Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Ritel Berburu Saham Burung Walet Tapi Banyak Investor Dapat 1 Lot, Kenapa?

Mohammad Fadil Djailani | Suara.com

Senin, 08 Desember 2025 | 13:28 WIB
Ritel Berburu Saham Burung Walet Tapi Banyak Investor Dapat 1 Lot, Kenapa?
PT Abadi Lestari Indonesia Tbk (RLCO), emiten pengolahan sarang burung walet, resmi mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Senin (8/12/2025). (Pixbay)
  • PT Abadi Lestari Indonesia Tbk (RLCO) resmi mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI).
  • RLCO mengalami oversubscription 143,19 kali dari 625 juta saham yang ditawarkan.
  • Namun, cerita lain ikut muncul dimana banyak investor ritel yang berburu RLCO di masa penawaran cuma mendapatkan 1 lot (100 saham). 

Suara.com - PT Abadi Lestari Indonesia Tbk (RLCO), emiten pengolahan sarang burung walet, resmi mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Senin (8/12/2025).

Penawaran umum perdana (IPO) ini memantik minat luar biasa berdasarkan data BEI yang dilaporkan pelaku pasar, RLCO mengalami oversubscription 143,19 kali dari 625 juta saham yang ditawarkan, jumlah pesanan tercatat sangat besar sehingga kala penjatahan ada selisih ratusan juta lot.

Pada hari pertama perdagangan harga saham RLCO langsung menyentuh Auto Rejection Atas (ARA), dibuka ke level Rp226 dari harga penawaran Rp168.

Namun, cerita lain ikut muncul dimana banyak investor ritel yang berburu RLCO di masa penawaran cuma mendapatkan 1 lot (100 saham). Fenomena ini jadi sorotan karena menimbulkan kekecewaan di sejumlah grup platform investor, padahal minat pendaftar sangat besar.

Beberapa laporan pasar bahkan mencatat jumlah investor yang ikut dalam penawaran umum RLCO mencapai ratusan ribu akun.

Angka-angka kunci IPO RLCO

  1. Saham yang ditawarkan saat IPO: 625 juta lembar.
  2. Harga penawaran: Rp168 per saham; pembukaan hari pertama sampai ARA ke Rp226.
  3. Total saham tercatat setelah listing: 3,125 miliar lembar; kapitalisasi pasar di hari listing tercatat pada kisaran ratusan miliar rupiah.

Laporan lain yang beredar di pasar menyebut angka oversubscribe yang berbeda yang menunjukkan ada variasi laporan bergantung pada sumber data dan metode penghitungan. Saya sertakan kedua versi karena keduanya beredar luas di media.

Kenapa banyak investor ritel hanya dapat 1 lot? Inti dari aturan penjatahan OJK (SEOJK No.25/SEOJK.04/2025)

OJK pada 17 November 2025 menerbitkan Surat Edaran (SEOJK) No.25/SEOJK.04/2025 yang mengganti ketentuan sebelumnya tentang verifikasi pesanan, alokasi penjatahan (penjatahan terpusat), dan penyelesaian pemesanan efek secara elektronik. Poin-poin penting yang relevan dengan kasus RLCO:

Porsi ritel dalam penjatahan terpusat dinaikkan dari sebelumnya sekitar 1/3 menjadi 1/2 dari total penjatahan terpusat, untuk meningkatkan porsi ritel.

Batas maksimum pemesanan per calon investor: setiap investor hanya boleh memesan maksimum 10% dari nilai keseluruhan efek yang ditawarkan dalam penjatahan terpusat. Jika pemesanan melebihi batas ini, sistem menolak dan mengembalikan pesanan untuk disesuaikan. Aturan ini bertujuan mencegah satu pihak memonopoli pemesanan.

Penggolongan penawaran dan minimum alokasi disesuaikan SEOJK 25 menambah golongan (dari 4 jadi 5) dan menetapkan jumlah minimum alokasi yang berbeda-beda berdasarkan nilai IPO, termasuk ketentuan penyesuaian alokasi saat oversubscribed. Ketentuan ini memengaruhi bagaimana “jatah” ritel dihitung ketika permintaan sangat tinggi.

