Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.825.000
Beli Rp2.700.000
IHSG 6.858,899
LQ45 669,842
Srikehati 328,644
JII 449,514
USD/IDR 17.509

Pati Singkong Bisa Jadi Solusi Penumpukan Sampah di TPA

M Nurhadi | Suara.com

Kamis, 18 Desember 2025 | 22:03 WIB
Pati Singkong Bisa Jadi Solusi Penumpukan Sampah di TPA
Ilustrasi - Foto udara sejumlah truk sampah mengantre di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sampah Griyo Mulyo Jabon, Sidoarjo, Jawa Timur, Selasa (18/11/2025). [ANTARA FOTO/Umarul Faruq/foc]
  • Greenhope memperkenalkan pelapis sampah berbasis sari pati singkong sebagai solusi praktis pengganti penutup tanah di TPA.
  • Inovasi ini dirancang untuk terurai alami dalam tiga bulan tanpa residu mikroplastik berbahaya, serta telah diuji coba di TPA Pekalongan.
  • Teknologi ini mendukung petani lokal melalui pembelian singkong dengan harga premium dan lebih ekonomis.

Suara.com - Masalah sampah di Indonesia, khususnya di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA), menuntut adanya terobosan teknologi yang praktis namun tetap menjaga kelestarian alam.

Menjawab tantangan tersebut, Greenhope, perusahaan teknologi material berkelanjutan, memperkenalkan inovasi pelapis sampah ramah lingkungan yang berbahan dasar sari pati singkong.

Teknologi ini dirancang untuk menggantikan penggunaan tanah sebagai penutup tumpukan sampah sementara, yang selama ini dinilai kurang efisien dan berdampak pada kerusakan lahan.

Produk bioplastik ini hadir dalam bentuk lembaran film plastik dengan spesifikasi lebar 1 meter dan panjang mencapai 250 meter, serta ketebalan sekitar 80 mikron.

Sejak mulai dirancang pada tahun 2017, inovasi ini difokuskan untuk menjadi penutup sementara tumpukan sampah di TPA guna mencegah bau menyengat, penyebaran penyakit melalui lalat, serta polusi udara.

Keunggulan utamanya adalah kemampuannya untuk terurai secara alami di lingkungan TPA dalam waktu kurang lebih tiga bulan saja, tanpa meninggalkan residu mikroplastik yang berbahaya bagi ekosistem.

Teknologi ini diperkenalkan secara resmi dalam sebuah forum interaktif yang berlangsung di pabrik Greenhope, Cikupa, Kabupaten Tangerang, pada Rabu (17/12).

Acara tersebut dihadiri langsung oleh Wakil Menteri Lingkungan Hidup (Wamen LH), Diaz Hendropriyono. Dalam sesi pemaparannya, Co-Founder & CEO Greenhope, Tommy Tjiptadjaja, menjelaskan bagaimana pelapis berbahan nabati ini bekerja secara ilmiah di lapangan.

Menurut Tommy, pelapis ini tidak hanya berfungsi sebagai penutup fisik, tetapi juga membantu proses biodegradasi sampah di bawahnya.

Material pati singkong tersebut akan terurai menjadi cairan H2O, gas alami seperti CO2, serta biomassa tanah yang bermanfaat. Hal ini memberikan nilai tambah bagi kesuburan tanah di sekitar area pemrosesan sampah setelah masa pakai pelapis berakhir.

Greenhope kenalkan produk pendukung TPA ramah lingkungan [Ist]
Greenhope kenalkan produk pendukung TPA ramah lingkungan [Ist]

“Sejak awal, mimpi kami adalah membangun bisnis yang memberi dampak langsung bagi lingkungan dan sosial. Produk ini tidak hanya membantu TPA, tapi juga mensejahterakan petani singkong lokal,” ujar Tommy.

Greenhope tidak hanya fokus pada aspek teknis material, tetapi juga membangun ekosistem bisnis yang inklusif. Perusahaan diketahui membeli singkong dengan harga premium dari para petani lokal untuk memastikan rantai pasok yang berkelanjutan.

Atas upaya ini, Greenhope telah mengantongi sertifikasi Fair for Life, yang menegaskan bahwa perusahaan menjalankan standar keberlanjutan sosial dan perdagangan yang adil.

Dari sisi operasional di TPA, penggunaan pelapis pati singkong ini diklaim jauh lebih ekonomis dibandingkan metode konvensional yang menggunakan tanah urukan.

Tommy menjelaskan bahwa biaya yang dikeluarkan pengelola TPA bisa ditekan secara signifikan. Selain itu, pemasangannya jauh lebih praktis karena tidak membutuhkan alat berat seperti ekskavator untuk meratakan tanah.

“Harganya sekitar seperempat dari penggunaan tanah dan tidak memerlukan alat berat. Dua orang saja sudah cukup untuk pemasangan,” jelas Tommy. Metode ini juga dinilai lebih ramah lingkungan karena menghilangkan kebutuhan akan aktivitas penggalian atau penggundulan lahan di tempat lain hanya untuk mengambil tanah urukan sebagai penutup sampah.

