Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.875.000
Beli Rp2.760.000
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...
USD/IDR 17.184

Saham INET Meroket Lagi Hari Ini: YTD Tembus 1.200 Persen, Ada Update Right Issue

M Nurhadi | Suara.com

Rabu, 03 Desember 2025 | 15:58 WIB
Saham INET Meroket Lagi Hari Ini: YTD Tembus 1.200 Persen, Ada Update Right Issue
PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk
  • Saham PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET) menguat signifikan, mencapai peningkatan lebih dari 1.200% YTD.
  • Aktivitas perdagangan saham INET sangat tinggi hari ini, dengan volume transaksi lebih dari 1 miliar lembar dan net buy asing Rp194,8 miliar.
  • Perusahaan sedang melaksanakan Rights Issue untuk mengumpulkan Rp3,2 triliun guna membiayai ekspansi melalui entitas anak.

Suara.com - Saham PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET) kembali mencatatkan penguatan harga yang luar biasa pada perdagangan hari ini, menunjukkan minat investor yang masif terhadap emiten telekomunikasi dan infrastruktur digital ini.

Tren penguatan ini telah membawa saham INET terbang lebih dari 1.200% sepanjang tahun berjalan (Year-to-Date).

Pada penutupan sesi I hari ini, harga saham INET telah menyentuh level Rp780, meningkat signifikan 18,46% dibandingkan harga pembukaan. Angka ini bahkan melampaui target penguatan teknikal baru yang sebelumnya diperkirakan berada di level 745–775.

Aktivitas perdagangan saham INET terpantau sangat tinggi:

  • Volume Transaksi: Lebih dari 1 miliar lembar saham berpindah tangan.
  • Frekuensi: Mencapai lebih dari 91.000 kali.
  • Nilai Transaksi: Mendekati Rp800 miliar.

Di antara seluruh saham yang diperdagangkan, INET menjadi favorit investor asing, mencetak net buy asing tertinggi sebesar Rp194,8 miliar (sesi 1), menegaskan tingginya kepercayaan investor terhadap prospek perseroan.

Lonjakan harga saham ini tidak terlepas dari rentetan aksi korporasi jumbo yang sedang dijalankan perseroan.

Setelah mencatat lonjakan kinerja yang impresif sepanjang sembilan bulan tahun 2025, INET kini tengah berada di tengah proses Penawaran Umum Terbatas (Rights Issue) dengan target perolehan dana fantastis senilai Rp3,2 triliun.

Direktur Utama INET, Muhammad Arif, menegaskan bahwa aksi korporasi ini akan menjadi fondasi utama bagi ekspansi perusahaan. Ia memastikan bahwa pemegang saham utama telah berkomitmen penuh untuk menyerap saham baru yang akan diterbitkan.

Seluruh dana hasil rights issue senilai Rp3,2 triliun tersebut akan dialokasikan untuk mempercepat ekspansi melalui entitas-entitas anak. Strategi ini diharapkan menjadi katalis utama bagi pertumbuhan pendapatan INET di masa mendatang.

Selain rights issue, INET juga menyiapkan alternatif pendanaan lain berupa penerbitan obligasi senilai Rp1 triliun. Proses pengajuan obligasi ini sudah dimulai dan ditargetkan terbit pada tahun depan.

Dana obligasi ini secara spesifik akan diarahkan untuk mempercepat pembangunan jaringan kabel laut serta proyek fiber-to-the-home (FTTH) yang menargetkan dua juta rumah di wilayah Bali dan Lombok.

Arif menambahkan bahwa beberapa calon klien potensial telah menyatakan minat mereka terhadap proyek kabel laut yang sedang disiapkan INET tersebut.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Harga Saham GTSI Meroket Berturut-turut, Apa Penyebabnya?

Harga Saham GTSI Meroket Berturut-turut, Apa Penyebabnya?

Bisnis | Rabu, 03 Desember 2025 | 12:46 WIB

IHSG Masih Betah di Level 8.600 pada Rabu Pagi, Cermati Saham-saham Ini

IHSG Masih Betah di Level 8.600 pada Rabu Pagi, Cermati Saham-saham Ini

Bisnis | Rabu, 03 Desember 2025 | 09:18 WIB

Pemegang Saham Pengendali Dicaplok Perusahaan Korea, KISI AM Umumkan Perubahan Nama

Pemegang Saham Pengendali Dicaplok Perusahaan Korea, KISI AM Umumkan Perubahan Nama

Bisnis | Rabu, 03 Desember 2025 | 08:50 WIB

Terkini

Viral Gerakan Tutup Rekening, BNI Janji Kembalikan Dana Gereja di Aek Nabara

Viral Gerakan Tutup Rekening, BNI Janji Kembalikan Dana Gereja di Aek Nabara

Bisnis | Minggu, 19 April 2026 | 12:51 WIB

Skandal Dana Umat di Aek Nabara, BNI Janji Dana Gereja Dikembalikan Sepenuhnya

Skandal Dana Umat di Aek Nabara, BNI Janji Dana Gereja Dikembalikan Sepenuhnya

Bisnis | Minggu, 19 April 2026 | 12:33 WIB

Iran Kembali Tutup Selat Hormuz Sampai Waktu yang Tak Ditentukan, Gegara Ulah Trump

Iran Kembali Tutup Selat Hormuz Sampai Waktu yang Tak Ditentukan, Gegara Ulah Trump

Bisnis | Minggu, 19 April 2026 | 12:26 WIB

Pemerintah Segera Tutup Praktik Open Dumping di Seluruh TPA

Pemerintah Segera Tutup Praktik Open Dumping di Seluruh TPA

Bisnis | Minggu, 19 April 2026 | 11:17 WIB

Pemerintah Mulai Kaji Kereta Papua, Rute Sentani-Kota Jayapura Jadi Proyek Awal

Pemerintah Mulai Kaji Kereta Papua, Rute Sentani-Kota Jayapura Jadi Proyek Awal

Bisnis | Minggu, 19 April 2026 | 10:47 WIB

Harga BBM Naik, Ini Warga RI yang 'Halal' Beli Bensin Subsidi

Harga BBM Naik, Ini Warga RI yang 'Halal' Beli Bensin Subsidi

Bisnis | Sabtu, 18 April 2026 | 18:35 WIB

Permudah Akses Keuangan Pedagang, BTN Ekspansi Bisnis ke Ekosistem Koperasi Pasar

Permudah Akses Keuangan Pedagang, BTN Ekspansi Bisnis ke Ekosistem Koperasi Pasar

Bisnis | Sabtu, 18 April 2026 | 16:49 WIB

Lawan Imunitas Algoritma, Prof Harris: Masa Rokok Bisa Digugat, Kode Digital Tidak?

Lawan Imunitas Algoritma, Prof Harris: Masa Rokok Bisa Digugat, Kode Digital Tidak?

Bisnis | Sabtu, 18 April 2026 | 16:43 WIB

Ambisi Swasembada Gula 2028 Terganjal Mesin Tua dan Kiamat Lahan

Ambisi Swasembada Gula 2028 Terganjal Mesin Tua dan Kiamat Lahan

Bisnis | Sabtu, 18 April 2026 | 15:53 WIB

Bos-bos BCA Kompak Serok Saham Sendiri Saat Harga Diskon, Apa Dampaknya?

Bos-bos BCA Kompak Serok Saham Sendiri Saat Harga Diskon, Apa Dampaknya?

Bisnis | Sabtu, 18 April 2026 | 15:34 WIB