesia.
  • Strategi pencairan meliputi Kantor Pos, komunitas, dan layanan antar rumah bagi kelompok rentan, didukung verifikasi ketat.

Suara.com - PT Pos Indonesia (Persero) melaporkan telah menyalurkan 5,5 juta Bantuan Langsung Tunai Sementara (BLTS) kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di seluruh Indonesia hingga 27 November 2025.

Pelaksana Tugas Direktur Utama Pos Indonesia, Haris, mengatakan penyaluran BLTS akan selesai sesuai dengan rencana target yang ditetapkan.

"Kami optimistis, proses penyaluran akan selesai sesuai rencana pemerintah pada 11 Desember 2025," ujarnya di Jakarta, Jumat (28/11/2025).

Penyaluran ini merupakan bagian dari program BLTS Kesra periode Oktober, November, dan Desember, dengan total sasaran sekitar 18,1 juta KPM yang disalurkan melalui Pos Indonesia. Saat ini, Kementerian Sosial telah mengirimkan 11,6 juta data KPM kepada Pos Indonesia untuk diproses dan terus melakukan konsolidasi data untuk data tambahan berikutnya.

Pos Indonesia memastikan penyaluran BSU 2025 memastikan BSU tepat sasaran dan tersalurkan seluruhnya (Dok: Pos Indonesia)
Pos Indonesia memastikan penyaluran BSU 2025 memastikan BSU tepat sasaran dan tersalurkan seluruhnya (Dok: Pos Indonesia)

Menurut Haris, keberhasilan Pos Indonesia menyalurkan BLTS 2025 tidak lepas dari kekuatan jaringan yang dimiliki Pos Indonesia. Jaringan tersebut mencakup seluruh provinsi yang ada di Indonesia, yakni 42 Kantor Cabang Utama, 168 Kantor Cabang, dan 4.308 Kantor Cabang Pembantu.

"Dengan ribuan keberadaan Kantor Pos yang tersebar hingga tingkat kecamatan, serta didukung SDM yang terlatih di daerah terpencil, kami mampu mempercepat proses penyaluran bantuan secara tepat dan cepat. Kami memastikan seluruh bantuan diterima langsung oleh KPM. Kecepatan, keamanan, dan akurasi adalah prioritas kami," imbuhnya.

Pos Indonesia, lanjut Haris, telah berpengalaman menangani berbagai penugasan pemerintah seperti distribusi bantuan sosial tunai dan dalam bentuk barang atau sembako. Selama beberapa tahun, Pos Indonesia mampu membuktikan kehandalan jaringan dan SDM dengan menjangkau hingga pelosok Indonesia.

Strategi Penyaluran BLTS

Untuk memastikan bantuan tepat sasaran, Pos Indonesia menerapkan tiga skema pencairan, yaitu pembayaran di Kantor Pos, pembayaran di lokasi komunitas seperti balai desa atau gedung kecamatan, dan layanan antar ke rumah KPM, khusus bagi lansia, penyandang disabilitas, dan warga yang sedang sakit.

Bagi yang melakukan pencairan secara mandiri, proses pengambilan BLTS Kesra melalui Pos Indonesia dilakukan dengan mekanisme yang mudah, aman, dan memastikan bantuan diterima langsung oleh KPM. KPM hanya perlu datang ke lokasi pencairan dengan membawa KTP, Kartu Keluarga (KK) asli, dan Surat Pemberitahuan sebagai dokumen identitas wajib.

Setelah itu, KPM dapat mengambil bantuan di lokasi tertentu sesuai dengan yang tertera pada Surat Pemberitahuan.
Setibanya di lokasi, petugas atau juru bayar Pos Indonesia akan melakukan verifikasi data.

Proses ini diawali dengan pemindaian (scan) QR code yang terdapat pada Surat Pemberitahuan untuk memastikan kecocokan data penerima. Selanjutnya, verifikasi wajah dilakukan menggunakan aplikasi untuk memastikan bahwa orang yang datang adalah penerima sah sesuai data Kementerian Sosial.

"Setelah wajah dan identitas dinyatakan sesuai, petugas akan mengambil foto KTP sekaligus foto penerima BLT sebagai bagian dari bukti penyaluran. Tahap terakhir adalah penandatanganan oleh penerima sebagai bukti serah terima bantuan, dan petugas akan menyerahkan uang BLT secara langsung,: imbuh Haris.

