Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.825.000
Beli Rp2.700.000
IHSG 6.858,899
LQ45 669,842
Srikehati 328,644
JII 449,514
USD/IDR 17.509

Harga Minyak Dunia Turun, di Tengah Menguatnya Perdamaian Rusia-Ukraina

Dythia Novianty | Yaumal Asri Adi Hutasuhut | Suara.com

Selasa, 16 Desember 2025 | 11:09 WIB
Harga Minyak Dunia Turun, di Tengah Menguatnya Perdamaian Rusia-Ukraina
Ilustrasi harga minyak dunia. [Suara.com/Aldie]
  • Harga minyak mentah dunia, Brent dan WTI, melemah pada Selasa 16 Desember 2025 karena prospek kesepakatan damai Rusia-Ukraina menguat.
  • Optimisme perdamaian muncul setelah AS memberikan jaminan keamanan Ukraina gaya NATO dalam pembicaraan di Berlin.
  • Data ekonomi Tiongkok yang lesu, termasuk perlambatan output pabrik, menimbulkan kekhawatiran terhadap permintaan minyak global yang lemah.

Suara.com - Harga minyak mentah dunia melemah pada perdagangan Selasa 16 Desember 2025. 

Penurunan harga dipicu prospek kesepakatan damai antara Rusia dengan Ukraina yang menguat. 

Mengutip dari Investing.com, harga minyak mentah Brent berjangka turun 24 sen, atau 0,40 persen, menjadi 60,32 dolar AS per barel. 

Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS berada pada harga 56,60 dolar AS per barel, turun 22 sen, atau 0,39 persen.

Turunnya harga minyak mentah disebabkan menguatnya harapan perdamaian antara Rusia dengan Ukraina. 

Para pejabat Amerika Serikat (AS) mengatakan mereka memberikan jaminan keamanan gaya NATO untuk Ukraina pada pembicaraan dengan presiden negara itu di Berlin. 

Ilustrasi kilang minyak mentah.
Ilustrasi kilang minyak mentah.

Dilaporkan, langkah tersebut yang belum pernah terjadi sebelumnya sehingga memicu optimisme di beberapa ibu kota Eropa bahwa pembicaraan semakin mendekati negosiasi untuk mengakhiri konflik antara kedua negara. 

"Menambah tekanan, data ekonomi China yang lesu yang dirilis semalam semakin memicu kekhawatiran bahwa permintaan global mungkin tidak cukup kuat untuk menyerap pertumbuhan pasokan baru-baru ini," kata analis pasar IG, Tony Sycamore, dalam sebuah catatan.

Tercatat, pada hari Senin bahwa pertumbuhan output pabrik China melambat ke level terendah 15 bulan. 

Penjualan ritel juga tumbuh pada laju paling lambat sejak Desember 2022, selama pandemi COVID-19.

Data tersebut menimbulkan kekhawatiran bahwa strategi China yang mengandalkan ekspor untuk mengimbangi lemahnya permintaan domestik mungkin goyah. 

Ekonomi yang melambat akan semakin menekan permintaan di pembeli minyak terbesar dunia, di mana peningkatan penggunaan kendaraan listrik sudah membebani konsumsi minyak bumi.

Faktor-faktor tersebut mengimbangi kekhawatiran tentang pasokan setelah AS menyita kapal tanker minyak di lepas pantai Venezuela minggu lalu. 

Para pedagang dan analis mengatakan, kelebihan penyimpanan terapung atau floating storage dan lonjakan pembelian China dari Venezuela sebagai antisipasi sanksi juga membatasi dampak pasar dari langkah tersebut.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tujuh Anak Usaha PHE Masuk 10 Besar Produsen Minyak, Pakar: Grade A Migas Memang Ada di Hulu

Tujuh Anak Usaha PHE Masuk 10 Besar Produsen Minyak, Pakar: Grade A Migas Memang Ada di Hulu

