Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.813.000
Beli Rp2.675.000
IHSG 7.101,226
LQ45 684,142
Srikehati 332,003
JII 470,939
USD/IDR 17.319

RI Masih Bergantung Impor BBM dari Afrika Hingga Timur Tengah

Achmad Fauzi | Yaumal Asri Adi Hutasuhut | Suara.com

Kamis, 11 Desember 2025 | 15:46 WIB
RI Masih Bergantung Impor BBM dari Afrika Hingga Timur Tengah
Unit kilang pada PT KPI RU II Dumai. [ANTARA/HO-PT KPI RU II]
  • Indonesia masih bergantung pada impor minyak mentah utama dari Afrika dan Timur Tengah untuk memenuhi kebutuhan kilang domestik.
  • Kapasitas kilang Indonesia mengolah 1,1 juta barel per hari, namun impor produk BBM seperti gasoline masih dilakukan.
  • Proyek RDMP Kilang Balikpapan dan implementasi mandatori B50 pada 2026 diharapkan mengurangi impor energi signifikan.

Suara.com - Kebutuhan bahan bakar minyak dalam negeri (BBM) sebagian besar masih bergantung dari impor. Senior Director Oil, Gas, Petrochemical Danantara Indonesia Wiko Migantoro mengatakan sebagian besar impor minyak mentah Indonesia berasal dari negara-negara di Afrika, dan Timur Tengah. 

Ia menjelaskan, kapasitas kilang di Indonesia berada di angka 1,1 juta barel per hari. Namun untuk kebutuhan minyak mentah, tidak sepenuhnya dipasok dari produksi dalam negeri. 

"Kebanyakan saat-saat sekarang ini, perusahaan yang berada di bawah Danantara Asset Management yaitu Pertamina, melakukan importasi crude dari kebanyakan negara Afrika dan Middle East (Timur Tengah)," kata Wiko pada agenda 'Rembuk Energi & Hilirisasi 2025' di Jakarta yang dikutip pada Kamis (11/12/2025). 

Kilang RDMP Balikpapan
Kilang RDMP Balikpapan

Dari sekitar 1 juta barel minyak yang diolah di kilang dalam negeri, sebanyak 855 ribu barel menjadi produk BBM, sementara sekitar 50 ribu barel diperuntukkan untuk kebutuhan operasional kilang. 

Tak hanya itu, Wiko mengungkap Indonesia juga masih  mengimpor produk BBM yang dihasilkan dari minyak mentah. 

"Produk yang kita impor saat ini berasal dari keluarga gasoline, seperti Pertalite, Pertamax, dan  Pertamax Turbo," kata Wiko. 

Ketergantungan impor bukan hanya pada BBM, tapi juga untuk memenuhi kebutuhan gas dalam negeri. Wiko menyebutkan, sekitar 8 juta metrik ton kebutuhan LPG dalam negeri, sebanyak 6 juta metrik ton berasal dari impor. 

Wiko pun mengakui ketergantungan terhadap impor itu masih dalam upaya menuju ketahanan energi. 

"Jadi problem statement-nya jelas, bahwa negara kita ini masih mengimpor sebagian besar crude maupun produk dari luar negeri," ujarnya. 

Sejauh ini sejumlah upaya telah dilakukan pemerintah untuk memutus ketergantungan impor BBM

Salah satunya, melakukan revitalisasi kilang lewat  proyek Refinery Development Master Plan (RDMP). Sejauh ini proyek RDMP di Kilang Balikpapan yang berada di Kalimantan Timur akan segera rampung. Rencananya akan diresmikan Presiden Prabowo Subianto pada 17 Desember mendatang. 

Lewat proyek RDMP, produksi  minyak Kilang Balikpapan diproyeksikan meningkat menjadi 360 ribu barel per hari dari sebelumnya 260 ribu barel. 

Selain lewat RDMP, pemerintah juga akan menjalankan mandatori B50 pada semester dua 2026. Setidaknya mandatori B10  yang dimulai pada 2016 hingga B40 yang diberlakukan pada 2025, Indonesia telah menghemat devisa impor solar sebesar USD 40,71 miliar.