Pos Indonesia juga menerapkan sistem antrean agar proses pencairan lebih tertib. Pos Indonesia memastikan proses penyaluran BLTS lebih tertib, transparan, dan tepat sasaran, sekaligus memberikan kemudahan bagi masyarakat di seluruh Indonesia.

Untuk diketahui, BLTS adalah Bantuan Langsung Tunai Sementara senilai Rp900 ribu untuk periode 3 bulan yang ditujukan buat 35 juta keluarga miskin dan rentan miskin

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

BLTS Cair Minggu Depan, Mensos Ungkap Pembagian Dua Kategori KPM

BLTS Cair Minggu Depan, Mensos Ungkap Pembagian Dua Kategori KPM

Bisnis | Minggu, 23 November 2025 | 11:12 WIB

BUMN-Swasta Mulai Kolaborasi Perkuat Sistem Logistik Nasional

BUMN-Swasta Mulai Kolaborasi Perkuat Sistem Logistik Nasional

Bisnis | Jum'at, 21 November 2025 | 17:13 WIB

Bansos dan BLTS Tahap Dua Cair Pekan Ini, Mensos Ungkap Hasil Verifikasi DTSEN

Bansos dan BLTS Tahap Dua Cair Pekan Ini, Mensos Ungkap Hasil Verifikasi DTSEN

Bisnis | Selasa, 18 November 2025 | 17:55 WIB

Terkini

Harga Emas Antam Hari Ini Naik, Dalam Sehari Buyback Juga Ikut Meroket!

Harga Emas Antam Hari Ini Naik, Dalam Sehari Buyback Juga Ikut Meroket!

Bisnis | Selasa, 21 April 2026 | 08:53 WIB

Laporan Terbaru IMF: Ekonomi RI Tumbuh Berat Tahun Ini

Laporan Terbaru IMF: Ekonomi RI Tumbuh Berat Tahun Ini

Bisnis | Selasa, 21 April 2026 | 08:32 WIB

Kartini di Industri Berat: Reni Wulandari, Srikandi Pertama yang Pimpin Operasi SIG

Kartini di Industri Berat: Reni Wulandari, Srikandi Pertama yang Pimpin Operasi SIG

Bisnis | Selasa, 21 April 2026 | 08:21 WIB

Prudential Syariah Klaim Lindungi 300 Ribu Keluarga di RI

Prudential Syariah Klaim Lindungi 300 Ribu Keluarga di RI

Bisnis | Selasa, 21 April 2026 | 08:13 WIB

BRICS Borong Emas, Sinyal Bahaya bagi Dominasi Dolar AS

BRICS Borong Emas, Sinyal Bahaya bagi Dominasi Dolar AS

Bisnis | Selasa, 21 April 2026 | 08:00 WIB

Dana Kelola Reksa Dana Makin Tumbuh, OJK Bidik Gen Z Investasi dari Rp10 Ribu

Dana Kelola Reksa Dana Makin Tumbuh, OJK Bidik Gen Z Investasi dari Rp10 Ribu

Bisnis | Selasa, 21 April 2026 | 07:50 WIB

Perang Terus Berlangsung, Wall Street Kembali Merosot

Perang Terus Berlangsung, Wall Street Kembali Merosot

Bisnis | Selasa, 21 April 2026 | 07:39 WIB

Saham BULL Masuk Rekomendasi saat IHSG Terancam Koreksi Hari Ini

Saham BULL Masuk Rekomendasi saat IHSG Terancam Koreksi Hari Ini

Bisnis | Selasa, 21 April 2026 | 07:34 WIB

MSCI Masih 'Gembok' Saham Indonesia di Indeks Global, Ancaman Downgrade Masih Menghantui?

MSCI Masih 'Gembok' Saham Indonesia di Indeks Global, Ancaman Downgrade Masih Menghantui?

Bisnis | Selasa, 21 April 2026 | 07:24 WIB

Xi Jinping: Selat Hormuz Harus Dibuka!

Xi Jinping: Selat Hormuz Harus Dibuka!

Bisnis | Senin, 20 April 2026 | 20:56 WIB