Bisnis | Selasa, 02 Desember 2025 | 17:33 WIB

OPEC Tahan Produksi, Harga Minyak Dunia Tetap Kokoh di Pasar Asia

OPEC Tahan Produksi, Harga Minyak Dunia Tetap Kokoh di Pasar Asia

Bisnis | Selasa, 02 Desember 2025 | 11:11 WIB

Pengamat Nilai Proyek RDMP Balikpapan Bisa Percepat Hilirisasi Migas

Pengamat Nilai Proyek RDMP Balikpapan Bisa Percepat Hilirisasi Migas

Bisnis | Senin, 01 Desember 2025 | 16:15 WIB

OPEC Tahan Produksi, Harga Minyak Dunia Langsung Melesat 1 Persen

OPEC Tahan Produksi, Harga Minyak Dunia Langsung Melesat 1 Persen

Bisnis | Senin, 01 Desember 2025 | 12:03 WIB

Harga Minyak Dunia Stabil, Investor Pantau Negosiasi Damai Rusia-Ukraina dan Keputusan OPEC

Harga Minyak Dunia Stabil, Investor Pantau Negosiasi Damai Rusia-Ukraina dan Keputusan OPEC

Bisnis | Jum'at, 28 November 2025 | 12:48 WIB

Rusia-Ukraina Mau Damai, Harga Minyak Dunia Kembali Merosot

Rusia-Ukraina Mau Damai, Harga Minyak Dunia Kembali Merosot

Bisnis | Kamis, 27 November 2025 | 10:14 WIB

Terkini

6 Emiten Keluar dari MSCI, OJK Ungkap Valuasi Saham RI di Bawah Asia

6 Emiten Keluar dari MSCI, OJK Ungkap Valuasi Saham RI di Bawah Asia

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 13:25 WIB

Harga Cabai Naik, Kemendag Masukkan Cabai ke Daftar Komoditas Prioritas Pengendalian Inflasi

Harga Cabai Naik, Kemendag Masukkan Cabai ke Daftar Komoditas Prioritas Pengendalian Inflasi

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 13:14 WIB

Jangan Hanya Kejar Pertumbuhan, Industri Kripto Kini Dituntut Transparan

Jangan Hanya Kejar Pertumbuhan, Industri Kripto Kini Dituntut Transparan

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 13:13 WIB

Kredibiltas Jadi Bukti, Presiden RI Buat Rupiah Menguat ke Rp6.500 Per Dolar AS

Kredibiltas Jadi Bukti, Presiden RI Buat Rupiah Menguat ke Rp6.500 Per Dolar AS

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 13:12 WIB

Proyek IKN Sudah Habiskan Rp147 Triliun, Tapi Ibukota Tetap Jakarta

Proyek IKN Sudah Habiskan Rp147 Triliun, Tapi Ibukota Tetap Jakarta

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 13:09 WIB

BTN dan MKP Bangun Sistem Ticketing Digital di Pelabuhan Wisata Bali

BTN dan MKP Bangun Sistem Ticketing Digital di Pelabuhan Wisata Bali

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 13:08 WIB

Pakar: Tidak Tepat Kaitkan Utang Pemerintah dengan MBG

Pakar: Tidak Tepat Kaitkan Utang Pemerintah dengan MBG

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 13:00 WIB

Rupiah Tembus Rp17.500, ESDM Mulai Bahas Nasib Subsidi BBM

Rupiah Tembus Rp17.500, ESDM Mulai Bahas Nasib Subsidi BBM

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 12:58 WIB

Makin Canggih, BI Sebut Rupiah Kian Sulit Ditiru hingga Peredaran Uang Palsu Turun Drastis

Makin Canggih, BI Sebut Rupiah Kian Sulit Ditiru hingga Peredaran Uang Palsu Turun Drastis

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 12:57 WIB

MSCI Tendang 6 Saham Indonesia dan IHSG Anjlok, OJK: Ini Awal Baru

MSCI Tendang 6 Saham Indonesia dan IHSG Anjlok, OJK: Ini Awal Baru

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 12:54 WIB