Mandatori B50

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia pun optimis dengan proyek RDMP di Kilang Balikpapan, dan penerapan mandatori B50 Indonesia tidak lagi perlu mengimpor BBM jenis solar. Bahkan, katanya, Indonesia akan mengalami kelebihan pasokan. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Krisis BBM SPBU Swasta, Akankah Terulang Tahun Depan?

Krisis BBM SPBU Swasta, Akankah Terulang Tahun Depan?

Bisnis | Kamis, 11 Desember 2025 | 10:09 WIB

Waspada BBM Langka, ESDM Singgung Tambahan Kuota Shell, Vivo, BP-AKR 2026

Waspada BBM Langka, ESDM Singgung Tambahan Kuota Shell, Vivo, BP-AKR 2026

Bisnis | Rabu, 10 Desember 2025 | 18:07 WIB

ESDM Pede Lifting Minyak Tahun ini Bisa Lampaui Target 610 Ribu Barel

ESDM Pede Lifting Minyak Tahun ini Bisa Lampaui Target 610 Ribu Barel

Bisnis | Rabu, 10 Desember 2025 | 16:17 WIB

Terkini

Kenaikan Harga Minyak Dunia Dorong IHSG Jatuh ke Level 6.956 Hari Ini

Kenaikan Harga Minyak Dunia Dorong IHSG Jatuh ke Level 6.956 Hari Ini

Bisnis | Kamis, 30 April 2026 | 16:57 WIB

Harga Minyak Dunia Terus Melonjak, Besok Harga Pertamax Naik?

Harga Minyak Dunia Terus Melonjak, Besok Harga Pertamax Naik?

Bisnis | Kamis, 30 April 2026 | 16:54 WIB

Bea Cukai Akui Penerimaan Negara dari Bea Keluar Ekspor Emas Masih Minim

Bea Cukai Akui Penerimaan Negara dari Bea Keluar Ekspor Emas Masih Minim

Bisnis | Kamis, 30 April 2026 | 16:52 WIB

Tekan Impor LPG, PGN Gagas Siap Garap CNG

Tekan Impor LPG, PGN Gagas Siap Garap CNG

Bisnis | Kamis, 30 April 2026 | 16:38 WIB

Rupiah Semakin Lemah Karena Kinerja Pemerintah Belum Puaskan Investor

Rupiah Semakin Lemah Karena Kinerja Pemerintah Belum Puaskan Investor

Bisnis | Kamis, 30 April 2026 | 16:36 WIB

Jangan Tebak Harga, Ini Strategi yang Tepat Investasi Kripto di Tengah Pasar Sideway

Jangan Tebak Harga, Ini Strategi yang Tepat Investasi Kripto di Tengah Pasar Sideway

Bisnis | Kamis, 30 April 2026 | 16:20 WIB

Indosaku Tindak Tegas Debt Collector Nakal, Putus Kerja Sama dan Perkuat Perlindungan Konsumen

Indosaku Tindak Tegas Debt Collector Nakal, Putus Kerja Sama dan Perkuat Perlindungan Konsumen

Bisnis | Kamis, 30 April 2026 | 15:54 WIB

Industri Asuransi Jiwa Syariah Tumbuh Double Digit, Prudential Syariah Kempit Pangsa Pasar 22 Persen

Industri Asuransi Jiwa Syariah Tumbuh Double Digit, Prudential Syariah Kempit Pangsa Pasar 22 Persen

Bisnis | Kamis, 30 April 2026 | 15:29 WIB

Purbaya Pastikan Tak Ada Kenaikan Maupun Aturan Pajak Baru Sebelum Ekonomi Membaik

Purbaya Pastikan Tak Ada Kenaikan Maupun Aturan Pajak Baru Sebelum Ekonomi Membaik

Bisnis | Kamis, 30 April 2026 | 15:18 WIB

Purbaya Bikin Aturan Baru soal Anggaran OJK, Klaim Tetap Independen

Purbaya Bikin Aturan Baru soal Anggaran OJK, Klaim Tetap Independen

Bisnis | Kamis, 30 April 2026 | 14:58 WIB