Partai Komunis China Guyur Investasi Rp 36,4 Triliun ke Indonesia, Untuk Apa Saja?

Achmad Fauzi, Fakhri Fuadi Muflih

Jum'at, 28 November 2025 | 13:14 WIB
Partai Komunis China Guyur Investasi Rp 36,4 Triliun ke Indonesia, Untuk Apa Saja?
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto saat ditemui di kantornya pada Senin (13/10/2025). [Suara.com/Dicky Prastya]
baca 10 detik
  • Pemerintah Indonesia dan Partai Komunis China (PKC) menandatangani 16 nota kesepahaman investasi senilai Rp 36,4 triliun.
  • Keseluruhan proyek investasi tersebut terhubung dalam program nasional yang disebut Twin Country Two Parks.
  • Investasi dari China ini akan difokuskan pada pengembangan berbagai sektor strategis di Kawasan Industri Batang, Jawa Tengah.

Suara.com - Pemerintah mendapat guyuran investasi dari Partai Komunis China (PKC) asal Provinsi Fuzhou. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan pertemuan bilateral dengan PKC ini hasilkan penandatanganan 16 nota kesepahaman dengan nilai investasi mencapai Rp 36,4 triliun.

Airlangga menyebut seluruh proyek tersebut terhubung dalam program Twin Country Two Parks. 

"Dalam pertemuan itu diadakan Memorandum of Understanding (MoU) terhadap 16 kegiatan. Dan dari 16 kegiatan itu terkait dengan program Twin Country Two Parks, itu terekam investasi total dari 16 proyek sebesar Rp 36,4 triliun," ujarnya di Istana Negara, yang dikutip Kamis (27/11/2025).

Airlangga menjelaskan, investasi itu akan mencakup berbagai sektor industri strategis. Mulai dari pengolahan komoditas pangan hingga pengembangan tekstil.

Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB)
Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB)

"Proyek itu antara lain terkait dengan project baja 1 juta ton, kemudian pengolahan daging dan produk kelautan, kemudian perdagangan nikel iron, kemudian proyek R&D daripada tekstil dan high-end," katanya.

"Kemudian terkait dengan batu bara, dan juga kerja sama bahan baku terkait dengan tekstil, dan juga proyek kerja sama industri teh dan melati, dan juga direct sourcing terkait dengan product agriculture termasuk kelapa dan durian," sambungnya.

Airlangga memastikan seluruh proyek tersebut akan ditempatkan di Kawasan Industri Batang, Jawa Tengah. Ia menyebut kawasan itu memang disiapkan sebagai pusat ekspansi investasi China setelah diresmikan.

"Dan itu seluruhnya akan investasi di Kawasan Industri Batang, yang pada waktu yang lalu diresmikan oleh Pak Presiden dengan Perdana Menteri Li Qiang," katanya.

Menurut Airlangga, kehadiran gelombang investasi baru ini akan mempercepat pengembangan kawasan industri tersebut. 

baca juga

"Jadi dengan demikian, ini salah satu untuk mengakselerasi investasi di Kawasan Industri Batang," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Biar Masyarakat Tak Mudah Tertipu Soal Keuangan, Pemerintah Bentuk Lembaga Baru DNKI

Biar Masyarakat Tak Mudah Tertipu Soal Keuangan, Pemerintah Bentuk Lembaga Baru DNKI

Bisnis | Jum'at, 28 November 2025 | 12:59 WIB

Serapan Baru 70 Persen, Belanja Pemerintah Dikebut di 1 Bulan Terakhir 2025

Serapan Baru 70 Persen, Belanja Pemerintah Dikebut di 1 Bulan Terakhir 2025

Bisnis | Kamis, 27 November 2025 | 21:11 WIB

BI dan Kementerian Investasi Integrasikan Layanan Perizinan

BI dan Kementerian Investasi Integrasikan Layanan Perizinan

Bisnis | Kamis, 27 November 2025 | 20:41 WIB

Terkini

Momen Kaesang Pangarep Ajak Anak Penyintas Gempa Palue Main Catur dan Ular Tangga

Momen Kaesang Pangarep Ajak Anak Penyintas Gempa Palue Main Catur dan Ular Tangga

Bali | Rabu, 16 September 2026 | 23:24 WIB

Menkeu Suahasil Akan Evaluasi Perombakan Ratusan Pejabat Kemenkeu Era Purbaya

Menkeu Suahasil Akan Evaluasi Perombakan Ratusan Pejabat Kemenkeu Era Purbaya

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 23:11 WIB

Teknologi Silicon-Carbon dan Update 6 Tahun, REDMI Note 17 Mulai Rp3,9 Jutaan

Teknologi Silicon-Carbon dan Update 6 Tahun, REDMI Note 17 Mulai Rp3,9 Jutaan

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 23:10 WIB

Antrean Pertalite Mengular di Bengkulu, Helmi Hasan Malah Ajak Warga Salat Tobat

Antrean Pertalite Mengular di Bengkulu, Helmi Hasan Malah Ajak Warga Salat Tobat

Sumsel | Rabu, 16 September 2026 | 23:00 WIB

44 Ribu Hektare Tanah TNI Bermasalah, TNI Akui Potensi Konflik Agraria Kian Tinggi

44 Ribu Hektare Tanah TNI Bermasalah, TNI Akui Potensi Konflik Agraria Kian Tinggi

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:55 WIB

Dulu Cuma Scan QR, Kini Pembayaran Digital Makin Pintar dan Menembus Transaksi Global

Dulu Cuma Scan QR, Kini Pembayaran Digital Makin Pintar dan Menembus Transaksi Global

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 22:49 WIB

RUU Reforma Agraria akan Disahkan di Rapat Paripurna 22 September

RUU Reforma Agraria akan Disahkan di Rapat Paripurna 22 September

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:41 WIB

Dirut BRI: Kekuatan Holding UMi Ditopang oleh Integrasi Keunggulan Entitas

Dirut BRI: Kekuatan Holding UMi Ditopang oleh Integrasi Keunggulan Entitas

Bri | Rabu, 16 September 2026 | 22:39 WIB

MK Minta Kewenangan Bakamla Disusun Ulang, DPR dan Pemerintah Diberi Waktu 2 Tahun

MK Minta Kewenangan Bakamla Disusun Ulang, DPR dan Pemerintah Diberi Waktu 2 Tahun

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:31 WIB

Prabowo Ingin Pembakaran Hutan Digolongkan 'Terorisme Ekologi', Sanksi Bakal Diperberat!

Prabowo Ingin Pembakaran Hutan Digolongkan 'Terorisme Ekologi', Sanksi Bakal Diperberat!

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:22 WIB

×