Rupiah Melesat di Senin Pagi Menuju Level Rp 16.635

Achmad Fauzi | Rina Anggraeni | Suara.com

Senin, 15 Desember 2025 | 10:48 WIB
Rupiah Melesat di Senin Pagi Menuju Level Rp 16.635
Petugas salah satu tempat penukaran mata uang asing menunjukkan uang rupiah dan dolar AS, Jakarta, Selasa (14/1/2025). [Suara.com/Alfian Winanto]
  • Rupiah menguat pada pembukaan Senin (15/12/2025) menjadi Rp 16.635 per dolar AS berdasarkan data Bloomberg.
  • Ringgit Malaysia menjadi mata uang Asia dengan penguatan terbesar, sementara dolar Taiwan melemah paling dalam.
  • Analis memprediksi penguatan rupiah terbatas sambil menunggu keputusan suku bunga Bank Indonesia minggu ini.

Suara.com - Nilai tukar rupiah terus menguat pada pembukaan, Senin (15/12/2025).  Berdasarkan data Bloomberg, rupiah di pasar sport dibuka di level Rp 16.635 Amerika Serikat (AS).

Alhasil, rupiah menguat 0,07 persen dibanding penutupan pada Jumat yang berada di level Rp 16.647 per dolar AS. 

Sementara itu, kurs Jisdor Bank Indonesia tercatat di Rp 16.688 per dolar AS.

Selain itu, mata uang di Asia bervariasi dengan ringgit Malaysia menjadi mata uang dengan penguatan terbesar di Asia setelah melonjak 0,14 persen. Disusul, yen Jepang yang melesat 0,11 persen.

Disusul won Korea Selatan yang menanjak 0,09 persen dan baht Thailand yang terkerek 0,07 persen. Lalu ada dolar Singapura yang terangkat 0,04 persen.

Petugas salah satu tempat penukaran mata uang asing menunjukkan uang rupiah dan dolar AS, Jakarta, Selasa (14/1/2025). (Suara.com/Alfian Winanto)
Petugas salah satu tempat penukaran mata uang asing menunjukkan uang rupiah dan dolar AS, Jakarta, Selasa (14/1/2025). (Suara.com/Alfian Winanto)

Berikutnya ada yuan China dan dolar Hongkong yang sama-sama menguat tipis 0,02 persen.

Sementara itu, dolar Taiwan menjadi mata uang dengan pelemahan terdalam di Asia setelah anjlok 0,33 persen. Kemudian ada peso Filipina yang terlihat melemah 0,1 persen terhadap the greenback di pagi ini

Rupiah Akan Terus Menguat

Dalam hal ini, Analis Doo Financial Futures Lukman Leong mengatakan penguatan rupiah diperkirakan masih akan terjadi. Namun, juga harus mewaspadai beberapa  sentimen global dan dalam negeri yang memengaruhi pergerakan mata uang garuda. 

"Rupiah diperkirakan akan berkonsolidasi atau datar dengan potensi menguat terbatas terhadap dolar AS,," katanya saat dihubungi Suara.com.

Dia melanjutkan investor masih was-was dengan kondisi global yang belum menentu. Apalagi, investor menunggu suku bunga yang bakal diputuskan oleh Bank Indonesia pada Rabu nanti yang bisa membuat tekanan pada rupiah.

"Investor cenderung wait and see mengantisipasi serentetan data ekonomi penting yang diantarnya data pekerjaan AS NFP dan inflasi serta RDGBI pekan ini. Range Rp 16.550 - Rp 16.700," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Rupiah Kokoh Lawan Dolar AS pada Hari Ini, Tembus Level Rp 16.646

Rupiah Kokoh Lawan Dolar AS pada Hari Ini, Tembus Level Rp 16.646

Bisnis | Jum'at, 12 Desember 2025 | 16:05 WIB

Rupiah Masuk Zona Hijau, Dolar Amerika Loyo ke Rp16.667

Rupiah Masuk Zona Hijau, Dolar Amerika Loyo ke Rp16.667

Bisnis | Jum'at, 12 Desember 2025 | 09:49 WIB

Sentimen The Fed Buat Rupiah Gagah Hari ini di Level Rp 16.663

Sentimen The Fed Buat Rupiah Gagah Hari ini di Level Rp 16.663

Bisnis | Kamis, 11 Desember 2025 | 16:02 WIB

Terkini

5 Fakta Putusan MK: Pejabat dan Eks Anggota DPR Tidak Dapat Uang Pensiun?

5 Fakta Putusan MK: Pejabat dan Eks Anggota DPR Tidak Dapat Uang Pensiun?

Bisnis | Selasa, 17 Maret 2026 | 13:58 WIB

Rupiah Nyaris Tembus Rp17.000, Menko Airlangga: Tugas BI Ini!

Rupiah Nyaris Tembus Rp17.000, Menko Airlangga: Tugas BI Ini!

Bisnis | Selasa, 17 Maret 2026 | 13:47 WIB

Meski Dompet Pas-pasan, 85,1 Persen Warga RI Tetap Nekat Mudik

Meski Dompet Pas-pasan, 85,1 Persen Warga RI Tetap Nekat Mudik

Bisnis | Selasa, 17 Maret 2026 | 13:37 WIB

Malaysia Jadi Negara Pertama Batalkan Perjanjian Dagang dengan AS

Malaysia Jadi Negara Pertama Batalkan Perjanjian Dagang dengan AS

Bisnis | Selasa, 17 Maret 2026 | 13:37 WIB

Pemerintah Optimistis Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 2026 Tembus 5,5 Persen Meski Ada Perang

Pemerintah Optimistis Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 2026 Tembus 5,5 Persen Meski Ada Perang

Bisnis | Selasa, 17 Maret 2026 | 13:20 WIB

Menteri Airlanga: Defisit APBN 3 Persen Harga Mati, Tapi Perppu Masih Mungkin Dikeluarkan

Menteri Airlanga: Defisit APBN 3 Persen Harga Mati, Tapi Perppu Masih Mungkin Dikeluarkan

Bisnis | Selasa, 17 Maret 2026 | 13:18 WIB

IHSG Hijau di Sesi I ke 7.102, Ini Proyeksi Pergerakan Sesi II

IHSG Hijau di Sesi I ke 7.102, Ini Proyeksi Pergerakan Sesi II

Bisnis | Selasa, 17 Maret 2026 | 12:55 WIB

Mengapa Kritik Ekonom Disebut 'Noise' Oleh Prabowo dan Purbaya?

Mengapa Kritik Ekonom Disebut 'Noise' Oleh Prabowo dan Purbaya?

Bisnis | Selasa, 17 Maret 2026 | 12:54 WIB

AS Desak Militer Jepang, Korsel, China hingga Eropa Buka Selat Hormuz, Realistis atau Sia-sia?

AS Desak Militer Jepang, Korsel, China hingga Eropa Buka Selat Hormuz, Realistis atau Sia-sia?

Bisnis | Selasa, 17 Maret 2026 | 12:26 WIB

Konflik AS-Iran Belum Mereda, Harga Bertahan di atas 100 Dolar AS

Konflik AS-Iran Belum Mereda, Harga Bertahan di atas 100 Dolar AS

Bisnis | Selasa, 17 Maret 2026 | 12:26 WIB