Aturan ini mulai berlaku 17 Nov 2025; catatan penting prospektus yang terbit sebelum aturan efektif masih bisa mengikuti skema lama, sehingga implementasi teknis di tiap IPO (termasuk apakah RLCO sepenuhnya masuk cakupan atau belum) dapat berbeda. Itu menjelaskan mengapa keluhan 1 lot tetap muncul meski aturan baru dimaksudkan untuk memperbaiki pemerataan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Menkeu Purbaya Ngeluh Saham Gorengan, Apa Gebrakan OJK?

Menkeu Purbaya Ngeluh Saham Gorengan, Apa Gebrakan OJK?

Bisnis | Senin, 08 Desember 2025 | 10:26 WIB

LPS Catat Jumlah Rekening Tidur Turun Jadi 657,19Juta

LPS Catat Jumlah Rekening Tidur Turun Jadi 657,19Juta

Bisnis | Senin, 08 Desember 2025 | 09:56 WIB

IHSG Bangkit pada Awal Sesi ke Level 8.676, Cermati Saham-saham Ini

IHSG Bangkit pada Awal Sesi ke Level 8.676, Cermati Saham-saham Ini

Bisnis | Senin, 08 Desember 2025 | 09:16 WIB

Terkini

BP Batam 'Ngebut' di 2026: Investasi Tembus Rp17,4 Triliun, Sektor Elektronik Jadi Jawara

BP Batam 'Ngebut' di 2026: Investasi Tembus Rp17,4 Triliun, Sektor Elektronik Jadi Jawara

Bisnis | Kamis, 23 April 2026 | 22:01 WIB

7 Hari Menuju Ambang Batas: Trump di Ujung Tanduk, Kongres Beri 'Cek Kosong' Perang?

7 Hari Menuju Ambang Batas: Trump di Ujung Tanduk, Kongres Beri 'Cek Kosong' Perang?

Bisnis | Kamis, 23 April 2026 | 21:33 WIB

Lewat Kartini BISA Fest, Telkom Perkuat Peran Perempuan di Era Digital

Lewat Kartini BISA Fest, Telkom Perkuat Peran Perempuan di Era Digital

Bisnis | Kamis, 23 April 2026 | 20:42 WIB

Babak Akhir Utang 'Whoosh', RI Siap Sodorkan Skema Restrukturisasi ke China

Babak Akhir Utang 'Whoosh', RI Siap Sodorkan Skema Restrukturisasi ke China

Bisnis | Kamis, 23 April 2026 | 20:10 WIB

Pemerintah Gunakan Cara Baru Pantau BBM Subsidi Agar Tak Bocor

Pemerintah Gunakan Cara Baru Pantau BBM Subsidi Agar Tak Bocor

Bisnis | Kamis, 23 April 2026 | 20:06 WIB

Pengguna Aktif GoPay Tembus 26 Juta

Pengguna Aktif GoPay Tembus 26 Juta

Bisnis | Kamis, 23 April 2026 | 20:00 WIB

Danantara Umbar Biang Kerok Kinerja Garuda Indonesia Masih Seret

Danantara Umbar Biang Kerok Kinerja Garuda Indonesia Masih Seret

Bisnis | Kamis, 23 April 2026 | 19:50 WIB

Pegang 42 Persen Cadangan Dunia, Nikel Masih Jadi 'Raja' Investasi Hilirisasi RI

Pegang 42 Persen Cadangan Dunia, Nikel Masih Jadi 'Raja' Investasi Hilirisasi RI

Bisnis | Kamis, 23 April 2026 | 19:05 WIB

Jumlah BUMN Dipangkas Jadi Hanya 300, Begini Klaster-klasternya

Jumlah BUMN Dipangkas Jadi Hanya 300, Begini Klaster-klasternya

Bisnis | Kamis, 23 April 2026 | 19:02 WIB

Pemerintah Diminta Tak Wajibkan Penggunaan Dolar AS untuk Transaksi Batu Bara DMO

Pemerintah Diminta Tak Wajibkan Penggunaan Dolar AS untuk Transaksi Batu Bara DMO

Bisnis | Kamis, 23 April 2026 | 18:57 WIB