Teknologi inovatif ini sudah mulai diuji coba secara parsial di TPA Pekalongan sejak November 2025. Proses ini menjadi langkah awal untuk melihat efektivitas material dalam skala besar sebelum diterapkan secara nasional.

Meskipun menggunakan pelapis organik, prosedur penutupan permanen tetap akan dilakukan sesuai standar operasional jika TPA sudah mencapai kapasitas maksimalnya.

Wakil Menteri Lingkungan Hidup, Diaz Hendropriyono, memberikan apresiasi tinggi terhadap hasil karya anak bangsa ini.

Ia menegaskan bahwa Kementerian Lingkungan Hidup akan terus mendukung setiap inovasi yang memberikan solusi nyata bagi problematika sampah di tanah air, terutama dalam upaya transformasi pengelolaan sampah dari sistem terbuka menjadi lebih terstandarisasi.

“Tidak ada alasan bagi kami untuk menghambat inovasi yang baik. Solusi seperti ini penting untuk mendorong transformasi TPA dari sistem open dumping menjadi controlled landfill hingga sanitary landfill, sesuai amanat Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2008,” ujarnya.

Pemerintah menyatakan sangat terbuka terhadap berbagai pendekatan teknologi yang berbasis kajian ilmiah, mulai dari Waste-to-Energy (WTE), Refuse Derived Fuel (RDF), hingga produk-produk biodegradable seperti yang dikembangkan oleh Greenhope.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bom Waktu di Bawah Flyover: Mengapa Sampah Menggunung di Ciputat?

Bom Waktu di Bawah Flyover: Mengapa Sampah Menggunung di Ciputat?

News | Kamis, 18 Desember 2025 | 17:08 WIB

Pramono Anung Tantang Gen Z Jakarta Atasi Macet dan Sampah, Hadiahnya Jalan-Jalan ke New York

Pramono Anung Tantang Gen Z Jakarta Atasi Macet dan Sampah, Hadiahnya Jalan-Jalan ke New York

News | Kamis, 18 Desember 2025 | 13:48 WIB

Viral Tumpukan Sampah Ciputat Akhirnya Diangkut, Pemkot Tangsel Siapkan Solusi PSEL

Viral Tumpukan Sampah Ciputat Akhirnya Diangkut, Pemkot Tangsel Siapkan Solusi PSEL

News | Rabu, 17 Desember 2025 | 20:40 WIB

Terkini

Harga Minyak Kembali Turun, Diprediksi Bertahan di Atas 80 Dolar AS hingga Akhir Tahun

Harga Minyak Kembali Turun, Diprediksi Bertahan di Atas 80 Dolar AS hingga Akhir Tahun

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 10:15 WIB

Pegadaian Gelar Operasi Katarak Gratis, 300 Peserta Ikuti Screening dan 125 Orang Jalani Operasi

Pegadaian Gelar Operasi Katarak Gratis, 300 Peserta Ikuti Screening dan 125 Orang Jalani Operasi

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 10:05 WIB

Harga Emas Antam Berbalik Anjlok, Hari Ini Dipatok Rp 2.839.000/Gram

Harga Emas Antam Berbalik Anjlok, Hari Ini Dipatok Rp 2.839.000/Gram

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 09:43 WIB

Pasar Kripto Ambyar! Inflasi Meledak, Bitcoin dan Altcoin Kompak Terkapar

Pasar Kripto Ambyar! Inflasi Meledak, Bitcoin dan Altcoin Kompak Terkapar

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 09:40 WIB

Pengangguran Masih 7,24 Juta Orang, Masalahnya Bukan Sekadar Minim Lowongan

Pengangguran Masih 7,24 Juta Orang, Masalahnya Bukan Sekadar Minim Lowongan

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 09:37 WIB

Emiten MDLA Bagikan Dividen Tunai Rp 176,56 Miliar

Emiten MDLA Bagikan Dividen Tunai Rp 176,56 Miliar

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 09:32 WIB

Di Depan Investor Global, Purbaya Pamer Tuntaskan 45 Masalah Hambatan Investasi RI

Di Depan Investor Global, Purbaya Pamer Tuntaskan 45 Masalah Hambatan Investasi RI

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 09:27 WIB

IHSG Dibuka Langsung Anjlok ke Level 6.700 Setelah Rebalancing MSCI

IHSG Dibuka Langsung Anjlok ke Level 6.700 Setelah Rebalancing MSCI

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 09:15 WIB

Genjot Pendapatan, Emiten CASH Siap Hadapi Tantangan Industri Pembayaran Digital

Genjot Pendapatan, Emiten CASH Siap Hadapi Tantangan Industri Pembayaran Digital

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 09:14 WIB

7 Fakta Stock Split RAJA, Pemegang Saham Bocorkan Perkiraan Jadwalnya

7 Fakta Stock Split RAJA, Pemegang Saham Bocorkan Perkiraan Jadwalnya

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 08:56 WIB